Jasa Ekosistem dan Kesehatan Manusia

Ada banyak tantangan dan masalah yang dihadapi manusia dalam rangka mendapatkan dan penyediaan jasa ekosistem berkelanjutan yang jika tidak dijaga pada gilirannya akan mengancam kesehatan manusia secara keseluruhan. Beberapa tantangan dan ancaman yang dihadapi diantaranya : 1) urbanisasi yang cepat; 2) meningkatnya konsentrasi kemiskinan dan polusi di pinggiran kota; 3) perubahan iklim, 5) pola baru penggunaa jasa ekosistem; 6) intensifikasi pertanian dan 7) industri pertambangan ekstraktif.

Pada saat yang sama, jasa ekosistem diakui telah banyak berperan dan beragam , namun sayangnya ternyata kurang dihargai, terutama berkaitan dengan isu kesehatan manusia. Jasa ekosistem yang terkait kesehatan manusia diantaranya : 1) sebagai sumber bahan untuk kesehatan asli dan produk kesehatan lanjutan, 2) penyediaan mata pencaharian dan kesejahteraan, 3) suplementasi nutrisi dan sebagainya.

Risiko degradasi ekosistem dan manfaat jasa ekosistem memang tidak selalu terlihat jelas dan ini hanya dapat dirasakan secara penuh dalam beberapa tahun ke depan. Namun demikian, di banyak bagian dunia yang maju maupun belum berkembang, ditemukan konsekuensi dari proses yang saling terkait ini beserta risiko dan bahaya yang ditimbulkannya terhadap kesehatan manusia dan ekosistem. Dan ini masih banyak yang belum dieksplorasi, sehinga akan menarik penelitian empiris baru yang bisa meneliti hubungan antara jasa ekosistem dan kesehatan lingkungan dalam konteks dunia yang berubah dengan cepat.

Ada berbagai hal penting dalam kehidupan yang bisa dinikmati manusia, mulai dari udara yang kita hirup dan air yang kita konsumsi hingga aktivitas rekreasi luar ruangan yang kita nikmati. Dan semuanya itu bergantung pada keberadaan ekosistem alami yang sehat. Ekosistem alami (misalnya, lahan basah, sungai, muara, dan hutan) sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup semua spesies di Bumi. Keberadaan mereka yang disediakan Allah Subhanahu wata`ala sangatlah penting karena bisa mengatur dan memelihara berbagai proses ekologi serta menyediakan jasa ekosistem yang diperlukan untuk mempertahankan kesehatan manusia.

Jasa ekosistem adalah barang dan jasa yang disediakan secara langsung atau tidak langsung oleh alam. Jasa ini diklasifikasikan sebagai penyediaan, pengaturan, budaya dan pendukung. Pasokan dan variasi jasa ekosistem berbeda pada skala lokal, regional, dan global.

  • Jasa penyediaan adalah produk yang diciptakan oleh ekosistem untuk digunakan manusia seperti makanan, air tawar, serat, dan bahan bakar.
  • Jasa pengatur mengontrol proses ekologi yang terjadi di ekosistem seperti pengaturan iklim, pemurnian air, penyerbukan, pengaturan bahaya alam dan pengolahan limbah.
  • Layanan budaya memberikan peluang non-materi untuk kegiatan spiritual dan inspirasional, pendidikan, dan rekreasi.
  • Jasa pendukung adalah proses yang diperlukan untuk produksi semua jasa ekosistem seperti siklus hara dan pembentukan tanah.

Laporan Penilaian Ekosistem Milenium (2005) mengidentifikasi bahwa : 1) air tawar, 2) makanan, 3) bahan mentah, 4) obat-obatan, 5) siklus nutrisi, 5) pengolahan air limbah, 6) regulasi penyakit menular dan iklim, 7) kegiatan budaya dan rekreasi sebagai layanan ekosistem utama yang terkait dengan kesehatan masyarakat.

Jasa ekosistem rekreasi memiliki dampak langsung pada kesehatan mental dan fisik karena orang menikmati menghabiskan waktu di luar ruangan bersantai atau berpartisipasi dalam kegiatan (misalnya : memancing, berenang, berperahu, dll.) dalam ekosistem yang sehat. Makanan, udara bersih, air tawar, obat-obatan, dan pengaturan penyakit adalah layanan yang dapat meminimalkan ancaman terhadap kesehatan manusia.

Cepatnya biosfer menjadi tidak seimbang akibat perubahan iklim, maka semakin menunjukkan perlunya perlindungan ekosistem alam dan keanekaragaman hayati dalam hubungannya dengan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Upaya ini juga bermanfaat untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, kesehatan lingkungan, dan akses terhadap jasa ekosistem.

Aktivitas manusia (misalnya, deforestasi, ekspansi pertanian, pembakaran bahan bakar fosil, dan penyebaran spesies invasif) telah mengganggu stabilitas dalam ekosistem alami, namun secara bersamaan kegiatan ini telah mengekspos manusia dengan berbagai stresor yang mengancam jasa ekosistem dan kesehatan lingkungan. Misalnya, ketersediaan air tawar yang menurun di banyak wilayah di seluruh dunia, akan membahayakan ketersediaan pangan dan ketersediaan air bersih yang diperlukan untuk minum, mandi, dan memasak. Termasuk gangguan penyediaan sistem air tawar yang umum terjadi di daerah pertanian dan perkotaan.

Masyarakat yang pola makannya sebagian besar terdiri dari sumber pangan lokal juga akan mengalami penurunan pasokan pangan akibat penurunan keanekaragaman hayati dan intensifikasi pertanian. Dan lebih jauh lagi, kerusakan ekosistem alami akibat perubahan habitat, perpindahan patogen dari satu lokasi ke lokasi lain, penurunan keanekaragaman hayati atau perubahan genetik yang disebabkan oleh manusia akan berkontribusi pada peningkatan risiko paparan vektor dan wabah penyakit parasit pada manusia.

Ketika sumber daya alam dieksploitasi secara berlebihan, terdegradasi, atau punah, maka tentunya nilai dan permintaan akan jasa ekosistem sehat akan meningkat. Tentunya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kebutuhan penyediaan lingkungan yang berkelanjutan, dan kesehatan masyarakat merupakan tantangan yang perlu dihadapi.

Dengan demikian diakui ada kebutuhan mendesak untuk bisa mengevaluasi indikator biogeokimia dan sosio-ekonomi terkait kesehatan lingkungan. Hal ini dilakukan agar upaya melestarikan ekosistem alami bisa dilakukan dengan cara lebih baik dan dalam upaya melindungi jasa ekosistem yang dibutuhkan untuk menopang kesehatan masyarakat. Menghubungkan kesehatan manusia dengan jasa ekosistem adalah upaya kompleks karena melibatkan beberapa aspek sosial-ekonomi, faktor biologis dan lingkungan. Wallahu`alam bis showab

Breaking News! Universitas Lambung Mangkurat telah memberlakukan kebijakan Zero Waste dan Zero Tolerance. Semoga ini bisa terus dilanjutkan untuk mencapai tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), termasuk mencapai tujuan Health Promoting University. Aamiin

Pustaka

Spence, Porchè L., Minnjuan Flournoy Floyd, Joniqua Howard, and Candice Simmons. 2015. “Ecosystem Services and Environmental Health.” Environmental Health Insights 9: 35–38. https://doi.org/10.4137/EHI.S38845.

Diterbitkan oleh

Anang Kadarsah

Dosen Biologi FMIPA ULM.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.