E-learning Menggunakan Aplikasi Telegram

Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi melalui media internet, maka munculah inovasi baru dalam pembelajaran berbasis komputer. Inovasi tersebut sekarang dikenal dengan nama E-Learning. Istilah E-Learning merupakan gabungan dari dua kata yaitu E yang merupakan singkatan dari Electronic (Elektronik) dan Learning (Belajar).

E-learning adalah suatu proses belajar mengajar antara pengajar dengan muridnya tanpa harus bertatap muka satu sama lain. Hal itu dikarenakan bantuan alat elektronik yang terkoneksi dengan Internet sehingga siswa dapat belajar di manapun dan kapanpun tanpa harus datang ke kampus
atau ke sekolah.

Terkait dengan bahan ajar, maka hendaknya dirancang dan ditulis sesuai dengan kaidah pembelajaran, yakni disesuaikan materi pembelajaran, disusun berdasarkan atas kebutuhan pembelajaran, terdapat bahan evaluasi, serta bahan ajar tersebut menarik untuk dipelajari oleh siswa.



Cara Penulisan Referensi Menggunakan Format Harvard

Penulisan daftar referensi atau daftar pustaka dalam sebuah penulisan karya ilmiah (jurnal, tugas akhir, tesis, disertasi, prosiding, laporan penelitian) menjadi hal yang penting untuk menyajikan secara detail sumber-sumber  informasi dalam sebuah tulisan. Dimana penulisan daftar pustaka ternyata ada beberapa metode (style), diantaranya: (a) Turabian Style, (b) Harvard Style; (c) Vancouver Style; (d) American Psychological Association (APA) Style; (e) Chicago Style; atau (f) Kombinasi dari berbagai style. Masing-masing style penulisan sumber kutipan tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan, tetapi suatu style yang dipilih dan dianut harus diterapkan secara konsisten. Salah satu style yang sering dipakai oleh para penulis, peneliti, dan berbagai institusi pendidikan serta berbagai publikasi ilmiah adalah Harvard-APA Style. Gaya penulisan daftar pustaka menurut APA (American Psychological Association) adalah gaya yang mengikuti format Harvard.

Aturan Penulisan Daftar Pustaka Harvard-APA Style

Beberapa aturan dasar penulisan daftar pustaka dengan Harvard-APA Style yaitu:

  1. Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya.
  2. Daftar pustaka tidak dibagi-bagi menjadi bagian-bagian berdasarkan jenis pustaka, misalnya buku, jurnal, internet dan sebagainya.
  3. Ditulis satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor berdasarkan nama akhir pengarang atau organisasi yang bertanggung jawab. Jika suatu referensi tidak memiliki nama pengarang maka judul referensi digunakan untuk mengurutkan referensi tersebut diantara referensi lain yang tetap diurutkan berdasarkan nama belakang pengarang.
  4. Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk.
  5. Apabila ada beberapa karya yang ditulis oleh pengarang yang sama, urutkan berdasarkan tanggal terbitnya (dimulai dari yang paling lama ke yang paling baru).
  6. Jika seorang pengarang mengeluarkan beberapa karya dalam tahun publikasi yang sama, maka diurutkan berdasarkan huruf kecil yang menyertai tanggal publikasi (contoh: 1988a, 1988b, 1988c, dst.).
  7. Tanggal publikasi dituliskan setelah nama(-nama) pengarang.
  8. Judul referensi dituliskan secara italic, jika daftar pustaka ditulis tangan maka judul digarisbawahi.
  9. Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur/ pustaka yang menjadi referensi.

Baca juga: Cara mendapatkan ISBN buku agar terhindar dari AGEN PENIPUAN!

Cara Penulisan Daftar Pustaka Harvard-APA Style

Pada dasarnya dalam pedoman Harvard-APA Style , penulisan daftar pustaka dipisahkan oleh koma dan diakhiri dengan tanda titik. Sementara untuk judul sumber kutipan (sitasi) menggunakan huruf kapital untuk setiap kata kecuali kata penghubung. Meskipun demikian, terdapat beberapa perbedaan dalam penulisannya sebagai berikut:

1. Buku

Pola dasar penulisan referensi berjenis buku adalah:

Nama Belakang Pengarang, Inisial tahun terbit, Judul buku (Edisi jika edisinya lebih dari satu), Tempat diterbitkan, Penerbit.

Hal yang perlu diperhatikan adalah judul buku yang dituliskan secara italic dengan penggunaan huruf kapital mengikuti standar penulisan kalimat. Jumlah pengarang yang boleh didaftarkan di satu referensi maksimal berjumlah enam. Jika pengarang berjumlah lebih dari enam maka pengarang ketujuh dan selanjutnya dituliskan sebagai et al.

Contoh:

Satu pengarangConley, D 2002, The daily miracle: an introduction to journalism, Oxford University Press,New York.
Dua pengarangAnna, N & Santoso, CL 1997, Pendidikan anak, edk 5, Family Press, Jakarta.
Lebih dari dua pengarangKotler, P, Adam, S, Brown, L & Armstrong, G 2003, Principles of marketing, 2nd edn, PearsonEducation Australia, Melbourne.
Tidak ada nama pengarangComputer Graphics Inter-Facing 1996, 3rd edn, Modern technology Corporation, Minnepolis.

Simak pula: Mengapa naskah Anda sering ditolak penerbit? Inilah sebabnya!

2. Artikel jurnal

Penulisan untuk artikel jurnal yaitu,

Nama belakang pengarang, inisial Tahun Publikasi, Judul artikel menggunakan tanda kutip tunggal, Nama jurnal menggunakan format italic, Nomor volume (ditulis vol.), Nomor halaman.

Contoh:

Pengarang tunggalHall, M 1999, ‘Breaking the silence: marginalisation of registered nurses employed in nursing homes’, Contemporary Nurse, vol. 8, no. 1, hh. 232-237.
Dua pengarangDavis, L, Mohay, H & Edwards, H 2003, ‘Mothers’ involvement in caring for their premature infants: an historical overview’, Journal of Advanced Nursing, vol. 42, no. 6, hh. 578–86.
Lebih dari dua pengarangWijaya, K, Phillips, M & Syarif, H 2002, ‘Pemilihan sistem penyimpanan data skala besar’, Jurnal Informatika Indonesia, vol. 1, no. 3, hh. 132-140.
Tanpa pengarang‘Building human resources instead of landfills’ 2000, Biocycle, vol. 41, no. 12, hh. 28-29.

Sementara, untuk penulisan jurnal online penulisannya adalah sama dengan jurnal full-text hanya pada jurnal online setelah penulisan nomor volume jurnal (vol.) selanjutnya ditambahkan dengan tanggal diakses dan alamat web. Adapaun penulisannya yaitu:

Birbeck, D & Drummond, M 2006, ‘Very young children’s body image: bodies and minds under construction’, International Education Journal, vol. 7, no.4, dilihat 12 Desember 2006, <http://iej.com>

3. Halaman Web

Penulisan daftar pustaka untuk artikel yang dikutip dari web polanya adalah:

Nama pengarang atau editor atau penyusun Tahun , Judul Artikel (Italic), Nama laman yang memuat, Tanggal akses, Alamat web.

Contoh:

desJardins, M 1998, How to succeed in postgraduate study, Applied Ecology Research Group, University of Canberra, dilihat 26 April 2001, <http://aerg.canberra.edu.au/jardins/t.htm>. (Disarikan dari berbagai sumber).

Untuk penulisan daftar pustaka yang bersumber dari selain sumber di atas, dapat melihat pedoman penulisan lebih lanjut di sini.

Dikutip seluruhnya dari web : https://penerbitdeepublish.com/daftar-pustaka-harvard-style/

Catatan Kuliah Biologi Umum – Diversitas


Sebagaimana diketahui, keanekaragaman hayati (biodiversitas) merupakan karunia yang sangat besar bagi manusia, supaya manusia bisa menunaikan kewajibannya beribadah hanya kepada Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun. Keanekaragaman hewan tumbuhan, mikroba dan manusia menciptakan kondisi dinamis dan serasi antara individu dengan lingkungan sekitar. Seperti contohnya adalah pembagian klasifikasi tumbuhan yang dimulai dari phylum, ordo, famili, genius dan spesies sedangkan bagi hewan meliputi :kingdom, ordo, famili, genius dan spesies.

Diturunkannya diversitas (keanekaragaman) oleh Allah subhanahuwata’ala ternyata akan banyak sekali menghasilkan manfaat yang bisa digunakan manusia diantaranya adalah akan menyebabkan manusia menjadi pintar karena mereka akan bisa menentukan perkara yang baik dan perkara yang buruk. Tentunya karunia terbesar bagi manusia adalah diturunkannya ilmu untuk memelajari diversitas yakni Al Quran dan Sunnah Nabi Muhammad shallallahualaihi wasallam.  Manfaat lain keanekaragaman adalah akan menciptakan begitu banyak kreativitas karena perbedaan selera dan kebutuhan manusia yang begitu banyak terhadap kehadiran ilmu, sandang, pangan, papan, serat, pupuk dan lainnya.

Perkara lain yang penting untuk difahami dalam diversitas adalah mengenai struktur dan fungsi.  Diversitas dalam bentuk lain berkaitan erat dengan struktur yang dimiliki oleh organisme, populasi, komunitas dan juga ekosistem.  Struktur merupakan istilah yang diberikan untuk mengambarkan aturan penyusunan suatu benda baik secara horizontal maupun vertikal yang disesuaikan dengan bentuk dan fungsi yang dimiliki benda dimaksud. Keanekaragaman struktur benda selain dipengaruhi oleh faktor internal juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti letak geografis dan kondisi iklim.

Manfaat keanekaragaman
1.Menentukan pilihan
2. untuk menentukan kriteria baik dan jelek
3. supaya saling mengenal satu sama lain
4. Mengakui keagungan zat yang maha kuasa
5.agar dapat mengingatkan kehidupan akhirat kelak
6.agar dapat saling memberi

fotosintetis: CO2 + 6 H20 + klorofil + cahaya->(CH20)6+ H2O

Apa yang dilakukan oleh seorang ahli statistik : kumpul data-> pilih pilih data -> kelompok data-> analisis data-> tafsiran data.

Hal- hal yang harus dilahkukan seorang ahli statistik dalam rangka menjalankan tugasnya?
1. Tujuan/niat
2. ilmu (dicatat, berkomunikasi, berinterakasi)
3. mengamalkan, menerapkan
4. Sabar

Bagaimana cara mengetahui keanekaragaman? : mengetahui perbedaan (agar bisa melahkukan proses selanjutnya memilah dan memilih) -> Mengapa dalam mengukur keanekaragaman harus diukur sebuah indeks? Agar data dapat diamati bersama-sama, data tidak bias, dan tidak menimbulkan penafsiran berbeda (jika terus berbeda akan menimbulkan kontradiksi dan perpecahan)

Indeks keanekaragaman  adalah nilai untuk mengukur kekayaan /  kesamaan (kelimpahan) jenis yang beragam digunakan untuk menyatakan hubungan kelimpahan spesies dalam komunitas

 Keanekaragaman spesies terdiri dari 2 komponen;
• Jumlah species dalam komunitas yang sering disebut kekayaan species
• Kesamaan species. Kesamaan menunjukkan bagaimana kelimpahan
species itu (yaitu jumlah individu, biomass, penutup tanah, dan
sebagainya) tersebar antara banyak species itu.

Indeks untuk mengukur keanekaragaman dan kelimpahan spesies:
1.Indeks Simpson
2. Indeks Shanon – Wiener / Weaver
3. Indeks Brillioun

Indeks untuk mengukur kekayaan spesies:
1. Indeks Dominansi
2. Indeks meinhinicks
3. Indeks similaritas margalef
4.Indeks Hulbert