Arsip Bulanan: Oktober 2019

Praktikum 2. REL – Persiapan praktikum

Waktu                  :               Senin,  28 Oktober 2019

Tempat                :               Lab Bio Umum

Capaian Pembelajaran            :              

  1. Mahasiswa merancang rencana aksi kegiatan praktikum Restorasi Ekosistem Lansekap (mangrove Pagatan Besar)  
  2. Peserta praktikum mengidentifikasikan alat-alat dan bahan yang diperlukan untuk praktikum Restorasi Ekosistem Lansekap (mangrove Pagatan Besar)
  3. Peserta praktikum mendeskripsikan langkah kerja melaksanakan praktikum Restorasi Ekosistem Lansekap (mangrove Pagatan Besar)
  4. Peserta praktikum membuat produk pendidikan yang terkait dengan praktikum Restorasi Ekosistem Lansekap (mangrove Pagatan Besar).

Integrasi penelitian   :

PDUPT – Aplikasi perencanaan konservasi timpakul (Periopthalmodon Sp.) dan moluska pada ekosistem mangrove terhadap pencemaran logam berat

Metode Praktikum :

  1. Mahasiswa merancang rencana aksi kegiatan praktikum Restorasi Ekosistem Lansekap (mangrove Pagatan Besar)  

K1.Pengelolaan biodiversitas dalam upaya restorasi ekosistem dan lansekap

K2.Pengelolaan vegetasi dalam upaya restorasi ekosistem dan lansekap

K3.Rencana aksi reduce limbah dalam restorasi ekosistem dan lansekap

K4. Rencana aksi reuse limbah dalam restorasi ekosistem dan lansekap

K5. Rencana aksi recycle limbah dalam restorasi ekosistem dan lansekap

  • Peserta praktikum mengidentifikasikan alat-alat dan bahan yang diperlukan untuk praktikum Restorasi Ekosistem Lansekap (mangrove Pagatan Besar)

K1.Pengelolaan biodiversitas dalam upaya restorasi ekosistem dan lansekap

K2.Pengelolaan vegetasi dalam upaya restorasi ekosistem dan lansekap

K3.Rencana aksi reduce limbah dalam restorasi ekosistem dan lansekap

K4. Rencana aksi reuse limbah dalam restorasi ekosistem dan lansekap

K5. Rencana aksi recycle limbah dalam restorasi ekosistem dan lansekap

  • Peserta praktikum mendeskripsikan langkah kerja melaksanakan praktikum Restorasi Ekosistem Lansekap (mangrove Pagatan Besar)

K1.Pengelolaan biodiversitas dalam upaya restorasi ekosistem dan lansekap

K2.Pengelolaan vegetasi dalam upaya restorasi ekosistem dan lansekap

K3.Rencana aksi reduce limbah dalam restorasi ekosistem dan lansekap

K4. Rencana aksi reuse limbah dalam restorasi ekosistem dan lansekap

K5. Rencana aksi recycle limbah dalam restorasi ekosistem dan lansekap

  • Peserta praktikum merancang desain produk pendidikan yang terkait dengan praktikum Restorasi Ekosistem Lansekap (mangrove Pagatan Besar). Setiap kelompok memilih salahsatu produk untuk memanfaatkan barang bekas dalam restorasi ekosistem lansekap pada ekosistem mangrove. Sesuaikan dengan tugas masing-masing kelompok.
    • Poster,
    • X banner,
    • Flash Card,
    • Kerajinan tangan dari plastik bekas,
    • Kerajinan tangan dari kertas/kardus bekas)

PRAKTIKUM 4 PENGELOLAAN SUMBER DAYA HAYATI

Waktu :

Ahad, 27 Oktober 2019

Tempat                       :          

Desa Pagatan Besar, Kabupaten Tanah Laut

Capaian Pembelajaran         :          

  1. Mahasiswa dan menerapkan konsep pengelolaan sumber daya hayati pada ekosistem mangrove melalui pengolahan dan penyajian produk dari ikan dan tanaman jeruju (Acanthus Sp.)
  2. Mahasiswa dan menerapkan konsep pengelolaan sumber daya hayati pada ekosistem mangrove melalui penampilan produk dari ikan dan tanaman jeruju (Acanthus Sp.)
  3. Mahasiswa dan menerapkan konsep pengelolaan sumber daya hayati pada ekosistem mangrove melalui penampilan rasa (organoleptik) dari ikan dan tanaman jeruju (Acanthus Sp.)

Integrasi penelitian   :

Penelitian PDUPT berjudul : Aplikasi konservasi timpakul dan moluska pada ekosistem mangrove terhadap pencemaran logam berat

Metode praktikum  :

  1. Mahasiswa dibagi untuk membuat olahan dari ikan dan jeruju (Acanthus Sp.)
  2. Produk yang diolah ada 3 macam yakni : goreng ikan, pepes ikan dan tempura.
  3. Pembagian produk yang akan dihasilkan adalah sebagai berikut :
    1. Goreng ikan : Kelompok 1
    1. Pepes ikan : Kelompok 2
    1. Tempura  : Kelompok 3
  4. Penilain produk yang dihasilkan meliputi :
    1. Cara penyajian
    1. Penampilan produk
    1. Uji organoleptik
  5. Hasil laporan praktikum :
    1. Resep yang digunakan
    1. Cara penyajian L Step by step pengolahan beserta foto
    1. Organoleptik : ulasan mengenai rasa dan penampilan
    1. Saran kegiatan mendatang
  6. Penilaian dilakukan oleh dosen, warga setempat, asisten dan kelompok peserta

Berikut ini adalah contoh resep menu pengolahan ikan :

Praktikum 1. Pengolahan ikan (goreng, dipepes) Kelompok 1 – 7

Ikan Goreng Bumbu Kuning
Ikan Goreng Bumbu Kuning ini sangat cocok untuk anda yang tidak punya banyak waktu. Hanya perlu bumbu halus lalu goreng ikan.                      i.            Bahan 3 ekor ikan mujair, bersihkan1 butir jeruk nipis1 sdt garam½ sdt merica bubukminyak untuk menggorengBumbu Halus:8 butir bawang merah3 siung bawang putih4 cm kunyit, dibakar2 cm jahe½ sdt ketumbar, sangraiMinyakPelengkap:NasiSambalLalapan                    ii.            Instruksi Haluskan bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe dan ketumbar dengan 3 sdm minya dan sedikit garam.Lumuri Ikan dengan bumbu yang telah dihaluskan selama 30-60 menit.Panaskan minyak lalu goreng ikan hingga kecokelatan.Angkat dan tiriskan.Ikan Goreng Bumbu Kuning siap disantap bersama nasi panas, sambal dan lalapan kesukaanmu https://id.tastemade.com/videos/ikan-goreng-bumbu-kuning
Resep Ikan Pepes Campur Tahu
Bahan 2 buah tahu putih ukurkan besar 2-3 buah pindang tongkol kecil Bumbu 4 buah cabai merah 3 buah cabai rawit merah 1 buah tomat kecil 4 siung bawang merah 3 siung bawang putih Kunyit Jahe Daun salam Daun jeruk Daun kemangi Garam Gula pasit Daun pisang Lidi Cara membuat Sipakan semua bahan. Cuci bersih semua bahan. Haluskan tahu putih, sedangka ikan, buang duri dan kepalanya. Haluskan bumbu seperti cabai merah, cabai rawit, tomat kecil bawang putih, bawang merah, kunyit, dan jahe tambahkan garam dan gula pasir sesuai selera. Potong halus daun semangi. Campurkan bumbu yang telah dihaluskan pada tahu dan tambahkan daun semangi. Siapkan daun pisang yang telah dibersihkan. Letakkan daun salam dan daun jeruk. Letakkan pindag tongkol kemudian lumuri dengan tahu yang telah dicampur bumbu. Bungkus dengan rapi, setiap ujungnya diberi lidi untuk merekatkan. Siapkan alat-alat pengukus. Jika alat sudah beruap, kukus ikan dalam waktu 20 menit. Siapkan alat panggang. Ikan yang telah dikukus, disisihkan terlebih dahulu hingga dingin, kemudian panggang di atas api. Hidangkan ikan sesuai selera.
16 Resep Pepes Ikan yang Enak, Segar, dan Mudah (Rekomended)
 

Praktikum 2 pengolahan jeruju (teh, tempura : digoreng) Kelompok 8 – 9

Resep Membuat Tempura
Konon, resep adonan tepung yang benar untuk membuat tepung tempura Jepang adalah adonan yang encer dan dingin. So, bagaimana cara sederhana membuat tepung tempura Jepang sendiri yang lezat dan renyah? Siapkan catatan dan alat tulis kamu, berikut ini resep tempura udang yang renyah khas jepang:                  iii.            Bahan adonan membuat Tempura Udang: 100 gram tepung terigu 1/2 sendok teh baking powder 1/4 sendok teh garam 1 buah kuning telur 200 ml air dingin                  iv.            Cara membuat tepung tempura sendiri: Aduk tepung, baking powder, dan garam hingga merata. Kocok lepas kuning telur, lalu tambahkan air dingin. Bila perlu, tambahkan 2 buah es batu. Anda harus menjaga adonan tepung selalu dingin, karena kerenyahan tempura udang muncul dari perbedaan suhu antara minyak yang dipakai untuk menggoreng dengan adonan tepung. Tuang campuran telur ke dalam campuran tepung tempura. Aduk dengan sumpit sampai tidak lebih dari 10 kali. Anda tidak perlu mengaduk telur dan tepung hingga merata, sehingga Anda tidak perlu khawatir kalau masih ada tepung yang menggumpal. Jika adonan terlalu banyak diaduk, tempura udang Anda justru tidak akan menjadi renyah.                    v.            Cara menggoreng tempura udang: Taburkan sedikit tepung maizena ke atas udang yang sudah dibersihkan. Celupkan udang ke adonan tepung beberapa kali hingga seluruh bagian udang terlumuri adonan tepung, kecuali bagian ekor udang. Goreng udang selama 2-3 menit sampai berwarna keemasan. Gunakan minyak panas dalam jumlah banyak ketika menggoreng udang. Kalau Anda ingin tempura udang Anda memiliki ‘kulit’ yang sangat banyak, tuangkan sedikit adonan tepung tambahan ke atas udang setelah udang digoreng selama 5-7 detik. Angkat udang dan tiriskan minyaknya. Bila perlu, letakkan udang yang telah digoreng di atas tisu dapur untuk menyerap minyak berlebih. Sajikan udang selagi panas. Agar tempura udang yang kamu buat bisa benar-benar renyah dan tidak berminyak, gunakan minyak yang cukup banyak untuk menggoreng, sehingga udang terendam seluruhnya dalam minyak. Selain itu, pastikan minyak harus benar-benar panas sebelum memasukkan udang ke dalamnya. Selain adonan tepung, kunci dari resep tempura udang Jepang ini adalah menggunakan udang yang segar dan memiliki kualitas tersendiri. Hal ini karena daging udang yang segar dan memiliki tekstur yang lembut cocok untuk dibuat tempura otomatis memiliki rasa yang lebih gurih Catatan : Udang bisa diganti bahan-bahan lain misalnya : tanaman jeruju, ikan dll https://www.happyfresh.id/blog/resep/resep-tempura-udang/  

PRAKTIKUM 3 KONSERVASI SUMBER DAYA HAYATI

Waktu                                    :          

Ahad, 27 Oktober 2019

Tempat                       :          

Desa Pagatan Besar, Kabupaten Tanah Laut

Capaian Pembelajaran         :

  1. Kelompok 1. Mampu melakukan pengambilan sampel dan menyusun data pengamatan untuk kegiatan praktikum berjudul : Tingkat organisasi pada yang beranekaragam pada ekosistem mangrove
  2. Kelompok 2. Mampu melakukan pengambilan sampel dan menyusun data pengamatan untuk kegiatan praktikum berjudul : Adanya hewan asli (native species) pada ekosistem mangrove
  3. Kelompok 3. Mampu melakukan pengambilan sampel dan menyusun data pengamatan untuk kegiatan praktikum berjudul : Penghitungan keberadaan keystone species (ecosystem engineer) pada ekosistem mangrove
  4. Kelompok 4. Mampu melakukan pengambilan sampel dan menyusun data pengamatan untuk kegiatan praktikum berjudul : PVA (Analisis Viabilitas Populasi) pada ekosistem mangrove
  5. Kelompok 5. Mampu melakukan pengambilan sampel dan menyusun data pengamatan untuk kegiatan praktikum berjudul : Kelentingan ekologis pada ekosistem mangrove
  6. Kelompok 6. Mampu melakukan pengambilan sampel dan menyusun data pengamatan untuk kegiatan praktikum berjudul : Gangguan pada ekosistem mangrove
  7. Kelompok 7. Mampu melakukan pengambilan sampel dan menyusun data pengamatan untuk kegiatan praktikum berjudul : Jembatan/fragmentasi pada ekosistem mangrove
  8. Kelompok 8. Mampu melakukan pengambilan sampel dan menyusun data pengamatan untuk kegiatan praktikum berjudul : Pendekatan saringan kasar dan halus pada ekosistem mangrove.
  9. Kelompok 9. Mampu melakukan pengambilan sampel dan menyusun data pengamatan untuk kegiatan praktikum berjudul : Analisis risiko untuk membuat keputusan pada ekosistem mangrove

Integrasi penelitian   :

Penelitian PDUPT berjudul : Aplikasi konservasi timpakul dan moluska pada ekosistem mangrove terhadap pencemaran logam berat

Metode Praktikum :

  1. Dosen koordinator mengkoordinasikan seluruh kegiatan serta menyiapkan materi dan bahan praktikum lapangan
  2. Asisten menyiapkan daftar hadir, sewa kendaraan, poster, spanduk, daftar hadir dan izin ke Kepala Desa tujuan
  3. Praktikan menyiapkan Konsep Konservasi Biodiversitas seperti yang dijelaskan pada praktikum ke-1 yakni :
    1. Deskripsi tentang konsep ekologi dalam praktikum KPSDH
    1. Daftar nama jenis kegiatan dalam praktikum lapangan KPSDH
    1. Tabel pengamatan kegiatan dalam praktikum lapangan KPSDH.
    1. Data dummy, analisis data deskriptif dan perbandingan kualitatif menggunakan software GNU PSPP.
  4. Praktikan menyiapkan Teknik Sampling, Identifikasi dan Koleksi Sampel KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut seperti yang dijelaskan pada praktikum ke-2 yakni :
    1. Data alat-alat dan bahan yang diperlukan
    1. Data deskripsi langkah kerja pengambilan sampel
    1. Data titik-titik pengambilan sampel menggunakan peta digital
    1. Data cara identifikasi sampel yang akan diambil
    1. Data cara koleksi dan pengawetan sampel
  5. Praktikan menyiapkan Data dan Laporan Sampling, Identifikasi dan Koleksi Sampel KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut seperti yang dijelaskan pada praktikum ke-1 dan ke-2 yakni :
    1. Foto hasil identifikasi
    1. Koleksi sampel
    1. Mengolah data hasil pengamatan melalui analisis deskriptif dan analisis kualitatif menggunakan software PSPP.
    1. Membuat pembahasan data hasil pengamatan
    1. Membuat kesimpulan dan saran atas kegiatan yang dilakukan (per kelompok)
    1. Menyusun laporan praktikum (secara berkelompok) menggunakan gaya penulisan pustaka APA 6th
    1. Selanjutnya, setiap individu membuat tulisan yang menceritakan kesan, saran atau hal-hal unik lain yang ditemukan dalam bentuk ringkasan sebanyak minimal 300 kata dengan format sebagai berikut :
Nama Nama institusi Alamat institusi   Isi Ringkasan

Keterangan :

  1. Asisten membuat laporan mengenai
    1. Penggunaan keuangan praktikum lapangan
    1. Melengkapi berkas-berkas keuangan yang diperlukan seperti : kwitansi, STNK, SIM supir, dll
    1. Membuat laporan penilaian mengenai kinerja mahasiswa
  2. Pembagian kelompok praktikum KPSDH dapat dilihat Tabel 1. di bawah ini.

Tabel 1. Pembagian kelompok Praktikum KPSDH

Kelompok Judul kegiatan praktikum
Kelompok 1 Keranekaragaman tingkat organisasi pada ekosistem mangrove
Kelompok 2 Adanya hewan asli (native species) pada ekosistem mangrove
Kelompok 3 Adanya keystone species pada ekosistem mangrove
Kelompok 4 PVA (Analisis Viabilitas Populasi) pada ekosistem mangrove
Kelompok 5 Kelentingan ekologis pada ekosistem mangrove
Kelompok 6 Gangguan pada ekosistem mangrove
Kelompok 7 Jembatan/fragmentasi pada ekosistem mangrove
Kelompok 8 Pendekatan saringan kasar dan halus pada ekosistem mangrove
Kelompok 9 Analisis risiko untuk membuat keputusan pada ekosistem mangrove

Menulis Pustaka Menggunakan APA Style

Merujuk pada definisinya,  daftar pustaka menurpakan suatu daftar yang memuat semua informasi dari sumber kutipan secara jelas dan terperinci, yang disusun secara alfabetis. Secara umum cara menuliskan daftar pustaka adalah sebagai berikut :

  • Penulisan nama pengarang pertama dan seterusnya: nama belakang/keluarga diikuti dengan inisial nama depan dan tengah (jika ada)Hanya huruf pertama dari judul karya atau judul tambahan ditulis menggunakan huruf kapital.
  • Pada sumber online, tuliskan secara lengkap URL nya dengan cara menuliskan kata “retrieved from” atau “diakses dari” sebelum URL dan tidak dituliskan tanggal akses (tanggal unduh atau melihat web tersebut).
  • Untuk Prosiding yang diakses secara online maka gantikan kota terbit dan penerbit dengan nomor DOI (Digital Object Identifier) atau URL, seperti dalam artikel jurnal online.
  • Nomor DOI (Digital Object Identifier) adalah penanda yang spesifik dan tetap untuk dokumen online.
  • Nama negara dari kota terbit dituliskan setelah kota terbit dan dipisahkan dengan tanda koma.
  • Tidak ada kata yang digarisbawahi, termasuk URL

Berikut ini adalah cara menuliskan pada beberapa jenis sumber dengan APA Style. APA (American Psychological Association) style pada umumnya digunakan untuk mensitasi sumber-sumber referensi dalam bidang ilmu sosial. Pedoman sitasi ini menggunakan APA Style edisi revisi ke-6. APA Style memiliki dua bagian utama dalam penulisan sitasi : a. Mengutip dalam teks (In-text citations) b. Daftar pustaka / bibliografi (List of references) In-Text Citations mengarahkan pembaca untuk menemukan informasi utuh sumber kutipan dalam daftar pustaka yang digunakan penulis. List of references mengarahkan pembaca untuk menemukan informasi daftar pustaka secara utuh tentang keseluruhan sumber informasi yang dirujuk penulis. List of references berada pada halaman terakhir dari karya tulis.

A. BUKU/THESIS/PROSIDING SEMINAR

Format dasar

Nama Penulis/Pengarang. (tahun terbit/publikasi). Judul utama buku: Anak judul buku.(edisi ke berapa, jika ada). Kota terbit, Negara atau Singkatan Negara Bagian di Amerika: Penerbit.

Contoh:

Pitanatri, P.D.S & I Nyoman Darma Putra. 2016. Wisata kuliner: Atribut baru destinasi ubud. Denpasar: JagatPress.

Buku dengan satu hingga lima pengarang

Kaufman, C., Perlman, R., & Speciner, M. (1995). Network security: Private communication in a public world. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall

Buku dengan enam atau lebih pengarang

Yang, K.L. et al. (2009). The real customers. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

Buku tanpa pengarang (Jika tidak ada nama pengarang maka dituliskan judul bukunya, dengan dicetak miring_

Longman dictionary of contemporary English (4th ed.). (2003). Harlow, England: Longman.

Buku dengan editor(s)

Persley, D. M.& Hill, M. (Ed.). (1992). Diseases of fruit crops (2nd ed.). Brisbane, Queensland, Australia: Department of Primary Industries.

Encyclopedia/ kamus Sumber kutipan Daftar Pustaka

Online encyclopedia (Gunakan alamat URL dari artikel bukan halaman depan web)

Bergmann, P. G. (1993). Relativity. In The new encyclopedia Britannica (Vol. 26, pp. 501-508). Chicago, USA: Encyclopedia Britannica.

Christchurch. (2007).            In Encyclopaedia     Britannica. Diakses dari http://search.eb.com/eb/article-9082394

Penulis adalah sebuah organisasi

UNWTO. (2012). Global report on food tourism. Madrid: United Nation World Tourism Organization Press.

Thesis atau Disertasi

Pitanatri, Putu Diah Sastri. 2016. Pengembangan kuliner bali untuk mendukung pariwisata budaya di ubud. Masters thesis, Universitas Udayana. Diakses dari http://erepo.unud.ac.id/view/creators/Putu_Diah_Sastri_Pitanatri,_SST=2EPar=3APutu_Diah_Sastri_Pitanatri=3ANULL=3ANULL.html

Prosiding         (Salah  satu karya, bukan semuanya)

Pitanatri, Putu Diah Sastri. (2016). Treat or threat: developing local homestay through sharing economy in ubud bali. Proceedings of the World Conference on Business and Management (WCBM). Diakses dari https://www.researchgate.net/publication/319930237_Treat_or_Threat_Developing_Local_Homestay_through_Sharing_Economy_in_Ubud_Bali

B. PERIODICAL (Artikel dari Koran, Majalah, Jurnal)

Format Dasar

Nama Penulis atau Pengarang. (tahun publikasi). Judul utama artikel: Anak judul artikel. Judul/Nama Serial,Volume (nomor issue), halaman. doi:###/###

Artikel dalam jurnal

Pitanatri, Putu Diah Sastri. (2016). Inovasi dalam kompetisi: Usaha kuliner lokal menciptakan keunggulan kompetitif di ubud. Jurnal Master Pariwisata,3(1), 1-14.

Artikel online  dengan DOI

Ancrenaz, M., Dabek, L., & O’Neil, S. (2007). The costs of exclusion: Recognizing a role for local communities in biodiversity conservation. PLoS Biology, 5(11), 2443-2448. doi:10.1371/journal.pbio.0050289

Artikel online tanpa DOI

Nielsen, L. (2009). Green farm subsidies sponsoring eco labeling: is the separation of market access and subsidies regulation in WTO law sustainable?. Journal of World Trade,43(6), 1193-1222. Retrieved fromhttp://www.kluwerlawonline.com/productinfo.php?pubcode=TRAD

Artikel tanpa   nama pengarang

Painting life in the southern beech forest. (2000). Forest and Bird, 297(12), 24-25.

**Versi online

Bruce, D. (2007, December 13). Chairman frustrated by ‘nonsense’. Otago Daily Times. Diakses dari http://www.odt.co.nz

C. WEB PAGES

Format Dasar

Nama Penulis atau Pengarang. (tahun, bulan tanggal artikel). Judul/Nama dari web page: Anak judul dari page. Diakses dari URL

ATAU

Nama Penulis atau Pengarang. (n.d.). Judul/Nama dari web page: Anak judul dari page. Diakses bulan tanggal, tahun, dari URL Web pages

**dengan Pengarang

Pitanatri, Putu DIah Sastri. (2017, September 10). Sandwich generation. Diakses dari https://diahsastri.com/2017/09/10/sandwich-generation/

**Tanpa Pengarang

Kiwi. Fungsi Pemasaran. Diakses pada April 14, 2017, dari http://en.ABCD.org/Kiwi

Video

Pitanatri, Putu DIah Sastri. (2014, Juli 20). Hotel information system: An integrated way of managing housekeeping in hotels [Video file]. Diakses dari https://www.youtube.com/watch?v=mQ1UEJO2iQA

D. MATERI PERKULIAHAN

Bagi mahasiswa, kadang-kadang materi perkuliahan digunakan sebagai acuan referensi dalam tulisan ilmiah. Padahal, biasanya materi kuliah tersebut tidak diterbitkan secara formal seperti buku dan jurnal (tidak mempunyai nomor ISBN). Jika materi tersebut berupa artikel jurnal atau bagian dari buku (booksection) maka tulislah sumber kutipan dan daftar pustaka seperti yang sudah dijabarkan di atas. Jika tidak, maka berikut ini adalah beberapa kategorinya.

Handouts

Handout yang diberikan selama perkuliahan, tutorial, atau kunjungan lapangan, tuliskan sebagai “unpublished paper presented at a meeting” dalam daftar pustaka

Bowring, J. (2009). Otahuna images in pictures. Paper presented at lecture for   LASC 316,   Innovative   Design,   Lincoln   University.

Buku kuliah

Material yang ditulis oleh dosen dalam buku perkuliahan yang tidak diterbitkan di penerbit (tidak ada nomor ISBN), tuliskan sebagai “publication of limited circulation” dalam daftar pustaka. Nomor halaman yang dikutip wajib dituliskan dalam kutipan. Jika tidak ada nomor halaman, tuliskan judul bab nya.

Ross, J. (2009). RECN 110 Concepts in Sport and Recreation reading resource book. [Available from LincolnUniversity to enrolled students.

Pustaka

Sastri. D. (2017). Menulis Daftar Pustaka (APA Style). Diakses dari https://diahsastri.com/2017/11/28/menulis-daftar-pustaka-apa-style/

Silviani, T.S. (2016). Penulisan Kutipan dan Pustaka Format APA Style. Diakses dari http://rahmahtri9.blogspot.com/2016/01/penulisan-kutipan-dan-daftar-pustaka.html.

PRAKTIKUM 2 PERSIAPAN SAMPLING, IDENTIFIKASI DAN KOLEKSI BIOTA MANGROVE

Nama Praktikum : KONSERVASI PENGELOLAAN SUMBER DAYA HAYATI (JCPB 372)

Waktu                                    :          

Selasa, 22 Oktober 2019

Tempat                       :          

Lab Biologi Umum – FMIPA ULM

Capaian Pembelajaran         :          

  1. Peserta praktikum mampu mengidentifikasikan alat-alat dan bahan yang diperlukan untuk praktikum KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut
  2. Peserta praktikum mampu mendeskripsikan langkah kerja pengambilan sampel praktikum KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut
  3. Peserta praktikum mampu menentukan titik-titik pengambilan sampel pada ekosistem mangrove Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut menggunakan peta digital (google maps)
  4. Peserta praktikum memahami cara identifikasi sampel yang akan diambil dari ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut
  5. Peserta praktikum memahami cara koleksi dan pengawetan sampel yang diambil dari ada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut

Integrasi penelitian   :

Penelitian PDUPT berjudul : Aplikasi konservasi timpakul dan moluska pada ekosistem mangrove terhadap pencemaran logam berat

Tujuan Praktikum

  1. Mengidentifikasikan alat-alat dan bahan yang diperlukan untuk praktikum KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut
  2. Mendeskripsikan langkah kerja pengambilan sampel praktikum KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut
  3. Menentukan titik-titik pengambilan sampel pada ekosistem mangrove Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut menggunakan peta digital (google maps)
  4. Memahami cara identifikasi sampel yang akan diambil dari ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut
  5. Memahami cara koleksi dan pengawetan sampel yang diambil dari ada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut

Metode Praktikum :

  1. Mahasiswa menuliskan alat-alat dan bahan yang diperlukan untuk praktikum KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut. Sesuaikan dengan tugas kelompok masing-masing!
  2. Mahasiswa mendeskripsikan langkah kerja pengambilan sampel praktikum KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut.
    • Tuliskan langkah kerja yang akan dilakukan untuk mengambil sampel dalam praktikum KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut.
    • Perhatikan : sesuaikan langkah kerjanya dengan tugas kelompok masing-masing!
  3. Menentukan titik-titik pengambilan sampel pada ekosistem mangrove Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut menggunakan peta digital (google maps) yakni Ekowisata mangrove Pagatan Besar dan Hutan muara Pagatan Besar, masing-masing sejumlah tiga titik sampling.
  4. Memahami cara identifikasi sampel yang akan diambil dari ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut. Mencari dan menyediakan buku identifikasi sampel sesuai dengan tugas kelompok masing-masing!
  5. Memahami cara koleksi dan pengawetan sampel yang diambil dari ada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut.
    • Cara membuat herbarium
    • Cara membuat awetan sampel basah
    • Cara membuat awetan kering basah
Kelompok Identifikasi Sampel
Kelompok 1 Jenis-jenis vegetasi pada ekosistem mangrove
Kelompok 2 Jenis-jenis native species pada ekosistem mangrove
Kelompok 3 Jenis-jenis keystone species pada ekosistem mangrove
Kelompok 4 Tumbuhan mayor dan minor pada ekosistem mangrove
Kelompok 5 Tumbuhan mayor dan minor pada ekosistem mangrove
Kelompok 6 Jenis-jenis serangga dan kepiting pada ekosistem mangrove
Kelompok 7 Jenis-jenis koneksi, edge, dan patch pada ekosistem mangrove
Kelompok 8 Konservasi insitu dan eksitu pada ekosistem mangrove
Kelompok 9 Resiko pencemaran dan gangguan pada ekosistem mangrove

Hasil Praktikum :

  1. Data mengenai alat-alat dan bahan yang diperlukan untuk praktikum KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut
  2. Data mengenai deskripsi langkah kerja pengambilan sampel praktikum KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut
  3. Data mengenai titik-titik pengambilan sampel pada ekosistem mangrove Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut menggunakan peta digital (google maps)
  4. Data mengenai cara identifikasi sampel yang akan diambil dari ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut
  5. Data mengenai cara koleksi dan pengawetan sampel yang diambil dari ada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut

HAK CIPTA ADA PADA PENULIS :

DILARANG MENGCOPY PASTE TANPA MENCANTUMKAN TAUTAN PENULIS!

PRAKTIKUM 1. REL – KONSEP RESTORASI EKOSISTEM MANGROVE

Waktu                                  :               Senin, 21 Oktober 2019

Tempat                       :          

Lab Biologi Umum – FMIPA ULM

Capaian Pembelajaran         :          

  1. Mahasiswa mampu mendefinisikan kondisi ekosistem mangrove yang rusak dan perlu direstorasi
  2. Mahasiswa mampu mendefiniskan komponen yang perlu diperbaiki pada restorasi ekosistem mangrove
  3. Mahasiswa mampu menyusun rencana aksi kegiatan pada restorasi ekosistem mangrove

Integrasi penelitian   :

PDUPT – Aplikasi perencanaan konservasi timpakul (Periopthalmodon Sp.) dan moluska pada ekosistem mangrove terhadap pencemaran logam berat

Konsep

  1. Mahasiswa mampu mendefinisikan kondisi ekosistem mangrove yang rusak dan perlu direstorasi
  2. Mahasiswa mampu mendefiniskan komponen yang perlu diperbaiki pada restorasi ekosistem mangrove
  3. Mahasiswa mampu menyusun rencana aksi kegiatan pada restorasi ekosistem mangrove

Tujuan Praktikum

  1. Membuat definisi kondisi ekosistem mangrove yang rusak dan perlu direstorasi berdasarkan parameter biodiversitas, struktur vegetasi, kandungan logam berat, kondisi air dan sedimen.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis komponen yang perlu diperbaiki pada restorasi ekosistem mangrove berdasarkan parameter biodiversitas, struktur vegetasi, kandungan logam berat, kondisi air dan sedimen.
  3. Mahasiswa mampu menyusun rencana aksi kegiatan pada restorasi ekosistem mangrove berdasarkan parameter biodiversitas, struktur vegetasi, kandungan logam berat, kondisi air dan sedimen..

Metode Praktikum :

  1. Setiap mahasiswa membuat definisi kondisi ekosistem mangrove yang rusak dan perlu direstorasi. Pendapat dari masing-masing kemudian dikumpulkan menjadi sebuah makalah yang dikerjakan secara berkelompok.
    1. kondisi ekosistem mangrove yang rusak dan perlu direstorasi berdasarkan parameter biodiversitas,
    1. Definisi kondisi ekosistem mangrove yang rusak dan perlu direstorasi berdasarkan kondisi struktur vegetasi,
    1. Definisi kondisi ekosistem mangrove yang rusak dan perlu direstorasi berdasarkan standar baku kandungan logam berat,
    1. Definisi kondisi ekosistem mangrove yang rusak dan perlu direstorasi berdasarkan standar baku kualitas air
    1. Definisi kondisi ekosistem mangrove yang rusak dan perlu direstorasi berdasarkan kualitas sedimen.
  2. Setiap mahasiswa merancang lembar kerja komponen yang rusak dan perlu diperbaik dalam restorasi ekosistem mangrove. Pendapat dari masing-masing individu kemudian dikumpulkan menjadi sebuah lembar kerja restorasi ekosistem mangrove yang dikerjakan secara berkelompok.
    1. Analisis komponen biodiversitas yang perlu diperbaiki pada restorasi ekosistem mangrove
    1. Analisis komponen struktur vegetasi yang perlu diperbaiki pada restorasi ekosistem mangrove
    1. Analisis kandungan logam berat yang perlu diperbaiki pada restorasi ekosistem mangrove
    1. Analisis komponen kualitas air yang perlu diperbaiki pada restorasi ekosistem mangrove
    1. Analisis komponen kualitas sedimen yang perlu diperbaiki pada restorasi ekosistem mangrove.
  3. Mahasiswa mampu menyusun rencana aksi kegiatan pada restorasi ekosistem mangrove berdasarkan parameter biodiversitas, struktur vegetasi, kandungan logam berat, kondisi air dan sedimen..

Hasil Praktikum :

  1. Makalah yang menjelaskan kondisi ekosistem mangrove yang rusak dan perlu direstorasi
    1. Pembahasan 1. Urgensi biodiversitas dalam restorasi ekosistem mangrove
    1. Pembahasan 2. Urgensi struktur vegetasi dalam restorasi ekosistem mangrove
    1. Pembahasan 3. Urgensi pengelolaan kandungan logam berat dalam restorasi ekosistem mangrove
    1. Pembahasan 4. Urgensi pengelolaan kualitas air dalam restorasi ekosistem mangrove
    1. Pembahasan 5. Urgensi pengelolaan kualitas air dalam restorasi ekosistem mangrove
  2. Lembar kerja yang berisi analisis komponen (biodiversitas, struktur vegetasi,  logam berat,  kualitas air  dan kualitas sedimen) yang perlu diperbaiki pada restorasi ekosistem mangrove dalam bentuk lembar kerja (excel)
    1. Lembar kerja 1. analisis komponen biodiversitas yang perlu diperbaiki pada restorasi ekosistem mangrove
    1. Lembar kerja 2. analisis struktur vegetasi yang perlu diperbaiki pada restorasi ekosistem mangrove
    1. Lembar kerja 3. analisis kandungan logam berat yang perlu diperbaiki pada restorasi ekosistem mangrove
    1. Lembar kerja 4. analisis parameter kualitas air yang perlu diperbaiki pada restorasi ekosistem mangrove
    1. Lembar kerja 5. analisis parameter kualitas sedimen yang perlu diperbaiki pada restorasi ekosistem mangrove
  3. Mahasiswa mampu menyusun rencana aksi kegiatan pada restorasi ekosistem mangrove berdasarkan parameter biodiversitas, struktur vegetasi, kandungan logam berat, kondisi air dan sedimen dalam bentuk presentasi.
    1. Presentasi pengelolaan biodiversitas dalam upaya restorasi ekosistem dan lansekap mangrove
    1. Presentasi pengelolaan vegetasi dalam upaya restorasi ekosistem dan lansekap mangrove
    1. Presentasi rencana aksi reduce limbah dalam upaya restorasi ekosistem dan lansekap mangrove
    1. Presentasi rencana aksi reuse limbah dalam upaya restorasi ekosistem dan lansekap mangrove
    1. Presentasi rencana aksi recycle limbah dalam upaya restorasi ekosistem dan lansekap mangrove

Maxent is now open source!

Use this site to download Maxent software for modeling species niches and distributions by applying a machine-learning technique called maximum entropy modeling. From a set of environmental (e.g., climatic) grids and georeferenced occurrence localities, the model expresses a probability distribution where each grid cell has a predicted suitability of conditions for the species. Under particular assumptions about the input data and biological sampling efforts that led to occurrence records, the output can be interpreted as predicted probability of presence (cloglog transform), or as predicted local abundance (raw exponential output).

Here you can download the open-source release of Maxent (under an MIT license; suggested citation below). See below for key changes in the current version.

The idea for Maxent was first conceived of here at the Center for Biodiversity and Conservation at the American Museum of Natural History (AMNH) through a public-private partnership between the AMNH and AT&T-Research. Steven Phillips and the other developers of Maxent are still engaged in its development and maintenance, and the Google group will remain the main mechanism for user questions. Much additional information can be found in the Google group, software tutorials, and other resources listed below.

Main changes in Version 3.4.1

  • Minor bug fixes to the 3.4.0 release

Main changes in Version 3.4.0

  • Released under a MIT license**
  • Threshold features are now turned off by default
  • A cloglog transform has been added and now constitutes the default transformation for model output (formerly the logistic transform)

See you in here to download Maxent Application!

Praktikum 1 Konsep dan Konservasi biodiversitas mangrove

Waktu                                    :          

Selasa, 15 Oktober 2019

Tempat                       :          

Lab Biologi Umum – FMIPA ULM

Integrasi penelitian   :

PDUPT – Aplikasi perencanaan konservasi timpakul (Periopthalmodon Sp.) dan moluska pada ekosistem mangrove terhadap pencemaran logam berat

Konsep

Konservasi berasal dari bahasa Inggris yaitu dari kata “Conservation” yang berati pelestarian atau perlindungan. Konservasi adalah upaya-upaya yang dilakukan oleh manusia untuk melestarikan lingkungan (ekosistem secara keseluruhan) dengan tetap memperhatikan manfaat yang bisa didapatkan pada saat itu dan mempertahankan keberadaan setiap komponen-konponen lingkungan untuk pemanfaatan di masa yang akan datang. Konservasi bisa juga disebut dengan usaha pelestarian ataupun perlindungan (Sora, 2015).

Biodiversitas ini dapat kita temui di sekitar kita, berbagai makhluk hidup yang kita temui menggambarkan adanya perbedaan-perbedaan antara makhluk hidup yang saling menyeimbangkan. Biodiversitas dapat terjadi pada berbagai tingkatan kehidupan, mulai dari organisme tingkat rendah sampai organisme tingkat tinggi. Secara garis besar biodiversitas ini dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman spesies, dan keanekaragaman ekosistem (Ardiansyah, 2107).

Capaian Pembelajaran         :          

  1. Mampu mengidentifikasi komponen-komponen konservasi dan pengelolaan biodiversitas pada ekosistem mangrove

Tujuan Praktikum

  1. Membuat deskripsi tentang konsep ekologi dalam praktikum KPSDH yang akan dilaksanakan di Desa Pagatan Besar
  2. Membuat daftar nama jenis kegiatan yang akan dilaksanakan dalam praktikum lapangan KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar.
  3. Menentukan metode pengambilan dan tabel pengamatan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam praktikum lapangan KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar.
  4. Membuat analisis data secara deskriptif dan perbandingan secara kualitatif menggunakan software GNU PSPP

Metode Praktikum :

  1. Mahasiswa membuat deskripsi tentang konsep ekologi dalam praktikum KPSDH yang akan dilaksanakan di Desa Pagatan Besar
    1. Kegiatan ini terbagi ke dalam 9 kelompok dengan urutan sebagai berikut :
Kelompok Judul kegiatan praktikum
Kelompok 1 Tingkat organisasi pada yang beranekaragam pada ekosistem mangrove
Kelompok 2 Adanya hewan asli (native species) pada ekosistem mangrove
Kelompok 3 Adanya keystone species (ecosystem engineer) pada ekosistem mangrove
Kelompok 4 PVA (Analisis Viabilitas Populasi) pada ekosistem mangrove
Kelompok 5 Kelentingan ekologis pada ekosistem mangrove
Kelompok 6 Gangguan pada ekosistem mangrove
Kelompok 7 Jembatan/fragmentasi pada ekosistem mangrove
Kelompok 8 Pendekatan saringan kasar dan halus pada ekosistem mangrove
Kelompok 9 Analisis risiko untuk membuat keputusan pada ekosistem mangrove
  • Mahasiswa membuat daftar nama jenis kegiatan yang akan dilaksanakan dalam praktikum lapangan KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar
  • Mahasiswa merancang metode pengambilan dan tabel pengamatan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam praktikum lapangan KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar.
  • Mahasiswa membuat data dummy dan analisis data secara deskriptif dan perbandingan secara kualitatif menggunakan software GNU PSPP.

Hasil Praktikum :

  1. Deskripsi tentang konsep ekologi dalam praktikum KPSDH yang akan dilaksanakan di Desa Pagatan Besar
  2. Daftar nama jenis kegiatan yang akan dilaksanakan dalam praktikum lapangan KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar
  3. Metode pengambilan dan tabel pengamatan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam praktikum lapangan KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar.
  4. Data dummy dan analisis data secara deskriptif dan perbandingan secara kualitatif menggunakan software GNU PSPP.

FORMAT LAPORAN PRAKTIKUM

HALAMAN SAMPUL
JUDUL PRAKTIKUM
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang   1.2. Tujuan   1.3. Manfaat  
BAB 2 METODE PRAKTIKUM 2.1 Alat   2.2. Bahan   2.3. Cara Kerja  
BAB 3 HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Hasil   3.2. Pembahasan  
BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN 4.1. Kesimpulan   4.2. Saran  
DAFTAR PUSTAKA
Ketentuan : Penggunaan kutipan menggunakan gaya sitiran yang dikeluarkan oleh APA (American Psychological Association). Berikut ini adalah contoh bentuk penulisan daftar pustaka berdasarkan APA Styles untuk sumber informasi digital. Contoh : Kutipan dari jurnal ilmiah : ….. (Kadarsah, Huda, Krisdianto, Hidayaturrahmah, & Susilawati, 2019). Maka, cara penulisan pada DAFTAR PUSTAKA : Kadarsah, A., Huda, N., Krisdianto, Hidayaturrahmah, & Susilawati, I. O. (2019). Pembuatan Alat Bantu Ajar Biologi Ikan Timpakul dan Ekosistem Mangrove bagi Anak Sekolah Dasar di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut. BAKTIMAS Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat EISSN 2685-113x PISSN2685-0303, 1(1), 30–41. Retrieved from https://ojs.serambimekkah.ac.id/index.php/BAKTIMAS/article/view/1236 Pada saat ini, pereferensian dengan menggunakan gaya tertentu, termasuk gaya APA Edisi 6, dapat dilakukan tanpa harus terlebih dahulu memahami panduan. Hal ini dimungkinkan karena kini tersedia banyak program aplikasi pengelolaan pustaka yang menyediakan fitur untuk memilih gaya pereferensian tertentu sebagai gaya pereferensian yang akan digunakan secara otomatis, seperti Mendeley.Silakan download Mendeley, dan gunakan untuk kemudahan penulisan pustaka secara otomatis.      

Jadwal kegiatan praktikum Konservasi Pengelolaan Sumber Daya Hayati

Tanggal Kegiatan
Selasa, 15 Oktober 2019 Pukul 11.00 – 14.00 Lab Biologi Umum Praktikum 1. Persiapan praktikum lapangan ke Desa Pagatan Besar (1) Konsep Ekologi Mangrove
Selasa, 22 Oktober 2019 Pukul 11.00 – 14.00 Lab Biologi Umum Praktikum 2. Persiapan praktikum lapangan ke Desa Pagatan Besar (2) persiapan sampling, identifikasi dan koleksi biota Mangrove
Sabtu, 26 Oktober 2019 Pukul 08.00 – 10.00 Desa Pagatan Besar Praktikum 3. Konservasi SUDAH : Bioprospecting Kelompok 1.Tingkat organisasi pada yang beranekaragam pada ekosistem mangrove Kelompok 2.Adanya hewan asli (native species) pada ekosistem mangrove Kelompok 3.Adanya keystone species (ecosystem engineer)- jenis biota perekayasa pada ekosistem mangrove Kelompok 4.Population viability/thresholds/daya hidup – PVA (Analisis Viabilitas Populasi) pada ekosistem mangrove Kelompok 5.Ecological resilience – Kelentingan ekologis pada ekosistem mangrove Kelompok 6.Disturbances – Gangguan pada ekosistem mangrove Kelompok 7.Connectivity/fragmentation – Jembatan/pemisahan pada ekosistem mangrove Kelompok 8.Coarse and fine filter approach – Pendekatan saringan kapsar dan halus pada ekosistem mangrove Kelompok 9.Analisis risiko untuk membuat keputusan pada ekosistem mangrove
Ahad, 27 Oktober 2019 Pukul 10.00 – 12.00   Desa Pagatan Besar Praktikum 4. Pengelolaan SDH : Bisnis Biodiversitas Praktikum 1. Pengolahan ikan (goreng, dipepes) Kelompok 1 – 7 Praktikum 2 pengolahan jeruju (teh, tempura) Kelompok 8 – 9
Selasa, 29 Oktober 2019 Pukul 11.00 – 14.00 Lab Biologi Umum Praktikum 5 Analisis data : deskriptif, perbandingan dan korelasi, kuesioner. Presentasi. Final Praktikum