Indeks keanekaragaman jenis adalah suatu nilai /parameter/ patokan/ ukuran yang selalu digunakan sebagai aspek utama yang digunakan dalam kegiatan pemantauan biologis, (biomonitoring). Indeks Keanekaragaman jenis juga dianggap sebagai parameter berharga dalam menentukan kesehatan lingkungan.

Indeks keanekaragaman adalah ukuran kuantitatif (jumlah) yang mencerminkan berapa banyak jenis berbeda (seperti jenis) yang ada dalam kumpulan data (komunitas). Indeks keanekaragaman secara bersamaan dapat memperhitungkan hubungan filogenetik diantara individu yang didistribusikan di antara jenis-jenis tersebut, seperti kekayaan , divergensi atau kemerataan .

Kekayaan R hanya mengukur berapa banyak jenis kumpulan data yang berbeda. Misalnya, kekayaan spesies (biasanya dicatat S ) dari kumpulan data adalah jumlah spesies yang berbeda dalam daftar spesies yang sesuai. Kekayaan adalah ukuran yang sederhana, sehingga menjadi indeks keanekaragaman yang populer dalam ekologi, namun kekayaan tidak memperhitungkan kelimpahan jenisnya.

Berbeda dengan keragaman /keanekaragaman/ diversitas dimana ukuran ini disamping jumlah spesies yang berbeda juga memperhitungkan aspek kelimpahan, dominansi dan kemerataan.

Bagaimana cara menghitung keanekaragaman jenis itu?

Indeks Shannon telah menjadi indeks keanekaragaman yang populer dalam literatur ekologi, di mana ia juga dikenal sebagai indeks keanekaragaman Shannon, indeks Shannon-Wiener , indeks Shannon- Weaver dan entropi Shannon.

Idenya adalah bahwa semakin banyak huruf yang berbeda, dan semakin sama kelimpahan proporsionalnya dalam string yang diinginkan, semakin sulit untuk memprediksi dengan benar huruf mana yang akan menjadi huruf berikutnya dalam string tersebut. Entropi Shannon mengukur ketidakpastian (entropi atau tingkat kejutan) yang terkait dengan prediksi ini. Ini rumus yang paling sering digunakan sebagai berikut:

dimana p i adalah proporsi karakter yang termasuk ke dalam jenis huruf ke- i dalam rangkaian. Dalam ekologi, p i sering kali merupakan proporsi individu yang termasuk dalam spesies ke- i dalam kumpulan data yang diminati. Kemudian entropi Shannon menghitung ketidakpastian dalam memprediksi identitas spesies individu yang diambil secara acak dari dataset.

Selain indeks Shannon, ada satu indeks lagi yang populer digunakan untuk mengukur keanekaragaman jenis yakni Indeks Simpson yang diperkenalkan pada tahun 1949 oleh Edward Simpson untuk mengukur derajat konsentrasi ketika individu diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe. Indeks yang sama ditemukan kembali oleh Orris C. Herfindahl pada tahun 1950. dan oleh ekonom Albert Hirschman. Akibatnya, karena mengukur ukuran yang sama maka dalam ekologi dikenal sebagai indeks Simpson, dan bidang ekonomi dikenal sebagai Indeks Herfindahl atau Indeks Herfindahl-Hirschman (HHI), dengan rumus :

dimana R adalah kekayaan (jumlah total tipe dalam dataset).

Persamaan ini juga sama dengan rata-rata aritmatika tertimbang dari kelimpahan proporsional p i jenis bunga, dengan kelimpahan proporsional itu sendiri digunakan sebagai bobot. Kelimpahan proporsional menurut definisi dibatasi pada nilai antara nol dan kesatuan, tetapi ini adalah rata-rata aritmatika tertimbang, oleh karena itu λ ≥ 1 / R , yang dicapai ketika semua jenis sama-sama berkelimpahan

Pustaka

T. K. Parmar, D. Rawtani, and Y. K. Agrawal, “Bioindicators: the natural indicator of environmental pollution,” Front. Life Sci., vol. 9, no. 2, 2016, doi: 10.1080/21553769.2016.1162753.

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Diversity_index

http://digilib.its.ac.id/public/ITS-paper-31813-1507100030-Presentation-4.pdf

Shannon, CE (1948) Teori matematika komunikasi . Jurnal Teknis Sistem Bell, 27, 379–423 dan 623–656.