Arsip Bulanan: Maret 2020

Tuntunan Islam Menghadapi Wabah Virus Corona

Saudaraku, kaum muslimin rahimakumullah.

Sesuatu yang kita ketahui bersama bahwa ketika wabah penyakit tersebar, banyak manusia yang merasakan takut, sedih, sempit, dan panik. Tak jarang, akibat perasaan tersebut, manusia melakukan hal-hal yang kurang sesuai dengan syariat, seperti mencela, berkeluh kesah, mengumpat, dan lain-lain.

Alhamdulillah, agama Islam adalah agama yang sempurna. Agama ini telah mengajarkan kepada pemeluknya berbagai doa yang dipanjatkan ketika tertimpa kesedihan, kesempitan, dan gundah gulana. Oleh karena itu, pada artikel ini kami lampirkan sebagian doa-doa ketika menghadapi kesulitan, kesempitan, kesusahan, dan gundah gulana. Semoga bermanfaat bagi kehidupan kita secara umum dan secara khusus di masa-masa wabah penyakit seperti ini.

1️⃣. Doa Ketika Tertimpa Kesempitan dan Kesusahan

●> Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma,

“Apabila Nabi shallallahu alaihi wa sallam tertimpa kesusahan, beliau berdoa,

LAA ILAAHA ILLALLAAHUL ‘AZHIIMUL HALIIM, LAA ILAAHA ILLALLAAHU RABBUL ‘ARSYIL ‘AZHIIM, LAA ILAAHA ILLALLAAHU RABBUSSAMAAWAATI WA RABBUL ARDHI WA RABBUL ‘ARSYIL KARIIM

“Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali hanya Allah Yang Mahaagung lagi Mahasantun. Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali Allah semata, Rabb ‘Arsy yang agung. Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali hanya Allah semata, Rabb langit-langit dan bumi serta Rabb ‘Arsy yang mulia.” 
(HR. al-Bukhari no. 6346 dan Muslim no. 2730)

2️⃣. Bacaan yang Diucapkan Ketika Kesusahan

●> Sahabiyah Asma’ bintu ‘Umais radhiyallahu anha mengatakan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepadaku,

“Maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang hendaklah engkau ucapkan ketika tertimpa kesusahan,


“ALLAAHU ALLAAHU RABBII, LAA USY RIKU BIHII SYAI AN”

“Allah… Allah… (Dialah) Rabbku. Aku tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun.”
(HR. Abu Dawud no. 1525. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Abi Dawud no. 1525)

3️⃣. Bacaan yang Diucapkan dalam Kondisi Sempit dan Terdesak

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Doa Dzun-Nun (Nabi Yunus) ketika beliau berada di dalam perut ikan paus, beliau berdoa,

LAA ILAA HA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZHZHAALIMIIN

“Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali Engkau (Allah) semata. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.”

“Sungguh, tidaklah seorang muslim berdoa dengan mengucapkan kalimat ini dalam keadaan segenting apa pun, kecuali Allah pasti akan mengabulkannya.”
(HR. at-Tirmidzi no. 3505. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi no. 3505)

4️⃣. Doa Orang yang Tertimpa Kesulitan

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,


“Doa orang yang tertimpa kesulitan adalah ALLAAHUMMA RAHMATAKA ARJUU WA LAA TAKILNII ILAA NAFSI THARFATA ‘AIN WA ASH LIH LII SYA-NII KULLAH LAA ILAA HA ILLAA ANTA

Ya Allah, hanya rahmat-Mu lah yang kumohon, janganlah Engkau menyerahkan aku kepada diriku sendiri walaupun hanya sekejap mata. (Ya Allah,) perbaikilah keseluruhan urusanku. Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali Engkau (Allah) semata.”
(HR. al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Adab al-Mufrad no. 539)

5️⃣. Doa Ketika Tertimpa Hamm (Kekhawatiran dan Kesedihan dalam Membayangkan Sesuatu di Masa Depan) dan Huzn (Kesedihan dan Kegundahan ketika Teringat Sesuatu di Masa Lalu)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

“Tidaklah seorang hamba tertimpa suatu hamm (kekhawatiran dan kesedihan dalam membayangkan sesuatu di masa depan) dan huzn (kesedihan dan kegundahan ketika teringat sesuatu di masa lalu) pun, lalu dia berdoa,

ALLAAHUMMA INNII ‘ABDUKA WABNU ‘ABDIKA WABNU AMATIKA. NAASHIYATII BIYADIKA. MAADHIN FIYYA HUKMUKA. ‘ADLUN FIYYA QADHAA U KA. AS ALUKA BIKULLISMIN HUWA LAKA. SAMMAITA BIHII NAFSAKA. AU ANZALTAHUU FII KITAABIKA. AU ‘ALLAMTAHUU AHADAN MIN KHALQIKA. AWISTA- TSARTA BIHII FII ‘ILMIL GHAIBI ‘INDAKA. AN TAJ ‘ALAL QUR AANA RABII ‘A QALBII. WA NUURA SHAD RII. WA JILAA A HUZNII. WA DZA HAABA HAMMI

“Ya Allah, sungguh aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu, anak hamba-Mu (yang perempuan), ubun-ubunku di tangan-Mu, telah lewat bagiku hukum-Mu, adil takdir-Mu bagiku. Aku meminta kepada-Mu dengan semua nama yang Engkau miliki, yang Engkau namakan diri-Mu sendiri, atau Engkau ajarkan kepada seorang dari hamba-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau khususkan dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar Engkau jadikan al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, pelapang kesedihanku, dan penghilang kegundahanku.”

“Kecuali Allah Azza Wa Jalla akan mengangkat rasa gundah gulananya dan Allah akan mengganti kesedihannya dengan kegembiraan.”

Para sahabat bertanya “Wahai Rasulullah, apakah sebaiknya kami mempelajari rangkaian kalimat (doa) tersebut?”

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab,
“Tentu. Hendaklah muslim yang mendengar (doa dalam hadits ini) untuk mempelajarinya.”
(HR. Ahmad 1/391, dari sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu. Hadits ini dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no. 199)

6️⃣. Doa Ketika Menghadapi Permasalahan yang Sulit dan Pelik

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

ALLAAHUMMA LAA SAHLA ILLAA MAA JA ‘ALTAHU SAHLAN WA ANTA TAJ ‘ALUL HAZANA IDZAA SYI` TA SAHLAN

“Ya Allah, tidaklah ada kemudahan, kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan Engkaulah yang menjadikan kesedihan/kesulitan ini menjadi mudah, jika Engkau menghendakinya.”
(HR. Ibnu Hibban no. 974, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu anhu. Hadits ini dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no. 2886)

Saudaraku, kaum muslimin rahimakumullah.

Demikian sebagian doa yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam menghadapi keadaan yang sulit, genting, dan ketika tertimpa kesedihan serta gundah gulana.

🤲🏻 Semoga Allah senantiasa memberikan kita taufik untuk ridha atas takdir-Nya dan menjadikan lisan kita untuk senantiasa memanjatkan doa hanya kepada-Nya.
 

📝Ditulis oleh Ustadz Abu Ismail Arif
https://asysyariah.com/doa-doa-ketika-tertimpa-kesempitan-dan-kesedihan/

DOA-DOA KETIKA TERTIMPA KESEMPITAN DAN KESEDIHAN (7)

Pengenalan Invertebrata Sebagai Bioindikator

Pengertian Invertebrata

Seperti yang dijelaskan sedikit mengenai Invertebrata merupakan kelompok hewan yang tidak memiliki atau mempunyai tulang belakang. Animalia atau hewan yang termasuk dalam kelompok ini mempunyai habitat yang sangat bermacam jenis mulai, dari laut, sungai, darat, bahkan juga sampai di pegunungan. Hewan-hewan yang termasuk dalam kelompok ini kebanyakan memiliki umur yang relatif singkat. Jarang juga yang bisa sampai berusia lebih dari satu tahun.

Jenis Invertebrata
Dibawah ini akan dijelaskan jenis dari Invertebrata, terdapat dua kelompok yakni, yang berdasarkan Jenis Simetris tubuhnya dan yang berdasarkan tingkat perkembangan lapisan tubuhnya, Dibawah ini merupakan penjelasannya:


Berdasarkan jenis simetri tubuhnya
Dengan berdasarkan jenis simetri tubuhnya, Invertebrata ini dapat dibedakan menjadi :
1. Kelompok hewan bersimetri radial serta
2. Kelompok hewan bersimetri bilateral.
Kelompok hewan bersimetri radial, Disebut dengan hewan bersimetri radial karena tubuhnya itu dapat dipotong menjadi 2 bagian yang simetris dengan melalui lebih dari satu arah. Oleh karenanya, tubuh hewan yang bersimetri radial itu biasanya berbentuk silindris atau juga membulat. Bagian tubuh sebelah atas yang dekat dengan mulut itu disebut bagian oral, sedangkan untuk bagian di sebelah bawah disebut dengan bagian suboral.
Kelompok hewan bersimetri bilateral, disebut sebagai hewan bersimetri bilateral karena tubuhnya itu dapat dipotong menjadi dua bagian yang simetris hanya dengan melalui satu arah. Oleh sebab itu, tubuh hewan yang bersimetri bilateral ini biasanya dapat dipotong menghasilkan dua bagian yang simetris dari arah kepala (cephal) terus ke arah ekor (caudal) serta juga bidang tersebut berdiri atau vertikal artinya dari arah atas (superior) dan ke arah bawah (inferior).

Berdasarkan tingkat perkembangan lapisan tubuhnya
Dengan berdasarkan tingkat perkembangan lapisan tubuhnya, Invertebrata tersebut dibedakan menjadi diploblastik dan triploblastik.
Diploblastik. Hewan diploblastik ini memiliki dua (2) lapisan tubuh, yakni endodermis (dalam) serta ektodermis (luar), misalnya Porifera dan Cnidaria.
Triploblastik. Dengan berdasarkan ada tidaknya rongga tubuh (selom), hewan triploblastik ini dibedakan menjadi triploblastik aselomata, triploblastik pseudoselomata, serta juga triploblastik selomata, dibawah ini merupakan penjelasannya :
Triploblastik Aselomata. Hewan-hewan triploblastik aselo-mata mempunyai tiga lapisan tubuh (ektodermis, mesodermis, dan endo-dermis) dan tidak mempunyai rongga tubuh, misalnya seperti Platyhelminthes (cacing pipih).
Triploblastik Pseudoselomata. Hewan-hewan pada golongan ini memiliki tiga (3) lapisan tubuh (ektodermis. mesodermis, serta juga endodermis) yang mempunyai rongga dalam saluran tubuh. misalnya seperti Nemathelminthes.
Triploblastik Selomata. Hewan-hewan triploblastik selo¬mata ini mempunyai tiga lapisan tubuh (ektodermis, mesodermis, serta juga endo¬dermis) dan juga memiliki rongga tubuh yang terisi oleh cairan serta juga ada peng- gantung organ (yang disebut mesenteron misalnya seperti Annelida, Mollusca, Arthro- poda, Echinodermata, dan juga Chordau (hewan bertulang belakang).Hewan-hewan yang termasuk kelompok Invertebrata, diantaranya seperti Porifera (hewan berpori), Cnidaria (hewan bersengat), Platyhelminthes (cacing pipih), Nemathelminthes (cacing benang/ cacing gilik), Annelida (cacing gelang), Mollusca (hewan bertubuh lunak), Arthropoda (hewan yang mempunayai kaki bersendi-sendi), dan Echinodermata (hewan atau animalia berkulit duri).

Ciri-ciri hewan invertebrata
– Ciri khas hewan invertebrata hewan ini adalah tidak memiliki tulang belakang.
– Hewan invertebrata pada dasarnya memiliki ukuran kecil karena tidak mempunyai struktur yang begitu kompleks dalam tubuhnya
– Hewan Inverterata ini tidak memiliki tulang endoskeleton keras.
– Invertebrata adalah sebuah organisme multiseluler, akan tetapi tidak mempunyai dinding sel.
– Invertebrata bereproduksi dengan secara seksual gamet jantan dan gamet betina.
– Invertebrata berhabitat di seluruh belahan dunia, mereka mampu untuk bertahan hidup cukup lama karena mudah menyesuaikan dengan lingkungannya.
– Invertebrata juga termasuk hewan heterotrof, merupakan hewan konsumer yang tidak mampu untuk membuat makanannya sendiri.
– Kebanyakan hewan porifera tersebut bisa bergerak kecuali porifera dewasa.
– Hewan inveretebrata mempunyai kerangka luar.
– Hewan invertebrata tidak mempunayi kerangka dalam (internal) yang berupa tulang.
– Hewan invertebrata mempunyai banyak jaringan
– Meskipun kecil hewan invertebrata tersebut memiliki tulang tengkorak.
– Invertebrata tidak mempunyai atau memiliki paru-paru, akan tetapi bernafas dengan melalui kulitnya.
– Tubuh invertebrata tersebut dibagi menjadi tiga bagian yaitu, kepala, dada serta perut.
– Sistem pernafasan dan juga sistem morfologi, serta sistem pencernaan lebih sederhana dari pada hewan vertebrata.

9 fillum hewan invertebrata. Terdapat 9 fillum didalam klafisikasi avertebrata yaitu:
1. Annelida
2. Arthropoda
3. Coelenterata
4. Echinodermata
5. Mollusca
6. Nemathelminthes
7. Platyhelminthes
8. Porifera
9. Protozoa

Contoh hewan Invertebrata
Untuk contoh akan dibedakan kedalam dua jenis diantaranya sebagai berikut:
Contoh Invertebrata Pada Tiap Filum
1. Porifera : Sycon, Spongilla ( Spons air tawar), Spons, Euspongia.
2. Cnidaria : Adamis, anemon laut, hydra, pennatula, physalia, Aurelia, gorgonia, meandrina.
3. Ctenophora : Pleurobranchia, Ctenophora
4. Platyhelminthes : Cacing hati ( Fasciola ), Cacing pita ( Taenia ), .
5. Aschelminthes : Cacing filaria ( Wuchereria), Cacing tambang, Bulat cacing ( Ascaris ), .
6. Annelida : Nereis,lintah pengisap darah, cacing tanah,
7. Arthropoda : Lebah madu, Nyamuk- Anopheles, Culex, Aedes, Belalang ( Locusta ), Ulat, Kepiting ( Limulus )
8. Mollusca : Chiton,tiram mutiara, sepia, octopus, cumi-cumi ( loligo ), Pila, hare laut.
9. Echinodermata : landak laut, lily laut, teripang,ikan, bintang, bintang rapuh.

Contoh Invertebarata yang umum
1. Krustasea
2. Semut
3. Lipan
4. Tawon
5. Laba-laba
6. Kecoa
7. Belalang
8. Lebah madu
9. Rayap
10. Serangga tongkat
11. Jangkrik
12. Mantis
13. Spons
14. Kepiting
15. Lintah
16. Cacing Tanah
17. Bintang ikan.
18. Siput
19. Gurita

Penggunaan invertebrata laut sebagai indikator pencemaran telah dirintis oleh WILHELMI dan BLEGVAD, kira-kira pada tahun 1916 dan 1932 (REISH 1970). Pada saat itu WILHELMI (dalam REISH 1970), mengungkapkan peranan cacing Capitella capitata sebagai indikator pencemaran laut di perairan Jerman, yang fungsinya -kira sama dengan fungsi cacing Tubifex untuk perairan tawar (freshwater area).

Penggunaan biota laut sebagai indikator pencemaran (termasuk Capitella capitata) adalah didasarkan kepada pemikiran, bahwa : dalam suatu perairan normal dan tidak tercemar akan terlihat berbagai biota laut dari semua tingkatan trofik, mulai dari kelompok pengurai (bakteri), produsen (flora), konsumen primer (herbivora), pemangsa (carnivora), dan pemakan segala (omnivora) yang berada dalam kondisi berimbang dan lestari. Kemudian masuk suatu zat pencemar yang mempunyai sifat racun (toksik). Setiap biota akan berusaha beradaptasi semaksimal mungkin demi untuk kelangsungan hidupnya. Bila tekanan zat pencemar tersebut terus bertambah atau dikatakan pencemaran semakin meningkat, akan terjadi semacam suksesi dari biota laut.

Terlihat keanekaragaman jenis akan menurun dengan tajam, dan akan sampai pada suatu keadaan dimana hanya sekelompok kecil biota saja yang menonjol dengan jumlah populasi yang melimpah. Biota inilah yang bisa disebut sebagai indikator pencemaran (Pearson et al. 1983).

Pustaka

Ibeng,P. 2019. Invertebrata : Pengertian, Jenis, Ciri, Fillum, dan Contohnya. https://pendidikan.co.id/invertebrata-pengertian-jenis-ciri-fillum-dan-contohnya.

Pearson, T.H., J.S. Gray and P.J. Johannessen 1983. Objective selection of sensitive species indicative of pollution-induced changed in benthic
communities. 2. Data analyses. Mar. Ecol. Progr. Ser. 12 : 237 – 255.

Biodiversitas melahirkan berbagai produk herbal

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Salah satu dari kekayaan alam tersebut adalah tumbuhan berkhasiat. Sekitar 9.600 spesies tumbuhan di Indonesia diketahui berkhasiat sebagai obat. Namun, hanya sekitar 200 spesies yang telah dimanfaatkan sebagai bahan baku industri obat tradisional. Jumlah angka spesies tersebut memberikan peluang bagi Indonesia sebagai penyedia bahan baku obat herbal dunia.

Sebagai kajian life science yang mendukung peningkatan kualitas bahan baku dan mutu produknya yang berbasis kekayaan alam Indonesia agar bisa menjadi industri yang mandiri, maka Biologi seharusnya berada di posisi terdepan untuk mengembangkan hal ini. Selain itu, pengembangan keilmuan juga perlu mengedepankan tiga potensi keragaman alam antara lain keanekaragaman budaya (culture diversity), keanekaragaman geologi (geodiversity) dan keanekeragaman hayati (biodiversity).

Pustaka

http://www.bumn.go.id/biofarma/berita/0–Biodiversity-Indonesia-Lahirkan-Ragam-Produk-Herbal