Pekarangan dikenal memiliki berbagai fungsi penting bagi kehidupan keluarga, selain sebagai tempat menghasilkan tanaman obat, tanaman pangan, hortikultura, ternak, ikan dan lainnya pekarangan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta menambah penghasilan rumah tangga apabila dirancang dan direncanakan dengan baik (Ashari dan Purwantini, 2012). Sebagai salah satu tipe sistem agroforestri tradisional yang cenderung mampu diadaptasi penduduk menghadapi perubahan iklim, pekarangan pada umumnya dikelola dengan landasan pengetahuan ekologi tradisional yang kuat (Iskandar, 2010), sehingga menjadi kekuatan tangguh menghadapi ancaman keamanan pangan, ketidakstabilan politik dan kehilangan budaya lokal. Modal seperti inilah yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia sesungguhnya (Kuspriyangga, 2011).


Pemanfaatan pekarangan yang optimal dalam bidang kesehatan tentu mempunyai banyak keuntungan, yakni meningkatan pendapatan keluarga misalnya warung hidup, lumbung hidup, apotek hidup, meskipun masih perlu pengembangan secara intensif. Kenyataan saat ini, bahwa harga obat di pedesaan tergolong sangat tinggi, sering tidak tersedia, apotek sering tutup dan lebih sering lagi dokter tidak ada. Oleh karena itu penyediaan tanaman yang berfungsi sebagai obat herbal di pekarangan sangat membantu keluarga mengatasi masalah kesehatan (Duaja et al,, 2011).

Simak selengkapnya pada tautan laman berikut ini

Pustaka

Ashari, Saptana, & dan T. B. Purwantini. (2012). Potensi dan prospek pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 30(1), 13–30.

Duaja, M. D., E. Kartika, & F. Mukhlis. (2011). Pemberdayaan wanita dalam pemanfaatan pekarangan dengan tanaman obat keluarga ( TOGA ). Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, (52), 74–
79.

Iskandar, J. (2010). Pekarangan dan Iklim. Harian Umum Kompas Edisi Jumat, 3 Desember 2010. Dosen Etnobiologi FMIPA dan Peneliti PPSDAL LPPM Unpad. http://nasional.kompas.com/read/2010/12/ 03/09495489/Pekarangan.dan.Iklim.

Kuspriyangga. (2011). Etnobiologi sebagai Modal Dasar Kebangkitan Bangsa. Opini Kampus Rabu, 27 April 2011. Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB. Peserta PPSDMS Regional V Bogor.