Ketergantungan Kesehatan masyarakat dengan Lingkungan

Menjaga dan melindungi lingkungan adalah tindakan baik yang akan menjaga dan melindungi kesehatan secara utama, kemudian akan menghasilkan manfaat tambahan seperti kesehatan dan pendidikan anak. Dalam hal ini, ada banyak pelaku yang terlibat dalam upaya menjaga kesehatan dan lingkungan , melalui usaha yang terpadu baik melalui konservasi (penjagaan), restorasi (pemulihan), maupun proteksi (perlindungan). Dengan demikian, maka visi baru kesehatan lingkungan, seharusnya mengembangkan pengembangan dan penelitian lintas sektoral. Selanjutnya dimulai pembentukan hubungan baru diantara berbagai kelompok, diantaranya antara komunitas medis dan kesehatan masyarakat, klaangan industri, pemerintah, pendidik, petani, pembuat kebijakan, dan kelompok internasional.

Berbagai bukti menunjukkan bahwa interaksi dengan lingkungan akan menawarkan berbagai manfaat kesehatan, dengan demikian, maka diperlukan artikulasi visi kesehatan lingkungan dalam skala yang lebih luas. Kajian ini membentang dari perencanaan kota hingga arsitektur lansekap, dari desain interior hingga kehutanan, dari botani hingga kedokteran hewan. Dan visi semacam itu akan memiliki implikasi setidaknya dalam empat bidang, yakni : 1) penelitian, 2) kolaborasi, 3) perawatan klinis, dan 4) promosi kesehatan masyarakat.

Diduga ada hubungan antara paparan lingkungan dengan efek kesehatan, dan hal ini memerlukan agenda penelitian strategis yang mengarahkan tidak hanya pada kajian paparan pada lingkungan yang diduga tidak sehat, tetapi juga pada lingkungan yang diduga sehat. Sehingga hasil yang diperoleh tidak hanya mencerminkan gangguan kesehatan tetapi juga dalam upaya untuk meningkatkan kesehatan.

Pandangan ini akan menghasilkan pertanyaan penelitian baru dan tentunya tantangan untuk mendefinisikan dan mengoperasionalkan variabel baru. Arsitek lansekap, ahli hortikultura, dan psikolog lingkungan biasa bekerja dengan variabel paparan, tetapi dalam kajian kesehatan lingkungan tidak. Demikian pula, pada variabel hasil yang mencerminkan nilai kesehatan bukan penyakit ternyara kurang dianggap familiar dan ini merupakan tantangan yang harus dikembangkan dan divalidasi. Keberadaan tantangan-tantangan ini akan menawarkan peluang yang lebih luas untuk pengembangan metode dan pengujian hipotesis.

Kalangan spesialis kesehatan lingkungan, mulai dari peneliti hingga dokter, telah lama menyadari perlunya berkolaborasi dengan ahli profesional lain, misalnya, dengan insinyur mesin untuk membangun desain ruang paparan, ahli kimia untuk mengukur paparan, dan insinyur perangkat lunak untuk menerapkan sistem informasi data kesehatan. Kalangan yang berkutat dengan kesehatan lingkungan juga membutuhkan arsitek lanskap untuk membantu mengidentifikasi fitur menonjol dari paparan di luar ruangan, juga dengan desainer interior untuk melakukan hal yang sama di lingkungan mikro, juga dengan dokter hewan untuk membantu memahami lebih banyak tentang hubungan manusia dengan hewan, dan dengan perencana kota dan regional untuk membantu menghubungkan prinsip kesehatan lingkungan dengan desain lingkungan dalam skala besar.

Kesehatan lingkungan memiliki sejarah yang panjang dalam upaya menyediakan data, dan mengadvokasi berbagai tindakan untuk mencapai upaya pengendalian bahaya lingkungan, polusi udara dan air, pestisida, dan tempat kerja serta bahaya lainnya. Dan dengan cara yang sama, diperlukan berbagai tindakan/kebijakan yang dimunculkan berdasarkan bukti tentang manfaat kesehatan lingkungan.

Kesehatan lingkungan dapat menjadi faktor penting dalam upaya keputusan kebijakan dan ini menjadi faktor utama yang mempengaruhi kontak manusia dengan alam, desain perkotaan, penggunaan lahan, dan keputusan perencanaan wilayah, bahkan kebijakan pengelolaan hutan. Kesehatan lingkungan bisa memainkan peran penting membangun inisiatif kebijakan untuk melindungi ruang hijau, melestarikan pohon, membangun jalur sepeda, lingkungan zona atau wilayah, atau sekolah desain. Kesehatan lingkungan bisa dimunculkan dalam berbagai kurikulum sekolah, arsitektur dan teknik sipil. Saat ini diperlukan pembelajaran yang lebih banyak tentang manfaat kesehatan terkait interaksi dengan alam, dan menerapkan pengetahuan ini secara langsung untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Solusi untuk memecahkan berbagai masalah kesehatan lingkungan letaknya jelas ada di luar sistem perawatan kesehatan. Manusia beristirahat pada lingkungan tempat tinggalnya, kemudian bekerja, pergi ke sekolah, dan bermain. Oleh karena itu, mau tidak mau manusia membutuhkan inovasi dan ketekunan untuk memecahkan masalah kesehatan lingkungan ini. Sehingga upaya desainer, insinyur, arsitek, perencana kota, pengembang, dan komunitas sangat dinanti agar dapat mengubah status kesehatan suatu komunitas berdasarkan pertimbangan kebutuhan manusia terkait desain dan konstruksi.

Namun tantangannya adalah bagaimana cara mmembuat sektor kesehatan bisa mengenali beberapa masalah lingkungan ini kemudian berkolaborasi secara aktif dalam membangun komunitas secara fisik. Modal lingkungan dan sosial sangat penting dalam upaya mengatasi masalah lebih dari sekadar memperhatikan gejala kesehatan yang memburuk, namun penting untuk menemukan akar penyebab buruknya kesehatan masyarakat dan lingkungan dalam arti luas.

Sumber Bacaan

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK99582/

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.