Sebagaimana kita ketahui (ummat Islam khususnya) bahwa Pengobatan ala Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam merupakan media dakwah yang menggunakan pendekatan dakwah bil haal. Apa artiya? Dakwah bil haal adalah kegiatan yang mengutamakan action approach atau perbuatan nyata, yakni dakwah yang mengutamakan sikap, akhlak, kemampuan, kreativitas dan perilaku pendakwah (da’i) yang secara luas meliputi semua aspek kehidupan dengan mencontoh apa yang telah dikerjakan oleh para pendahulu dari kalangan yang shalih (Salafus Shalih).

Banyak sekali pengobatan yang dicontohkkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam diantaranya penggunaan metode bekam bisa menyembuhkan penyakit stroke.

Metode lain yang digunakan oleh Rasulullah adalah Ruqyah Syar’iyyah, misalnya membacakan Surah Al Baqarah untuk mengobati orang yang terkena sihir.

Namun secara umum, kaidah pengobatan Islam menurut para ulama salafus shalih ada 3 (tiga) macam :
1. Menjaga/memelihara kesehatan
2. Melindungi diri dari hal-hal yang membahayakan kesehatan
3. Mengeluarkan zat-zat yang bisa merusak kesehatan dari dalam tubuh

Pertanyaan : Bagaimana menerapkan ketiga kaidah tersebut terutama pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini yang sudah berlangsung selama 2 tahun?

  1. Menjaga atau Memelihara kesehatan bisa dilakukan dengan cara membangun sistem imun tubuh yang prima. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan terkait dengan tujuan ini akan selalu berhubungan dengan aktivitas manusia sehari-hari baik usia muda maupun tua misalnya : 1) mengatur pola makan dan menu makanan yang bisa menguatkan sistem imun, 2) melakukan olahraga yang teratur, 3) istirahat yang cukup, 4) menenangkan hati dengan ibadah dan sering berdoa serta dzikir, dan sebagainya.
  2. Melindungi diri dari kemungkinan masuknya zat-zat berbahaya bagi tubuh seperti racun, limbah, bakteri dan virus. Ini berhubungan dengan kegiatan protokol kesehatan yang bisa dilakukan pada masa pandemi misalnya 1) memakai masker, 2) mencuci tangan dengan sabun, 3) menjaga jarak, 4) menahan bersin dengan lengan tangan, dan sebagainya.
  3. Mengeluarkan zat-zat yang berbahaya dari dalam tubuh, terutama saat tubuh kita ditakdirkan Allah (qodarullah) terpapar virus Corona. Kegiatan yang bisa dilakukan : misal : 1) Minum air putih hangat ditambah jeruk, 2) Berkumur-kumur dengan air garam, 3) Mengkonsumsi herbal pembuang dahak dan lembab, 4) Memperbanyak makan buah dan sayuran, 5) Menghindari gorengan, 6) Shaum (puasa) Senin-Kamis) dan sebagainya.

Semoga bermanfaat.

Sebagian tulisan ini diambil dari kitab Zaadul Ma’ad dalam Bab Kitab Thibbun Nabawi karya Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah Penerbit Daarul Atsar, Yogyakarta.

Sumber tulisan lainnya berasal dari Diskusi online WhatsApp grup Biomekanik oleh dr. Medi Irawan.