Arsip Kategori: makanan

KPSDH – Pertemuan 1. RPKPS

Deskripsi singkat :

Didalam mata kuliah Konservasi dan PSDH (Pengelolaan Sumber Daya Hayati) ini mahasiswa diberikan pengertian-pengertian tentang : penciptaan alam semesta serta penyediaan sumber daya bagi manusia, kewajiban bersyukur atas karunia sumber daya alam hayati dan bersabar atas keterbatasan, pembagian sumberdaya alam hayati dan non hayati, mekanisme hilangnya / pemiskinan sumberdaya alam hayati, prinsip-prinsip dan strategi konservasi dan pengelolaan sumber daya hayati, upaya konservasi dan PSDH (Pengelolaan Sumber Daya Hayati) di kawasan lindung, dan meningkatkan kapasitas manusia guna melestarikan sumberdaya alam hayati.

Standar Kompetensi :

Menanamkan pengertian kepada mahasiswa akan pentingnya : bersyukur kepada Rabb yang menyediakan sumber daya untuk manusia, konservasi dan PSDH (Pengelolaan Sumber Daya Hayati) sehingga sumberdaya alam hayati dapat tetap lestari bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

Dasar Kompetensi :

Setelah selesai mengikuti mata kuliah Konservasi dan PSDH (Pengelolaan Sumber Daya Hayati)ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan tentang :

  1. Kewajiban mengenal Pencipta Alam Semesta, bersyukur atas pemberiannya, dan bersabar atas keterbatasan yang ada.
  2. Pengertian sumberdaya alam hayati dan non hayati dan mekanisme hilangnya keanekaragaman hayati.
  3. Prinsip-prinsip konservasi dan pengelolaan sumber daya hayati
  4. Strategi konservasi dan pengelolaan sumber daya hayati
  5. Kawasan Lindung di setiap ekosistemdan upaya konservasi dan PSDH (Pengelolaan Sumber Daya Hayati) di kawasan lindung,
  6. Pengenalan penduduk setempat dan hubungannya dengan kawasan lindung.
  7. Meningkatkan kapasitas manusia guna melestarikan sumberdaya alam hayati.

PEMBAGIAN KELOMPOK DISKUSI MK Konservasi dan PSDH

Kelompok 1 : Pengertian sumberdaya alam hayati dan non hayati dan mekanisme hilangnya keanekaragaman hayati.

Kelompok 2 : Prinsip-prinsip konservasi dan pengelolaan sumber daya hayati

Kelompok 3 : Strategi konservasi dan pengelolaan sumber daya hayati

Kelompok 4 :Kawasan Lindung di setiap ekosistemdan upaya konservasi dan PSDH (Pengelolaan Sumber Daya Hayati) di kawasan lindung,

Kelompok 5 : Pengenalan penduduk setempat dan hubungannya dengan kawasan lindung.

Kelompok 6 : Meningkatkan kapasitas manusia guna melestarikan sumberdaya alam hayati.

Rencana Kegiatan :

Minggu 1 : Pendahuluan, Silabus, Kontrak Kerja, dan Perencanaan Praktikum

Minggu 2 : Presentasi mengenai : Penciptaan Alam Semesta, bersyukur atas pemberiannya, dan bersabar atas keterbatasan yang ada

Minggu 3 : Diskusi kelompok 1 sd kelompok 6 : Presentasi

Minggu 4 : Identifikasi konservasi dan pengelolaan sumber daya hayati (Studi Kasus di Kabupaten Tanah Laut)

Minggu 5. Analisis deskriptif dan SWOT konservasi dan pengelolaan sumber daya hayati (Studi Kasus di Kabupaten Tanah Laut)

Minggu 6. Perencanaan konservasi dan pengelolaan sumber daya hayati (Studi Kasus di Kabupaten Tanah Laut)

Minggu 7 : Praktik konservasi dan pengelolaan sumber daya hayati (Studi Kasus di Kabupaten Tanah Laut)

Referensi :

  1. Al-Quran dan Terjemahan. Departemen Agama, Republik Indonesia.
  2. Abdurrahim. U.A.A. 2015. Ilmu Pengetahuan Alam Dalam Al Qur’an dan Hadits. ISBN. 978-979-153070-7-0. Cetakan Pertama. Penerbit Hikmah Anak Sholih, Yogyakarta.
  3. Anonim. 1995. Strategi Keanekaragaman Hayati Global. Gramedia . Jakarta;
  4. Hardjo Soemantri. 1991. Konservasi SDAH dan Ekosistemnya. UGM. Yogyakarta;
  5. John and Kathy Mac Kinnon. 1993. Pengelolaan Kawasan Yang dilindungi Di
    Daerah Tropis. Gajah Mada Press. Yogyakarta;
  6. Soerianegara I. 1998. Pengelolaan Sumberdaya Alam. Dan Lingkungan . IPB.
    Bogor;
  7. Mangunjaya, F.M. 2006. Hidup Harmonis dengan Alam. Esai esai Pembangunan
    Lingkungan, Konservasi dan Keanekaragaman Hayati. Yayasan Obor Indonesia.
  8. Mochamad Indrawan, Richard B. Primack dan Jatna Supriatna. 2007. Biologi
    Yayasan Obor Indonesia.
  9. Kadarsah, A. 2015. Waterbirds Biodiversity And Attendance In Rhizophora Sp. Mangrove Stands Of Varying Planting Ages. TWJ VOLUME 1 No.1 NOVEMBER 2015 ISSN : 2338-7653. http://twj.unlam.ac.id/index.php/twj/article/download/7/6.

  10. Kadarsah, A., dan Krisdianto. (2016). Identification And Characterization Of Anthropogenic Activities And Its Effect On Wetlands Ecological Functions : Simulation Case Of Riam Kanan River In Banjar District. Presented at International Conference of the Society for Indonesian Biodiversity (ICB). May 29, 2016. Padjadjaran University, Bandung. Alamat : http://biodiversitas.mipa.uns.ac.id/S/gen/pdf/A0304aaALL.pdf.

  11. Kadarsah, A. & Susilawati, I. O. (2018). Kajian Perbandingan Luas Pekarangan dan Kearifan Lokal Jenis Tanaman Obat di Pesisir pantai Kabupaten Tanah Laut. Jurnal Biodjati, 3 (1), 36-46.

Tugas tambahan :

  1. Silakan klik tautan berikut ini untuk mengisi biodata terkait materi kuliah Konservasi dan Pengelolaan Sumber Daya Hayati!
  2. Jangan lupa berikan komentar terkait tulisan pada website ini!

Penilaian :

NO KOMPONEN PERSENTASE PENGAJAR
1 TUGAS 1 10 ANANG KADARSAH,S.Si.,M.Si.
2 UTS 1 20 ANANG KADARSAH,S.Si.,M.Si.
3 PRAKTIKUM 1 20 ANANG KADARSAH,S.Si.,M.Si.
4 TUGAS 2 10 DR. DRS. KRISDIANTO, M.Sc.
5 PRAKTIKUM 2 20 DR. DRS. KRISDIANTO, M.Sc.
6 UAS 20 DR. DRS. KRISDIANTO, M.Sc.
TOTAL 100

Makanan Pagi Yang Disajikan Hotel di Kota Hangzhou

Beberapa hari sudah hidup merasakan pahit manis asam asin makanan di Kota Hangzhou, China. Ada bebeberapa jenis yang bisa saya foto dan catat di sini. Khususnya yang saya soroti adalah jenis-jenis makanan yang disajikan di beberapa penginapan (karena hampir setiap hari selalu berpindah tempat menginap, Mulai dari Hotel HuaChen, Hotel AliShan, Guest House Anji County, dll).

Nah kira-kira begini wujudnya makanan pagi.  Gambar 1 menunjukkan makanan yang disebut tumis sayuran, isinya antara lain : bunga kol, jamur kuping, bawang putih dan sedikit kecambah. Oh iya, anda jangan terkecoh ya, karena di China (Kota Hangzhou) jarang dijumpai restoral halal, maka tumis sayuran pun akan ditambahkan irisan daging babi. Lihat irisan daging berwarna merah muda.  (Jangan dimakan!).

IMG_20150906_072219

Gambar 1.  Tumis sayuran menggunakan campuran daging babi disajikan dalam menu makanan pagi di Hotel Hua Chen, Hangzhou.

Nah kalau ini mesti ada dimana-mana. jagung rebus atawa kulub jagong (Gambar 2). Rada kaget juga ternyata Alhamdulillah ternyata ada juga makanan yang halal (Insyaallah) untuk dimakan di tempat ini.

IMG_20150906_072227

Gambar 2. Jagung rebus siap untuk disantap sebagai menu makan pagi

Kalau ini, mestinya sudah tahu ya. Ini adalah nasi goreng (Gambar 3), yang dicampur dengan telur dan irisan jamur kuping dan tidak ditemukan daging babi. Namun bisa jadi ada minyaknya, wallahu alam.
IMG_20150906_072232

Gambar 3. Nasi goreng yang disajikan sebagai menu makan pagi.

Selanjutnya kita akan menjumpai kentang goreng (Gambar 4). Cukup renyah untuk dimakan, sebagai pengganti makanan lain yang tidak mengundang selera (selera masing-masing ya, sesuai keinginan).

IMG_20150906_072241

Gambar 4. Menu masakan kentang goreng

Menu selanjutnya adalah bubut (tanpa tambahan apa-apa). Pelengkapnya disesuaikan selera mau telur, kentang goreng, ayam atau yang lainnya. (Gambar 5).
IMG_20150906_072244Gambar 5. Bubur beras saja juga disajikan dalam menu makan pagi.

Roti unyil (Gambar 6.), kacang tanah goreng (Gambar 7) dan bakpao (Gambar 8) juga ada disajikan dalam menu makanan pagi.

IMG_20150906_072252Gambar 6. Roti Unyil

IMG_20150906_072256

Gambar 7. Kacang tanah goreng

 

IMG_20150906_072317

Gambar 8. Bakpao tabur kismis cokelat

Kesimpulan :

Ternyata menu makanan yang ada di Negara China (Provinsi Hangzhou), tidak jauh berbeda dengan kebanyakan makanan pagi yang disajikan di banyak tempat di Indonesia.  Bedanya di sana (China), daging babi selalu disisipkan pada hampir semua jenis masakan terutama jenis masakan yang berkuah dan ditumis.