Arsip Bulanan: September 2020

Pemahaman dan Strategi Pembelajaran Ekologi di Era Pandemi Covid-19

(Catatan Kuliah Pertemuan Pertama Ekologi Lanjut)

Era kuliah baru sudah dimulai sejak tanggal 29 September 2020, dan dan semua perkuliahan dilakukan secara daring(online) termasuk dengan kuliah Ekologi Lanjut di Program Studi Biologi FMIPA Univesitas Lambung Mangkurat. Lalu apa yang dimaksud dengan ekologi lanjut? 

Ekologi lanjut atau advanced ecology secara istilah adalah kajian ekologi yang bersifat lanjut yakni lebih dari sekedar kajian dasar ekologi. Secara umum, ekologi lanjut mencoba memahami berbagai masalah yang terjadi dalam berbagai skala individu, populasi, komunitas dan ekosistem. 

Masalah yang ditimbulkan oleh aktivitas makhluk hidup (antropogenik atau manusia secara umum) tersebut akan menimbulkan reaksi yang disebut dengan respon ekologis. Respon ekologis ini bentuknya bermacam-macam dan selalu berubah sepanjang waktu dan tempat sesuai dengan skala yang dipelajari. 

Apa yang perlu dilakukan manusia untuk menghadapi perubahan ekologis? Tentunya pendekatan ekologis dipakai untuk memecahkan masalah ekologis agar respon yang dihasilkan dapat menghasilkan strategi yang diterapkan secara cepat dan tepat dan meminimalkan dampak negatif karena perubahan ekologi tersebut.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya agar manusia bisa beradaptasi bencana ekologis seperti : kekeringan, banjir, erosi, hilangnya habitat, kemusnahan spesies eksotik, perubahan iklim, dan termasuk juga bencana kemanusiaan. Tentunya semua ini memerlukan strategi yang tepat berdasarkan kaidah dan prinsip ekologis yang mendasarkan pada hubungan timbal baik antara komponen biotik dengan abiotik yang berkesinambungan dan simultan pada berbagai skala ruang dan waktu. 

Strategi ekologis tidak hanya memerhatikan hubungan di atas, namun juga memberikan perhatian dari aspek spiritual sebagai salahsatu fungsi ekosistem yakni menyadarkan esensi mahkluk hidup sebagai hamba yang wajib beribadah dan mengesakan Allah Subhanahuwata`ala sehingga aturan, proses dan fungsi yang dijalankannya selalu bersandar kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dalam hal ini doa menjadi senjata yang ampuh secara ekologis meskuipun tidak bisa terlihat secara virtual kehadirannya.  Terkait dengan kebijakan penyelenggaraan kuliah secara daring dalam rangka menghindari penularan wabah covid19, maka otomatis mahasiswa harus memiliki kemauan (niat) dan kemampuan (belajar dan mengikuti petunjuk) yang benar agar kesempatan kuliah daring dapat digunakan sebaik-baiknya untuk menimba ilmu yang penting untuk menunjang pembelajaran daring.

Diantaranya adalah ilmu penguasaan keterampilan menulis , seperti aplikasi Microsoft word, kemudian aplikasi penulisan Pustaka otomatis (seperti Mendeley), aplikasi pengolah data (Microsoft Excel) dan aplikasi penampil data seperti Microsoft Power Point. Aplikasi lain yang tidak kalah penting untuk dikuasai adalah analisis data (semisal SPSS, versi gratisnya adalah GNU PSPP) dan aplikasi pemetaan digital semisal : Google Maps, Arc GIS dan QGIS. 

Mari bersemangat untuk terus belajar meski ada keterbatasan di era digital ini terutama dengan tiadanya tatap muka secara langsung antara dosen dengan mahasiswa.

Kata kunci : strategi, ekologi, lanjut, aplikasi, covid-19

Diizinkan untuk copy paste dengan mencantumkan link tulisan ini, dan jangan jadi plagiat

Lampiran Produk kegiatan individu Kelompok 11 Sesi 2

Kondisi pandemi Covid-19 yang mengharuskan adanya Physical / Social Distancing sebagai upaya pencegahan penularan berdampak pada model KKN yang akan dijalankan. Dalam KKN, aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat) dilaksanakan dengan proporsi yang seimbang, harmonis, dan terpadu. Harapannya adalah kelak para lulusan perguruan tinggi menjadi manusia yang bersedia mengabdikan diri bagi kemaslahatan masyarakat.

Salah satu perubahannya adalah KKN yang biasanya dilakukan secara kelompok (tim) dan berada pada suatu wilayah yang sudah ditentukan oleh LPPM, maka pada KKN saat ini dilakukan dengan secara mandiri (individu)atau dalam kelompok kecil dengan lokasi yang ditentukan sendiri oleh mahasiswa berdasarkan lokasi domisili/kampung halaman atau dapat memilih lokasi diluar domisili dengan pertimbangan keamanan dari pandemi Covid-19 dan pertimbangan akses internet.

Perubahan model KKN tersebut tidak lepas kebijakan pemerintah terkait pembatasan sosial yang meminimalisir adanya aktifitas yang melibatkan banyak orang serta dengan adanya pergerakan mahasiswa dari tempat domisili saat ini. Konsekuensi dari perubahan model KKN ini diharapkan tidak menghilangkan nilai kemanfaatan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu meskipun dilakukan secara mandiri (individu) serta adanya beberapa pembatasan namun kegiatan mahasiswa hendaknya masih dalam kerangka bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam masa Pandemi Covid19 yang berlaku nasional saat ini.

Mengacu pada kondisi tersebut dan perubahan model pelaksanaan KKN,maka mahasiswa diberikan opsi untuk menentukan sendiri program yang akandilakukan dengan pilihan opsitematik Program KKN sebagai berikut :

  1. Kesehatan masyarakat dan lingkungan dalam rangka pencegahan Covid-19.

2) Pemberdayaan UKM/masyarakat produktif yang terdampak Covid-19.

3) Inovasi tehnologi tepat guna/informasi untuk penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19.

4)Pemberdayaan BUMDES/Pemerintahan desa/kelurahan dalam memperkuat jaring pengaman sosial desa saat terjadinya pandemi Covid-19.

5) Inovasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk anak sekolah pendidikan dasar dan menengah yang terdampak Covid-19.

Kelompok 11 Sesi 2 telah melaksanakan KKN Multidisiplin sejak tanggal 2 September sampai tanggal 16 September 2020. Dalam hal itu, beberapa program dan kegiatan yang telah direncanakan dilaporkan untuk mendapatkan penilaian. Kepada mahasiswa peserta Kelompok 11 Sesi 2 diharapkan untuk membuat laporan kegiatan dalam bentuk artikel. Template pembuatan artikel sebagai bukti lampiran kegiatan individu Kelompok 11 Sesi 2 diakses pada laman berikut ini.