Arsip Bulanan: April 2020

Mengenal Perbedaan Analisis Kualitatif Dengan Kuantitatif

Secara umum penelitian kualitatif merupakan sebuah metode yang menekankan pada aspek pemahaman lebih mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat sebuah permasalahan. Penelitian kualitatif adalah sebuah penelitian riset yang sifatnya deskripsi, cenderung menggunakan analisis dan lebih menampakkan proses maknanya.

Metode penelitian kuantitatif adalah metode yang digunakan dalam meneliti terhadap sampel dan populasi penelitian, teknik pengambilan sampel umumnya dilakukan dengan acak atau random sampling. Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan cara memanfaatkan instrumen penelitian yang dipakai. Analisis data yang digunakan bersifat kuantitatif atau bisa diukur dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang ditetapkan sebelumnya.

Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif dapat dilihat dari beberapa segi. Perlu kamu ketahui bahwa kedua metode atau pendekatan penelitian tersebut tidak selamanya saling bertentangan satu sama lain. Ada juga beberapa hal juga memiliki kesamaan atau kemiripan.

1. Desain Penelitian

• Kualitatif bersifat umum, fleksibel, dan dinamis. Penelitian kualitatif sendiri dapat berkembang selama proses penelitian berlangsung.

• Kuantitatif memiliki sifat yang khusus, terperinci, dan statis. Alur dari penelitian kuantatif sendiri sudah direncanakan sejak awal dan tidak dapat diubah lagi.

2. Analisis Data

• Kualitatif dapat dianalisis selama proses penelitian berlangsung.

• Kuantitatif dapat dianalisis pada tahap akhir sebelum laporan.

3. Istilah Subjek Penelitian

• Kualitatif memiliki subjek penelitian yang biasa disebut dengan narasumber.

• Kuantitatif memiliki subjek penelitian yang biasa disebut dengan responden.

4. Cara Memandang Fakta

• Kualitatif: Penelitian kualitatif memandang “Fakta/Kebenaran” tergantung pada cara peneliti menginterpretasikan data. Hal ini dikarenakan ada hal-hal kompleks yang tidak bisa sekedar dijelaskan oleh angka, seperti perasaan manusia. Penelitian kuantitatif berangkat dari data yang kemudian dijelaskan oleh teori-teori yang dianggap relevan, untuk menghasilkan suatu teori yang menguatkan teori yang sudah ada.

• Kuantitatif: Penelitian kuantitatif memandang “Fakta/Kebenaran” berada pada objek penelitian di luar sana. Peneliti harus netral dan tidak memihak. Apapun yang ditemukan di lapangan, itulah fakta. Penelitian kuantitatif berangkat dari teori menuju data.

5. Pengumpulan Data

• Kualitatif: Penelitian kualitatif lebih berfokus pada sesuatu yang tidak bisa diukur oleh hitam putih kebenaran, sehingga pada penelitian kualitatif peneliti mengorek data sedalam-dalamnya atas hal-hal tertentu. Sehingga, kualitas penelitian kualitatif tidak terlalu ditentukan oleh banyaknya narasumber yang terlibat, tetapi seberapa dalam peneliti menggali informasi spesifik dari narasumber yang dipilih.

• Kuantitatif: Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan serangkaian instrumen penelitian berupa tes/kuesioner. Data yang terkumpul kemudian dikonversikan menggunakan kategori/kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya. Kualitas penelitian kuantitatif ditentukan oleh banyaknya responden penelitian yang terlibat.

6. Representasi Data

• Kualitatif: Hasil penelitian kualitatif berupa interpretasi peneliti akan sebuah fenomena, sehingga laporan penelitian akan lebih banyak mengandung deskripsi.

• Kuantitatif: Hasil penelitian kuantitatif dipresentasikan dalam bentuk hasil penghitungan matematis. Hasil penghitungan dianggap sebagai fakta yang sudah terkonfirmasi. Keabsahan penelitian kuantitatif sangat ditentukan oleh validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan.

7. Implikasi Hasil Riset

• Kualitatif: Hasil penelitan kualitatif memiliki implikasi yang terbatas pada situasi-situasi tertentu. Sehingga, hasil penelitian kualitatif tidak bisa digeneralisasi dalam setting berbeda.

• Kuantitatif: Hasil penelitian kuantitatif berupa fakta/teori yang berlaku secara umum (generalized). Kapanpun dan di manapun, fakta itu berlaku.

8. Macam Metode

• Kualitatif: Fenomenologi, etnografi, studi kasus, historis, grounded theory.

• Kuantitatif: Eksperimen, survey, korelasi, regresi, analisis jalur, expost facto.

9. Tujuan Penelitian

• Kualitatif: Memperoleh pemahaman mendalam, mengembangkan teori, mendeskripikan realitas dan kompleksitas sosial.

• Kuantitatif: Menjelaskan hubungan antar variabel, menguji teori, melakukan generalisasi fenomena sosial yang diteliti.

10. Jenis Data

• Kualitatif: Deskriptif dan eksploratif

• Kuantitatif: Numerik dan statistik

Sumber tulisan :

Pasha, A.C. 2019. 10 Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, Mahasiswa Wajib Tahu. Laman https://www.liputan6.com/news/read/3867330/10-perbedaan-penelitian-kualitatif-dan-kuantitatif-mahasiswa-wajib-tahu#. Diakses tanggal 30 april 2020.

Membuat pertanyaan berdasarkan tangga taksonomi Bloom

Tingkatan atau Level Pertanyaan Berdasarkan Tangga Taksonomi Blom

Tingkatan atau Level Pertanyaan Berdasarkan Tangga Taksonomi Bloom | Berdasarkan skema tangga taksonomi blom di atas, dapat dipahami bahwa pertanyaan yang membutuhkan jawaban dengan proses berpikir paling rendah adalah pertanyaan pada level pengetahuan. Kemudian pertanyaan yang lebih tinggi adalah level pemahaman, selanjutnya aplikasi, kemudian analisis, sintesis, dan pertanyaan tertinggi adalah level evaluasi. Untuk lebih jelasnya, berikut ini dikemukakan contoh bentuk-bentuk Tingkatan atau level Pertanyaan Berdasarkan Tangga Taksonomi Bloom.

Pertanyaan Pada Level Pengetahuan
Pertanyaan pengetahuan adalah pertanyaan yang membutuhkan jawaban dengan cara mengetahui objek yang ditanyakan. Dengan demikian, maka pertanyan ini sebatas mengetahui informasi yang dihafal atau diingat peserta didik. Jadi jawaban bersifat pasti dan tidak ada pilihan lain selain yang telah ditentukan. Biasanya, pertanyaan ini diawali dengan kalimat tanya apa, di mana, kapan, siapa, atau sebutkan. Simak contoh berikut ini!

  1. Apa nama Ibu Kota Indonesia?
  2. Dimana Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan?
  3. Kapan hari Sumpah Pemuda diperingati?
  4. Siapa nama Wakil Presiden Indonesia kedua?
  5. Sebutkan tugas dan fungsi PPATK?

Pertayaan Pada Level Pemahaman Pertanyaan pada level pemahaman adalah pertanyaan yang menimbulkan jawaban dengan cara mengemukakan pemahaman tentang sesuatu hal. Pertanyaan ini meminta peserta didik untuk merangkai informasi tertentu yang mempunyai keterkaitan, bahkan disinyalir ada hubungan sebab-akibat. Pertanyaan ini biasanya di awali dengan kalimat tanya jelaskan, uraikan, bandingkan, dan lain-lain. Simak contoh berikut ini!

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan bhineka tunggal ika!
  2. Uraikan secara runtut prosedur atau tahap-tahap untuk merubah UUD 1945?
  3. Bandingkan antara sistem pemerintahan presidensial dengan sistem pemerintahan parlementer?

Pertanyaan Pada Level Aplikasi Pertanyaan aplikasi adalah pertanyaan yang membutuhkan jawaban dengan cara menerapkan konsep tertentu. Pertanyaan ini meminta peserta didik mengapliasikan pengetahuan yang telah dikuasai secara sistematis. Pertanyaan ini biasanya diawali dengan kalimat tanya bagaimana. Simak contoh berikut ini!

  1. Bagaimana caranya agar partisipasi warga negara dalam pemilihan umum meningkat?
  2. Bagaimana cara memberhentikan Presiden dalam masa jabatannya?


Pertanyaan Pada Level Analisis
Pertanyaan analisis adalah pertanyaan yang membutuhkan jawaban dengan cara mengidentifikasi, mencari bukti dengan menarik keseimpulan. Dalam hal ini, peserta didik diminta berpikir kritis untuk mengidentifikasi masalah, membuktikan dan menarik kesimpulan. Biasanya, pertanyaan ini diawali dengan kalimat tanya mengapa. Simak contoh berikut ini!

  1. Mengapa partisipasi warganegara dalam pemilihan umum cenderung menurun?
  2. Mengapa para pejabat yang telah naik haji masih korupsi, padahal mereka tahu bahwa perbuatannya dilarang agama?

Pertanyaan Pada Level Sintesis Pertanyaan sintesis adalah pertanyaan yang membutuhkan jawaban berdasarkan pemikiran mendalam sehingga menghasilkan gagasan tertentu, dimana gagasan tersebut berupa prediksi, ramalan atau model sederhana. Lihat contoh pertanyaan sintesis berikut ini!

  1. Apa yang akan terjadi jika kasus pencemaran lingkungan akibat pengolahan limbah pabrik tekstil tidak diatasi, dan bagaimana pengolahan limbah pabrik tekstil yang aman?
  2. Bagaimana meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia, sementara teknologi pertanian kurang berkembang, minat generasi muda menjadi petani sangat rendah, petani semakin renta sehingga hasil pangan berkurang?

Pertanyaan Pada Level Evaluasi Pertanyaan evaluasi adalah pertanyaan yang membutuhkan jawaban dengan cara menilai atau berpendapat sesuai dengan pandangan masing-masing. Dalam hal ini, peserta didik diminta untuk berpendapat atas peristiwa yang ditanyakan. Lihat contoh berikut ini!

  1. Menurut pendapat anda, mana yang lebih baik antara Masa Orde Baru dengan Masa Reformasi? Apa alasanmu? Jelaskan!
  2. Apa yang anda ketahui tentang pelaksanaan demokrasi di Indonesia? Apakah perlu dirubah atau tidak? Apa alasanmu? Jelaskan!


Pustaka

Suyadi. 2013. Strategi Pemebelajaran Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya. hal 31-32.

Tulisan ini sepenuhnya diambil dari https://layanan-guru.blogspot.com/2013/05/tingkatan-atau-level-pertanyaan.html

Tumbuhan Sebagai Biondikator Lingkungan

Tumbuhan sebagaimana kita kenal memiliki fenotipe (tampilan) yang merupakan gabungan dari sifat bawaan (pencerminan yang ada di dalam tumbuhan itu=hereditas), dan juga dipengaruhi lingkungan. Tumbuhan dapat hidup dengan baik di lingkungan yang menguntungkan. Kehadiran suatu tumbuhan pada lingkungan dapat berperan sebagai pengukur kondisi lingkungan tempat tumbuhnya atau penanda keunikan habitat atau disebut sebagai indikator biologi atau bioindikator atau fitoindikator.

Keanekaragaman dan kelimpahan merupakan indikator penting yang bisa digunakan untuk menilai seberapa penting kehadiran tumbuhan pada lingkungan tertentu dan ada kaitan yang sangat erat hubungan antara tumbuhan dengan habitatnya. Dalam prakteknya tumbuhan dapat digunakan untuk memperkirakan adanya kemungkinan penggunaan lahan untuk berbagai fungsi dan manfaat (sebagai sumber daya untuk hutan, padang rumput atau pertanian dan peternakan). Bahkan manfaat lainnya untuk indikator pencemaran lingkungan, kandungan beberapa jenis logam berat dapat diketahui melalui kehadiran tumbuhan tertentu di suatu areal yang dianggap tercemar.

Azas-azas tumbuhan indikator

Tumbuhan yang akan digunakan sebagai indikator mempunyai kekhususan struktur dan fungsinya, dengan demikian diperlukan adanya pedoman umum yang kemungkinan digunakan dalam penerapan identifikasi tumbuhan di lapangan. Pedoman umum itu antara lain :

1. Tumbuhan sebagai indikator kemungkinan bersifat steno atau eury.

2. Tumbuhan yang terdiri atas banyak spesies menjadi indikator lebih baik daripada terdiri dari sedikit spesies.

3. Sebelum mempercayai tumbuhan itu sebagai suatu indikator harus dibuktikan dulu di tempat-tempat lain.

4. Banyaknya hubungan antara spesies, populasi dan komunitas lebih sering memberikan petunjuk sebagai indikator yang dapat dipercaya daripada kehadiran spesies tunggal di suatu tempat.

Tipe-tipe indikator tumbuhan

Tipe yang berbeda dalam indikator tumbuhan mempunyai peranan yang berbeda dalam aspek tertentu antara lain :

1. Indikator tumbuhan untuk pertanian. Kebanyakan indikator tumbuhan menentukan apakah tanah cocok untuk pertanian atau tidak. Petumbuhan tanaman pertanian dapat berbeda di beberapa kondisi lingkungan yang berbeda dan jika tumbuh dengan baik di suatu tanah berarti tanah itu cocok untuk tanaman itu. Sebagai suatu contoh, rumput-rumput pendek menandakan bahwa tanah di situ keadaan airnya kurang. Adanya rumput yang tinggi dan rendah menandakan tanah tempat tumbuh rumput itu subur, dengan demikian juga cocok untuk pertanian. Dhawar dan Nanda (1949) di India mengemukakan beberapa indikator tumbuhan pada berbagai tipe tanah sebagai berikut :

Daftar 2. Hubungan antara indikator tumbuhan dan karakteristik tanah

Indikator tumbuhanKarakteristik tanah
Salvador aleoidesCa & Bo tinggi, baik untuk tanaman pertanian
Zizyphus nummulariaTanah baik untuk pertanian
Prosopis cinerariaTanah baik untuk pertanian dengan adanya pengairan
Peganum harmalaTanah kaya akan N dan garam-garam, baik untuk pertanian
Butea monospermaTanah alkalinitasnya tinggi
Capparia deciduaTanah alkalin

2. Indikator tumbuhan untuk overgrazing. ebanyakan tumbuhan yang menderita perlakuan karena adanya manusia/hewan yang kurang makan ini mengalami modifikasi sehingga vegetasinya berbentuk padang rumput. Sedangkan padang rumput sendiri kalau mengalami overgrazing akan mengalami kerusakan dan produksinya sebagai makanan ternak akan turun. Tumbuhan yang tahan tidak rusak tetapi seperti istirahat. Beberapa tumbuhan menunjukkan sifat yang karakteristik bahwa di situ terjadi overgrazing. Biasanya hal itu dicirikan dengan adanya beberapa gulma semusim atau gulma tahunan berumur pendek, antara lain seperti Polygonum, Chenopodium, Lepidium dan Verbena. Beberapa tumbuhan tidak menunjukkan atau sedikit menunjukkan adanya peristiwa itu, yaitu seperti : Opuntia, Grindelia, Vernonia.

3. Indikator tumbuhan untuk hutan. Beberapa tumbuhan menunjukkan tipe hutan yang karakteristik dan dapat tumbuh pada suatu areal yang tidak terganggu. Pada umumnya di sini tumbuhan yang ada menunjukkan bahwa sifat pertumbuhannya sesuai dengan kondisi hutan sehingga bila di situ dijadikan hutan kemungkinannya akan berhasil.

4. Indikator tumbuhan untuk humus. Beberapa tumbuhan dapat hidup pada humus yang tebal. Monotropa, Neottia dan jamur menunjukkan adanya humus di dalam tanah.

5. Indikator tumbuhan untuk kelembaban. Tumbuhan yang lebih suka hidup di daerah kering akan menunjukkan kandungan air tanah yang rendah di dalam tanah, antara lain seperti : Saccharum munja, Acacia, Calotropis, Agare, Opuntia dan Argemone. Sedangkan Citrullus dan Eucalypus tumbuh di tanah yang dalam. Tumbuhan hidrofit menunjukkan kandungan air tanah yang jenuh atau payau. Vegetasi Mangrove dan Polygonus menunjukkan tanah mengandung air yang beragam.

6. Indikator tumbuhan untuk tipe tanah. Beberapa tumbuhan seperti : Casuarina equisetifolia, Ipomoea, Citrullus, Cilliganum polygonoides, Lycium barbarum dan Panicum tumbuh di tanah pasir bergeluh. Imperata cylindrica tumbuh di tanah berlempung. Kapas suka tumbuh di tanah hitam.

7. Indikator tumbuhan untuk reaksi tanah. Rumex acetosa Rhododendron, Polytrichum dan Spagnum menunjukkan tanah kapur. Beberapa lumut menunjukkan tanah berkapur dan halofit menunjukkan tanah bergaram.

8. Indikator tumbuhan untuk mineral. Beberapa tumbuhan suka tumbuh di tanah-tanah dengan kandungan mineral yang khas, tumbuhan semacam ini disebut Metallocolus atau Metallophytes. Tumbuhan semacam itu seperti di bawah ini :

a. Vallozia candida menunjukkan adanya intan di Brasilia.

b. Equisetum speciosa, Thuja sp, tumbuh di tanah yang mengandung mineral emas.

c. Eriogonium ovalifolium tumbuh di tanah yang mengandung perak di USA.

d. Stelaria setacea tumbuh di tanah yang mengandung air raksa di Spanyol.

e. Astragalus sp., Neptunia amplexicalis, Stanleya pinnata, Onopsis condensator menunjukkan adanya Selanium.

f. Astragalus sp. tumbuh di tanah berkandungan uranium di USA.

g. Viscaria alpina di Norwegia, Gymnocolea acutiloba di Amerika, Gypsophila patrini di Rusia tumbuh di tanah yang kandungan Cu nya tinggi.

h. Viola calaminara, V. lutea di Eropa tumbuh di tanah yang mineral Zinc nya tinggi.

i. Salsola nitrata, Eurotia cerutoides tumbuh di tanah yang kandungan BO tinggi.

j. Silene cobalticola di Kongo dan Nyssa sylvatica di Amerika tumbuh di tanah dengan kandungan Cobalt tinggi.

k. Lychnis alpina di Swedia menunjukkan adanya Ni.

l. Allium, Arabis Oenothera, Atriplex tumbuh di tanah yang ber Sulfur.

m. Lycium, Juncus, Thalictrum tumbuh dengan adanya lithium (Li).

n. Damara orata, Dacrydium aledonicum di skotlandia tumbuh di tanah mengandung mineral Fe (Iron).

o. Flex aquifolium di Italia tumbuh dengan adanya Alumunium.

Kecuali hal-hal di atas kandungan mineral dalam jaringan tumbuhan dapat menggambarkan bagaimana daur biogeokimianya sehingga dapat juga menggambarkan status lingkungan tempat tumbuhnya. Lyon dan Brooks (1969) mendapatkan bahwa Olearia rani menjadi penilaian untuk molibdenium. Hal yang sama, perak didapati dengan jelas di bagian-bagian tertentu pada daun. Kandungan sulfat pada daun secara langsung berhubungan dengan konsentrasi SO2 udara. Farrar (1977) melihat bahwa kandungan sulfur pada pinus jarum berhubungan dengan konsentrasi SO2. Kandungan fluroride pada daun Sorghum vulgare menunjukkan bahwa udara yang tak terlalu jauh dari tanaman itu tercemar dengan fluoride, jaraknya kira-kira lebih dari 4 km.

9. Indikator tumbuhan untuk logam berat. Tanah yang mempunyai cadas berkandungan logam berat, khususnya Zn, Pb, Ni, Co, Cr, Cu, Mr, Mg, Cd, Se dan lain-lain. Diantaranya Mn, mg, Cd dan Se bersifat toksik untuk kebanyakan tumbuhan. Kontaminasi logam berat juga terjadi di daerah industri, baik yang berbentuk debu ataupun garam dalam perairan di daerah industri tersebut.

Kebanyakan tumbuhan sensitive terhadap logam berat. Membukanya stomata dipengaruhi, fotosintesis S turun, respirasi terganggu dan akhirnya pertumbuhan terhambat. Sebagian besar logam berat ini merupakan deposit di dinding sel-sel perakaran dan daun. Beberapa tumbuhan metalofit dapat digunakan sebagai indikator untuk suatu deposit dekat dengan permukaan tanah, sehingga cocok untuk ditanam di daerah pertambangan atau industri. Cardominopsis halleri, Silene vulagaris, Agrotis tenuis, Minuartia verna, Kichornia crassipes, Astragalus racemosus, Thlaspi alpestre merupakan tumbuhan metafolit logam berat.

10. Indikator tumbuhan untuk habitat saline. Beberapa tumbuhan tumbuh dan tahan dalam habitat dengan kandungan garam tinggi, yang kemudian disebut halofit. Tumbuhan itu biasa hidup di pantai yang mesofit atau hidrofit tak dapat hidup subur, karena dua yang disebut terakhir biarpun tahan genangan tetapi tidak tahan kadar garam yang tinggi di air ataupun tanah di situ. Kegaraman tanah antara lain oleh NaCl, CaSO4, NaCO3, KCl. Tumbuhan yang dapat tumbuh di habitat semacam itu antara lain : Chaenopodium album, Snaeda fructicosa, Haloxylon salicorneum, Salsola foestrida, Tamarix articulata, Rhizophora mucronata, Avicennia alba, Acanthus ilicifllius. Ketahanan terhadap garam merupakan kemampuan tumbuhan untuk melawan adanya akibat yang disebabkan oleh garam sehingga kerusakannya tidak serius. Ketahanan itu tergantung pada spesies, tipe jaringan, vitalitas, nisban ion dan peningkatan konsentrasi ion. Tumbuhan yang dapat hidup dalam 4 – 8% NaCl, sedang yang tidak tahan akan mati bila NaCl 1 – 5%. Tumbuhan yang tahan antara lain : Betula papyrivera, Elaeagnus angustifolia, Fraxinus excelstra, Populus alba, P. canadensis, Rosa rugosa, Salix alba, Ulmus americana, Juniperus chinensis, Pinus nigra.

11. Indikator tumbuhan untuk pencemaran. Penggunaan vegetasi sebagai indikator biologi untuk pencemaran lingkungan sudah sejak lama, kira-kira sejak seratus tahun yang lalu di daerah pertambangan. Pengetahuan tentang ketahanan terhadap polutan terutama untuk vegetasi yang tumbuh di daerah industri atau di daerah padat penduduk. Pada umumnya tumbuhan lebih sensitive terhadap polutan daripada manusia. Tumbuhan yang sensitiv dapat merupakan indikator, sedangkan tumbuhan yang tahan dapat merupakan akumulator polutan di dalam tubuhnya, tanpa mengalami kerusakan. Jamur, fungi dan Lichenea sensitive terhadap SO2 dan halide.

Tumbuhan yang tumbuh di air akan terganggu oleh bahan kimia toksik dalam limbah (sianida, khlorine, hipoklorat, fenol, derivativ bensol dan campuran logam berat). Pengaruh polutan terhadap tumbuhan dapat berbeda tergantung pada macam polutan, konsentrasinya dan lamanya polutan itu berada. Pada konsentrasi tinggi tumbuhan akan menderita kerusakan akut dengan menampakkan gejala seperti khlorosis, perubahan warna, nekrosis dan kematian seluruh bagian tumbuhan. Di samping perubahan morfologi juga akan terjadi perubahan kimia, biokimia, fisiologi dan struktur.

Catatan. Selain sebagai bioindikator pencemaran lingkungan, tumbuhan juga dapat digunakan sebagai indikator alami. Indikator alami adalah jenis indikator yang berasal dari alam. Indikator alami yang dapat digunakan untuk menentukan sifat asam, basa, dan garam suatu zat antara lain kulit manggis, bunga sepatu, dan kubis ungu. Untuk menjadikan indikator alami, maka kulit manggis, bunga sepatu, dan kubis ungu terlebih dahulu dibuat ekstrak dengan cara menghaluskannya dan menambahkan air. Ekstrak kulit manggis pada keadaan netral berwarna ungu. Jika ekstrak kulit manggis, ditetesi larutan asam, maka warna ungu akan berubah menjadi cokelat kemerahan dan jika ditetesi larutan basa akan berubah menjadi biru kehitaman.

Pustaka

https://smk3ae.wordpress.com/2008/06/02/indikator-tumbuhan/

https://brainly.co.id/tugas/17810887#readmore

Melihat Hasil Survey Online (Google Form) Bagaimana Caranya?

Cara Melihat Hasil Google Form

Data dari setiap orang yang mengisi Google Form milik kita disebut dengan Response atau tanggapan. Tanggapan ini bisa kita lihat di halaman utama akun Google Form.

Langkah 1

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah masuk ke akun kamu di situs Google Form. Setelah itu pilih formulir mana yang ingin kamu lihat hasilnya.

Cara Melihat Hasil Google Form 1 D7908

Langkah 2

Kini kamu ada di halaman formulir online Google Form. Selanjutnya tap opsi Tanggapan yang ada di bagian atas. Di situlah semua tanggapan tersimpan.

Cara Melihat Hasil Google Form 2 8aa6b

Langkah 3

Sekarang kamu sudah masuk ke halaman tanggapan. Ada 2 opsi, Ringkasan dan Individual. Pada Ringkasan kamu bisa melihat rangkuman hasil atau semua data yang masuk. Sedangkan pada Individual kamu bisa melihat satu per satu formulir yang di isi oleh responden.

Cara Melihat Hasil Google Form 3 6285f

Langkah 4

Untuk memudahkan kita membaca data, Google Form juga menyediakan fitur Spreadsheet. Jadi kamu bisa melihat hasil Google Form dalam format tabel Sheet. Caranya dengan tap ikon Spreadsheet yang ada di bagian kanan atas formulir.

Cara Melihat Hasil Google Form 4 08d78

Langkah 5

Setelah itu akan muncul pop-up dialog, pilih opsi Buat spreadsheet baru. Selanjutnya langsung saja tap Buat untuk langsung masuk ke file Spreadsheet kita.

Cara Melihat Hasil Google Form 5 A30ab

Seperti inilah hasil Google Form kita dalam bentuk Spreadsheet. Dengan format tabel kita bisa dengan mudah membaca data yang sudah masuk.

Cara Melihat Hasil Google Form 6 3ba6b

Lalu bagaimana kalau kita berniat untuk mencetak formulir online tersebut mejadi hard copy

Cara Mencetak Formulir Online Google Form

Meskipun data sudah tersimpan secara online, kadang kita harus mencetak formulir tersebut. Baik untuk laporan, lampiran, atau keharusan sebagai dokumentasi. Maka otomatis kita harus mengunduhnya dan print file tersebut. Nah, kamu sudah tahu belum bagaimana cara mencetak Google Form? Ini dia caranya.

Langkah 1

Kamu masuk dulu ke halaman tanggapan. Caranya sama seperti di poin pertama tadi. Setelah itu tap ikon 3 titik yang ada di sudut kanan atas.

Cara Melihat Hasil Google Form 7 6e9b6

Langkah 2

Selanjutnya akan muncul beberapa opsi. Untuk mencetak semua formulir yang ada, maka pilih opsi Cetak Semua Tanggapan.

Cara Melihat Hasil Google Form 8 95395

Langkah 3

Setelah itu akan muncul pop-up preview dari dokumen yang ingin kamu simpan. Sesuaikan pengaturan yang ada di bagian kiri. Jika sudah tap Save.

Cara Melihat Hasil Google Form 9 02f88

Langkah 4

Langkah terakhir untuk mencetak Google Form adalah menentukan dimana kamu akan menyimpan file tersebut. Jika sudah langsung tap Save. Dengan begitu file formulir online dari Google Form sudah terunduh dalam bentuk PDF.

Cara Melihat Hasil Google Form 10 04a33

Kamu dapat menemukan file tersebut pada folder yang sudah kamu tentukan tadi. Sekarang kamu bisa mencetak atau print file tersebut menjadi bentuk hard copy.

Sumber tulisan sepenuhnya disalin dari sini!

Pengertian dan Aspek Kesehatan

Pengertian Kesehatan menurut wikipedia adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Sedangkan Pengertian Kesehatan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1948  menyebutkan bahwa pengertian kesehatan adalah sebagai “suatu keadaan fisik, mental, dan sosial kesejahteraan dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan”

Aspek-Aspek Kesehatan

Pada dasarnya kesehatan itu meliputi empat aspek, antara lain :

A. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.

B. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual.

  • Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.
  • Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.
  • Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa. Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.

C. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai.

D. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial.

Bagi mereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh sebab itu, bagi kelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnya berprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, atau pelayanan kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut.

Tujuan dan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan

Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan dapat dibagi menjadi dua, secara umum dan secara khusus. Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungansecara umum, antara lain:

  • Melakukan koreksi atau perbaikan terhadap segala bahaya dan ancaman pada kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
  • Melakukan usaha pencegahan dengan cara mengatur sumber-sumber lingkungan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
  • Melakukan kerja sama dan menerapkan program terpadu di antara masyarakat dan institusi pemerintah serta lembaga nonpemerintah dalam menghadapi bencana alam atau wabah penyakit menular.

Adapun tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan secara khusus meliputi usaha-usaha perbaikan atau pengendalian terhadap lingkungan hidup manusia, yang di antaranya berupa:

  • Menyediakan air bersih yang cukup dan memenuhi persyaratan kesehatan.
  • Makanan dan minuman yang diproduksi dalam skala besar dan dikonsumsi secara luas oleh masyarakat.
  • Pencemaran udara akibat sisa pembakaran BBM, batubara, kebakaran hutan, dan gas beracun yang berbahaya bagi kesehatan dan makhluk hidup lain dan menjadi penyebab terjadinya perubahan ekosistem.
  • Limbah cair dan padat yang berasal dari rumah tangga, pertanian, peternakan, industri, rumah sakit, dan lain-lain.
  • Kontrol terhadap arthropoda dan rodent yang menjadi vektor penyakit dan cara memutuskan rantai penularan penyakitnya.
  • Perumahan dan bangunan yang layak huni dan memenuhi syarat kesehatan.
  • Kebisingan, radiasi, dan kesehatan kerja.
  • Survei sanitasi untuk perencanaan, pemantauan, dan evaluasi program kesehatan lingkungan

Tujuan Pembangunan Kesehatan

Untuk jangka panjang pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk tercapainya tujuan utama sebagai berikut:

  • Peningkatan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan.
  • Perbaikan mutu lingkungan hidup yang dapat menjamin kesehatan.
  • Peningkatan status gizi masyarakat.
  • Pengurangan kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas).
  • Pengembangan keluarga sehat sejahtera, dengan makin diterimanya norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

Referensi:

Undang-undang No.23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan & Undang-undang No.29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran”, VisiMedia

http://id.wikipedia.org/wiki/Kesehatan

http://id.shvoong.com/medicine-and-health/medicine-history/2091011-pengertian-kesehatan/

http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-health/2199030-pengertian-kesehatan-menurut-undang-undang/

Tulisan ini sepenuhnya diambil dan diringkas dari : https://ruangguruku.com/pengertian-kesehatan/

Tips efektif menghadapi kebosanan ketika bekerja dari rumah saja

Ada kalanya kita harus berdiam diri di dalam rumah untuk jangka waktu yang lama. Misalnya karena pemulihan pasca-sakit atau wabah pandemik yang menyebabkan diwajibkannya kamu tinggal di rumah, keadaan perang, kekacauan dan karena hal lain yang mengharuskan kamu untuk tinggal di rumah selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu (Hastuti, 2020)..

Salah satu masalah yang mungkin muncul ketika harus berdiam di rumah adalah timbulnya rasa bosan. Jika masalah ini tidak dikelola dengan baik, bisa bisa menjurus kepada hal yang merusak kesehatan mental. Untuk melawan rasa jenuh dan bosan, ada baiknya kamu melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif dan bermanfaat (Hastuti, 2020).

  1. Membaca, menghafal, dan mentadabburi Al – Quran. Menghafal Al-Qur’an merupakan harta simpanan yang sangat berharga yang diperebutkan oleh oleh orang yang bersungguh-sungguh. Hal ini karena Al-Qur’an adalah kalam Allah yang bisa menjadi syafa’at bagi pembacanya kelak dihari kiamat. Menghafal Al-Qur’an bagi ummat Islam adalah sangat penting karena mereka akan memperoleh banyak keutamaan-keutamaannya, misalnya : bertambahnya pahala kebaikan, Mencerminkan Seseorang yang Memiliki Ilmu, Memberikan Derajat dan Wibawa yang Lebih Baik, Mendapat Perlindungan dan Rahmat Allah, dan menjadi Menjadi Syafa’at (Penolong) bagi para Pembacanya ( https://manfaat.co.id/manfaat-menghafal-al-quran).
  2. Membuat rencana kegiatan. Perencananan sangatlah penting untuk melakukan aktivitas sehari-hari dari mulai kerja, kuliah, maupun kegiatan lain. Sebelum kita melakukan suatu kegiatan harus sudah mempunyai perecanaan yang baik, agar memperoleh hasil yang memuaskan. Dalam manajemen , perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen. Karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan (https://brainly.co.id/tugas/3828145#readmore). Tidak adanya perencanaan yang matang dalam dirinya untuk kegiaatan yang akan dilakukan akan menyebabkan terjadi kegagalan baik gagal dalam percintaan, rumah tangga, bisnis, dan bahkan kegiatan (https://www.kompasiana.com/siolip_newbie/5519d962813311a97b9de0f8/pentingnya-sebuah-perencanaan-sebelum-kegiatan) seperti diam di rumah saja.
  3. Menjalin komunikasi dengan keluarga dan teman. Jika semua anggota keluarga ada di rumah, ada baiknya memanfaatkan waktu luang dengan berbagi cerita bersama mereka. Aktivitas seperti ini dapat mempererat hubungan antara anggota keluarga, terutama jika kamu merupakan orang yang jarang bertemu dengan mereka (https://www.tokopedia.com/blog/cara-menghilangkan-bosan-di-rumah-hbl/).
  4. Mengerjakan hobi. Jika Anda melakukan suatu pekerjaan yang Anda sukai (hobi) dan didasari dengan hati, maka pekerjaan yang sebenarnya berat untuk dilakukan akan terasa ringan dengan sendirinya. Itu semua bisa terjadi karena Anda melakukannya tanpa harus terbebani dengan hal-hal yang tidak diduga nantinya. Anda mungkin lebih memahami bagaimana caranya membuat hobi yang Anda miliki menjadi lebih menyenangkan jika dilihat dari segi dalam mengaplikasikannya dan juga menjalaninya. Karena hal itulah kenapa Anda sangat disarankan untuk bisa mengubah hobi dan kesenangan yang Anda miliki, menjadi peluang bisnis baru yang menjanjikan baik itu dari segi pengeluaran dan pendapatannya (https://www.cermati.com/artikel/6-cara-mengubah-hobi-menjadi-peluang-bisnis).
  5. Membuat rencana dan cita-cita ke depan. Selagi memliki waktu luang atau liburan, kamu bisa merencanakan apa saja hal-hal yang ingin kamu capai atau lakukan di masa depan. Hal ini bertujuan agar kamu memiliki goals dan tidak memiliki kehidupan yang monoton ketika kembali ke rutinitas (https://www.tokopedia.com/blog/cara-menghilangkan-bosan-di-rumah-hbl/). Ingat sebagai seorang muslim anda harus memiliki cita-cita dan harapan yakni kebahagiaan dunia dan akhirat. juga takut jika amal ibadah kita tidak diterima Allah Subhanahuwata`ala. dengan demikian kita akan sungguh2 beribadah. Tujuan hidup seorang muslim untuk senantiasa mencari ridha Allah agar masuk ke surga-Nya. Inilah cita-cita terbesar yang terus diusahakan. Sehingga ia akan senantiasa bersungguh-sungguh mengusahakan sebab meraih cita-cita yang mulia ini. Seorang muslim diperintakan untuk senantiasa bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Kemudian diperintahkan untuk menghitung-hitung perbuatan diri sendiri sebelum kelak dimintai pertanggungjawaban di akhirat (https://www.voa-islam.com/read/aqidah/2018/11/16/60965/apa-yang-sudah-kau-siapkan-untuk-masuk-surga/).

Pustaka

Hastuti, R.H. 2020. Mulai Bosan #DiRumahAja? Ikuti 4 Tips & Trik Ringan Berikut. https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20200329203107-33-148303/mulai-bosan-dirumahaja-ikuti-4-tips-trik-ringan-berikut. Diakses tanggal 22 April 2020.

Cara membuat Laporan Pra-Praktikum

Laporan praktikum adalah suatu penjelasan lengkap mengenai percobaan Anda. Laporan ini digunakan untuk menjelaskan dan menganalisis prosedur percobaan yang dilakukan dan data yang diperoleh. Di dalamnya terdapat banyak bagian yang penting, seperti hipotesis, daftar alat dan bahan, serta data mentah percobaan yang disusun dengan format tertentu.

Bagian 1. Membuat laporan pra-praktikum1 Tentukan judul laporan. Judul ini adalah nama laboratorium atau percobaan yang Anda lakukan. Judul laporan harus padat dan jelas. [1] 

  • Beberapa guru dan/atau kelas mewajibkan adanya halaman judul. Halaman judul ini berisi nama laboratorium atau percobaan, nama siswa yang melakukan percobaan di laboratorium, nama pembimbing di laboratorium yang digunakan, dan tanggal percobaan dilakukan. [2]

2 Tentukan permasalahan yang Anda teliti. Tentukan hal yang akan Anda coba atau uji. Ini adalah “tujuan” penelitian. Mengapa Anda melakukan percobaan ini? Apa yang akan dipelajari dari percobaan ini? [3] Saat Anda menjelaskan tentang tujuan percobaan, jelaskanlah tentang hal yang akan diperoleh dari percobaan dan apa yang ingin Anda ketahui.

  • Bagian ini juga sebaiknya memberikan pendahuluan tentang percobaan. Sertakan informasi latar belakang yang mendukung percobaan, definisi yang penting, latar belakang teori, dan sejarah percobaan, dan metode umum yang akan digunakan. [4]
  • Tujuan percobaan harus dinyatakan dalam satu kalimat. Kalimat ini bisa juga berupa kalimat tanya. Terkadang, pembimbing percobaan akan memberikan Anda tujuan percobaan. [5]
  • Contoh pernyataan tujuan percobaan adalah: “Tujuan percobaan ini adalah untuk menentukan titik didih dari senyawa yang berbeda menggunakan tiga sampel yang berbeda”.
  • Contoh tujuan percobaan dalam kalimat tanya adalah: Apakah campuran cat warna merah dan biru akan membentuk warna hijau?

3. Tentukan hipotesis percobaan. Hipotesis adalah hasil yang diharapkan untuk memecahkan masalah dalam percobaan secara teoritis, atau perkiraan hasil percobaan. Pada dasarnya, hipotesis adalah suatu perkiraan hasil penelitian yang berdasar pada teori yang Anda yakini akan menjadi hasil percobaan. Hipotesis didasarkan pada pengetahuan atau percobaan sebelumnya. Anda tidak membuat perkiraan hasil percobaan tanpa dasar yang mendukungnya. [6] Hipotesis tidak harus benar. Anda membuat percobaan untuk mengetahui kebenarannya.  

  • Hipotesis percobaan harus dinyatakan dalam sebuah kalimat.
  • Gunakan susunan kalimat “jika hal ini terjadi, maka demikian, karena hal ini” untuk menuliskan hipotesis Anda. Frasa “jika hal ini” akan menjadi hal yang Anda ubah, “maka demikian” akan menjadi hasil yang Anda peroleh. “Karena hal ini” akan menjadi penjelasan mengapa reaksi tersebut terjadi.
  • Salah satu contoh kalimat hipotesis adalah: “Jika saya melempar bola dari lantai 15, maka bola akan pecah di jalan”

4. Buatlah daftar alat dan bahan. Langkah selanjutnya adalah menuliskan alat dan bahan yang digunakan dalam suatu daftar yang ringkas dan jelas. Pastikan untuk mencantumkan semua alat dan bahan yang digunakan. Dengan adanya daftar ini, siapa pun bisa mengulangi percobaan Anda dan menegaskan hasil yang Anda nyatakan.

  • Beberapa pembimbing percobaan mungkin mengizinkan Anda untuk merujuk ke buku tertentu jika alat dan bahan percobaan dicantumkan di dalamnya. Hal ini bisa Anda tuliskan: Lihat halaman 456 di buku “Laboratorium Kimia”. Tanyakan pembimbing Anda sebelum menuliskan daftar alat dan bahan dengan cara ini untuk memastikan ia mengizinkannya.[7]
  • Alat dan bahan harus dituliskan dalam kalimat lengkap. Tuliskanlah sesuai urutan penggunaan Anda. [8]

5.  Jelaskan cara kerja percobaan Anda. Tuliskan langkah-langkah percobaan yang Anda lakukan sepanjang percobaan, serta pengukuran yang Anda kerjakan. Cara kerja ini berupa prosedur langkah demi langkah di laboratorium. Pastikan untuk menuliskan tindakan pencegahan yang harus diambil saat melakukan percobaan.

  • Tulsikan semua variabel percobaan secara rinci. Variabel terkendali adalah variabel yang tidak berubah sepanjang percobaan. Sedangkan variabel bebas adalah variabel yang akan Anda ubah sepanjang percobaan. Hal ini harus dituliskan di bagian hipotesis. Variabel terikat adalah variabel yang berubah karena perubahan yang Anda lakukan pada variabel bebas di dalam percobaan.[9]
  • Cara kerja percobaan harus dituliskan dalam bentuk paragraf, bukan dalam daftar. Bagian ini harus dituliskan sebagai penjelasan tertulis akan apa yang Anda lakukan, bukan serangkaian petunjuk percobaan.[10]
  • Kuncinya adalah menuliskannya dengan jelas. Anda harus memastikan untuk memberikan penjelasan secara terperinci, sehingga siapa pun dapat melakukan percobaan yang sama, dan menjelaskan langkah-langkahnya dalam kalimat yang mudah dipahami, secara terperinci. Hanya, berhati-hatilah untuk tidak terlalu banyak memberikan penjelasan, dan memberikan informasi yang tidak berkaitan dengan percobaan.
  • Cara kerja dan daftar alat dan bahan bisa disatukan menjadi satu paragraf. Pastikan untuk mengetahui penulisan yang lebih disukai oleh pembimbing percobaan sebelum Anda memilih salah satunya.

Pustaka

  1. http://www.biologycorner.com/worksheets/labreport.html
  2. http://water.me.vccs.edu/reports.htm
  3. http://teachertech.rice.edu/Participants/louviere/Lessons/les1.html
  4. http://www.columbia.edu/cu/biology/faculty/mowshowitz/howto_guide/lab_report.html
  5. http://schools.cbe.ab.ca/b631/Science%20Web%20Page/Grade%209%20Science%20Web%20Page_files/9%20How%20To%20Write%20Up%20A%20Lab%20Report.pdf
  6. http://teachertech.rice.edu/Participants/louviere/Lessons/les1.html
  7. http://schools.cbe.ab.ca/b631/Science%20Web%20Page/Grade%209%20Science%20Web%20Page_files/9%20How%20To%20Write%20Up%20A%20Lab%20Report.pdf
  8. http://go.hrw.com/resources/go_sc/hst/HSTSW101.PDF
  9. http://teachertech.rice.edu/Participants/louviere/Lessons/les1.html
  10. http://www.columbia.edu/cu/biology/faculty/mowshowitz/howto_guide/lab_report.html

Diambil seluruhnya dari laman ini!

Cara membuat metode penelitian di masa pandemik Covid-19 (contoh identifikasi kegiatan konservasi pada ekosistem mangrove)

  1. Membuat formulir untuk survey

Formulir dapat dibuat secara manual atau bisa juga menggunakan aplikasi digital. Di era millenial ini, kita karena banyak mendapatkan kemudahan dari Allah subhanahuwata`ala maka kita memanfaatkannya sebagai bentuk syukur kepada-Nya dengan membuat formulir survey digital. Dan salah satunya dibuat dengan menggunakan aplikasi google form.

Isi formulir survey untuk kasus ini (identifikasi kegiatan konservasi) terdiri dari : data responden, data ekosistem mangrove, pengetahuan tentang timpakul dan moluska serta pengetahuan konservasi keduanya.

2. Konsultasi dan revisi formulir

Konsultasi dengan pembimbing hendaknya dilakukan secara intensif atau berdasarkan kesepakatan dengan pembimbing.

Gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar. serta tata bahasa dan sopan santun. Sebelum berkomunikasi hendaknya mengucapkan salam, kemudian menyampaikan bahan konsultasi dan setelah selesai diakhiri ucapan salam

3.  Menggali data dari responden

Responden adalah objek yang sangat penting dan membantu kita mendapatkan data yang diperlukan untuk menggali informasi. Penggalian data dari responden bisa menggunakan metode wawancara secara langsung (tatap muka) atau via telepon. Atau bisa juga menggunakan layanan teks seperti : email, formulir online, tautan, sms, sosial media (telegram, wa, instagram, facebook) dan lain-lain.

Penggalian data untuk menggali informasi mengenai berbagai kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, baik yang bermanfaat maupun merugikan kegiatan konservasi pada ekosistem mangrove.

Kegiatan bermanfaat untuk konservasi pada contohnya adalah memperbaiki pohon yang rubuh, membuat jembatan penyeberangan, mengumpulkan sampah dll.

Adapun kegiatan yang merugikan konservasi antara lain : menebang pohon secara sembarangan, membuang sampah, membiarkan sampah menumpuk dan menghalangi  tumbuhan di ekosistem mangrove dan lain-lain.

4. Pembuatan pengumpulan data dari responden

Mengklasifikasikan kegiatan yang berhubungan dengan konservasi timpakul dan moluska pada ekosistem mangrove. Data yang diperoleh dari hasil survey dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. 

Data kualitatif (baik, sedang, buruk) meliputi : 1) penilaian kondisi ekosistem mangrove, 2) penilaian kualitas timpakul dan moluska, penilaian kualitas konservasi timpakul dan moluska pada ekosistem mangrove.

Sedangkan data kuantitatif antara lain : 1) perbandingan antara luas ekosistem mangrove yang terbuka dan tertutup, 2) perbandingan kepadatan timpakul dan moluska pada ekosistem mangrove, 3) perbandingan jumlah penduduk yang memanfaatkan ekosistem mangrove (gender, profesi, dan tingkat pendidikan), dan 4) perbandingan kegiatan yang berhubungan serta tidak berhubungan dengan konservasi ekosistem mangrove.

5. Analisis data

Analisis data diperlukan untuk mengolah data yang diperoleh dari responden, baik data yang bersifat kualitatif maupun data kuantitatif.

Data kualitatif dapat digunakan untuk menilai kualitas yang ada pada suatu individu, populasi, komunitas atau wilayah ekosistem tertentu. Biasanya dinyatakan dengan nilai baik, sedang ataupun buruk.

Demikian pula untuk medapatkan gambaran yang baik mengenai suatu kasus maka anda dapat membandingkan antara suatu wilayah dengan wilayah lain, atau individu yang satu dengen individu yang lainnya. Sebagai contoh adalah analisis perbandingan kualitatif antara ekosistem mangrove yang mengalami gangguan (terbuka) dan yang relatif sudah pulih (tertutup).

Analisis deskriptif (nilai maksimum, minimum, mean dan dan frekuensi) digunakan untuk pengolahan data kuantitatif. Penyajian data dilakukan dalam bentuk tabel dan grafik.

Pustaka

Perbandingan data kualitatif dengan data kuantitatif dapat dilihat disini!