Biodiversitas dan Teknik Analisisnya

Biodiversitas atau Keanekaragaman biologi (hayati) adalah jumlah dari semua jenis binatang, tumbuhan, jamur, bakteri dan organisme yang hidup di atas bumi dengan variasi habitat di mana mereka tinggal. Ilmuwan memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta dan atau bahkan lebih dari 100 juta jenis spesies makhluk hidup berbeda menghuni bumi. Masing-Masing jenis adalah menyesuaikan diri dengan hal yang unik di dalam lingkungannya, dari puncak pegunungan hingga kedalaman laut yang terdalam dan dari daerah es di kutub sampai ke daerah hujan tropis.

Penjelasan selanjutnya silakan klik pada tautan ini!

Istilah heterogenitas pertama kali dikemukakan oleh GOOD (1953). Berbeda dari konsep “kekayaan jenis”, ukuran keanekaragaman ini ditetapkan hanya berdasarkan struktur kerapatan atau kelimpahan individu dari setiap jenis yang teramati. Oleh karena itu, Magurran (1988) memberikan istilah lain terhadap konsep ini, yaitu dengan sebutan “spesies abundance” atau “kelimpahan jenis”. • Untuk memperjelas konsep “kelimpahan jenis” ini sebagai salah satu ukuran keanekaragaman.
Penjelasan selanjutnya silakan klik pada tautan ini!


17 thoughts on “Biodiversitas dan Teknik Analisisnya

  1. Hiyda Al-hidayah

    NAMA : Noorhidayah
    NIM : 2011012220021

    Biodiversitas atau Keanekaragaman biologi (hayati) adalah jumlah dari semua jenis binatang, tumbuhan, jamur, bakteri dan organisme yang hidup di atas bumi dengan variasi habitat di mana mereka tinggal. Ilmuwan memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta dan atau bahkan lebih dari 100 juta jenis spesies makhluk hidup berbeda menghuni bumi. Masing-Masing jenis adalah menyesuaikan diri dengan hal yang unik di dalam lingkungannya, dari puncak pegunungan hingga kedalaman laut yang terdalam dan dari daerah es di kutub sampai ke daerah hujan tropis.
    Keanekaragaman hayati adalah beberapa macam variasi mahluk hidup menyebabkan adanya perbedaan (variasi) antara satu dengan lainnya bentuk, ukuran, warna,dan sifat-sifat lain dari makhluk hidup meliputi Keanekaragaman hayati penting bagi kelangsunangan hidup faktor karena yaitu Adanya saling keterkaitan antarjenis yang fungsional memungkinkan terjadinya keseimbangan dalam kehidupan yakni melalui daur materi dan aliran energi
    Tingkat keanekaragaman hayati meliputi :
    1. Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik yang tak terpisahkan antara mahluk hidup dengan lingkungan fisik di sekitarnya.
    2. Spesies adalah variasi genetika lengkap yang menghasilkan diri sendiri dan unik, mampu kawin silang dan menghasilkan keturunan subur. Mereka umumnya dianggap sebagai satu-satunya unit keragaman genetik yang dapat bereplikasi sendiri yang dapat berfungsi secara independen.
    3. Gen adalah unit kerja keturunan setiap gen adalah segmen molekul DNA yang mengkode enzim tunggal atau unit protein struktural.
    4. Keanekaragaman genetik adalah dasar dari semua keanekaragaman hayati. Variasi genetik memungkinkan populasi beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan terus berpartisipasi dalam proses kehidupan.

    A. KEANEKARAGAMAN EKOSISTEM
    Makhluk hidup yang beranekaragam berinteraksi dengan sesamanya (lingkungan biotik) dan dengan lingkungan abiotik (tidak hidup) seperti air, tanah, cahaya matahari, suhu, kelembapan, dan mineral. Kombinasi tersebut membentuk lingkungan yang beragam. Interaksi antara lingkungan abiotik tertentu dengan sekumpulan jenis-jenis makhluk hidup menunjukkan adanya keanekaragaman ekosistem. Perbedaan kondisi komponen abiotik pada suatu daerah menyebabkan jenis yang dapat beradaptasi dengan lingkungan tersebut berbeda.
    B. KEANEKARAGAMAN JENIS
    Keanekaragaman jenis (spesies) adalah keanekaragaman berbagai jenis makhluk hidup. Dua makhluk hidup dapat dikatakan satu spesies jika keduanya dapat melakukan perkawinan secara bebas dan menghasilkan keturunan yang subur (fertil). Keanekaragaman spesies biasanya dijumpai pada suatu tempat tertentu yang dihuni kumpulan makhluk hidup dari berbagai spesies (komunitas).
    Spesies dapat diartikan sebagai :
    1. Sekelompok individu yang menunjukkan beberapa karakteristik penting berbeda dari kelompokkelompok lain, baik secara morfologi, fisiologi atau biokimia.
    2. Spesies dapat diartikan sebagai sekelompok individu-individu yang berpotensi untuk berkembang biak dengan sesama mereka di alam, dan tidak mampu berkembangbiak dengan individu-individu dari spesies lain.

    Keanekaragaman Gen
    Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman yang terjadi pada satu kelompok spesies. Gen adalah materi yang terdapat pada kromosom, bersifat herediter (diturunkan) yang berfungsi mengatur dan mengendalikan sifat atau penampilan suatu makhluk hidup.
    Gen adalah unit-unit kromosom yang membawa kode untuk pembuatan protein spesifik. Setelah dibentuk, dan diberi kode oleh gen, protein-protein ini selanjutnya menentukan perkembangan serta tampilan, bentuk, fungsi, dari jaringan dan organ terakait.
    Variasi gen menyebabkan fenotip dan genotip setiap makhluk hidup berbeda. Variasi gen menyebabkan fenotip dan genotip setiap makhluk hidup berbeda. Variasi gen dapat terjadi melalui perkawinan maupun akibat interaksi gen dengan lingkungan.

    Tiga atribut utama keanekaragaman hayati adalah komposisi, struktur dan fungsi
    1. Komposisi, adalah identitas dari berbagai sistem ekologi. Deskripsi komposisi biasanya daftar spesies penduduk di suatu daerah atau ekosistem dan ukuran komposisi termasuk kekayaan spesies dan keragaman spesies.
    2. Struktur, adalah organisasi fisik atau pola dari sistem, dari kompleksitas habitat yang diukur dalam masyarakat dengan pola habitat dan elemen lainnya pada skala lanskap.
    3. Fungsi, adalah hasil dari satu atau lebih proses ekologi dan evolusi, termasuk pemangsaan, aliran gen, gangguan alami dan asosiasi mikoriza serta proses abiotik seperti pengembangan tanah dan siklus hidrologi. Contoh fungsi termasuk sistem predator-mangsa, pemurnian air dan siklus nutrisi.

    Masing-masing atribut ini bersifat multi-scalar dan menggabungkan baik spasial dan dinamika temporal. Akibatnya, atribut ini juga dapat diperiksa pada skala waktu dan ruang yang berbeda (daerah, lanskap dan ekosistem).

    KEANEKARAGAMAN/HETEROGENITAS
    Istilah heterogenitas pertama kali dikemukakan oleh GOOD (1953). Berbeda dari konsep “kekayaan jenis”, ukuran keanekaragaman ini ditetapkan hanya berdasarkan struktur kerapatan atau kelimpahan individu dari setiap jenis yang teramati. Oleh karena itu, Magurran (1988) memberikan istilah lain terhadap konsep ini, yaitu dengan sebutan “spesies abundance” atau “kelimpahan jenis”. • Untuk memperjelas konsep “kelimpahan jenis” ini sebagai salah satu ukuran keanekaragaman, tampak pada gambar berikut ini. • Pada Gambar terdapat 3 (tiga) komunitas dengan derajat keanekaragaman yang berbeda. Berdasarkan ukuran kelimpahan ini, komunitas A lebih beragam dari komunitas B (walaupun mempunyai jumlah jenis yang sama). Demikian pula halnya dengan komunitas C yang mempunyai keanekaragaman lebih tinggi bila dibandingkan dengan komunitas B.

    KEANEKARAGAMAN
    Indeks Shannon-Wiener Konsep ini merupakan konsep keanekaragaman yang relatif paling dikenal dan paling banyak digunakan (Magurran, 1988). Indeks Shannon dihitung dengan formula berikut :
    𝑯′ = 𝒑𝒊) (𝒍𝒏𝒑𝒊 𝑺 𝒊=𝟏
    Dimana: Pi = ∑ni/N H : Indeks Keragaman Shannon-Wiener Pi : Jumlah individu suatu spesies/jumlah total seluruh spesies ni : Jumlah individu spesies ke-i N : Jumlah total individu
    • Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) disamping dapat menggambarkan keanekaragaman species, juga dapat menggambarkan produktivitas ekosistem, tekanan pada ekosistem, dan kestabilan ekosistem.
    • Semakin tinggi nilai indeks H’ maka semakin tinggi pula keanekaragaman species, produktivitas ekosistem, tekanan pada ekosistem, dan kestabilan ekosistem
    Nilai tolok ukur indeks keanekaragaman H’:
    • H’ < 1,0 : • Keanekaragaman rendah, • Miskin (produktivitas sangat rendah) sebagai indikasi adanya tekanan ekologis yang berat ,dan • ekosistem tidak stabil
    • 1,0 < H’ 3,322 : • Keanekaragaman tinggi, • stabilitas ekosistem mantap, • produktivitas tinggi,
    • Jika seluruh individu yang terlibat dalam pengamatan dan pengukuran dapat diidentifikasi dan dihitung. • Jenis dipengaruhi oleh preferensi tertentu • Komunitas yang disusun oleh populasi tidak menyebar acak • Bukan karena pengaruh pencemaran Indeks Brillouin

    SIMILARITAS/KESAMAAN/KEMIRIPAN
    Indeks similaritas biner menyangkut empat koefisien utama, yaitu a, b, c dan d yang dibatasi sebagai: • a = banyaknya spesies yang terdapat baik di contoh A maupun contoh B • b = banyaknya spesies yang terdapat dalam contoh B tetapi tidak terdapat dalam contoh A • c = banyaknya spesies yang terdapat dalam contoh A tetapi tidak terdapat dalam contoh B • d= banyaknya spesies yang tidak terdapat dalam contoh A maupun B
    ASOSIASI
    • Asosiasi antara 2 jenis organisme dapat diukur menggunakan: • Indeks Ochiai 𝑶𝑰 = 𝒂 𝒂 + 𝒃 𝒂 + 𝒄
    • Indeks Dice 𝑫𝑰 = 𝟐𝒂 𝟐𝒂 + 𝒃 + 𝒄
    • Indeks Jaccard 𝑱𝑰 = 𝒂 𝒂 + 𝒃 + 𝒄
    Pengukuran asosiasi didasarkan pada ada/hadir atau tidaknya spesies dalam suatu penarikan contoh. Untuk spesies A dan B diperoleh statistika a= jumlah contoh dimana terdapat kedua spesies; b= jumlah contoh dimana hanya terdapat spesies A; c= jumlah contoh dimana hanya terdapat spesies B; dan d= jumlah contoh dimana tidak terdapat kedua spesies

    Suka

    Balas
  2. Firza Almervanka

    Nama : Firza Almervanka

    NIM : 2011012210024

    Biodiversitas atau Keanekaragaman biologi (hayati) adalah jumlah dari semua jenis binatang, tumbuhan, jamur, bakteri dan organisme yang hidup di atas bumi dengan variasi habitat di mana mereka tinggal. Ilmuwan memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta dan atau bahkan lebih dari 100 juta jenis spesies makhluk hidup berbeda menghuni bumi.

    Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik yang tak terpisahkan antara mahluk hidup dengan lingkungan fisik di sekitarnya. Spesies adalah variasi genetika lengkap yang menghasilkan diri sendiri dan unik, mampu kawin silang dan menghasilkan keturunan subur. Mereka umumnya dianggap sebagai satu-satunya unit keragaman genetik yang dapat bereplikasi sendiri yang dapat berfungsi secara independen. Gen adalah unit kerja keturunan setiap gen adalah segmen molekul DNA yang mengkode enzim tunggal atau unit protein struktural.

    Tiga atribut utama keanekaragaman hayati adalah komposisi, struktur dan fungsi :
    1. Komposisi, adalah identitas dari berbagai sistem ekologi. Deskripsi komposisi biasanya daftar spesies penduduk di suatu daerah atau ekosistem dan ukuran komposisi termasuk kekayaan spesies dan keragaman spesies.
    2. Struktur, adalah organisasi fisik atau pola dari sistem, dari kompleksitas habitat yang diukur dalam masyarakat dengan pola habitat dan elemen lainnya pada skala lanskap.
    3. Fungsi, adalah hasil dari satu atau lebih proses ekologi dan evolusi, termasuk pemangsaan, aliran gen, gangguan alami dan asosiasi mikoriza serta proses abiotik seperti pengembangan tanah dan siklus hidrologi. Contoh fungsi termasuk sistem predator-mangsa, pemurnian air dan siklus nutrisi.

    Istilah heterogenitas pertama kali dikemukakan oleh GOOD (1953). Berbeda dari konsep “kekayaan jenis”, ukuran keanekaragaman ini ditetapkan hanya berdasarkan struktur kerapatan atau kelimpahan individu dari setiap jenis yang teramati. Oleh karena itu, Magurran (1988) memberikan istilah lain terhadap konsep ini, yaitu dengan sebutan “spesies abundance” atau “kelimpahan jenis”.

    Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) disamping dapat menggambarkan keanekaragaman species, juga dapat menggambarkan produktivitas ekosistem, tekanan pada ekosistem, dan kestabilan ekosistem. Semakin tinggi nilai indeks H’ maka semakin tinggi pula keanekaragaman species, produktivitas ekosistem, tekanan pada ekosistem, dan kestabilan ekosistem Indeks similaritas biner menyangkut empat koefisien utama, yaitu a, b, c dan d yang dibatasi sebagai :

    • a = banyaknya spesies yang terdapat baik di contoh A maupun contoh B
    • b = banyaknya spesies yang terdapat dalam contoh B tetapi tidak terdapat dalam contoh A
    • c = banyaknya spesies yang terdapat dalam contoh A tetapi tidak terdapat dalam contoh B
    • d= banyaknya spesies yang tidak terdapat dalam contoh A maupun B

    Suka

    Balas
  3. nyaw (@einfilter)

    Nama : Hanindhiya Ailsha
    NIM : 2011012220007

    Kontribusi ilmu kimia terhadap Pengembangan Biodiversitas serta Teknik Analisisnya di Lingkungan Lahan Basah
    Biodiversitas disebut pula dengann keanekaragaman hayati yaitu merupakan jumlah keseluruhan keanekaragaman hayati pada suatu wilayah yang luas. Adanya kenaekaragaman menyebabkan terjadinya keunikan antara satu mahluk hidup dengan lainnya. Kenakaragaman hayati ini sangat penting karena antarjenisnya saling terikat dan memungkinkan terjadinya keseimbangan dalam kehidupan.
    Tingkat organisasi meliputi ekosistem, speies, dan gen. Keanekaragaman makhluk hidup saling berinteraksi dengan sesamanya dan hal ini menunjukkan terjadinya keanekragaman ekosistem. Spesies dapat hodup dan berkembang biak dengan sesamanya, tetapi tidak bisa berkembang biak dengan spesies lain. Variasi gen yang terdapat dalam makhluk hidup dapat menyebabkan fenotip dan genotip yang berbeda. Variasi ini terbentuk melalui interaksi gen yaitu perkawinan. Dalam ilmu kimia sendiri, gen dapat dilakukan penelitian untuk memperoleh gen yang lebih baik.
    Dalam analisisnya dapat digunakan Indeks Shanon-Wiener, dimana kosnep ini paling dikenal dan banyak digunakan. Formulanya ditunjukkan sebagai berikut:
    H^’= ∫_(i=1)^s▒〖(pi)(In pi)〗
    Dimana kisaran nilai hasil perhitungannya menunjukkan apabila H>3 maka keragaman spesies tinggi, ketika 1<H<3 maka keragaman spesies sedang, dan ketika H<1 maka keragaman spesies rendah. Indeks tersebut dapat menggambarkan keanekaragaman spesies, produktivitas ekosistem, tekanan ekosistem, dann kestabilan ekosistem.
    Analisis lainnya dapat menggunakan Indeks Brillouin, dimana jika seluruh individu yang terlibat dalam pengamatan dan dan pengukuran dapat diidentifikasi dan dihitung. Formulanya adalah sebagai berikut.
    HB= c/N ( In (N!)- ∫_(i=1)^s▒〖In (ni!)〗
    Beberapa indeks diatas dapat digunakan untuk mengidentifikasi organisme, atau mungkin populasi senyawa kimia dalam lingkungan.

    Suka

    Balas
  4. Puspita Rahimah

    Nama : Puspita Jamilah Rahimah
    NIM : 2011012120005
    Biodiversitas atau Keanekaragaman biologi adalah jumlah dari semua jenis binatang, tumbuhan, jamur, bakteri dan organisme yang hidup di bumi dengan variasi habitat di mana mereka tinggal. Ilmuwan memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta atau bahkan lebih dari 100 juta jenis spesies makhluk hidup berbeda menghuni bumi. Keanekaragaman hayati memiliki beberapa tingkatan yaitu ekosistem ( sistem ekologi yang terbentuk karena hubungan timbal balik yang tak terpisahkan antara mahluk hidup dengan lingkungan fisik disekitarnya), spesies (variasi genetika lengkap yang menghasilkan diri sendiri dan unik, mampu kawin silang dan menghasilkan keturunan subur.), dan gen (unit kerja keturunan setiap gen adalah segmen molekul DNA yang mengkode enzim tunggal atau unit protein struktural. Keanekaragaman genetic adalah dasar dari keanekaragaman hayati.). Terdapat tiga atribut utama yaitu komposisi (identitas dari berbagai system ekologi), struktur (organisasi fisik atau pola dari sistem, dari kompleksitas habitat yang diukur dalam masyarakat dengan pola habitat dan elemen lainnya pada skala lanskap) dan fungsi (hasil dari satu atau lebih proses ekologi dan evolusi, termasuk pemangsaan, aliran gen, gangguan alami dan asosiasi mikoriza serta proses abiotik seperti pengembangan tanah dan siklus hidrologi. Contoh fungsi termasuk sistem predator-mangsa, pemurnian air dan siklus nutrisi). Tiap atribut bersifat multi-scalar dan menggabungkan spasial serta dinamika temporal. Segala biodiversitas diciptakan oleh Allah yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta.
    Selain itu ada pula heterogenitas, berbeda dari konsep “kekayaan jenis”, ukuran keanekaragaman ini ditetapkan hanya berdasarkan struktur kerapatan atau kelimpahan individu dari setiap jenis yang teramati. Oleh karena itu, Magurran (1988) memberikan istilah lain terhadap konsep ini, yaitu dengan sebutan “spesies abundance” atau “kelimpahan jenis”. Dalam keanekaragaman terdapat Indeks Shannon-Wiener, dimana konsep ini merupakan konsep keanekaragaman yang relative paling dikenal dan paling banyak digunakan sebagaimana disebutkan oleh Magurran, 1988. Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) dapat menggambarkan keanekaragaman species, juga dapat menggambarkan produktivitas ekosistem, tekanan pada ekosistem, dan kestabilan ekosistem. Semakin tinggi nilai indeks H’ maka semakin tinggi pula keanekaragaman species, produktivitas ekosistem, tekanan pada ekosistem, dan kestabilan ekosistem.
    Selain itu ada pula indeks brilloin, Jika seluruh individu yang terlibat dalam pengamatan dan pengukuran dapat diidentifikasi dan dihitung. Jenis dipengaruhi oleh preferensi tertentu. Komunitas yang disusun oleh populasi tidak menyebar acak. Bukan karena pengaruh pencemaran.

    Suka

    Balas
  5. Sophie

    Nama: Syaufia Alfionita Damayanti

    Nim: 2011012220014

    Biodiversitas atau Keanekaragaman biologi (hayati) adalah jumlah dari semua jenis binatang, tumbuhan, jamur, bakteri dan organisme yang hidup di atas bumi dengan variasi habitat di mana mereka tinggal. Ilmuwan memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta dan atau bahkan lebih dari 100 juta jenis spesies makhluk hidup berbeda menghuni bumi. Masing-Masing jenis adalah menyesuaikan diri dengan hal yang unik di dalam lingkungannya, dari puncak pegunungan hingga kedalaman laut yang terdalam dan dari daerah es di kutub sampai ke daerah hujan tropis.

    Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik yang tak terpisahkan antara mahluk hidup dengan lingkungan fisik di sekitarnya. Spesies adalah variasi genetika lengkap yang menghasilkan diri sendiri dan unik, mampu kawin silang dan menghasilkan keturunan subur. Mereka umumnya dianggap sebagai satu-satunya unit keragaman genetik yang dapat bereplikasisendiri yang dapat berfungsi secara independen. Gen adalah unit kerja keturunan setiap gen adalah segmen molekul DNA yang mengkode enzim tunggal atau unit protein struktural. Keanekaragaman genetic adalah dasar dari semua keanekaragaman hayati. Variasi genetik memungkinkan populasi beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan terus berpartisipasi dalam proses kehidupan.

    Keanekaragaman ekosistem: Makhluk hidup yang beranekaragam berinteraksi dengan sesamanya (lingkungan biotik) dan dengan lingkungan abiotik (tidak hidup) seperti air, tanah, cahaya matahari, suhu, kelembapan, dan mineral. Kombinasi tersebut membentuk lingkungan yang beragam. Heterogenitas: Istilah heterogenitas pertama kali dikemukakan oleh GOOD (1953). Berbeda dari konsep “kekayaan jenis”, ukuran keanekaragaman ini ditetapkan hanya berdasarkan struktur kerapatan atau kelimpahan individu dari setiap jenis yang teramati. Oleh karena itu, Magurran (1988) memberikan istilah lain terhadap konsep ini, yaitu dengan sebutan “spesies abundance” atau “kelimpahan jenis”.

    Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) disamping dapat menggambarkan keanekaragaman species, juga dapat menggambarkan produktivitas ekosistem, tekanan pada ekosistem, dan kestabilan ekosistem. Semakin tinggi nilai indeks H’ maka semakin tinggi pula keanekaragaman species, produktivitas ekosistem, tekanan pada ekosistem, dan kestabilan ekosistem

    Indeks Brillouin: Jika seluruh individu yang terlibat dalam pengamatan dan pengukuran dapat diidentifikasi dan dihitung. Jenis dipengaruhi oleh preferensi tertentu, Komunitas yang disusun oleh populasi tidak menyebar acak, Bukan karena pengaruh pencemaran

    Indeks similaritas biner: menyangkut empat koefisien utama, yaitu a, b, c dan d yang dibatasi sebagai:

    A: banyaknya spesies yang terdapat baik di contoh A maupun contoh B

    b: banyaknya spesies yang terdapat dalam contoh B tetapi tidak terdapat dalam contoh A

    c: banyaknya spesies yang terdapat dalam contoh A tetapi tidak terdapat dalam contoh B

    d: banyaknya spesies yang tidak terdapat dalam contoh A maupun B

    Suka

    Balas
  6. Daris Akmal

    Nama : Daris Akmal Syuhada

    NIM : 2011012310010

    BIODIVERSITAS DAN TEKNIK ANALISISNYA

    Definisi Biodiversitas

    Biodiversitas atau Keanekaragaman biologi (hayati) adalah jumlah dari semua jenis binatang, tumbuhan, jamur, bakteri dan organisme yang hidup di atas bumi dengan variasi habitat di mana mereka tinggal. Ilmuwan memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta dan atau bahkan lebih dari 100 juta jenis spesies makhluk hidup berbeda menghuni bumi. Masing-Masing jenis adalah menyesuaikan diri dengan hal yang unik di dalam lingkungannya, dari puncak pegunungan hingga kedalaman laut yang terdalam dan dari daerah es di kutub sampai ke daerah hujan tropis.

    Keanekaragaman hayati adalah beberapa macamvariasi mahluk hidup menyebabkan adanya perbedaan (variasi) antara satu dengan lainnya meliputi bentuk, ukuran, warna,dan sifat-sifat lain dari makhluk hidup. Keanekaragaman hayati penting bagi kelangsunangan hidup faktor karena yaitu Adanya saling keterkaitan antarjenis yang fungsional memungkinkan terjadinya keseimbangan dalam kehidupan yakni melalui daur materi dan aliran energi.

    Tingkat Organisasi Keanekaragaman Hayati

    Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik yang tak terpisahkan antara mahluk hidup dengan lingkungan fisik di sekitarnya.

    Spesies adalah variasi genetika lengkap yang menghasilkan diri sendiri dan unik, mampu kawin silang dan menghasilkan keturunan subur. Mereka umumnyadianggap sebagai satu-satunya unit keragaman genetik yang dapat bereplikasi sendiri yang dapat berfungsi secara independen.

    Gen adalah unit kerja keturunan setiap gen adalah segmen molekul DNA yang mengkode enzim tunggal atau unit protein struktural. Keanekaragaman genetik adalah dasar dari semua keanekaragaman hayati. Variasi genetik memungkinkan populasi beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan terus berpartisipasi dalam proses kehidupan.

    Teknik Analisis Keanekaragaman Hayati

    Istilah keanekaragaman atau heterogenitas pertama kali dikemukakan oleh GOOD (1953). Berbeda dari konsep “kekayaan jenis”, ukuran keanekaragaman ini ditetapkan hanya berdasarkan struktur kerapatan atau kelimpahan individu dari setiap jenis yang teramati. Oleh karena itu, Magurran (1988) memberikan istilah lain terhadap konsep ini, yaitu dengan sebutan “spesies abundance” atau “kelimpahan jenis”.

    Kontribusi Ilmu Kimia terhadap Pengembangan Biodiversitas dan Teknik Analisanya di Lingkungan Lahan Basah

    Indonesia dikenal sebagai negara mega Biodiversity kedua terbesar di dunia. Hal ini menjadi alasan utama mengapa biodiversitas adalah aset jangka panjang yang harus terus dipelajari, dikaji, dan diteliti dalam menjawab isu global pemanfaatan keanekaragaman hayari dari hewan, tumbuhan dan mikroorganisme menjadi bioproduk untuk kesejahteraan manusia.

    Salah satu kontribusi ilmu kimia terhadap pengembangan biodiversitas yaitu biokimia. BiokimiaMerupakan cabang ilmu kimia yang mempelajari makhluk dari aspek kimianya. Teknil Analisa biokimia membantu mengetahui mengetahui reaksi-reaksi kimia penting yang terjadi dalam sel. Dengan demikian dapat dipahami mengenai proses yang dapat dipahami menenai peroses yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup, sehingga ini bermanfaat untuk menentukan bahan-bahan yang akan digunakan agar sesuai dengan hasil yang diinginkan.

    Suka

    Balas
  7. Hyunjin (@zkshyunjin)

    Nama: Fathul Jannah

    NIM: 2011012120011

    Biodiversitas dan Teknik Analisisnya

    Biodiversitas atau Keanekaragaman biologi (hayati) adalah jumlah dari semua jenis binatang, tumbuhan, jamur, bakteri dan organisme yang hidup di atas bumi dengan variasi habitat di mana mereka tinggal. Ilmuwan memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta dan atau bahkan lebih dari 100 juta jenis spesies makhluk hidup berbeda menghuni bumi. Masing-Masing jenis adalah menyesuaikan diri dengan hal yang unik di dalam lingkungannya, dari puncak pegunungan hingga kedalaman laut yang terdalam dan dari daerah es di kutub sampai ke daerah hujan tropis.

    Tingkat Organisasi Keanekaragaman Hayati

    Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik yang tak terpisahkan antara mahluk hidup dengan lingkungan fisik di sekitarnya. Spesies adalah variasi genetika lengkap yang menghasilkan diri sendiri dan unik, mampu kawin silang dan menghasilkan keturunan subur. Mereka umumnya dianggap sebagai satu-satunya unit keragaman genetik yang dapat bereplikasi sendiri yang dapat berfungsi secara independen.
    Gen adalah unit kerja keturunan setiap gen adalah segmen molekul DNA yang mengkode enzim tunggal atau unit protein struktural.

    Teknik Analisis Keanekaragaman hayati

    Istilah heterogenitas pertama kali dikemukakan oleh GOOD (1953). Berbeda dari konsep “kekayaan jenis”, ukuran keanekaragaman ini ditetapkan hanya berdasarkan struktur kerapatan atau kelimpahan individu dari setiap jenis yang teramati. Oleh karena itu, Magurran (1988) memberikan istilah lain terhadap konsep ini, yaitu dengan sebutan “spesies abundance” atau “kelimpahan jenis”.

    Kontribusi Ilmu Kimia terhadap Pengembangan Biodiversitas dan Teknik Analisanya di Lingkungan Lahan Basah

    Indonesia dikenal sebagai negara mega Biodiversitykedua terbesar di dunia. Hal ini menjadi alasan utama mengapa biodiversitas adalah aset jangka panjang yang harus terus dipelajari, dikaji, dan diteliti dalam menjawab isu global pemanfaatan keanekaragaman hayari dari hewan, tumbuhan dan mikroorganisme menjadi bioproduk untuk kesejahteraan manusia.Salah satu kontribusi ilmu kimia terhadap pengembangan biodiversitas yaitu biokimia. BiokimiaMerupakan cabang ilmu kimia yang mempelajari makhluk dari aspek kimianya. Teknil Analisa biokimia membantu mengetahui mengetahui reaksi-reaksi kimia penting yang terjadi dalam sel. Dengan demikian dapat dipahami mengenai proses yang dapat dipahami menenai peroses yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup, sehingga ini bermanfaat untuk menentukan bahan-bahan yang akan digunakan agar sesuai dengan hasil yang diinginkan.

    Suka

    Balas
  8. amarisnathania

    Nama: Amaris Nathania Hanindia Putri
    Nim: 2011012220016

    Biodiversitas atau Keanekaragaman biologi (hayati) adalah jumlah dari semua jenis binatang,tumbuhan,jamur,bakteri dan organisme yang hidup diatas bumi dengan variasi habitat dimana mereka tinggal. Ilmuwan memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta dan atau bahkan lebih dari 100 juta jenis spesies makhluk hidup berbeda menghuni bumi. Makhluk hidup yang beranekaragam berinteraksi dengan sesamanya (lingkungan biotik) dan dengan lingkungan abiotik (tidak hidup) seperti air, tanah, cahaya matahari, suhu, kelembapan, dan mineral. Kombinasi tersebut membentuk lingkungan yang beragam. Istilah heterogenitas pertama kali dikemukakan oleh GOOD (1953). Berbeda dari konsep “kekayaan jenis”, ukuran keanekaragaman ini ditetapkan hanya berdasarkan struktur kerapatan atau kelimpahan individu dari setiap jenis yang teramati. Oleh karena itu, Magurran (1988) memberikan istilah lain terhadap konsep ini, yaitu dengan sebutan “spesies abundance” atau “kelimpahan jenis”. Untuk memperjelas konsep “kelimpahan jenis” ini sebagai salah satu ukuran keanekaragaman. Keanekaragaman dapat dihitung menggunakan indeks shannon wiener. Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) disamping dapat menggambarkan keanekaragaman species, juga dapat menggambarkan produktivitas ekosistem, tekanan pada ekosistem, dan kestabilan ekosistem. Semakin tinggi nilai indeksH’ makas emakin tinggi pula keanekaragaman species, produktivitas ekosistem, tekanan pada ekosistem, dan kestabilan ekosistem. Selanjutnya ada indeks Brillouin, indeks ini digunakan jika seluruh individu yang terlibat dalam pengamatan dapat diukur dan diidentifikasi. Indeks similaritas biner menyangkut empat koefisien utama, yaitu a, b, c dan d yang dibatasi sebagai:
    •a = banyaknya spesies yang terdapat baik di contoh A maupun contoh B
    •b = banyaknya spesies yang terdapat dalam contoh B tetapi tidak terdapat dalam contoh A
    •c = banyaknya spesies yang terdapat dalam contoh A tetapi tidak terdapat dalam contoh B
    •d= banyaknya spesies yang tidakterdapat dalamcontohA maupun B
    Selanjutnya ada dikenal istilah asosiasi. Asosiasi antara 2 jenis organisme dapat diukur menggunakan:
    1. Indeks Ochiai
    2. Indeks Dice
    3. Indeks Jaccard

    Suka

    Balas
  9. anggitarahmapriyani

    Biodiversitas atau Keanekaragaman biologi (hayati) adalah jumlah dari
    semua jenis binatang, tumbuhan, jamur, bakteri dan organisme yang
    hidup di atas bumi dengan variasi habitat di mana mereka tinggal.
    Ilmuwan memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta dan atau bahkan
    lebih dari 100 juta jenis spesies makhluk hidup berbeda menghuni
    bumi.
    Masing-Masing jenis adalah menyesuaikan diri dengan hal yang unik di
    dalam lingkungannya, dari puncak pegunungan hingga kedalaman laut
    yang terdalam dan dari daerah es di kutub sampai ke daerah hujan
    tropis.
    Tingkat organisasi keanekaragaman hayati meliputi :
    a. Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk karena adanya hubungan
    timbal balik yang tak terpisahkan antara mahluk hidup dengan lingkungan fisik di
    sekitarnya.
    b. Spesies adalah variasi genetika lengkap yang menghasilkan diri sendiri dan unik,
    mampu kawin silang dan menghasilkan keturunan subur. Mereka umumnya
    dianggap sebagai satu-satunya unit keragaman genetik yang dapat bereplikasi
    sendiri yang dapat berfungsi secara independen.
    c. Gen adalah unit kerja keturunan setiap gen adalah segmen molekul DNA yang
    mengkode enzim tunggal atau unit protein struktural. Keanekaragaman genetik
    adalah dasar dari semua keanekaragaman hayati. Variasi genetik memungkinkan
    populasi beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan terus berpartisipasi dalam
    proses kehidupan.
    KEANEKARAGAMAN JENIS
    Keanekaragaman jenis (spesies) adalah keanekaragaman
    berbagai jenis makhluk hidup.
    Dua makhluk hidup dapat dikatakan satu spesies jika
    keduanya dapat melakukan perkawinan secara bebas dan
    menghasilkan keturunan yang subur (fertil).
    KEANEKARAGAMAN GEN
    •Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman yang
    terjadi pada satu kelompok spesies.
    •Gen adalah materi yang terdapat pada kromosom,
    bersifat herediter (diturunkan) yang berfungsi
    mengatur dan mengendalikan sifat atau penampilan
    suatu makhluk hidup.

    Indeks Shannon-Wiener
    Konsep ini merupakan konsep keanekaragaman yang relatif
    paling dikenal dan paling banyak digunakan (Magurran, 1988).
    Indeks Shannon dihitung dengan formula berikut :
    𝑯′
    = (𝒑𝒊) (𝒍𝒏𝒑𝒊)
    𝑺
    𝒊=𝟏
    Dimana:
    Pi = ∑ni/N
    H: Indeks Keragaman Shannon-Wiener
    Pi : Jumlah individu suatu spesies/jumlah total seluruh
    spesies
    ni : Jumlah individu spesies ke-i
    N : Jumlah total individu

    Nilai tolok ukur indeks keanekaragaman H’:
    • H’ < 1,0 :
    • • Keanekaragaman rendah,
    • Miskin (produktivitas sangat rendah) sebagai
    • indikasi adanya tekanan ekologis yang berat
    • ,dan
    • • ekosistem tidak stabil
    • 1,0 < H’ 3,322 :
    • Keanekaragaman tinggi,
    • • stabilitas ekosistem mantap,
    • produktivitas tinggi,

    Indeks Jaccard
    𝑺𝑱 =
    𝒂
    /𝒂 + 𝒃 + 𝒄
    • Indeks Sorensen
    𝑺𝑺 =
    𝟐𝒂
    /𝟐𝒂 + 𝒃 + 𝒄
    • Indeks Baroni-Urbani & Buser
    𝑺𝑩 =
    √𝒂𝒅 + 𝒂
    /𝒂 + 𝒃 + 𝒄 + √𝒂𝒅

    Suka

    Balas
  10. finatiflahjt

    Fina Tifla Hijriati
    2011012320006
    Ilmu kimia sangat mempengaruhi bagi biodiversitas seperti memahami tentang unsur tanah, lahan basah, dan ekosistem. Mengetahui tingkat kesuburan suatau tanah sehingga penggolongan tanah dapat disesuaikan dengan karakteristik yang komoditas yang akan dikembangkan.

    Suka

    Balas
  11. anggitarahmapriyani

    Nama : Anggita Rahma Priyani
    NIM : 2011012220023

    Biodiversitas atau Keanekaragaman biologi (hayati) adalah jumlah dari
    semua jenis binatang, tumbuhan, jamur, bakteri dan organisme yang
    hidup di atas bumi dengan variasi habitat di mana mereka tinggal.
    Ilmuwan memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta dan atau bahkan
    lebih dari 100 juta jenis spesies makhluk hidup berbeda menghuni
    bumi.
    Masing-Masing jenis adalah menyesuaikan diri dengan hal yang unik di
    dalam lingkungannya, dari puncak pegunungan hingga kedalaman laut
    yang terdalam dan dari daerah es di kutub sampai ke daerah hujan
    tropis.
    Tingkat organisasi keanekaragaman hayati meliputi :
    a. Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk karena adanya hubungan
    timbal balik yang tak terpisahkan antara mahluk hidup dengan lingkungan fisik di
    sekitarnya.
    b. Spesies adalah variasi genetika lengkap yang menghasilkan diri sendiri dan unik,
    mampu kawin silang dan menghasilkan keturunan subur. Mereka umumnya
    dianggap sebagai satu-satunya unit keragaman genetik yang dapat bereplikasi
    sendiri yang dapat berfungsi secara independen.
    c. Gen adalah unit kerja keturunan setiap gen adalah segmen molekul DNA yang
    mengkode enzim tunggal atau unit protein struktural. Keanekaragaman genetik
    adalah dasar dari semua keanekaragaman hayati. Variasi genetik memungkinkan
    populasi beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan terus berpartisipasi dalam
    proses kehidupan.
    KEANEKARAGAMAN JENIS
    Keanekaragaman jenis (spesies) adalah keanekaragaman
    berbagai jenis makhluk hidup.
    Dua makhluk hidup dapat dikatakan satu spesies jika
    keduanya dapat melakukan perkawinan secara bebas dan
    menghasilkan keturunan yang subur (fertil).
    KEANEKARAGAMAN GEN
    •Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman yang
    terjadi pada satu kelompok spesies.
    •Gen adalah materi yang terdapat pada kromosom,
    bersifat herediter (diturunkan) yang berfungsi
    mengatur dan mengendalikan sifat atau penampilan
    suatu makhluk hidup.

    Indeks Shannon-Wiener
    Konsep ini merupakan konsep keanekaragaman yang relatif
    paling dikenal dan paling banyak digunakan (Magurran, 1988).
    Indeks Shannon dihitung dengan formula berikut :
    𝑯′
    = (𝒑𝒊) (𝒍𝒏𝒑𝒊)
    𝑺
    𝒊=𝟏
    Dimana:
    Pi = ∑ni/N
    H: Indeks Keragaman Shannon-Wiener
    Pi : Jumlah individu suatu spesies/jumlah total seluruh
    spesies
    ni : Jumlah individu spesies ke-i
    N : Jumlah total individu

    Nilai tolok ukur indeks keanekaragaman H’:
    • H’ < 1,0 :
    • • Keanekaragaman rendah,
    • Miskin (produktivitas sangat rendah) sebagai
    • indikasi adanya tekanan ekologis yang berat
    • ,dan
    • • ekosistem tidak stabil
    • 1,0 < H’ 3,322 :
    • Keanekaragaman tinggi,
    • • stabilitas ekosistem mantap,
    • produktivitas tinggi,

    Indeks Jaccard
    𝑺𝑱 =
    𝒂
    /𝒂 + 𝒃 + 𝒄
    • Indeks Sorensen
    𝑺𝑺 =
    𝟐𝒂
    /𝟐𝒂 + 𝒃 + 𝒄
    • Indeks Baroni-Urbani & Buser
    𝑺𝑩 =
    √𝒂𝒅 + 𝒂
    /𝒂 + 𝒃 + 𝒄 + √𝒂𝒅

    Suka

    Balas
  12. Annisa Maulidina

    Nama: Annisa Maulidina
    NIM: 2011012220015
    Kontribusi ilmu kimia terhadap pengembangan biodiversitas dan teknik analisisnya di lingkungan lahan basah.

    Keanekaragaman hayati atau biasa disebut biodiversitas merupakan jumlah dari semua jenis binatang, tumbuhan, jamur, bakteri dan organisme yang hidup di atas bumi dengan berbagai macam jenis habitat di mana mereka tinggal. Diperkirakan oleh para ilmuwan bahwa lebih dari 10 juta dan atau bahkan lebih dari 100 juta jenis spesies makhluk hidup berbeda menghuni bumi. Masing-masing jenis spesies tersebut menyesuaikan diri dengan hal yang unik di dalam lingkungannya, dari puncak pegunungan hingga kedalaman laut yang terdalam dan dari daerah es di kutub sampai ke daerah hujan tropis. Keanekaragaman hayati ini menyebabkan adanya perbedaan atau variasi antara satu makhluk hidup dengan yang lainnya meliputi bentuk, ukuran, warna, dan sifat-sifat lain dari makhluk hidup. Pentingnya keanekaragaman hayati ini dikarenakan adanya saling keterkaitan antar jenis yang fungsional memungkinkan terjadinya keseimbangan dalam kehidupan yakni melalui daur materi dan aliran energi.
    Ilmu kimia berperan dalam keanekaragaman hayati dalam hal mempelajari interaksi interaksi yang ada dan berlangsung pada keanekaragaman tersebut. Tingkat organisasi keanekaragaman hayati meliputi :
    Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik yang tak terpisahkan antara mahluk hidup dengan lingkungan fisik di sekitamya.
    Spesies adalah variasi genetika lengkap yang menghasilkan diri sendiri dan unik, mampu kawin silang dan menghasilkan keturunan subur. Mereka umumnya dianggap sebagai satu-satunya unit keragaman genetik yang dapat bereplikasi sendiri yang dapat berfungsi secara independen.
    Gen adalah unit kerja keturunan setiap gen adalah segmen molekul DNA yang mengkode enzim tunggal atau unit protein struktural. Keanekaragaman genetik adalah dasar dari semua keanekaragaman hayati. Variasi genetik memungkinkan populasi beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan terus berpartisipasi dalam proses kehidupan.
    Teknis analisis keanekaragaman hayati atau biodiversitas:
    Istilah heterogenitas pertama kali dikemukakan oleh GOOD (1953). Berbeda dari konsep “kekayaan jenis”, ukuran keanekaragaman ini ditetapkan hanya berdasarkan struktur kerapatan atau kelimpahan individu dari setiap jenis yang teramati. Oleh karena itu, Magurran (1988) memberikan istilah lain terhadap konsep ini, yaitu dengan sebutan “spesies abundance” atau “kelimpahan jenis”. Hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah taksa yang berbeda meliputi regulitas/equibilitas/keseragaman.
    Keanekaragaman dapat dihitung dengan
    indeks shannon wiener yaitu
    H^’=∑_(i=1)^S▒(pi) (lnpi)
    indeks brilloin
    SIMILARITAS/KESAMAAN/KEMIRIPAN
    Indeks similaritas biner menyangkut empat koefisien utama, yaitu a, b, c dan d yang dibatasi sebagai:
    • a = banyaknya spesies yang terdapat baik di contoh A maupun contoh B
    • b = banyaknya spesies yang terdapat dalam contoh B tetapi tidak terdapat dalam contoh A
    • c = banyaknya spesies yang terdapat dalam contoh A tetapi tidak terdapat dalam contoh B
    • d= banyaknya spesies yang tidak terdapat dalam contoh A maupun B

    Suka

    Balas
  13. rismaa (@bleachdks)

    Nama: Risma Rahmawati
    NIM: 2011012120002
    Kontribusi Ilmu Kimia Terhadap Perkembangan Biodiversitas dan Teknik Analisisnya di Lingkungan Lahan Basah

    PENDAHULUAN
    • Pengertian Biodiversitas
    Biodiversitas atau Keanekaragaman biologi (hayati) adalah jumlah dari semua jenis binatang, tumbuhan, jamur, bakteri dan organisme yang hidup di atas bumi dengan variasi habitat di mana mereka tinggal. Ilmuwan memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta dan atau bahkan lebih dari 100 juta jenis spesies makhluk hidup berbeda menghuni bumi. Masing-Masing jenis adalah menyesuaikan diri dengan hal yang unik di dalam lingkungannya, dari puncak pegunungan hingga kedalaman laut yang terdalam dan dari daerah es di kutub sampai ke daerah hujan tropis.

    • Pengertian Lahan Basah
    Lahan basah adalah wilayah-wilayah dimana tanahnya jenuh dengan air baik bersifat permanen atau musiman
    • Tingkat Organisasi Keanekaragaman Hayati
    a. Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk karena adanya hubungan
    timbal balik yang tak terpisahkan antara mahluk hidup dengan lingkungan fisik di
    sekitarnya.
    b. Spesies adalah variasi genetika lengkap yang menghasilkan diri sendiri dan unik,
    mampu kawin silang dan menghasilkan keturunan subur. Mereka umumnya
    dianggap sebagai satu-satunya unit keragaman genetik yang dapat bereplikasi
    sendiri yang dapat berfungsi secara independen.
    c. Gen adalah unit kerja keturunan setiap gen adalah segmen molekul DNA yang
    mengkode enzim tunggal atau unit protein struktural. Keanekaragaman genetik
    adalah dasar dari semua keanekaragaman hayati. Variasi genetik memungkinkan
    populasi beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan terus berpartisipasi dalam
    proses kehidupan.

    • Pengertian Hutan Mangrove
    Hutan mangrove adalah suatu kelompok jenis tumbuhan berkayu yang tumbuh disepanjang garis pantai tropis dan subtropis yang terlindung dan memiliki semacam bentuk lahan pantai dengan tipe tanah anaerob. 2 Istilah mangrove sering kali dianggap sama dengan bakau. Padahal di beberapa literatur kedua istilah tersebut merujuk pada hal yang berbeda.
    PEMBAHASAN
    Kontribusi kimia terhadap pengembangan biodiversitas salah satunya yaitu pengaruh salah satu logam, yaitu logam Cu terhap keanekaragaman ekosistem magrove. Logam Cu merupakan salah satu unsur yang dipelajari di kimia yang termasuk kedalam golonagan transisi.
    Logam ini terdapat pada akar, batang, maupun daun pada tumbuhan mangrove.
    Logam Cu yang terdapat dalam ekosistem hutan mangrove dapat membantu pertumbuhan tanaman yang hidup di dalamnya, namun konsentrasi logam Cu yang berlebhan juga dapat membahayakan bag makhluk hidup yang hidup disekitar ekosistem hutan mangrove baik bagi tanaman atau hewan yang hidup disekitarnya.

    KESIMPULAN
    Logam Cu pada hutan mangrove berfungsi pada tumbuhan di sekitar hutan tersebut. Namun juga dapat membahayakan jika terlalu banyak.

    Suka

    Balas
  14. firjatulkhoirilhuda

    Nama: Firjatul Khoiril Huda
    NIM: 2011012310008

    Biodiversitas atau Keanekaragaman biologi (hayati) adalah jumlah dari semua jenis binatang, tumbuhan, jamur, bakteri dan organisme yang hidup di atas bumi dengan variasi habitat di mana mereka tinggal. Ilmuwan memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta dan atau bahkan lebih dari 100 juta jenis spesies makhluk hidup berbeda menghuni bumi. Makhluk hidup yang beranekaragam berinteraksi dengan sesamanya (lingkungan biotik) dan dengan lingkungan abiotik (tidak hidup) seperti air, tanah, cahaya matahari, suhu, kelembapan, dan mineral. Kombinasi tersebut membentuk lingkungan yang beragam. Istilah heterogenitas pertama kali dikemukakan oleh GOOD (1953). Berbeda dari konsep “kekayaan jenis”, ukuran keanekaragaman ini ditetapkan hanya berdasarkan struktur kerapatan atau kelimpahan individu dari setiap jenis yang teramati. Oleh karena itu, Magurran (1988) memberikan istilah lain terhadap konsep ini, yaitu dengan sebutan “spesies abundance” atau “kelimpahan jenis”.
    Indeks Shannon-Wiener
    Konsep ini merupakan konsep keanekaragaman yang relatif paling dikenal dan paling banyak digunakan (Magurran, 1988). Indeks Shannon dihitung dengan formula berikut : 𝑯′= 𝒑𝒊) (𝒍𝒏𝒑𝒊𝑺𝒊=𝟏 )
    Dimana:
    Pi = Σni/N
    H : Indeks Keragaman Shannon-Wiener
    Pi : Jumlah individu suatu spesies/jumlah total seluruh spesies
    ni : Jumlah individu spesies ke-i
    N : Jumlah total individu

    Nilai tolok ukur indeks keanekaragaman H’:
    •H’ < 1,0 :
    •Keanekaragaman rendah,
    •Miskin (produktivitas sangat rendah) sebagai indikasi adanya tekanan ekologis yang berat ,dan
    •ekosistem tidak stabil
    •1,0 < H’ 3,322 :
    •Keanekaragaman tinggi,
    •stabilitas ekosistem mantap,
    •produktivitas tinggi.

    SIMILARITAS/KESAMAAN/KEMIRIPAN
    Indeks similaritas biner menyangkut empat koefisien utama, yaitu a, b, c dan d yang dibatasi sebagai:
    •a = banyaknya spesies yang terdapat baik di contoh A maupun contoh B
    •b = banyaknya spesies yang terdapat dalam contoh B tetapi tidak terdapat dalam contoh A
    •c = banyaknya spesies yang terdapat dalam contoh A tetapi tidak terdapat dalam contoh B
    •d= banyaknya spesies yang tidak terdapat dalam contoh A maupun B

    Suka

    Balas
  15. 𓍼𝑮𝑰𝑨²⁴ʰ𓍯 (@cpricornchwly)

    Nama : Anggi Muthia Dewi
    NIM : 2011012120008

    BIODIVERSITAS DAN TEKNIK ANALISISNYA

    Biodiversitas atau Keanekaragaman biologi (hayati) adalah jumlah dari semua jenis binatang, tumbuhan, jamur, bakteri dan organisme yang hidup di atas bumi dengan variasi habitat di mana mereka tinggal. Ilmuwan memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta dan atau bahkan lebih dari 100 juta jenis spesies makhluk hidup berbeda menghuni bumi. Masing-Masing jenis adalah menyesuaikan diri dengan hal yang unik di dalam lingkungannya, dari puncak pegunungan hingga kedalaman laut yang terdalam dan dari daerah es di kutub sampai ke daerah hujan tropis. Komponen biodiversitas atau keanekaragaman hayati yang terdiri dari: keaneragaman genetik, keanekaragaman spesies dan keaneragaman ekosistem. Keanekaragaman jenis makhluk hidup dikelompokan secara sistematik dalam takson-takson berdasarkan persamaan dan perbedaan bentuk, fisiologis, maupun genetik yang menunjukkan hubungan kekerabatan dalam proses evolusi. Biodiversitas ditemukan diseluruh dunia dan setiap benua memiliki keunikan habitat tersendiridalam bentuk kehidupan dan biodiversitas tertinggi ditemukan di daerah tropis.
    Istilah heterogenitas pertama kali dikemukakan oleh GOOD (1953). Berbeda dari konsep “kekayaan jenis”, ukuran keanekaragaman ini ditetapkan hanya berdasarkan struktur kerapatan atau kelimpahan individu dari setiap jenis yang teramati. Oleh karena itu, Magurran (1988) memberikan istilah lain terhadap konsep ini, yaitu dengan sebutan “spesies abundance” atau “kelimpahan jenis”. • Untuk memperjelas konsep “kelimpahan jenis” ini sebagai salah satu ukuran keanekaragaman.
    Lahan Basah adalah “Daerah-daerah rawa, payau, lahan gambut, dan perairan; tetap atau sementara; dengan air yang tergenang atau mengalir; tawar, payau, atau asin; termasuk wilayah perairan laut yang kedalamannya tidak lebih dari enam meter pada waktu surut” (Konvensi Ramsar). Lahan basah memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Fungsi lahan basah tidak saja dipahami sebagai pendukung kehidupan secara langsung, seperti sumber air minum dan habitat beraneka ragam mahluk, tapi juga memiliki berbagai fungsi ekologis seperti pengendali banjir, pencegah intrusi air laut, erosi, pencemaran, dan pengendali iklim global.

    Funsi lahan basah yaitu :
    1. Filter alami Lahan basah alami berfungsi sebagai biofilter yang memurnikan perairan. Nutrisi termasuk polusi organik dari pertanian terakumulasi di lahan basah seperti rawa yang kaya nutrisi dan terangkat di vegetasi yang rimbun. Di lahan basah yang dimodifikasi, perairan kaya nutrisi akan cepat mengalir melalui selokan lurus dan mengalir langsung ke sungai yang lebih besar dan lebih jauh ke Laut Baltik, sementara dalam sistem alami, secara bertahap diserap.
    2. Spons alami Hutan lahan basah, lumbung dan rawa akan menangkap sejumlah besar air selama banjir, kemudian secara bertahap melepaskan air dan dengan demikian berfungsi sebagai spons besar. Sebaliknya, aliran air yang diluruskan melalui selokan drainase, sama halnya dengan jaringan pipa, dengan cepat melepaskan air yang menyebabkan risiko banjir yang sangat tinggi di hilir.
    3. Mengurangi pemanasan global Pemanasan global telah menjadi salah satu tantangan utama di dunia kontemporer. Para ilmuwan telah menemukan bahwa lahan basah adalah penyimpanan karbon alami. Pengeringan lahan basah menyebabkan dekomposisi gambut dan bahan organik lainnya disimpan di lahan basah alami. Ketika gambut didekomposisi, gas tersebut mengeluarkan sejumlah besar gas rumah kaca, CO2 dan metana ke atmosfer.
    4. Tempat tinggal satwa-satwa terancam punah Beberapa spesies burung yang terancam punah di seluruh Eropa dapat dijumpai di Kemeri National Park, misalnya White-Tailed Eagle, Lesser Spotted Eagle, Eagle Owl dan Black Stork atau Bangau Hitam. Lynx dan serigala tinggal di hutan yang luas, sementara Kelelawar kolam, spesies kelelawar yang sangat langka, dapat ditemukan di bangunan tua yang ada di Kemeri National Park.
    TEKNIS ANALISIS KEANEKARAGAMAN HAYATI / BIODIVERSITAS
    Indeks Shannon-Wiener
    Konsep ini merupakan konsep keanekaragaman yang relatif paling dikenal dan paling banyak digunakan (Magurran, 1988).
    Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener
    Indeks disamping dapat menggambarkan keanekaragaman species, juga dapat menggambarkan produktivitas ekosistem, tekanan pada ekosistem, dan kestabilan ekosistem. Semakin tinggi nilai indeks H’ maka semakin tinggi pula keanekaragaman species, produktivitas ekosistem, tekanan pada ekosistem, dan kestabilan ekosistem

    Nilai tolok ukur indeks keanekaragaman adalah :
    • H’ < 1,0 :
    • Keanekaragaman rendah,
    • Miskin (produktivitas sangat rendah) sebagai
    indikasi adanya tekanan ekologis yang berat dan
    • ekosistem tidak stabil
    • 1,0 < H’ 3,322 :
    • Keanekaragaman tinggi,
    • stabilitas ekosistem mantap,
    • produktivitas tinggi,

    Jika seluruh individu yang terlibat dalam pengamatan dan pengukuran dapat diidentifikasi dan dihitung.
    • Jenis dipengaruhi oleh preferensi tertentu
    • Komunitas yang disusun oleh populasi tidak
    menyebar acak
    • Bukan karena pengaruh pencemaran

    Suka

    Balas
  16. Daffa Aprillia

    NAMA: Daffa Aprillia P.M
    NIM: 2011012320002
    Apa itu heterogenitas? Dalam kamus Mariam Webster, heterogenitas memiliki arti kualitas atau keadaan dari keberadaan heterogen. Sementara heterogen memiliki arti yang terbentuk dari bagian-bagian yang berbeda, atau terdiri dari yang tidak sama baik bahan maupun jumlah yang berbeda. Pengertian Heterogenitas adalah keanekaragaman atau juga kemajemukan. Di Indonesia faktor geografis dan juga sejarah di masa lalu, memiliki tingkat Heterogenitas yang cukup tinggi dan bahkan didaulat sebagai salah satu Negara paling beragam di dunia.Menurut Gans (1961) Pengaruh heterogenitas pada hubungan sosial bahwa arsitektur dapat mendorong atau mengurangi kontak sosial antara tetangga. Kepercayaan pada efektivitas heterogenitas didasarkan pada asumsi bahwa jika orang-orang yang beragam hidup bersama, mereka pasti akan menjadi tetangga yang baik, sebagai hasilnya mereka akan belajar dan akan
    Jenis Heterogenitas
    • Heterogenitas masyarakat berdasarkan profesi/pekerjaan. Masyarakat Indonesia yang besar ini penduduknya terdiri dari berbagai profesi seperti pegawai negeri, tentara, pedagang, pegawai swasta, dsbnya. Setiap pekerjaan memerlukan tuntutan profesionalisme agar dpat dikatakan berhasil. Untuk itu diperlukan penguasaan ilmu dan melatih ketrampilan yang berkaitan dengan setiap pekerjaan. Setiap pekerjaan juga memiliki fungsi di masyarakat karena merupakan bagian dari struktur masyarakat itu sendiri. Hubungan antar profesi atau orang yang memiliki profesi yang berbeda hendaknya merupakan hubungan horisontal dan hubungan saling menghargai biarpun berbeda fungsi, tugas, bahkan berbeda penghasilan.
    • Heterogenitas atas dasar jenis kelamin. Di Indonesia biarpun secara konstitusional tidak terdapat diskriminasi sosial atas dasar jenis kelamin, namun pandangan “gender” masih dianut sebagaian besar masyarakat Indonesia. Pandangan gender ini dikarenakan faktor kebudayaan dan agama. Apabila kita melihat kemajuan Indoensia sekarang ini, banyak perempuan yang berhasil mengusai Iptek dan memiliki posisi yang strategis dalam masyarakat. Maka sudah selayaknya perbedaan jenis kelamin dikatagorikan secara horisontal, yaitu hubungan kesejajaran yang saling membutuhkan dan saling melengkapi. Dari kedua jenis Heterogenitas tersebut dapat ditarik kesimpulan : melalui Heterogenitas memunculkan adanya profesionalisme dalam pekerjaan, keterampilan khusus (skill), spesialisasi pekerjaan, penyadaran HAM, dsbnya.
    Analisis keanekaragaman hayati pada akhirnya akan mencoba membuat ekosistem yang ideal dan stabil. Kestabilan ekosistem ditandai dengan adanya kekayaan spesies, keragaman spesies, dan kemerataan spesies dalam ekosistem. Kestabilan ekosistem akan memberikan manfaat jasa lingkungan yang sangat berharga bagi manusia.
    Indeks keanekaragaman spesies merupakan indeks yang menyatakan struktur komunitas dan kestabilan ekosistem. Semakin baik indeks keragaman spesies maka suatu ekosistem semakin stabil. Indeks keragaman ini biasa menggunakan indeks Shannnon, indeks Margalef, dan indeks Simpson (Indriyanto 2012). Indeks Shannon-Wiener merupakan indeks yang sesuai untuk menghitung tingkat keragaman spesies (Suratissa dan Rathnayake 2016).

    Suka

    Balas
  17. dwinrj

    Nama : Dwi Nurjanah
    NIM : 2011012120004
    Biodiversitas dan Teknik Analisanya
    Biodiversitas adalah jumlah dari semua jenis binatang, tumbuhan, jamur, bakteri dan organisme yang hidup di atas bumi dengan variasi habitat di mana mereka tinggal. Ilmuwan memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta dan atau bahkan lebih dari 100 juta jenis spesies makhluk hidup berbeda menghuni bumi. Masing-Masing jenis adalah menyesuaikan diri dengan hal yang unik di dalam lingkungannya, dari puncak pegunungan hingga kedalaman laut yang terdalam dan dari daerah es di kutub sampai ke daerah hujan tropis.
    Kekayaan hayati di dunia tidak tersebar seragam, daerah tropis umumnya merupakantempat hidup berbagai jenis spesies dalam jumlah yang besar dibandingkan daerah lain.Secara efisien dan efektif diperlukan target dalam usaha konservasi dengan mengetahui dimana pusat keanekaragaman hayati yang dijadikan tingkatan prioritas secara nasionalmaupun internasional. Dalam skala global, secara sederhana dapat diidentifikasi daerah targetyang dimaksud dengan membuat penilaian (scoring) antar negara yang memiliki kekayaan spesies yang tinggi.
    Keanekaragaman hayati dapat terjadi pada berbagai tingkat kehidupan, mulai dari organisme tingkat rendah sampai organisme tingkat tinggi. Berikut macam-macam keanekaragaman hayati, yaitu:
    1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen
    Gen merupakan bagian kromosom yang mengendalikan ciri atau sifat suatu organisme yang bersifat diturunkan dari induk/orang tua kepada keturunannya. Gen pada setiap individu, walaupun perangkat dasar penyusunnya sama, tetapi susunannya berbeda-beda bergantung pada masing-masing induknya. Susunan perangkat gen inilah yang menentukan ciri atau sifat suatu individu dalam satu spesies.
    2. Keanekaragaman hayati tingkat jenis
    Untuk mengetahui keanekaragaman hayati tingkat jenis pada tumbuhan atau hewan, dapat diamati, antara lain ciri-ciri fisiknya. Misalnya bentuk dan ukuran tubuh, warna, kebiasaan hidup dan lain-lain.
    3. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem
    Lingkungan hidup meliputi komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik meliputi berbagai jenis makhluk hidup mulai yang bersel satu (uniseluler) sampai makhluk hidup bersel banyak (multiseluler) yang dapat dilihat langsung oleh kita. Komponen abiotik meliputi iklim, cahaya, batuan, air, tanah, dan kelembaban. Ini semua disebut faktor fisik. Selain faktor fisik, ada faktor kimia, seperti salinitas (kadar garam), tingkat keasaman, dan kandungan mineral. Baik komponen biotik maupun komponen abiotik sangat beragam atau bervariasi. Oleh karena itu, ekosistem yang merupakan interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik pun bervariasi pula.
    Kekayaan jenis adalah jumlah jenis (spesies) dalam suatu komunitas. Ukuran keanekaragaman berdasarkan konsep kekayaan jenis, jumlah jenis seringkali meningkat sejalan dengan peningkatan luas petak.
    1. Indeks Simpson
    Indeks ini digunakan untuk mengetahui kompleksitas suatu komunitas yang populasinya tak terhingga. Indeks ini berkisar antara 0-1. Semakin mendekati angka 1 maka komunitas semakin kompleks dan mantap.
    2. Indeks Pielou
    Indeks ini digunakan untuk populasi terhingga
    3. Indeks Shannon-Wiener
    Konsep ini merupakan konsep keanekaragaman yang relatif paling dikenal dan paling banyak digunakan.
    4. Indeks Brillouin
    Indeks ini relatif lebih sederhana. Variabel diukur di lapangan hanya dengan banyaknya individu dari setiap jenis yang dijumpai pada unit contoh.
    Indeks keseragaman/kemerataan (Index of Evennes)
    Konsep ini menunjukkan derajat kemerataan kelimpahan individu antara setiap spesies. Apabila setiap jenis memiliki jumlah individu yang sama, maka komunitas tersebut mempunyai nilai “EVENNESS” maksimum. Sebaliknya jika nilai kemerataan kecil, maka dalam komunitas tersebut terdapat jenis dominan, sub-dominan dan jenis yang terdominasi, maka komunitas tersebut memiliki “EVENNESS” minimum.

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.