Arsip Bulanan: Januari 2018

Agenda Mitigasi Perubahan Iklim

Untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim perlu dilakukan upaya mitigasi dan adaptasi. Menurut UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change), mitigasi adalah upaya intervensi manusia dalam mengurangi sumber atau penambah gas rumah kaca (GRK) yang telah menimbulkan pemanasan global. Sedangkan adaptasi adalah upaya menghadapi perubahan iklim dengan melakukan penyesuaian yang tepat,
bertindak untuk mengurangi berbagai pengaruh negatifnya, atau memanfaatkan dampak positifnya (UNDP, 2007).

Agenda mitigasi diarahkan untuk mereduksi emisi gas rumah kaca pada sektor-sektor ekonomi prioritas, yaitu sektor energi, kehutanan, pertanian-perikanan, dan infrastruktur yang didasarkan pada penetapan sasaran-sasaran reduksi per sektornya. Sedangkan agenda adaptasi diarahkan untuk mengembangkan pola pembangunan yang tahan terhadap dampak perubahan iklim dan gangguan anomali cuaca yang terjadi saat ini, dan antisipasi dampaknya ke depan. Tujuan jangka panjangnya adalah terintegrasinya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim ke dalam perencanaan pembangunan nasional dengan mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan ekologi. Selain itu, harus berjalan bersamaan dengan usaha pemberantasan kemiskinan dan kegiatan pembangunan ekonomi karena masyarakat miskin merupakan golongan yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim (Kementerian Lingkungan Hidup, 2007).

Ketika membicarakan mengenai perubahan iklim, para ilmuwan mungkin menggunakan kata-kata yang sangat berbeda dari makna kata itu pada umumnya. Bila mereka menyebut ‘mitigasi’ sehubungan dengan perubahan iklim, misalnya yang mereka maksudkan adalah tindakan-tindakan untuk mengurangi emisi gas-gas rumah kaca. Bila mereka bicara mengenai ‘adaptasi’, yang mereka maksudkan adalah tindakan untuk mengatasi berbagai dampak perubahan iklim.

Namun, dalam pengertian umum, kita bisa saja spontan menggunakan istilah ‘mitigasi’ dan ‘adaptasi’ secara tertukar misalnya, membicarakan mengenai ‘memitigasi efek perubahan iklim’ di Indonesia. Hal ini dapat menimbulkan kebingungan tetapi biasanya maksudnya sudah jelas. Dan apapun yang terjadi, kita harus melakukan keduanya, terlepas dari apapun kita menyebutnya.

Sudah jelas, emisi gas-gas rumah kaca mesti diturunkan, sehingga mitigasi merupakan keharusan. Ini terutama menjadi urusan negara-negara maju dan negara-negara berkembang yang pertumbuhannya pesat yang perlu mengubah cara mereka menggunakan bahan bakar fosil. Itulah sebabnya banyak negara menandatangani Protokol Kyoto dalam Konvensi tersebut, yang berarti memberikan komitmen mereka masing-masing untuk menargetkan pengurangan emisi gas-gas rumah kaca. Namun mitigasi saja tidak akan memadai. Bahkan seandainya pun banyak negara menemukan cara untuk mengurangi emisi, kita tetap perlu mengatasi berbagai efek emisi yang sudah berlangsung selama puluhan tahun yang lalu sebab iklim baru berubah dalam kurun waktu yang panjang. Maka kita tidak punya pilihan lain, adaptasi tidak hanya penting, tetapi juga tak terelakkan.

Berbagai persoalan besar seperti pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, perencanaan tata ruang, ketahanan pangan, pemeliharaan infrastruktur, pengendalian penyakit, perencanaan perkotaan, semua mesti ditinjau ulang dari perspektif perubahan iklim. Dampak perubahan iklim terhadap ekonomi dan pembangunan manusia harus dievaluasi secara seksama dan dipetakan. Kemudian strategi adaptasi yang mencakup penguatan sumber-sumber penghidupan dan mengurangi kerentanan masyarakat terhadap perubahan iklim harus diintegrasikan ke dalam berbagai rencana dan anggaran, baik pada tingkat pusat maupun daerah. Secara khusus adaptasi juga sangat penting dilakukan dalam bidang-bidang pertanian, wilayah pesisir, penyediaan air, kesehatan dan wilayah perkotaan, dengan air memainkan peran lintas sektoral diberbagai bidang ini.

Sumber Kutipan salahsatunya di Sini!

 

 

Peluang Kerjasama Melalui INOVASI

Pemerintah Australia dan Indonesia menjalin kemitraan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama pembelajaran literasi dan numerasi, di Indonesia. The Innovation for Indonesia’s School Children Program (INOVASI) bekerja untuk memahami dan meningkatkan tantangan pembelajaran di kelas-kelas sekolah dasar di seluruh Indonesia. INOVASI berupaya mengatasi tantangan pembelajaran dengan mengembangkan solusi yang relevan terhadap konteks yang ada. Menggunakan pendekatan unik berbasis prinsip desain yang berpusat pada manusia, kami bekerja sama dengan para guru, kepala sekolah, dan pejabat daerah untuk mengidentifikasi permasalahan apa yang harus dipecahkan untuk meningkatkan pendidikan dan pembelajaran.

Peluang Kemitraan Hibah

INOVASI berniat bermitra dengan Organisasi Non-Pemerintah (Ornop) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), universitas, lembaga riset, dan bisnis yang berpikiran serupa untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa untuk anak-anak Indonesia di bidang literasi dan numerasi. INOVASI menawarkan pendanaan hibah kepada organisasi mitra yang ingin melaksanakan kegiatan pendidikan seperti:

  1. Pelatihan keterampilan profesional bagi para guru dan/atau pimpinan sekolah.

Kemitraan ini kemungkinan akan mencakup program pelatihan kerja terstruktur bagi para guru sekolah dasar di bidang literasi atau numerasi, atau bagi para kepala sekolah sebagai pimpinan sekolah.

  1. Program berbasis masyarakat

Kemitraan ini kemungkinan akan mencakup program perpustakaan masyarakat, taman bacaan, klab membaca, lokakarya menulis buku, program budaya membaca, klab matematika atau ilmiah, program berbasis masyarakat bagi anak-anak berkebutuhan khusus, dan program atau inisiatif budaya adat yang mendukung pembelajaran bagi anak-anak yang berbicara dengan bahasa daerah.

  1. Koalisi untuk Perubahan

Hal ini kemungkinan akan berupa aliansi atau koalisi antara berbagai mitra yang beragam, yang memiliki kepentingan bersama untuk meningkatkan literasi, numerasi, atau inklusi anak-anak Indonesia. Program tersebut dapat meliputi kemitraan antara penerbit atau pemasok buku anak, pemerintah daerah, perpustakaan lokal, kelompok masyarakat, sekolah, dan/atau industri.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai peluang ini, silakan membaca pedoman terlampir atau Dokumen Pernyataan Minat melalui tautan Unduh Dokumen ini.

Tenggat waktu untuk menanggapi EOI ini adalah hari Rabu, 31 Januari 2018. Seluruh pemohon harus menyerahkan Catatan Konsep ke: inovasi.procurement@thepalladiumgroup.com.

Catatan Konsep dapat ditulis dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia, dan harus menggunakan template Catatan Konsep INOVASI. Template Catatan Konsep dapat diunduh di situs web Palladium atau diminta melalui email ke inovasi.procurement@thepalladiumgroup.com.

Informasi lebih lanjut kunjungi : http://thepalladiumgroup.com/work/tender/Calling-Expression-of-Interest-for-INOVASI-Partnership-and-Grant-Program