Ekologi komunitas atau sinekologi adalah kajian tentang interaksi yang terjadi antara spesies yang dijumpai di dalam komunitas pada berbagai skala tempat (spasial) dan waktu (temporal).  Kajian ekologi komunitas antara lain membahas mengenai distribusi, struktur, kelimpahan, demografi, dan interaksi antara populasi yang hidupnya berdampingan.

Fokus kajian utama ekologi komunitas terletak pada interaksi yang terjadi antara populasi yang ditentukan oleh karakteristik genotipik dan fenotipik tertentu. Dalam kajian modern ekologi komunitas berusaha untuk mengaji pola-pola tertentu dalam lingkup komunitas seperti variasi dalam kekayaan spesies, pemerataan, produktivitas dan struktur jaring makanan.  Selain itu, kajian ekologi komunitas juga memeriksa proses-proses yang terjadi dalam komunitas seperti dinamika populasi predator-pemangsa, suksesi, dan penyusunan komponennya di dalam sebuah  komunitas. (https://en.wikipedia.org/wiki/Community_(ecology)).

Pandangan sintesis dalam kajian ekologi komunitas dapat dicapai dengan cara mengorganisasikan proses-proses yang terjadi ke dalam empat kategori yaitu : seleksi, drift, spesiasi, dan aliran penyebaran yang secara langsung keluar dari urutan perkembangan konseptual yang biasa terjadi (Vellend, 2010).

Konsep Seleksi

Seleksi terjadi ketika individu-individu yang berada dalam suatu populasi jenis dan ukurannya bervariasi dalam beberapa hal, dan seleksi juga terjadi ketika ada varian yang berbeda dalam mereproduksi atau mereplikasi diri mereka sendiri pada tingkat yang berbeda (Bell, 2008). Dalam konteks komunitas, ada tiga bentuk seleksi yang saing berhubungan : (1) seleksi konstan, (2) seleksi tergantung frekuensi atau tergantung kepadatan, dan (3) seleksi spasial (terkait tempat). Seleksi konstan berlangsung secara sederhana : jika kebugaran spesies bersifat relatif konstan dalam skala ruang dan waktu, maka seleksi akan mengabaikan kepadatan spesies akan tetapi memerhatikan variasi antar spesies. Spesies dengan tingkat kebugaran tertinggi akan dikecualikan dari semua spesies lainnya, dan bentuk seleksinya akan lebih rumit (Vellend, 2010).

Konsep Drift

Karena kelahiran, kematian, dan produksi keturunan pada dasarnya adalah proses yang sifatnya tetap, maka perubahan yang terjadi dalam komunitas dengan jumlah individu yang terbatas pun juga akan memiliki komponen tetap (stokastik).  Jika parameter demografi tingkat individu identik dengan semua individu dalam komunitas yang tertutup, maka satu-satunya pendorong dinamika komunitas yaitu, tidak ada perubahan yang menurun (deterministik) dalam kelimpahan. Kesimulannya semua spesies akan ikut hanyut secara cepat menuju kepunahan, dan satu spesies akan mengalami kelambatan (Vellend, 2010).