Arsip Bulanan: November 2018

Restorasi Ekosistem dan Lanskap (Pertemuan 11)

Poin Penting

Lanskap adalah sebuah area yang heterogen yang terbentuk dari berbagai tipe ekosistem yang saling berinteraksi, sedangkan Ilmu Ekologi lanskap adalah ilmu yang mempelajari struktur, fungsi dan perubahan lanskap di sebuah area yang heterogen, yang berisi ekosistem yg saling berinteraksi.

Struktur lanskap berkaitan dengan tipe, distribusi, dimensi, dan bentuk komponen penyusun lanskap.

Struktur lanskap dapat dibedakan menjadi patch (fragmen), matrix (matriks) dan corridor (koridor).

Fragmen adalah area homogen yang dapat dibedakan dari daerah di sekitarnya, matriks adalah fragmen yang dominan sedangkan koridor adalah fragmen yang berbentuk memanjang.

Batas antara fragmen yang berbeda atau antara fragmen dan matriks disebut edge/tepi.

Struktur lanskap dapat berubah karena adanya gangguan. Perubahan ini akan membawa konsekuensi pada perubahan komposisi spesies.

Fungsi lanskap berkaitan dengan barang dan jasa lingkungan yang disediakan oleh lanskap yang meliputi fungsi produksi (pangan, sandang, papan, energi), habitat (tempat hidup biodiversitas), regulator (berbagai siklus di biosfer dan atmosfer) dan informasi (keindahan/rekreasi/kultural). Sedangkan fungsi lanskap yang berkaitan dengan distribusi energi, materi, dan spesies ditentukan oleh perbedaan struktur lanskap.

Tugas individu :

Setelah anda mendalami kajian restorasi ekosistem dan lansekap selama 10 pertemuan terakhir ini dengan Bapak Krisdianto dan Ibu Sasi tentunya anda sudah menjumpai atau menguasai berbagai macam pengetahuan mengenai : langkah-langkah restorasi, skenario perubahan iklim dalam restorasi, strategi restorasi dalam perubahan iklim, kegiatan utama restorasi, dan tanda kesuksesan restorasi,  Di sisi lain anda diminta untuk menyebutkan dan menjelaskan pandangan mengenai manfaat apa saja yang diperoleh dari kuliah restorasi ekosistem dan lanskap? Menurut anda apa perbedaannya dengan kuliah Konservasi dan Pengelolaan Sumber Daya Hayati ? (Minimal tulisan anda masing-masing sebanyak 2 halaman ukuran kertas kuarto A 4 dan spasi 1,5, plus 1 halaman untuk cover biodata). Silakan klik tautan ini untuk mengumpulkan tugas individu!

Tugas Kelompok

Tugas presentasi, untuk setiap kelompok adalah membuat ppt dengan topik utama mengenai aplikasi mikroorganisme lokal untuk restorasi ekosistem dan lanskap. Jumlah minimal ppt yang dibuat adalah 10 halaman. Dalam hal ini anda perlu menjelaskan mengenai pengertian mikroorganisme lokal, cara pembuatannya serta cara penggunaannya sesuai kondisi ekosistem yang ditentukan.  Berikut ini adalah pembagian kelompok pembuat ppt mikroorganisme lokal sesuai

Kelompok 1. Pembuatan mikroorganisme lokal untuk restorasi ekosistem gambut
Kelompok 2. Pembuatan mikroorganisme lokal untuk restorasi ekosistem bekas tambang
Kelompok 3. Pembuatan mikroorganisme lokal untuk restorasi ekosistem mangrove
Kelompok 4. Pembuatan mikroorganisme lokal untuk restorasi di ekosistem urban
Kelompok 5. Pembuatan mikroorganisme lokal untuk restorasi ekosistem sawah

Silakan klik tautan ini untuk mengumpulkan tugas kelompok!

NIM NAMA KETERANGAN
J1C115010 YAUMIL OKTARINA KELOMPOK 1*
J1C115003 BETRIS FITRIA MARGA KELOMPOK 1
J1C115007 MAULIDA TURRAHMAH KELOMPOK 1
J1C115008 MIA RAHMADANIATI KELOMPOK 1
1611013320010 LENI FIRDAYANTI KELOMPOK 1
J1C115017 CINTHIA AGUSTINA EKA PUTRI KELOMPOK 2*
J1C115015 AYNUL HASANAH KELOMPOK 2
J1C115011 YUSIA HARNANDA KELOMPOK 2
J1C115201 AINATUN MARDIYAH KELOMPOK 2
J1C115027 NAPISAH KELOMPOK 2
J1C115029 PRATIWI PUTRI UTAMI KELOMPOK 3*
J1C115030 RAIYSAH KELOMPOK 3
J1C115032 RIZQY MAULIDA KELOMPOK 3
J1C115034 SHELA NOOR HALIZA KELOMPOK 3
J1C115036 TRI INDAH PERMATA KELOMPOK 3
J1C115019 FAUZAN IRSYAD SYIHABUDIN KELOMPOK 4*
J1C115038 WANDA SEPTIANA PUTERI KELOMPOK 4
J1C115202 ANJAR PRIBADI KELOMPOK 4
J1C115203 CHINDY RIZCA FB KELOMPOK 4
J1C115204 FIRIAL KARINA MAHARANI KELOMPOK 4
J1C115207 HAYATI WULANDARI KELOMPOK 5*
J1C115208 IFFAT RAIHANA KELOMPOK 5
J1C115209 LINDA PUTRI UTARI KELOMPOK 5
J1C115216 NORHALIZA KELOMPOK 5
J1C115217 NOVEANI ANNISA RUSALINDA RAHMI KELOMPOK 5
Keterangan : tanda tebal bintang (*) ketua kelompok

Soal Ujian Praktikum Konservasi PSDH

Soal ujian praktikum Konservasi pengelolaan sumber daya hayati (ekosistem mangrove di Pantai Pagatan Besar) hari Rabu tanggal 21 November 2018.
1. Tuliskan nama dan NIM anda?
2. Apa yang paling disenangi dari praktikum Konservasi PSDH?
3. Apa yang tidak disenangi dari praktikum Konservasi PSDH?
4. Kalau kamu disuruh memilih untuk Konservasi PSDH jenis apa yang akan kamu pilih, dan apa alasannya?
5. Jika kamu diangkat menjadi duta konservasi lalu diminta membuat poster, seperti apakah bentuk dan desain rancangan poster yang akan kamu tampilkan? (Poster yang dibuat dengan desain kamu sendiri, kemudian dikirimkan dengan format jpg, atau jpeg).
6. Jika kamu diminta untuk mempromosikan konservasi pidato seperti apa yang akan kamu sampaikan (rekam pidato anda maksimal selama 3 menit)

Untuk mengumpulkan jawaban ujian praktikum silakan klik tautan ini!

Ekologi Lanjut – Pertemuan 11

Bismillah, dalam pertemuan kuliah ini akan dibahas mengenai contoh kerangka latar belakang dan perumusan masalah serta cara kerja penelitian dalam kajian ekologi lanjut.  Sebagai bahan kajian, silakan anda kunjungi tautan berikut ini : (1) Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah Volume 3 No.1 Tahun 2018 dan (2) Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah Volume 3 No.2 Tahun 2018

Tugas untuk anda :

  1. Pilihlah dua judul penelitian yang diminati atau sejalan dengan arah penelitian kamu dari Prosiding 1 dan 2.
  2. Buatlah gambaran kerangka latar belakang, perumusan masalahnya dan juga cara kerja yang dilakukan dalam penelitian dimaksud!
  3. Klik tautan berikut ini untuk mengirimkan laporannya!

Gunakan metode ATM (Amati Tiru Modifikasi) untuk membuat rancangan penelitian ekologi lanjut yang akan anda lakukan! Simak penjelasannya 5 tips sukses menerapkan Metode ATM.

1. Jangan Menjiplak

Jika kita mau mengambil contoh negara yang seringkali menerapkan strategi ATM adalah Cina. Cina memang negara yang terkenal dengan produk-produk KW (tiruan)-nya. Meski banyak mendapat kritikan dari negara lain, negara tirai bambu ini tidak mau ambil pusing. Mereka selalu saja ‘menutup telinga’ dan membuat alibi bahwa permintaan yang datang mereka seringkali tidak bersamaan dengan permintaan kulitas produk. Para pembeli mereka menurut mereka lebih mengutamakan harga yang murah daripada kualitas. Produk buatan Cina memang sudah terkenal dengan barang tiruannya yang sangat mirip dengan aslinya dengan harga yang miring. Namun sayangnya yang seringkali dilakukan Cina bukannya memodifikasi, tapi menjiplak. Inilah yang membuat produk Cina tak memiliki kekuatan atau kehandalan dalam hal brand. Produk-produk buatan Cina ini malah sudah banyak mencap sebagai produk berkualitas rendah dan murahan. Yang dimaksud dalam metode ATM adalah memodifikasi, bukan meniru 100 persen alias menjiplak.

“Kamu bisa belajar dari pesaingmu, tetapi jangan pernah meniru. Ketika kamu meniru, kamu akan mati” ~ Jack Ma, Founder Alibaba.com

2. Tidak Harus Dengan Ide Baru

Masih banyak orang yang berpikiran bahwa untuk berwirausaha ia harus bisa membuat bisnisnya benar-benar merupakan bisnis baru agar tidak usahanya tak punya saingan. Ini adalah pemikiran yang salah. Untuk memulai bisnis tidak harus selalu dengan ide yang baru. Memang bisa saja Anda menciptakan inovasi atau penemuan terbaru terhadap bisnis Anda, namun untuk membuat bisnis yang benar-benar baru tersebut Anda akan perlu membutukan waktu yang lama karena anda harus banyak memikirkan hal-hal yang baru mengenai ide bisnis baru Anda tersebut. Dan satu hal lagi kemungkinan gagal pada bisnis dengan ide baru ini juga masih ada dan bahkan lebih besar daripada bisnis dengan yang sudah ada. Kegagalan ini disebabkan karena banyak hal yang masih belum tergambar oleh pasar atau pada bisnis baru itu sendiri.

“Modal tidak begitu penting dalam bisnis. Pengalaman tidak begitu penting. Anda bisa mendapatkan kedua hal ini. Yang penting adalah ide” ~ Harvey Firestone, pendiri Firestone Tire & Rubber Co

3. Perbaiki Kekurangan Pasar

Menjadi seorang modifikator bisnis itu artinya Anda harus mampu mengetahui permintaan pasar yang sudah terbentuk dan berusaha memperbaiki kekurangan tersebut. Dengan mengetahui kekurangan produk sebelumnya dengan kemudian Anda mampu memperbaikinya maka bisnis Anda akan memiliki kekuatan tersendiri yang unik dan berkarakter yang tidak dimiliki oleh orang lain. Inilah inti sebenarnya dari kata modifikasi dalam metode bisnis ATM.

4. Misteri Rahasia Perusahaan

Seringkali beberapa pengusaha memang memahami bahwa ketika mereka sudah melakukan teknik ATM dengan benar, maka bisnisnya akan sukses dengan cepat. Inilah yang salah kaprah, menerapkan metode ATM dalam bisnis itu hanyalah bagian dari meniru bagian luar bisnis yang ada. Akan masih banyak yang akan kita belum pahami dari bisnis yang ada seperti misalkan yang paling pasti adalah rahasia perusahaan. Siapa pengusaha yang akan berani membocorkan rahasia perusahaannya? Inilah yang harus dipahami bersama oleh para pebisnis. Maka cobalah telusuri misteri perusahaan sukses sebisa mungkin untuk menjadikan bisnis metode ATM Anda berhasil dengan sukses.

5. Perhatikan Proses

Dalam bisnis apapun, proses memang selalu menjadi hal paling penting. Sebuah bisnis yang sudah berjalan dan sukses pasti sudah berbagai tahapan bisnis yang bernama proses. Kegagalan demi kegagalan dengan berbagai kisah pembelajaran didalamnya adalah hal yang telah dilewati bisnis yang sukses tersebut. Untuk membuat bisnis berjalan sempurna, mereka telah melewati tahap atau proses trial and error yang berulang kali dan akhirnya menemukan hal yang terbaik yang kemudian dijadikan sistem baku. Proses inilah yang membentuk sebuah bisnis menjadi matang dan siap pakai, termasuk bisnis dengan metode ATM.

Sumber : https://www.maxmanroe.com/5-tips-sukses-menerapkan-metode-atm-dalam-bisnis.html

 

 

KPSDH – Pertemuan 6. Konservasi PSDH dalam AL Qur’an

Konservasi sumber daya alam hayati dipahami sebagai pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Kegiatan yang dapat dilakukan dalam konservasi sumber daya alam secara garis besar dapat dilakaukan dalam tiga hal : 1. Perlindungan system penyangga kehidupan, 2. Perlindungan Keanekaragaman (diversity) jenis tumbuhan dan satwa, dan 3. Pemanfaatan secara lestari sumber daya alami hayati dan ekosistemnya.

Sebagai pedoman utama, al-Qur’an dan Sunnah Nabi mengikat umat Islam dengan aturan-aturan dalam beragama. Termasuk di dalamnya adalah peraturan bagaimana perilaku umat Islam terhadap alam dan lingkungan. Juga bagaimana seharusnya umat Islam berinteraksi dengan makhluk hidup dan lingkungan hidup serta bagaimana mengelola dan melestarikannya. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa langit dan bumi beserta isinya sebagai ciptaan Allah yang Maha Pencipta sebagaimana tertulis dalam Surat Al-An’am, 73 :

Alam diciptakan Allah untuk manusiaArtinya: Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: “Jadilah, lalu terjadilah”, dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha mengetahui.

Sedangkan bila dihubungkan dengan perilaku manusia terutama untuk pengelolaan dan pemeliharaan lingkungan sekitar, Allah telah mengingatkan manusia dengan ayat Al-Qur’an Surat Ar-Ruum: 41 disebutkan:Kerusakan lingkungan karena ulah manusiaArtinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Ayat di atas menegaskan bahwa manusia menjadi penentu dan penyebab utama kerusakan lingkungan, juga menuntun manusia untuk bisa kembali ke jalan yang benar (kembali mengkaji Al Qur’an dan Sunnah) agar bisa mengelola lingkungan dengan baik dan berkelanjutan.

Di dalam Al Quran dan Sunnah sudah banyak diajarkan dari perkara-perkara mengenai konservasi dan pengelolaan, dari masalah terkecil (buang hajat) hingga perkara terbesar (tauhid dan syirik). Sehingga sudah sepantasnya bagi ummat islam untuk segera memelajari dan mengamalkannya. Termasuk diantara akhlak agung yang diajarkan Islam dalam mengelola lingkungan adalah pembiasaan gaya hidup yang ramah lingkungan. Bisa anda liha pada contoh-contoh berikut ini :
1. Pada saat makan, makanan yang disajikan selain jangan jika dicela jika tidak suka juga harus dihabiskan. Selain karena Islam, mengajarkan untuk tidak menyia-nyiakan makanan (perilaku hemat). Pembiasaan ini bermanfat dalam menjaga kebersihan sisa-sisa makanan yang membusuk sehingga mengundang jamur dan bakteri penyakit.
2. Pembiasaan membuang sampah dengan pemilihan sampah berdasarkan jenisnya (organik atau non organik), baik lingkungan sekolah maupun rumahnya. Selain lebih menjaga kebersihan juga membantu pengelola sampah lebih cepat menangani sampah yang tertumpuk dibandingkan tanpa pemisahan.
3. Membiasakan untuk berperilaku ekonomis yakni memanfaatkan barang bekas yang masih dapat dimanfaatkan kembali,
seperti pemanfaatan kaleng-kaleng, kertas dan sebagainya sebagai alat kerajinan atau alat lain yang berguna.
4. Berperilaku baik terhadap tanaman seperti tidak mencabut dengan sembarangan jika tidak ada keperluan, menyiram tanaman dan merawatnya. Sedangkan jika memelihara hewan, selain memberi makan juga memperlakukan dengan baik ketika akan menyembelihnya seperti menajamkan pisau sembelih dan tidak menakut-nakuti dengan pisau tersebut.

Tugas

Silakan buat artikel perilaku yang diajarkan dalam Al Qur’an dan Sunnah yang berhubungan dengan konservasi pengelolaan sumber daya hayati. Silakan klik tautan ini untuk mengirimkan hasilnya!

Ekologi Lanjut – Pertemuan 10. Menghitung Sebaran Populasi

Sebagaimana diketahui pola sebaran individu atau populasi dalam lingkungan memiliki tiga pola secara umum yakni acak (random), mengelompok (clump) dan seragam (uniform). Pola sebaran berkelompok/clumped adalah pola yang paling sering dijumpai pada berbagai lingkungan. Pada tumbuhan pola berkelompok disebabkan oleh reproduksi vegetatif, susunan benih lokal dan fenomena lain. Sedangkan pada hewan-hewan tingkat tinggi, pengelompokkan dapat disebabkan oleh pengelompokan sosial. Penyebaran seragam (uniform) sering terjadi di alam baik diantara hewan-hewan tingkat rendah dimana kehadiran satu jenis biota berpengaruh terhadap kehadiran biota lain dari  jenis yang sama. Pola penyebaran acak (random) pada tumbuhan adalah peristiwa yang umum dijumpai di lingkungan dimana penyebaran benihnya disebabkan angin (Michael, 1994).

Dalam menghitung pola sebaran suatu jenis atau populasi diperlukan sebuah alat pengukuran yang disebut sebagai indeks sebagai alat ukur pola sebaran. Indeks Morisita adalah salah satu indeks yang digunakan untuk mengukur pola sebaran spasial suatu jenis atau populasi, dari lima indeks pola sebaran yang dikenal yaitu : (1) rasio varian dan mean, (2) Indeks Clumping, (3) Koefisien Green, dan (4) Rasio kepadatan observasi dengan kepadatan harapan.

Indeks Morisita (Id) adalah yang paling sering digunakan untuk mengukur pola sebaran suatu jenis atau populasi karena hasil perhitungannya tidak dipengaruhi oleh perbedaan nilai rataan dan ukuran unit sampling. Indeks ini bersifat independen terhadap tipe-tipe distribusi, jumlah sampel dan nilai rataannya. Oleh karena itu, berapa pun ukuran contohnya, indeks ini memberikan hasil yang relatif stabil dan tidak bergantung terhadap kepadatan populasi dan ukuran sampel. Dibawah ini adalah Rumus Indeks Morisita secara umum, dimana n adalah jumlah plot contoh, dan x adalah jumlah individu yang ditemukan pada setiap plot (Gambar 1).

Gambar 1. Rumus indeks Morisita untuk menentukan pola sebaran populasi

Berikut ini adalah contoh perhitungan sebaran populasi vegetasi mangrove menggunakan menggunakan Software pengolah data (WPS Spreadsheet). Untuk menghitung sebaran vegetasi mangrove ditetapkan sebanyak 3 jalur  masing-masing berukuran 10 meter x 60 meter.  Masing-masing jalur dibagi lagi menjadi 3 plot contoh berukuran  10 meter x 20 meter. Jadi pada setiap satu lokasi hutan mangrove ditetapkan sebanyak 9 plot pengamatan. Diketahui jumlah sampel yang berhasil dikumpulkan adalah 42 jenis dari 9 plot pengukuran (Gambar 2).

Indeks Morisita

Gambar 2. Contoh penghitungan pola penyebaran vegetasi mangrove

Hasil pengambilan sampel vegetasi mangrove dari sebanyak 9 plot diperoleh 42 jenis vegetasi dengan rincian : Avicennia Sp. 15 jenis, Bruguiera Sp. 3 jenis, Sonneratia Sp. 4 jenis, Rhizophora Sp. 3 jenis, Acanthus Sp. 15 jenis dan Xylocarpus Sp. 2 jenis.  Melalui penghitungan menggunakan skala Indeks Morisita diketahui nilainya adalah 1,23. (id>1), sehingga disimpulkan pola penyebaran vegetasi mangrove yang terjadi ialah mengelompok (clumped).

Tugas :

Lakukan suatu pengamatan mengamati jenis-jenis biota (hewan, manusia, serangga, tumbuhan) di lingkungan Kampus ULM Banjarbaru. Kerjakan seperti contoh, lihat petunjuk lebih lengkap dan kumpulkan laporannya pada tautan ini!