Penciptaan bumi sebagai tempat tinggal di dunia

Bumi merupakan satu satunya planet yang diketahui menjadi tempat tinggal yang layak bagi semua makhluk hidup. Dari seluruh planet yang ada di alam semesta, hanya bumi yang mampu mengakomodasi kehidupan manusia serta keanekaragaman makhluk yang menyertainya sebagai bagian dari ciptaan Allah Subhanahu Wa Taala

Islam memberikan pandangan yang lugas bahwa semua yang ada di bumi adalah merupakan karunia yang harus dipelihara agar semua yang ada menjadi stabil dan terpelihara. Allah Subhanahu Wa Ta`ala telah memberikan karunia yang besar kepada semua makhluk dengan menciptakan gunung, mengembangbiakkan segala jenis binatang dan menurunkan hujan dari langit agar segala tumbuhan dapat berkembang dengan baik.

Allah Subhanahu Wa Taala mengatakan dalam (Al Quran Surat Luqman [31]:10) >>>>

“Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan Dia memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.”

Pustaka

Mangunjaya FM, Prabowo HS, Tobing IS, Abbas AS, Saleh C, Sunarto, et al. Pelestarian Satwa Langka untuk Keseimbangan Ekosistem [Internet]. Edisi ke-1. Mangunjaya FM, editor. Jakarta: Majelis Ulama Indonesia, (MUI) Pusat; 2017. Available from: http://repository.unas.ac.id/492/

Perubahan Iklim dan Ekosistem

Para ilmuwan sangat percaya bahwa perubahan iklim akan menyebabkan pengurangan keanekaragaman hayati pada ekosistem dan juga memacu kepunahan spesies. Peningkatan variabilitas iklim telah mempengaruhi kehadiran dinamika spesies dan perubahan ekosistem secara global. Perubahan iklim juga menjadi pendorong utama meningkatnya risiko kemiskinan dan bencana (IPCC, 2007). Perubahan ini sangat mempengaruhi berbagai komponen ekosistem yakni : 1) masyarakat miskin, 2) yang sering mengandalkan strategi mata pencaharian berbasis subsisten dan 3) bergantung pada sumber daya alam seperti tanah yang sehat, sumber daya air, hasil hutan, bahan baku, ikan, dan tanaman obat (Reid, 2016).

Kontribusi dan manfaat jasa ekosistem terhadap kebutuhan dasar yang diperlukan oleh manusia seperti : makanan, kesehatan dan kesejahteraan telah banyak didokumentasikan dengan baik untuk berbagai sistem.  Beberapa penerapan yang diklaim sebangai layanan ekosistem antara lain : 1) penyediaan air, 2) produksi pangan, 3) penyediaan bahan bakar dan serat, 4) pengaturan hama dan penyakit, dan 5) pengaturan iklim, air dan siklus nutrisi (de Groot & Ramakrishnan, 2005).

Jika ekosistem tempat tinggal manusia itu dilestarikan dan dikelola secara berkelanjutan, maka ekosistem akan diatur oleh Allah Subhanahu Wa Ta`ala sebagai Tuhan yang Maha Mengatur untuk menyediakan jasa ekosistem penting dan memainkan peran penting dalam membantu masyarakat beradaptasi dengan perubahan iklim. Ekosistem dapat mengurangi dampak bahaya alam termasuk tanah longsor, banjir, angin topan dan angin topan dan memberikan kontribusi yang berharga bagi ketahanan manusia (Sudmeier-rieux et al., 2006).

Pustaka

de Groot, R., & Ramakrishnan, P. S. (2005). Ecosystems and human well-being: Current State and Trends, Chapter 17: Cultural and Amenity Services. Ecosystem and Human Well-Being: Current State and Trends, 1, 457–474. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.13140/RG.2.2.32902.88644

IPCC. (2007). Climate change 2007: impacts, adaptation and vulnerability (Fourth Assessment Report, Issue 2300). https://msuweb.montclair.edu/~lebelp/ipccclimatechange2007.pdf

Reid, H. (2016). Ecosystem- and community-based adaptation: learning from community-based natural resource management. Climate and Development, 8(1), 4–9. https://doi.org/10.1080/17565529.2015.1034233

Sudmeier-rieux, K., Masundire, H., Rizvi, A., & Rietbergen, S. (2006). Ecosystems, livelihoods and disasters :an integrated approach to disaster risk management. In K. Sudmeier-Rieux, H. Masundire, A. Rizvi, & S. Rietbergen (Eds.), Ecosystems, livelihoods and disasters :an integrated approach to disaster risk management (Issue 4). IUCN. https://doi.org/10.2305/IUCN.CH.2006.CEM.4.en