Populasi sebagai kumpulan dari individu sejenis yang tinggal atau menempati daerah tertentu pada waktu tertentu juga menjadi salah satu bagian ekologi yang penting dipelajari. Dalam hal ini, kajian ekologi populasi sering disebut sebagai demografi atau ilmu kependudukan. Tentunya kita bertanya, apa indikator atau paramater yang menunjukkan suatu populasi. Secara umum dijumpai empat tanda populasi yakni : ukuran, kepadatan, distribusi populasi serta struktur umur.

  1. Ukuran populasi adalah angka yang menunjukan seberapa banyak suatu populasi memiliki kemiripan yang sama. Contohnya : Bekantan yang tinggal di sepanjang pinggir sungai Barito, dikatakan memiliki ukuran populasi yang sama, karena memiliki niche habitat yang sama yaitu Sungai Barito.
  2. Kepadatan populasi, adalah angka yang menunjukkan jumlah individu yang ditemukan / tinggal pada suatu habitat dibagi dengan luas wilayahnya.
  3. Distribusi populasi, adalah penyebaran yang secara umum dijumpai ketika individu dari populasi menyebar ke wilayah tertentu.
  4. Struktur umur, adalah susunan umur yang menunjukan berapa banyak individu pada stadia tertentu mempengaruhi kedudukan suatu populasi. Struktur umur dapat diklasifikasikan secara kualitatif dan kuantitatif.

Distribusi atau penyebaran individu atau populasi memiliki pola tertentu yaitu mengelompok, acak dan seragam (Gambar 1).

 

  • Pola mengelompok yaitu sebaran yang membentuk struktur kecil atau berkelompok. Pola ini paling banyak dijumpai pada lingkungan sebenarnya. Penyebaran populasi mengelompok banyak terjadi karena individu lebih menyukai lingkungan / habitat yang terbatas. Tujuan utama pola mengelompok untuk mempermudahkan proses perilaku sosial dan proses perkawinan.
  • Penyebaran seragam, pola penyebaran yang relatif dan dengan jarak teratur. Contohnya penguin, saat mencari makanan masing-masing namun jarak diantara mereka teratur karena setiap individu ingin memiliki ruang bersifat bebas.
  • Pola acak, secara acak membentuk distribusi yang tidak seragam karena adanya perbedaan tersediaan sumber daya, juga ketiadaan daya ikat. Terjadi karena sumber dayanya tersebar tidak merata. Akhirnya masing-masing memilih yang disukai. Contohnya keberadaan berbagai jenis pohon di hutan.

Ukuran populasi sifatnya selalu dinamis (mengalami perubahan). Ukuran populasi ada 2 macam, yaitu pertumbuhan dan penurunan. Pertumbuhan disebabkan karena kelahiran dan emigrasi dari daerah lain yang menetap. Penurunan populasi disebabkan oleh kematian dan imigrasi. Pertumbuhan populasi ada yang dinamakan populasi nol, ini terjadi ketika jumlah kelahiran sama dengan jumlah kematian. Satuan pertumbuhan populasi dihitung perkapitan atau laju per individu.

R= laju kelahiran – laju kematian

R menunjukan seberapa bantak individu yang mampu hidup dalam kurun waktu tertentu.

Nilai konstanta (r) digunakan untuk menghitung jumlah pertumbuhan individu.

Yang harus diketahui dalam menghitung pertumbuhan populasi:

  1. Populasi awal
  2. Laju kelahiran (br)
  3. Laju kematian (dr)
  4. Nilai konstanta (r)

Kurva pertumbuhan populasi sebagai petunjuk bagaimanan suatu populasi berkembang di tempat dan waktu tertentu. Kurva pertumbuhqn populasi ada 3 yaitu:

  1. Kurva pertumbuhan exponensial (berbentuk huruf J). Terjadi pada lingkungan terbatas, ruangan luas, sumber biotik tinggi, produktif. Contohnya kehidupan di perdesaan.
  2. Kurva pertumbuhan linier (huruf L), membentuk pola pertumbuhan seperti garis lurus
  3. Kurva pertumbuhan sigmoid (huruf S) membentuk garis kotak. Sumber daya terbatas. Terjadi pada lingkungan yang sebenarnya, terutama di kota.

Faktor pembatas adalah faktor-fakotr yang menyebabkan pembatasan terhadap pertumbuhan populasi. Ada beberapa macam, yaitu makanan, kehadiran mineral, pertahanan dari predator, keberadaan ruangan dan prosea pengolahan sampai/penguraian.

Kapasitas bawaan seberapa banyak suatu individu dapat diberikan pelayanan oleh lingkungan. Contohnya kapasitas penumpang dalam sebuah mobil. Pertumbuhan populasi yang dipengaruhi pleh kapasitas bawaan akan menghasilkan pertumbuhan populasi yang mirip. isalnya pada pertumbuhan lingkungan awal dan ketika sampai titik tertentu/titik puncak dia akan mengalami deselarasi (penurunan). Kemudian mengalami kondisi tenang dan nyaman yang dialami individu (steady state).

Tugas :

Tugas

Pembagian kelompok kajian ekologi dasar adalah sebagai berikut :

  1. Ekologi individu/adaptasi
  2. Ekologi populasi
  3. Ekologi komunitas
  4. Ekologi lansekap
  5. Ekologi ekosistem- produksi
  6. Ekologi ekosistem – penguraian
  7. Ekologi struktural/deskriptif
  8. Ekologi fungsional – habitat dan
  9. Ekologi fungsional – herbivori
  10. Ekologi pemodelan/simulasi
  11. Ekologi etnis/etnobiologi/kearifan lokal
  12. Ekologi indikator/bioindikator

Kelompok 1 sd 9 membuat :

  1. Poster / gambaran kegiatan dari metode kerja yang dilakukan dari makalah ekologi yang berhasil anda kumpulkan. Silakan hasil kerja anda kirim di sini!
  2. Membuat rencana aksi/road map / diagram alir penelitian
  3. Peta jalan penelitian/ fishbone diagram