Kesempatan di 10 hari terakhir Ramadhan

Para pembaca yang saya hormati, Alhamdulillah pada hari ini hari Jumat tanggal 27 Ramadhan 1440 Hijriyah Allah Subhanahu Wa Ta’ala masih memberikan kesempatan kepada kita semua untuk menjalani ibadah shaum di bulan yang penuh berkah ini. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan kita semuanya termasuk yang mendapatkan keberkahan serta mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar.

Mari kita gunakan kesempatan beramal pada sisa waktu bulan puasa ini untuk terus melakukan amal kebaikan berdzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, misalnya : membaca Alquran, sholat tarawih, Shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, bersedekah, menunaikan zakat fitrah dan ibadah lainnya. Selanjutnya bagi yang melakukan perjalanan mudik mari kita doakan agar mereka juga mendapatkan kesehatan dan selamat sampai tujuan. Untuk menjaga lingkungan tetap terjaga, dihimbau untuk mengelola sampah selama perjalanan mudik, misalnya merapikan gelas minum, dan memisahkan sampah plastik, dengan sampah basah sehingga lingkungan yang dilewati pemudik tetap terpelihara dan bebas dari sampah pemudik.

Terkait dengan akan berakhirnya bulan Ramadhan, mari kita simak perkataan Imam Ibnu Rajab rahimahullah agar kita setiap muslim menutup bulan Ramadhan ini dengan kebaikan :

ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻥ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻗﺪ ﻋﺰﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺣﻴﻞ ﻭلم ﻳﺒﻖ ﻣﻨﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻘﻠﻴﻞ، ﻓﻤﻦ ﻣﻨﻜﻢ ﺃﺣﺴﻦ ﻓﻴﻪ ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺍﻟﺘﻤﺎﻡ، ﻭﻣﻦ ﻓﺮﻁ ﻓﻴﺨﺘﻤﻪ ﺑﺎﻟﺤﺴﻨﻰ ﻓﺎﻟﻌﻤﻞ ﺑﺎﻟﺨﺘﺎﻡ، ﻓﺎﺳﺘﻤﺘﻌﻮﺍ ﻣﻨﻪ ﺑﻤﺎ ﺑﻘﻲ من ﺍﻟﻠﻴﺎﻟﻲ ﺍﻟﻨﻴﺮﺓ ﻭﺍﻷﻳﺎﻡ

“Wahai para hamba Allah, sesungguhnya bulan Ramadhan jelas akan berlalu. (Sekarang) tidak tersisa kecuali sedikit. Barang siapa di antara kalian telah berbuat baik padanya, hendaklah ia menyempurnakannya. Adapun siapa yang meremehkan, hendaklah ia menutupnya dengan kebaikan. Amalan itu tergantung akhirnya. Karena itu (bersungguh-sungguhlah) dalam memanfaatkan malam-malam yang penuh dengan cahaya dan siang Ramadhan yang masih tersisa.

Selanjutnya Imam Ibnu Rajab rahimahullah menyampaikan kepada kita untuk menyampaikan ucapan perpisahan dengan bulan yang penuh berkah ini, dan segera berharap dipertemukan lagi dengannya.

ﻭﺍﺳﺘﻮﺩﻋﻮﻩ ﻋﻤﻼً ﺻﺎﻟﺤﺎً ﻳﺸﻬﺪ ﻟﻜﻢ ﺑﻪ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻌﻼﻡ، ﻭﻭﺩﻋﻮﻩ ﻋﻨﺪ ﻓﺮﺍﻗﻪ ﺑﺄﺯﻛﻰ ﺗﺤﻴﺔ ﻭﺳﻼﻡ

Sampaikanlah ucapan perpisahan dengan amalan shalih, yang akan bersaksi untuk kalian di sisi Dzat Yang Maharaja, Yang Maha Mengetahui. Sampaikanlah ucapan perpisahan ketika berpisah dengan Ramadhan dengan penghormatan dan salam yang paling suci.”

Barakallahu fiikum

📚 Lathaif al-Ma’arif 1/209. Disalin dari laman : https://forumsalafy.net/amalan-itu-tergantung-pada-akhirnya/

Perjalanan menuju 10 hari terakhir bulan Ramadhan

Alhamdulillah adalah ucapan yang paling layak diucapkan tatkala seorang muslim mendapatkan keutamaan bertemu bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah dan keutamaan. Bulan yang didalamnya terdapat malam yang lebih utama dari 1000 bulan, yakni malam lailatul qadr.

Tentunya amalan yang paling baik dan diterima Allah Subhanahu wa ta’ala adalah amalan yang mengikuti contoh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Mari kita lihat apa yang dilakukan Rasulullah di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Dari Aisyah Radhiyallahu’anha menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir (bulan ramadhan), melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut. (Hadits Riwayat Muslim).

Lalu amalan apa saja yang banyak dilakukan Rasulullah di 10 hari terakhir bulan Ramadhan? Beberapa amalan utama yang dicontohkan, antara lain: 

1. Memperpanjang Shalat Malam. Pada 10 malam terakhir, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak tidur, lambung beliau dan para sahabat amat jauh dari tempat tidur. Beliau menghidupkan malam-malam tersebut untuk beribadah, shalat, zikir, dan lain-lain hingga waktu fajar.

2. Memperbanyak Sedekah. Meningkatkan sedekah menjadi salah satu amalan utama di 10 hari terakhir sebagai ungkapan syukur atas nikmat dipertemukan Ramadan, serta sebagai penyempurna ibadah puasa dan ibadah-ibadah individu lainnya.

3. I’tikaf. I’tikaf berarti berdiam di masjid dalam rangka beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tidaklah seseorang keluar dari masjid, kecuali untuk memenuhi hajatnya sebagai manusia. I’tikaf memiliki kekhususan tempat dan aktivitas yaitu masjid dengan aktivitas ibadah mendekatkan diri kepada Allah dengan berdzikir, berdo’a, membaca Al-Quran, shalat sunnah, bershalawat, bertaubat, beristigfar, dan lainnya. I’tikaf dianjurkan setiap waktu, tetapi lebih ditekankan memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan.

4. Tilawah Al Qur’an. Meningkatkan membaca Al-Qur’an menjadi salah satu ibadah utama di 10 hari terakhir Ramadan. Tidak sedikit umat Islam yang larut dalam tilawah Al-Qur’an sepanjang malam baik di masjid maupun di rumah. Tilawah Al-Qur’an adalah ibadah ringan dan memiliki keutamaan yang besar.

Wallahu ‘alam.

Disadur dari laman https://kemenag.go.id/read/amalan-penting-di-10-hari-terakhir-ramadan-ykok5

Ubi Jalar, bukan sekedar makanan pokok

Ubi jalar adalah sumber makanan umum bagi banyak penduduk asli di Afrika, Amerika Tengah dan Selatan, Karibia dan Hawaii. Ia adalah sumber senyawa alami yang sangat baik, termasuk beta-karoten dan anthocyanin. Konsentrasi tinggi senyawa ini pada tanaman umbi-umbian, dipasangkan dengan warna stabilnya, membuat ubi jalar menjadi alternatif yang sehat untuk pewarna sintetis dalam makanan.

Ubi jalar lebih dari sekadar makanan pokok populer yang disajikan sebagai hidangan pembuka manis, lauk pauk, atau camilan pengisi sendiri. Sayuran akar bertepung ini memiliki banyak manfaat untuk mencapai kesehatan yang optimal.

Dilanjutkan bacanya : https://kanuragan.com/lima-alasan-untuk-makan-lebih-banyak-ubi-jalar/

Memperbanyak Meminta Ampunan Saat Sahur

Para pembaca rahimakumullah (semoga Allah merahmati anda semua). Di bulan puasa ini marilah kita berlomba-lomba berbuat kebaikan diantaranya dengan meminta ampunan kepada Allah menjelang sahur. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

ﻭَﺑِﺎﻟْﺄَﺳْﺤَﺎﺭِ ﻫُﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭْﻥَ.

“Dan pada waktu sahur kebiasaan mereka meminta ampun kepada Allah.” (QS. Adz-Dzariyat: 18).

Kemudian kita melihat bagaimana akhlak para pendahulu kita dari kalangan orang-orang Shalih (Salafus shalih) yang bersemangat untuk meminta ampunan (beristighfar) di waktu sahur. Sebagaimana diriwayatkan dalam kitab at-Tahajjud karya Ibnu Abid Dunya, no. 296, dituliskan bahwa :

كان ابن عمر يقوم الليل ويكثر من قيامه، فإذا جاء السحر وقف عن القراءة وأخذ في الاستغفار.

“Dahulu kebiasaan Abdullah bin Umar adalah mengerjakan shalat malam dan memperpanjang berdirinya. Lalu, ketika telah tiba waktu sahur, beliau berhenti dari membaca al-Qur’an dan mulai istighfar.”

Barakallahu fiikum (Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan barokah-Nya kepada Anda semua). Aamiin.

Sumber tulisan :

http://telegram.me/ForumSalafy

Tetap Sehat dan Bugar selama Berpuasa. Biidznillah.

Mulai kemarin tanggal 3 April 2022, umat muslim di Indonesia menjalankan puasa atau shaum di bulan suci Ramadhan 1433 H. Sungguh merupakan nikmat yang tidak terkira berjumpa dengan bulan Ramadhan karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan melipatgandakan setiap amalan yang dikerjakan oleh Ummat Islam. Demikian pula dengan dibelunggunya setan-setan jahat selama bulan Ramadhan akan memudahkan Ummat Islam berbuat kebaikan seperti Tadarus membaca Al-Quran dan bersedekah. Barakallahu fiikum.

Saat berpuasa, tubuh terkadang terasa lebih lesu dibanding biasanya. Namun, ini bisa dicegah jika kita memiliki kebiasaan yang baik saat sahur hingga berbuka.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar tubuh tetap segar bugar selama bulan puasa, dikumpulkan dari berbagai sumber:

Saat Sahur

  • Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks saat sahur karena bisa membuat kita kenyang lebih dari 6 jam. Yang dimaksud makanan dengan karbohidrat kompleks adalah nasi merah, ubi, jagung, singkong, roti gandum dan oatmeal.
  • Konsumsi makanan yang mengandung protein seperti daging sapi, ayam, telur, ikan, dll.
  • Buah dan sayuran membantu menjaga stamina Anda selama puasa
  • Sebelum imsak, minum air mineral yang cukup, seperti tiga hingga lima gelas.
  • Hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh karena bersifat diuretik yang membuat tubuh jadi lebih sering membuang air kecil.
  • Batasi konsumsi makanan yang terlalu manis dan mengandung banyak gula, karena justru membuat tubuh lemas di siang hari.
  • Biasakan untuk sahur dekat-dekat dengan waktu imsak.

Selama Berpuasa

  • Batasi aktivitas fisik agar tidak mudah lelah.
  • Jika memiliki waktu, sempatkan untuk istirahat atau tidur siang sebentar selama 20 menit.
  • Berolahraga mendekati waktu berbuka.

Saat Berbuka

  • Saat berbuka, konsumsi makanan dan minuman yang manis karena bisa mengembalikan energi.
  • Mengonsumsi hidangan utama secukupnya dan makan secara bertahap  agar perut tidak mudah terasa sesak. Satu jam kemudian, barulah makan besar.
  • Pilih menu makanan yang seimbang untuk berbuka, yakni yang mengandung karbohidrat, protein, sayuran dan buah-buahan pada hidangan Anda.
  • Hindari konsumsi gorengan dan makanan pedas yang berlebihan agar tidak mengganggu pencernaan Anda.
  • Minum lima gelas air sebelum tidur
  • Karena harus bangun pagi untuk sahur, sebaiknya jangan begadang di malam harinya.

Pustaka

Widyaningrum, G. L. 220. Memasuki Bulan Ramadan, Ini Kiat Tetap Sehat dan Bugar Selama Berpuasa. Jumat, 24 April 2020 | 15:36 WIB. https://nationalgeographic.grid.id/read/132121267/memasuki-bulan-ramadan-ini-kiat-tetap-sehat-dan-bugar-selama-berpuasa