KPSDH – Pertemuan 5. Analisis Potensi Sumber Daya Hayati

Potensi sumberdaya pesisir dan laut tersebut sepatutnya dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, misalnya dengan mengidentifikasi potensi sumberdaya alam tersebut yang layak dikembangkan sebagai daerah tujuan ekowisata. Pemanfaatan mangrove untuk ekowisata ini sejalan dengan minat wisatawan yang mengelompok dan mencari daerah tujuan ekowisata yang spesifik, alami dan kaya akan keanekaragaman hayati (Bahar, 2004).

Namun demikian, pemanfaatan sumberdaya ekosistem mangrove untuk ekowisata, terutama di wilayah perkotaan tetap harus disertai pertimbangan yang cermat khususnya mengenai kelayakannya. Pengembangan kawasan wisata pada daerah yang secara ekologi sesuai akan berdampak positif, baik pada sisi ekologis, sosial maupun ekonominya. Sehingga kawasan wisata tersebut bisa dikembangkan secara berkelanjutan (Bahar, 2004)

Analisis SWOT (Strength Weakness opportunity Threaths) adalah analisis kondisi internal maupun eksternal suatu organisasi yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi dan program kerja. Analisis internal meliputi peniaian terhadap faktor kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness). Sementara, analisis eksternal mencakup faktor peluang (Opportunity) dan tantangan (Threaths). Ada dua macam pendekatan dalam analisis SWOT, yaitu:
A. Pendekatan Kualitatif dalam Matriks SWOT
Pendekatan kualitatif matriks SWOT akan menampilkan sebanyak 8 (delapan) kotak, yaitu dua paling atas adalah kotak faktor eksternal (Peluang dan Tantangan) sedangkan dua kotak sebelah kiri adalah faktor internal (Kekuatan dan Kelamahan). Empat kotak lainnya merupakan kotak isu-isu strategis yang timbul sebagai hasil titik pertemuan antara faktor-faktor internal dan eksternal (Lihat Gambar 1).

8 kotak SWOT

Gambar 1. Kotak isu strategis dalam analisis SWOT

1.Kekuatan adalah kondisi internal yang menjadi pendorong keberhasilan meraih posisi unggul menghadapi persaingan, contohnya antara lain sumber daya manusia (profesional, memiliki expertise, moralitas serta loyalitas tinggi), sumber daya keuangan (kinerja dan ketersediaan dana investasi), sumber daya informasi (teknologi informasi superior, memiliki network).

2. Kelemahan adalah kondisi internal yang menghambat keberhasilan mencapai tujuan perusahaan contohnya antara lain manajemen sumber daya manusia (sistem spoil, perilaku organisasi rigid).

3.Peluang adalah kondisi eksternal yang menjadi pendorong keberhasilan perusahaan mewujudnyatakan misi, contohnya antara lain pemerintahan (deregulasi, debirokratisasi), investor/pendana swasta (pemberian Tax Holiday).

4. Ancaman adalah kondisi eksternal yang menghambat keberhasilan pencapaian tujuan perusahaan, contohnya antara lain ekonomi (resesi global, tingkat inflasi tinggi), sosial (kemerosotan nilai moral, pemakaian obat terlarang), teknologi (salah kelola)

B. Pendekatan Kualitatif dalam Matriks SWOT

Analisis SWOT kualitatif di atas dapat dioptimalkan secara kuantitaif via perhitungan SWOT yang dioptimalkan oleh Pearce dan Robinson (1998) agar diketahui secara pasti posisi organisasi yang sebenarnya.

Perhitungan yang dilaksanakan lewat tiga tahap, yakni:

Tahap Pertama. Melaksanakan perhitungan poin (a) dan muatan (b) poin unsur serta jumlah sempurna perkalian skor dan bobot (c = a x b) pada tiap-tiap unsur S-W-O-T. Menghitung nilai (a) masing-masing poin unsur dijalankan secara saling bebas (penilaian terhadap sebuah poin elemen tidak boleh dipengaruhi atau mempengaruhi pengevaluasian kepada poin unsur lainnya. Opsi rentang besaran skor betul-betul memastikan akurasi pengevaluasian tapi yang biasa diterapkan ialah dari 1 sampai 10, dengan asumsi nilai 1 berarti skor yang paling rendah dan 10 berarti nilai yang paling tinggi. Perhitungan bobot (b) masing-masing point elemen dilaksanakan secara saling ketergantungan. Artinya, penilaian kepada satu point faktor ialah dengan membandingkan tingkat kepentingannya dengan point elemen lainnya. Sehingga formulasi perhitungannya ialah nilai yang telah didapatkan (jangka nilainya sama dengan banyaknya point unsur) dibagi dengan banyaknya jumlah point faktor).

Tahap Kedua. Melakukan pengurangan antara jumlah sempurna faktor S dengan W (d) dan faktor O dengan T (e); Perolehan angka (d = x) berikutnya menjadi poin atau titik pada sumbu X, sementara perolehan angka (e = y) selanjutnya menjadi nilai atau spot pada sumbu Y;

Tahap Ketiga.  Mencari posisi organisasi yang dijelaskan oleh titik (x,y) pada kuadran SWOT.

Kuadran I (positif, positif). Posisi ini membuktikan sebuah organisasi yang kuat dan berpeluang. Rekomendasi taktik yang diberikan ialah Progresif, artinya organisasi dalam kondisi prima dan mantap. Sehingga benar-benar dimungkinkan untuk terus menjalankan ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal.

Kuadran II (positif, negatif).  Posisi ini membuktikan sebuah organisasi yang kuat tapi menghadapi tantangan yang besar. Saran taktik yang diberi yaitu Diversifikasi Strategi. Maksudnya adalah organisasi berada pada situasi mantap namun juga menghadapi sejumlah tantangan berat. Sehingga diperkirakan roda organisasi akan mengalami kesulitan untuk terus berputar jika hanya bergantung pada taktik sebelumnya.  Oleh karena itu, organisasi disarankan untuk mulai memperbanyak variasi strategi taktisnya.

Kuadran III (negatif, positif). Posisi ini menggambarkan sebuah organisasi yang lemah namun sungguh-sungguh berpeluang. Anjuran taktik yang disarankan ialah Ubah Taktik, artinya organisasi disarankan untuk mengubah strategi sebelumnya. Karena, strategi yang lama dikhawatirkan susah untuk dapat menangkap kesempatan yang ada sekaligus memperbaiki performa organisasi.

Kuadran IV (negatif, negatif). Posisi ini membuktikan sebuah organisasi yang lemah dan menghadapi tantangan besar. Anjuran taktik yang diberikan adalah Strategi Bertahan, artinya kondisi internal organisasi berada pada alternatif dilematis. Oleh karenanya organisasi disarankan untuk memakai strategi bertahan, mengontrol performa internal supaya tak semakin terjerembab. Taktik ini dipertahankan sambil terus berusaha memperbaiki diri sendiri.

Tugas :

  1. Buatlah ulasan mengenai analisis potensi sumber daya hayati dalam kolom saran!
  2. Kumpulkan hasil analisis SWOT konservasi dan pengelolaan sumber daya hayati yang sudah dibuat pada pertemuan Rabu tanggal 31 Oktober 2018 di sini!

 

2 thoughts on “KPSDH – Pertemuan 5. Analisis Potensi Sumber Daya Hayati

  1. Firial Karina Maharani

    Potensi sumber daya hayatu pesisir dan laut dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan terutama dalam bidang perekonomian nasyarakat. Jika dikelola dengan baik, salah satunya mangrove selain bermanfaat guna mencegah abrasi,mangrove juga dapat kita jadikan sebagai tempat ekowisata.
    Adapaun analisis SWOT yang dapat saya tarik dari pemanfaatan ini adalah :
    S: mangrove mempunyai banyak potensi selain untuk ekowisata,pengembangannya juga dpt untuk mencegah abrasi.
    W: sumber daya manusia di kawasan sekitar mangrove masih tidak mengerti cara mengelola dan pemanfaatan mangrove dengan baik
    O : pemerintah setempat akan membantu untuk pembangunan lebih lanjut
    T : tidak adanya pengelolaan secara berkala oleh warga setempat.

    Suka

    Balas
  2. RAIYSAH J1C115030

    sangat setuju pak, karena dengan mengidentifikasi potensi sumberdaya alam seseorang dapat membantu serta mengembangkan hal-hal yang ada pada daerah termasuk pendapatan sebuah daerah

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.