Pada pertemuan kedua, kuliah ekologi lanjut tanggal 6 Oktober 2020 dibahas materi mengenai Interaksi Individu dan Perubahan Ekologi.

Interaktivitas itu interaksi yang terjadi di dalam tubuh individu, sedangkan interkonektivitas adalah interaksi yang terjalin antara individu dengan pihak luar. Interaksi individu yang terjadi di lingkungan alamiah secara umum memiliki tiga bentuk, yaitu : inang-parasit, 2) mangsa-pemangsa, contohnya : herbivori, dan 3) mutualisme

  1. Interaksi inang-parasit. Kata “parasit” berasal dari bahasa Yunani yaitu para yang bermakna di samping dan sitosyang berarti makanan. Berdasarkan makna tersebut, maka parasitadalah organisme yang kebutuhan makannya baik dalam seluruh daur hidupnya atau sebagian dari daur hidupnya bergantungpada organisme lain. Organisme yang memberikan makanan pada parasit disebut sebagai inangatau inang. Cabang ilmu Biologi yang mempelajari tentang organisme parasit disebut Parasitologi. Pada dasarnya, Parasitologi merupakan pengembangan khusus atau cabang khusus dari ilmu Biologi yang disebut ekologi. Salah satu kaidah Ekologi yang senantiasa terkait dengan parasit adalah kemampuan penyebarannya (distribusi). Ke luar dari tubuh inang yang di infeksinyaatau disebut sebagai penyebaran, sangat diperlukan oleh organisme parasit karena merupakanusaha untuk melestarikan keturunannya,melalui upaya menemukan dan menginfeksi inang. Dalam hal menemukan dan menginfeksi inang, inangnya dapat berasal dari jenis yang sama atau berbeda (Budianto, 2010)
  2. Interaksi mangsa-pemangsa. Pemangsa merupakan spesies yang pada umumnya ukurannya lebih besar dibandingkan dengan mangsa, sedangkan mangsa adalah spesies yang dimangsa yang pada umumnya ukurannya lebih kecil dari pada pemangsa (William, 2008). Contoh interksi mangsa dan pemangsa dapat diambil dari kejadian Herbivori dimana secara umum ini tidak akan mematikan tumbuhan sasarannya, namun berdampak negatif terhadap tampilan (Burrows, 2003).
  3. Interaksi mutualisme. Simbiosis mutualisme adalah hubungan antara dua organisme yang berbeda jenis namun saling menguntungkan satu sama lain. Dalam hubungan ini, artinya kedua organisme sama-sama tidak ada yang dirugikan. Kerugian bagi keduanya justru adalah ketika simbiosis itu tidak dilakukan. Oleh karena itu kehadiran makhluk hidup lain menjadi begitu penting bagi mereka yang mengalami simbiosis jenis ini. Mutualisme mempunyai peranan penting dalam ekologi. Contohnya lebih dari 48 persen tanaman yang ada di muka bumi melakukan simbiosis dengan jamur. Jamur adalah penyedia komponen organik yang dibutuhkan oleh tanaman. Contoh lainnya adalah hubungan timbal balik antara tanaman tropis dengan hewan berupa proses penyerbukan yang dibantu oleh hewan.

Contoh Simbiosis mutualisme pada ekosistem mangrove adalah hubungan antara golongan Crustacea dengan akar mangrove. Karena akar mangrove adalah tempat perlindungan utama untuk mengurangi tekanan gelombang saat pasang.  Hasil metabolisme crustacea digunakan mangrove sebagai pupuknya. Selain interaksi di atas, ada juga interaksi yang kompleks seperti jaring makanan yang melibatkan berbagai makhluk hidup yang ada dalam ekosistem hutan mangrove

Catatan : masih ada jenis interaksi lainnya yang belum dibahas pada sesi ini. Silakan lengkapi melalui saran dan komentar.

Pustaka

Burrows, D.W. (2003). The Role of Insect Leaf Herbivory on The Mangroves Avicennia Marina and Rhizophora Stylosa. Thesis of Doctor Philosophy in Zoology and Tropical Ecology. The School of Tropical Biology, James Cook University.

https://brainly.co.id/tugas/22241064