Arsip Kategori: pendidikan

Biodiversitas dan Industri Wisata

Selama beberapa dekade, pariwisata telah menjadi salah satu industri terbesar dan paling cepat berkembang di dunia. Terhitung lebih dari 30% ekspor jasa komersial seluruh dunia berasal dari pariwisata dan lebih dari 6% keseluruhan ekspor terkait dengan barang dan jasa untuk menunjang pariwisata. Pariwisata berdampak besar dan perannya terus meningkat serta berdampak terhadap manusia maupun jasa ekosistem. Bagi banyak negara berkembang, pariwisata menjadi salah satu sumber pendapatan utama dalam menciptakan dan menghasilkan peluang kerja yang sangat dibutuhkan untuk pembangunan sosial-ekonomi.

Pertumbuhan industri pariwisata yang berkelanjutan saat ini terus berkembang seiring dengan semakin menguatnya isu lingkungan. Selain itu konsumen juga semakin menuntut tujuan pariwisata yang lebih bersih, berkelanjutan, dan lebih ramah lingkungan. Tren kualitatif dan kuantitatif ini tentunya memerlukan pengembangan dan pengelolaan produk pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis keanekaragaman hayati. Konsep ini akan menghubungkan pariwisata dengan pemanfaatan sumber daya alam dan pengelolaan konservasi yang berkelanjutan.

Berbagai macam pilihan wisata akan berkaitan erat dengan jasa dan layanan yang dihasilkan dari biodiversitas. Berbagai pilihan yang dilakukan penduduk terkait wisata diantaranya, penduduk sering memilih tempat tertentu untuk menghabiskan waktu luang mereka. Sebagiannya memilih tempat wisata berdasarkan pada karakteristik lanskap alam atau budidaya di daerah tertentu. Sebagian lagi memilih rekreasi dalam kaitannya dengan hewan atau tumbuhan, merawat hewan peliharaan, atau kebun, taman dan cagar alam. Hasil yang diperoleh dari kegiatan wisata tersebut berhubungan dengan kesehatan berupa latihan fisik, dan kebugaran. Selain itu banyak sekali kontribusi wisata terhadap kesehatan fisik dan mental, dan pengentasan gangguan psikososial.

Terkait hal tersebut di atas, maka pengembangan produk pariwisata yang berbasis keanekaragaman hayati harus mengarah pada pembangunan berkelanjutan jangka panjang. Diperlukan usaha yang instensif untuk mempromosikan integrasi sosial dan ekonomi (pendapatan sektor pariwisata) dan partispasi masyarakat lokal. Untuk mencapainya, diperlukan rencana aksi komprehensif yang berfokus pada diversifikasi produk, daya saing dan pembangunan berbasis masyarakat. Titik utama pariwisata berkelanjutan adalah perlindungan dan pengelolaan keanekaragaman hayati, warisan budaya.

Sumber tulisan :

World Health Organization, & Secretariat of the Convention on Biological Diversity. (2015). Connecting Global Priorities: Biodiversity and Human Health. In WHO Press (Issue June 2017). https://doi.org/10.13140/RG.2.1.3679.6565

World Tourism Organization. (2011). Practical Guide for the Development of Biodiversity-based Tourism Products. In Practical Guide for the Development of Biodiversity-based Tourism Products (Second). World Tourism Organization. https://doi.org/10.18111/9789284413409

Ekotoksikologi Pestisida

Pestisida merupakan senyawa (substansi) kimia yang banyak digunakan petani untuk mengendalikan serangan hama pada tanaman pertanian (tanaman pangan, buah dan sayuran). Paparan pestisida yang melebihi Batasan Maksimum Residu (BMR) pada hasil panen para petani memungkinkan timbulnya dampak negatif bagi pengonsumsinya. Pestisida adalah zat atau senyawa kimia, zat pengatur dan perangsang tumbuh, bahan lain, serta organisme renik, atau virus yang digunakan untuk melakukan perlindungan tanaman (UU No 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman). Pestisida organoklorin merupakan salah satu jenis pestisida yang digunakan oleh para petani di Indonesia (Yuantari dkk., 2013).

Secara kimiawi pestisida dibedakan atas pestisida anorganik dan organik. Pestisida anorganik banyak digunakan antara lain : 1) Na-arsenat> tembaga arsenat basa, dan timbal arsenat (insektisida); 2) Sulfur, 3) Bubur Bordeaux, 4) Tembaga klorida, tembaga-seng-kromat, 5) Timerosal dan senyawa Hg-organik (fungisida); 6) ferisulfat, 7) amonium sulfamat, 8) boraks, dan 9) K-sianat (herbisida).

Walaupun, pestisida organoklorin ini sudah dilarang penggunaannya namun masih ditemukan adanya residu pestisida di lingkungan. Penggunaan pestisida untuk pertanian, utamanya insektisida, fungsisida, dan herbisida, cenderung selalu meningkaL Langkah itu memang mampu meningkatkan produksi pangan, namun dalam jangka panjang terbukti telah menimbulkan dampak lingkungan yang cukup meresahkan.

Pustaka

Mursyidi, A. (1994) ‘Pestisida Efek Toksik dan Nasibnya di Lingkungan’, Unisia, 14(23), pp. 112–120. doi: 10.20885/unisia.vol14.iss23.art10.

Kesehatan Lingkungan – Subtema : Kesehatan Manusia

Bila diperhatikan, definisi sehat adalah adalah komponen kunci dari kesehatan tubuh manusia secara keseluruhan, meskipun bukan gambaran keseluruhan namun kriteria ini menggambarkan sehat merupakan kondisi yang menunjukkan kondisi yang lebih dari sekadar penampilan, berat badan ideal, atau aktivitas rutin olahraga.

Bagaimana definisi kesehatan itu? Kesehatan adalah hal-hal yang bisa dirasakan ketika : 1) bangun di pagi hari, 2) ketika tidur, 3) menangani stres, 4) mengatasi waktu sibuk, 5) menangani hubungan dalam hidup. Setidaknya ada ada enam komponen kunci terkait kesehatan manusia yakni : 1) Fisik, 2) Intelektual, 3) Spiritual, 4) Emosional, 5) Lingkungan dan 6) Sosial.

1) Kesehatan Fisik
Kesehatan fisik meliputi daya tahan, kekuatan, fleksibilitas, kardiovaskular, kesehatan pencernaan, dan banyak lagi. Semua ini adalah komponen kunci kesehatan dan menjadi bagian dari rutinitas perawatan diri , dan jika berhenti maka manusia akan banyak kehilangan komponen kesehatan yang dimilikinya. Dasar-dasar kesehatan fisik adalah menggerakkan tubuh Anda selama 30 menit sehari, minum air dengan dosis setengah dari berat badan Anda, tidur delapan jam setiap malam, makan makanan yang seimbang.

2) Kesehatan Intelektual
Pikiran manusia dirancang untuk terus belajar, untuk terus berkembang, sehingga pembelajaran diperlukan untuk menjaga kesehatan intelektual dan dilakukan dalam berbagai bentuk, penggunaan buku, podcast, kelas, pelatihan, gabung komunitas, percakapan, dan banyak lagi. Jaga kesehatan intelektual dengan cara membakar pikiran Anda dengan hal-hal positif, kemudian Jadwalkan waktu untuk belajar dan mengembangkan pikiran Anda dengan tepat.

3) Kesehatan rohani/spiritual
Kesehatan spiritual merupakan upaya yang dilakukan untuk menjaga kesehatan fisik secara keseluruhan dengan cara meluangkan waktu setiap hari untuk berhenti sejenak dan menjernihkan pikiran. Beberapa cara paling umum untuk menjernihkan pikiran adalah melalui doa. Kesehatan spiritual juga dapat diperluas dengan cara berbagi pengalaman kepada orang lain agar dapat digunakan kembali.

4) Kesehatan Emosional
Kesehatan emosional sangat penting dan kompleks karena berhubungan dengan kesehatan pikiran, perasaan, dan pola pikir positif saat stres datang. Kesehatan emosional dapat dibina dengan cara merencanakan pekerjaan mingguan, dan membuat daftar pekerjaan harian. Keberadaan daftar ini akan membantu anda tetap dalam keadaan emosional yang positif. Selain itu, latihan fisik, diet yang tepat dan suplemen, serta interaksi sosial semuanya dapat memainkan peran dalam kesehatan emosional. Tips lainnya : jika anda mengalami emosi memuncak maka pelampiasannya melalui menulis sebuha jurnal, atau mengeluarkan pikiran (pengetahuan tacit) menjadi tulisan di atas kertas (pengetahuan eksplisit).

5) Kesehatan Lingkungan
Kesehatan Lingkungan adalah mencakup hal-hal yang mempengaruhi situasi hidup Anda, situasi kerja , keluarga, pasangan dan lingkaran teman. Lingkungan tempat tinggal adalah komponen kunci bagi kesehatan manusia secara hakiki. Jadi jangan tinggal di lingkungan yang kotor dan beracun, karena akan berpengaruh negatif terhadap semua area kesehatan. Jika sudah terlanjur kotor, mulailah dengan pekerjaan yang bisa diubah, sehingga dapat mengubah lingkungan sekitar menjadi bersih dan teratur.

6) Kesehatan Sosial
Kesehatan sosial mencakup semua hubungan dengan keluarga, teman, dan komunitas Anda. Manusia dirancang untuk menjadi makhluk sosial, sehingga setiap individu diupayakan memiliki hubungan yang sehat dengan orang-orang penting dalam hidupnya baik di tempat kerja, keluarga dan tempat ibahdauntuk minggu yang menyenangkan dan ini adalah area yang banyak orang perjuangkan. Untuk menyederhanakan konsep, bahkan orang dewasa pun membutuhkan kencan bermain. Pergi mendaki bersama teman, makan malam bersama keluarga, menonton film. Keluarlah dan bersosialisasilah, apa pun itu bagi Anda. Pastikan itu ada dalam jadwal sehingga itu terjadi.

Secara sosial, mudah untuk merasa bahwa Anda perlu mengatakan ya untuk semua yang datang kepada Anda. Saya menemukan dengan klien saya ini adalah area yang kita butuhkan untuk bekerja pada apa yang kita katakan ya dan tidak. Tidak apa-apa untuk mengatakan tidak pada hal-hal yang mengangkat Anda, yang tidak membantu Anda bergerak ke arah kesehatan dan kebugaran yang Anda coba tuju.

Kesehatan Lingkungan – Sub tema : Kesehatan Manusia

Sehat merupakan istilah yang berupaya untuk memberikan penggambaran kondisi kesehatan tubuh manusia secara keseluruhan secara lahir (fisik) maupun batin. Perlu diperhatikan bahwa parameter sehat seringkali dilihat dari penampilan, perbandingan berat badan ideal, atau kemampuan melakukan aktivitas rutin atau olahraga. Padahal ini belum tentu benar, karena terkadang manusia yang sehat secara jasmani namun ternyata sakit secara rohani, seperti : orang gila dan pemabuk. Demikian sebaliknya, jasmaninya terlihat sakit namun pada dasarnya sehat secara rohani, seperti : Nabi Ayyub `alaihissalam yang diberikan ujian sakit selama kurang lebih 18 tahun. Lalu bagaimana definisi kesehatan itu? Kesehatan diartikan sebagai hal-hal yang bisa dirasakan ketika : 1) bangun di pagi hari, 2) ketika tidur, 3) menangani stres, 4) mengatasi waktu sibuk, 5) menangani hubungan dalam hidup.

Setidaknya ada ada enam komponen kunci utama terkait kesehatan manusia yakni : 1) Kesehatan Fisik, 2) Kesehatan Intelektual, 3) Kesehatan Spiritual, 4) Kesehatan Emosional, 5) Kesehatan Lingkungan dan 6) Kesehatan Sosial.

1) Kesehatan Fisik
Kesehatan fisik meliputi daya tahan, kekuatan, fleksibilitas, kardiovaskular, kesehatan pencernaan, dan banyak lagi. Semua ini adalah komponen kunci kesehatan dan menjadi bagian dari rutinitas perawatan diri , dan jika berhenti maka manusia akan banyak kehilangan komponen kesehatan yang dimilikinya. Dasar-dasar kesehatan fisik adalah menggerakkan tubuh Anda selama 30 menit sehari, minum air dengan dosis setengah dari berat badan Anda, tidur delapan jam setiap malam, makan makanan yang seimbang.

2) Kesehatan Intelektual
Pikiran manusia dirancang untuk terus belajar, untuk terus berkembang, sehingga pembelajaran diperlukan untuk menjaga kesehatan intelektual dan dilakukan dalam berbagai bentuk, penggunaan buku, podcast, kelas, pelatihan, gabung komunitas, percakapan, dan banyak lagi. Jaga kesehatan intelektual dengan cara membakar pikiran Anda dengan hal-hal positif, kemudian Jadwalkan waktu untuk belajar dan mengembangkan pikiran Anda dengan tepat.

3) Kesehatan rohani/spiritual
Kesehatan spiritual merupakan upaya yang dilakukan untuk menjaga kesehatan fisik secara keseluruhan dengan cara meluangkan waktu setiap hari untuk berhenti sejenak dan menjernihkan pikiran. Beberapa cara paling umum untuk menjernihkan pikiran adalah melalui doa. Kesehatan spiritual juga dapat diperluas dengan cara berbagi pengalaman kepada orang lain agar dapat digunakan kembali.

4) Kesehatan Emosional
Kesehatan emosional sangat penting dan kompleks karena berhubungan dengan kesehatan pikiran, perasaan, dan pola pikir positif saat stres datang. Kesehatan emosional dapat dibina dengan cara merencanakan pekerjaan mingguan, dan membuat daftar pekerjaan harian. Keberadaan daftar ini akan membantu anda tetap dalam keadaan emosional yang positif. Selain itu, latihan fisik, diet yang tepat dan suplemen, serta interaksi sosial semuanya dapat memainkan peran dalam kesehatan emosional. Tips lainnya : jika anda mengalami emosi memuncak maka pelampiasannya melalui menulis sebuha jurnal, atau mengeluarkan pikiran (pengetahuan tacit) menjadi tulisan di atas kertas (pengetahuan eksplisit).

5) Kesehatan Lingkungan
Kesehatan Lingkungan adalah hal-hal yang mempengaruhi situasi hidup secara pribadi, situasi kerja , kehadiran keluarga, pasangan dan lingkaran teman. Lingkungan tempat tinggal adalah komponen kunci bagi kesehatan manusia secara hakiki. Jadi jangan tinggal di lingkungan yang kotor dan beracun, karena akan berpengaruh negatif terhadap semua area kesehatan. Jika sudah terlanjur kotor, mulailah dengan pekerjaan yang bisa diubah, sehingga dapat mengubah lingkungan sekitar menjadi bersih dan teratur.

6) Kesehatan Sosial
Kesehatan sosial mencakup semua hubungan dengan keluarga, teman, dan komunitas Anda. Manusia dirancang untuk menjadi makhluk sosial, sehingga setiap individu diupayakan memiliki hubungan yang sehat dengan orang-orang penting dalam hidupnya baik di tempat kerja, keluarga, sekolah dan juga tempat ibadah. Dan untuk mewujudkannya diperlukan perencanaan yang tepat agar membantu individu bisa bergerak ke arah tujuan kesehatan dan kebugaran yang dituju.

Wallahu`alam bisshowab

Sumber :

https://www.linkedin.com/pulse/six-components-health-wellness-jennifer-shaw/

Simulasi Pemodelan Pemanfaatan dan Perlindungan Lahan Basah Berdasarkan Model Sistem Dinamis di Kota Pesisir, China

Ringkasan

Lahan basah yang tersebar di antara ekosistem darat dan ekosistem perairan dengan karakteristik hidrologis dan biologis yang unik. Namun, peningkatan aktivitas manusia menyebabkan lahan basah hancur pada tingkat yang mengkhawatirkan.
Konservasi lahan basah saat ini telah menjadi fokus dunia. Sebagai contoh Kota Tianjin sebagai salah satu kota maju China juga menarik perhatian dunia. Keberadaan ekosistem lahan basah di kawasan ini telah diakui menyediakan berbagai fungsi ekologis yang sangat mendukung keberlanjutan. Oleh karena itu, kajian tentang pemanfaatan dan konservasi lahan basah di kawasan ini menjadi sangat penting.

Penelitian ini membahas tentang pemodelan simulasi dinamis dalam hal pemanfaatan dan perlindungan lahan basah, serta menganalisis potensi kebijakan pengelolaan berkelanjutannya. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat skenario untuk menemukan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lahan basah di wilayah ini.

Untuk mencapai tujuan ini, maka model sistem dinamis digunakan untuk merancang pengelolaan lahan basah. Model tersebut dibuat berdasarkan analisis pada sebanyak 24 indeks dan lima subsistem, yaitu sistem kependudukan, ekologi, lingkungan, ilmiah, ekonomi, dan sosial. Data statistik di Kota Tianjin dari dari tahun 1990 hingga 2008 digunakan untuk membuat model verifikasi. Juga dipilih enam model conoth skenario umum untuk simulasi keadaaan pada tahun 2010, 2030 dan 2050.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pendekatan pengelolaan lahan basah yang saat ini diterapkan telah menyebabkan degradasi lahan basah; (2) Penggunaan skenario yang berbeda telah menunjukkan bahwa penggunaan lima model skenario pengelolaan lahan basah satu sama lain memiliki keunggulan yang jelas; (3) Penyebab utama degradasi lahan basah adalah keberadaan struktur industri yang tidak masuk akal dan juga pencemaran lingkungan.

Adapun alternatif kebijakan yang diuji : 1), ‘mengendalikan populasi’, 2) ‘meningkatkan teknologi restorasi lahan basah’, dan 3) ‘memperbaiki struktur industri’ menunjukkan bahwa kebijakan berkelanjutan yang mengarah pada kondisi yang lebih baik. Oleh karena itu, disarankan bahwa perlindungan ekologi, pengendalian populasi dan penyesuaian struktur industri sebagai pendekatan berkelanjutan untuk mencapai pemanfaatan dan perlindungan lahan basah yang bijaksana di daerah ini.

Sumber Bacaan

Ma, C., Zhang, G. Y., Zhang, X. C., Zhou, B., & Mao, T. Y. (2012). Simulation modeling for wetland utilization and protection based on system dynamic model in a coastal city, China. Procedia Environmental Sciences13(January), 202–213. https://doi.org/10.1016/j.proenv.2012.01.019

Mengingat Umur, Semoga Dalam Kebaikan

Umur adalah pohon kehidupan
Batangnya adalah tahun yang dijalaninya
Cabangnya adalah bulan yang dijalaninya
Harinya adalah daun yang dijalaninya
Sedangkan buahnya adalah amal yang dilakukannya

Jika umurnya panjang dan diisi dengan amal kebaikan maka ini adalah sebaik-baik manusia.
Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam mengatakan : siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan dibentangkan rezekinya maka sambunglah silaturahmi.
Panjang umur saja belum tentu kebaikan, karena sebaik-baik manusia adalah panjang umurnya dan baik amalannya. Sebaliknya sejelek-jelek manusia adalah panjang umurnya dan jelek amalannya.

Sehingga jika ada yang mengatakan, semoga barokah umurmu, semoga panjang umurmu. Maka jangan lupa untuk menambahkan, : Amiin, dalam kebaikan. Walllahu`alam bisshowab.

(Faidah ini diambil dari Ustadz Muhammad bin Umar As Sewed, Radio Indah Siar, 91,8 FM)

Age is the tree of life
The trunk is the year it lives
The branch is the month it walks
Her day is the leaf she lives
While the fruit is the charity he does

If his life is long and filled with good deeds then this is the best of
people.
Prophet Muhammad sallallaahu ‘alaihi wasallam said: Whoever wants to extend his
life and expand his sustenance, then continue the relationship.
Long life alone is not necessarily goodness, because the best of humans is long
life and good deeds. On the other hand, the worst of people is their longevity
and their bad deeds.

17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan merupakan sebuah agenda internasional yang akan menjadi kelanjutan dari Millennium Development Goals (MDGs) atau Tujuan Pembangunan Milenium.  Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ini disusun oleh 194 negara, civil society, dan berbagai pelaku ekonomi dari berbagai belahan dunia yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Agenda ini dibuat untuk menjawab tuntutan kepemimpinan dunia dalam mengatasi kesenjangan sosial dan kemiskinan serta perubahan iklim yang terjadi di dunia.  Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs ini telah ditetapkan sejak 25 September 2015 dan terdiri dari 17 tujuan yang mencakup lingkungan global. 17 tujuan ini memiliki 169 target yang akan dijadikan tuntunan kebijakan dan pendanaan hingga 15 tahun ke depan dan diharapkan akan selesai pada tahun 2030.

Tujuan 1 Tanpa kemiskinan (No Poverty). Hingga kini, kemiskinan masih menjadi permasalahan utama di berbagai belahan dunia. Agar dapat mensejahterakan penduduk dunia, maka penuntasan kemiskinan menjadi salah satu agenda utama dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Tujuan 2 Tanpa kelaparan (Zero Hunger). Selain kemiskinan, masalah kelaparan atau kurang pangan juga masih menghantui berbagai tempat di belahan dunia. Maka dari itu, menggalakkan pertanian dan ketahanan pangan menjadi agenda utama dalam mencapai tujuan perbaikan nutrisi.

Tujuan 3 Kehidupan sehat dan sejahtera (Good Health and Well-Being). Isu kesehatan juga menjadi perhatian utama dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Maka dari itu, kini tengah digalakkan gaya hidup sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua usia.

Tujuan 4 Pendidikan berkualitas (Quality Education). Memastikan agar pendidikan berkualitas bisa di akses oleh semua orang. Hal ini lantaran pendidikan punya peranan yang sangat penting dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. 

Tujuan 5 Kesetaraan gender (Gender Equality). Meski sedang terjadi perkembangan kesetaraan gender yang masif belakangan ini, namun diskriminasi terhadap gender terutama perempuan masih menjadi permasalahan di berbagai negara. Dengan memperjuangkan kesetaraan gender dapat memperkuat kemampuan negara untuk berkembang pesat, memerintah dengan efektif, dan mengentaskan kemiskinan.

Tujuan 6 Air bersih dan sanitasi layak (Clean Water and Sanitation). Bank Dunia pada tahun 2014 merilis data bahwa masih ada 780 juta orang yang tidak punya akses air bersih di dunia ini dan lebih dari 2 miliar penduduk bumi tak punya akses sanitasi. Hal ini mengakibatkan kerugian materi hingga 7 persen dari PDB dunia akibat banyak nyawa melayang setiap harinya. Maka dari itu, menjamin akses atas air bersih dan sanitasi untuk semua merupakan hal yang penting dalam rangka peningkatan kualitas hidup manusia.

Tujuan 7 Energi bersih dan terjangkau (Affordable and Clean Energy). Di dunia ini masih banyak daerah yang terisolasi dan belum memiliki listrik, padahal hal tersebut penting untuk meningkatkan kegiatan ekonomi. 

Tujuan 8 Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (Decent Work and Economy Growth). Untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi, maka pekerjaan yang layak dan lingkungan kerja yang sehat harus dijamin agar investasi dan konsumsi terus berjalan.

Tujuan 9 Industri, inovasi dan infrastruktur (Industry, Inovations, and Infrastructure). Di dunia ini, lebih dari 4 miliar orang belum memiliki akses internet dan 90 persen di antaranya berasal dari negara-negara berkembang. Maka dari itu, untuk membangun infrastruktur yang kuat dan industrialisasi yang berkelanjutan, hal ini akan segera dituntaskan.

Tujuan 10 Berkurangnya kesenjangan (Reduce Inequality). Mengurangi kesenjangan di dalam dan di antara negara-negara. Kesenjangan pendapatan sedang mengalami kenaikan, 10 persen orang-orang terkaya menguasai 40 persen dari total pendapatan global. Di lain pihak, 10 persen orang-orang termiskin hanya mendapat antara 2 sampai 7 persen dari total pendapatan global. Di negara-negara berkembang, kesenjangan ini telah meningkat sebanyak 11 persen jika kita menghitung berdasarkan pertumbuhan populasi.

Tujuan 11 Kota dan komunitas berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities). Membuat perkotaan menjadi inklusif, aman, kuat, dan berkelanjutan.

Tujuan 12 Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (Responsible Consumption and Production). Memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.

Tujuan 13 Penanganan perubahan iklim (Climate Action). Melawan dan mengatasi iklim yang terus berubah dan pemanasan global merupakan salah satu tugas utama. 

Tujuan 14 Ekosistem laut (Life Below Water). Akibat banyak perburuan dan pencemaran terhadap ekosistem laut, maka dalam pembangunan berkelanjutan, kehidupan laut akan dilindungi dengan lebih maksimal.

Tujuan 15 Ekosistem darat (Life On Land). Selain berpengaruh terhadap iklim, mengelola hutan secara berkelanjutan, merehabilitasi kerusakan lahan, menghentikan kepunahan keanekaragaman hayati juga jadi tujuan utama.

Tujuan 16 Perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh (Peace, Justice, and Strong Institution).  Mendorong masyarakat adil, damai, dan inklusif.

Tujuan 17 Kemitraan untuk mencapai tujuan (Partnership for The Goals). Menghidupkan kembali kemitraan global demi pembangunan berkelanjutan.

Sumber

https://hot.liputan6.com/read/4376458/17-tujuan-pembangunan-berkelanjutan-atau-sdgs-kenali-dan-pahami-maksudnya

KPSDH – Adaptasi berbasis Ekosistem (EbA)

Adaptasi berbasis ekosistem (Ecosystem based Adaptation=EbA) adalah penggunaan keanekaragaman hayati dan jasa ekosistem sebagai bagian dari strategi adaptasi keseluruhan komponen untuk membantu masyarakat agar dapat beradaptasi dengan dampak buruk perubahan iklim.

Adaptasi berbasis ekosistem merupakan salah satu upaya penyesuaian diri terhadap dampak perubahan iklim dengan dukungan ekosistem yang sehat. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya untuk membuat ekosistem di sekitar masyarakat mampu menyediakan jasa lingkungan yang berperan terhadap perubahan iklim. Selain mampu berperan dalam adaptasi perubahan iklim, ekosistem yang dikelola dengan baik mampu menjadi penggerak perekonomian masyarakat.

Pustaka

Swiderska, K., King-Okumu, C., & Islam, M. M. (2018). Ecosystem-based adaptation: a handbook for EbA in mountain, dryland and coastal ecosystems International Ecosystem Management Partnership . https://pubs.iied.org/sites/default/files/pdfs/migrate/17460IIED.pdf

RPS (Rencana Pembelajaran Semester) Ekotoksikologi – Biologi

A. Capaian Pembelajaran (CP)
A.1. Capaian Pembelajaran Lulusan CPL
A.1.1. Sikap
1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religious.
2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika.
3. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila.
4. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa.
5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.
6. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
7. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
8. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik.
9. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri.
10. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan.
11. Mempunyai ketulusan, komitmen, kesungguhan hati untuk mengembangkan sikap, nilai, dan kemampuan peserta didik dengan dilandasi oleh nilai-nilai kearifan lokal dan akhlak mulia serta memiliki motivasi untuk berbuat bagi kemaslahatan peserta didik dan masyarakat.
12. Memiliki karakter religius, waja sampai kaputing.
A.1.2. Keterampilan Umum
1. Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu
pengetahuan dan
2. teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya
3. Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur
4. Mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masalah di bidang keahliannya, berdasarkan hasil analisis
informasi data
5. Mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan melakukan supervisi serta evaluasi terhadap penyelesaian
pekerjaan yang
6. ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggungjawabnya
7. Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada dibawah tanggung jawabnya, dan mampu
mengelola secara mandiri
A.2. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah
1. Mahasiswa mampu mendeskripsikan pengertian, konsep dasar, sejarah perkembangan dan kaitan toksikologi dengan ilmu lain.
2. Mahasiswa mampu mendeskripsikan klasifikasi toksikan; hubungan dosis-respon; pengaruh senyawa toksik terhadap sistem kehidupan
3. Mahasiswa mampu mengidentifikasi nasib senyawa pencemar di lingkungan (perairan, udara dan tanah), Mahasiswa mampu menggunakan sains dan teknologi untuk pengembangan Ekotoksikologi di lingkungan lahan basah
4. Mahasiswa mampu menghargai nilai kearifan lokal
B. Deskripsi Singkat MK
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian (MKK) dan sifatnya pilihan bagi mahasiswa di program studi Biologi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat. Dengan kurikulum merdeka, maka tidak menutup kemungkinan peserta mata kuliah ini dari luar Program Studi Biologi.
Visi mata kuliah Ekotoksikologi ini adalah : mengantarkan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dan pemahaman serta tanggungjawab mahasiswa terhadap pengembangan potensi Ekotoksikologi dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berkehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Misi mata kuliah ini adalah :
1) Memberikan landasan pengetahuan, wawasan serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal hidup bermasyarakat baik sebagai individu, makhluk sosial, maupun sebagai hamba Allah yang beradab.
2) Memberikan keterampilan pengelolaan Ekotoksikologi agar mahasiswa bertanggung jawab terhadap pengelolaan biodiversitas di Lingkungan Lahan Basah.
C. Pokok Bahasan
Pertemuan Kuliah ke-
1. Kontrak Kuliah dan Pengertian Ekotoksikologi
2. Sumber Polutan dan Terjadinya Pencemaran
3. Bahan Pestisida dan daya kerja
4. Logam Berat dan Daya Kerja
5. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
6. Potensi toksisitas bahan polutan
7. Analisa Kimia dan Biokimia Bahan Polutan
8. UTS untuk BK/PB : 2 – 7
9. Agen dan perilaku pejamu (host) terhadap polutan
10. Pengukuran paparan dan perubahan populasi
11. Karakteristik dan Standardisasi Uji Toksikan
12. Sistem dan Model Ekotoksikologi
13. Studi kasus Ekotoksikologi (Promosi Kesehatan Tingkat Populasi)
14. Studi kasus Ekotoksikologi (Ketahanan Ekologi Lanskap)
15.. Sumatif (UTS) untuk BK/PB : 9 – 14
D. Pustaka Utama
1. Connel,D.W., and G.J. Miller. 1995. Kimia dan Ekotoksikologi Pencemaran. Penerbit UI-Press.
2. Moriarty, F. 1999. 3rd ed. Ecotoxicology: The Study of Pollutants in Ecosystems. Academic Press. London.
3. Soemirat, Juli. 2015. Epidemiologi Lingkungan. Edisi Ketiga (Cetakan Kelima). Gadjah Mada University Press, Yogyakarta

Pengelolaan Lingkungan Lahan Basah – Matematika

Semester genap 2021-2022 ini Alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan untuk mengajar mata kuliah Pengelolaan Lingkungan Lahan Basah di Program Studi Matematika – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam – FMIPA – Universitas Lambung Mangkurat. Setelah berdiskusi dengan Koti Matematika, ternyata Silabus PLLB dibuat oleh Pengampu Mata Kuliah PLLB itu sendiri, tetapi arahnya disesuaikan dengan aplikasi model-model Matematika dalam pengelolaan lingkungan lahan basah.

Berikut ini adalah Rencana Silabus Kuliah Pengelolaan Lingkungan Lahan Basah – Matematika di Program Studi Matematika Semester genap 2021-2022.

  • Pertemuan 1. Silabus dan Kurikulum, Cara kuliah, Tugas dan Ujiannya – Tanggal 7 Februari 2022 : Pemaparan Umum – Presentasi – tanya jawab
  • Pertemuan 2. Pengenalan Sistem Dinamik dalam PLLB – Tanggal 14 Februari 2022 : Presentasi Kelompok 1 – tanya jawab – Latihan instal Vensim PLE
  • Pertemuan 3. Aplikasi Sistem Dinamik dalam PLLB -Tanggal 21 Februari 2022 – Presentasi Kelompok 2 – Tanya jawab – Latihan membuat Model Dinamik menggunakan Vensim PLE
  • Pertemuan 3. Aplikasi Sistem Dinamik dalam PLLB -Tanggal 21 Februari 2022 – Presentasi Kelompok 2 – Tanya jawab – Latihan membuat sistem dinamik menggunakan Vensim PLE​
  • Pertemuan 4. Valuasi Ketahanan Lanskap dalam PLLB – Tanggal 28 Februari 2022 : Presentasi Kelompok 3 – Tanya jawab – Latihan membuat Diagram dalam rangka Applying the Resilience Indicators menggunakan Edrawsoft
  • Pertemuan 5. Perencanaan Adaptasi PLLB berbasis Ekosistem – Tanggal 7 Maret 2022 : Presentasi Kelompok 4 – Tanya jawab – Latihan membuat Perencanaan Aplikasi Berbasis Ekosistem.

Catatan :

Berikut ini adalah pustaka yang perlu dibaca dan dipelajari!

Kelompok 1 dan 2 membahas tentang Metodologi System Dynamics (Dinamika Sistem) untuk Pemodelan Kebijakan : Suatu Pengantar. In Pelatihan Analisis Kebijakan Menggunakan Model System Dynamic. Tasrif, M., Juniarti, I., Rohani, F., Ahmad, F., Nurwendah, E. I., & Waspada, N. L. (2015). https://www.lppm.itb.ac.id/wp-content/uploads/sites/55/2017/07/BAHAN_PELATIHAN.pdf >> fokus pada bahan ke- 4 Systems Thinking & System Dynamics.

Kelompok 3 dan 4 membahas tentang Simulation modeling for wetland utilization and protection based on system dynamic model in a coastal city, China. Ma, C., Zhang, G. Y., Zhang, X. C., Zhou, B., & Mao, T. Y. (2012). Procedia Environmental Sciences, 13 (January), 202–213. https://doi.org/10.1016/j.proenv.2012.01.019

Kelompok 5 dan 6 membahas tentang Assessing Landscape Resilience – Best Practices And Lessons Learned From The Comdeks Programme. Mock, G., & Salvemini, D. (2018). United Nations Development Programme Bureau for Policy and Programme Support. https://comdeksproject.files.wordpress.com/2018/06/resilience-indicators-publication-web.pdf

Kelompok 7 dan 8 membahas tentang Adaptation , Livelihoods and Ecosystems Planning Tool : User Manual. Terton, A., & Dazé, A. (2018). (No. 01; 1.0). https://www.iisd.org/publications/alive-adaptation-livelihoods-and-ecosystem-planning-tool-user-manual

Kelompok 1,3, 5, 7 membuat ppt (power point) dari dari masing-masing artikel yang telah ditentukan. Minimal 10 halaman – maksimal 15 halaman. Penjelasan dibuat sebagus mungkin, kalau memungkinkan dilengkapi dengan diagram alir, flow chart, fish bone dll yang dibuat menggunakan aplikasi Edraw.

Kelompok 2, 4, 6, dan 8 membuat penjelasan dari masing-masing artikel yang telah ditentukan. Penjelasan dibuat sebaik mungkin dan secara sistematis menggunakan aplikasi word. dilengkapi dengan pustaka lainnya kemudian disitasi menggunakan aplikasi  Mendeley. dengan panjang tulisan antara 5 – 10 halaman, termasuk cover dan Pustaka (Referensi)

Materi Kuliah PLLB bisa didapatkan di sini!

Lima Inovasi untuk Bantu Mencegah Food Waste

Tahukah kamu bahwa kita membuang 1,3 miliar ton makanan setiap tahunnya? Jumlah tersebut cukup untuk memberi makan 3 miliar orang! Bayangkan, 3 miliar orang seharusnya dapat diberi makan dari makanan yang kita buang saja.

Sementara itu , diperkirakan ada sebanyak 925 juta orang yang hidup kelaparan. Mungkin tidak berlebihan apabila kita katakan bahwa, secara teori, jika kita tidak membuang makanan sama sekali, mungkin kita sudah bisa menghapus kelaparan di dunia.

Tetapi tidak usah jauh-jauh berpikir soal menghapus kelaparan di dunia. Sebagai gantinya, mari mulai mengurangi limbah makanan dari gaya hidup dan rumah kita masing-masing (Baca juga soal perbedaan food loss dan food waste)

Contoh gambaran makanan sehari-hari yang tidak dihabiskan dan bisa berakibat pada masalah yang lebih besar soal limbah makanan. Bagi orang-orang yang memiliki akses terhadap makanan yang melimpah dan tidak perlu pusing memikirkan harus makan apa esok hari, persoalan limbah makanan mungkin terlihat remeh. Akan tetapi, ada yang salah dengan cara kita mengkonsumsi makanan, yang kemudian menghasilkan limbah maknanan. Apabila tidak diatasi, efeknya bisa sangat merugikan.

Karena masalah limbah makanan ini, orang-orang pun mulai menciptakan inovasi teknologi yang bisa membantu kita memerangi limbah makanan di kehidupan sehari-hari. Inovasi ini cukup beragam, mulai dari tempat penyimpanan makanan sampai pada label identifikasi yang bisa dimakan. Berikut beberapa contonhya

1. Penyimpanan Pintar Smarterware

Sistem penyimpanan makanan Ovie Smarterware pada dasarnya ialah satu set perangkat “label pintar” yang bisa dipasang pada tempat penyimpanan makanan Anda. Setelah Anda selesai melabeli semua makanan Anda yang berada di kulkas misalnya, masukkan data mengenai jenis-jenis makanan yang sudah Anda labeli di aplikasi Ovie.  Sistem Penyimpanan Makanan Ovie Smarterware dengan fitur “label pintar”

Nantinya aplikasi tersebut akan mendata makanan Anda dan memulai perhitungan mundur untuk setiap jenis makanan. Anda akan mulai menerima pemberitahuan melalui ponsel Anda serta smart speaker mengenai makanan mana yang sebaiknya Anda konsumsi terlebih dahulu sebelum basi atau kadaluarsa. Selain itu, lampu SmartTag yang berada di tempat penyimpanan makanan Anda juga akan berganti warna secara bertahap untuk memberi tahu Anda mengenai kondisi makanan di dalamnya.

Sebagai tambahan, lampu labelnya akan berubah dari hijau, lalu kuning, kemudian barulah menjadi merah. Ketika lampunya sudah berubah kuning, Anda akan menerima pemberitahuan untuk segera mengkonsumsi makanan tersebut, lengkap dengan rekomendasi cara atau tips mengolah makanan untuk dikonsumsi. Label Pintar Ovie bisa disematkan pada berbagai macam kontainer makanan

Anda juga bisa mengecek bahan-bahan makanan apa yang misalnya masih tersisa di kulkas Anda saat sedang belanja bulanan. Dengan begitu, orang-orang bisa menghabiskan makanan mereka tanpa harus membeli makanan terlalu banyak atau berlebihan.

2. BluApple

Buah dan sayuran memproduksi gas bernama etilen, yang bekerja layaknya hormon pada tubuh manusia dan hewan. Ga sini merupakan hasil dari prosess pematangan buah dan mengatur pertumbuhan serta perkembangan dari buah dan sayur-sayuran.

Dalam jumlah tertentu, gas etilen bisa menyebabkan perubahan fisiologis pada buah, seperti misalnya perubahan warna dan tekstur. Pengaruh gas etilen terhadap proses pematangan buah juga bisa dipengaruhi oleh gas lain seperti karbon dioksida dan oksigen. Produk BlueApple yang bisa memperpanjang “hidup” buah dan sayuran

Dengan mempertimbangkan pengaruh dari gas etilen ini, proses pematangan buah bisa dimodifikasi sedemikian rupa, entah untuk mempercepat atau bahkan menunda proses pematangannya. Industri makanan sudah lama menggunakan penghisap etilen untuk mencegah proses pematangan dan pembusukan buah yang prematur dalam proses pengiriman dan distribusi buah.

Konsep serupa ini yang kemudian diterapkan di dalam produk  BluApple, yang diklaim mampu menyerap gas etilen berlebih dengan cara mengoksidasinya dengan sodium permanganat. Seperti namanya, produk yang berbentuk seperti buah apel plastik berwarna biru ini bisa Anda letakkan di dalam kulkas, laci serta lemari penyimpanana makanan, serta keranjang buah untuk mencegah mereka menjadi matang terlalu cepat. Hasilnya, buah dan sayuran Anda bisa tiga kali lipat lebih awt.

3. Edipeel

Penemuan lain yang juga membantu memperpanjang usia hidup buah dan sayuran yaitu dari Apeel, yang notabene menciptakan “kulit kedua” yang bisa dikonsumsi bagi buah dan sayuran. Ya, kulit tambahannya aman untuk dimakan juga

Apeel bekerja dengan menambahkan lapisan tambahan yang tidak berbau, tidak berasa, serta terbuat dari tanaman pada permukaan sayur dan buah untuk menjaga kelembapan produk serta mencegah oksigen masuk. Hal ini diklaim dapat membantu buah dan sayuran lebih awet hingga dua kali lipat.

Untuk alpukat misalnya, Apeel tidak hanya bisa memperpanjang hidup alpukat selama hampir 1 minggu dan memperpanjang periode kematangan dari 2 menjadi 4 hari, tetapi juga diklaim bisa mengurangi kehilangan air sebanyak 30% dan tingkat pelunakan sebesar 60%.

4. Kamera Hiperspektral

Pencitraan hiperspektral merupakan sebuah teknologi yang mampu memecah spektrum elektromagnetik menjadi ratusan pita guna menghasilkan data yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia.

Teknologi ini telah menjadi perbincangan yang populer di industri makanan selama beberapa tahun terakhir, hal ini dikarenakan kamera hiperspektral mampu menerawang buah dan sayuran yang mulai matang. Peraturan dasarnya ialah semakin matang buah tersebut, maka gambar yang dihasilkan akan semakin gelap. Gambaran mengenai bagaimana kamera hiperspektral bisa digunakan untuk mendeteksi apakah buah masih dalam kondisi yang baik

Selain berguna untuk inspeksi makanan, peneliti juga tengah mencoba mengemas teknologi ini agar bisa digunakan oleh konsumen. Meskipun masih dalam tahap pengerjaan, konsep yang diincar ialah untuk membuat alat praktis yang bisa disinkronisasikan dengan gawai yang kita gunakan di kehidupan sehar-hari. Mungkin di masa mendatang, kita bisa menggunakan kamera ponsel tidak hanya untuk mengambil selfie tapi juga untuk mencari tahu kapan waktu terbaik untuk memakan buah-buahan yang kita beli.

5. Label Identifikasi Graphene yang Bisa Dimakan

Peneliti dari Rice University tengah mencari cara untuk mengukir pola graphene pada makanan dan material lain dengan harapan bisa membuat label identifikasi dari dan pada produk itu sendiri.

James Tour, salah satu peneliti di laboratorium Rice University menyatakan bahwa graphene berbeda dengan tinta. Metode graphene bahkan bisa dikatakan sebagai mengubah material produk yang dituju menjadi graphene itu sendiri. Temuan baru mereka, yang notabene dimuat di jurnal American Chemical Society berjudul ACS Nano, mendemonstrasikan bahwa graphene yang ditulis dengan laser bisa diukir di atas kertas, kardus, serta jenis-jenis makanan tertentu, salah satunya yaitu roti panggang.

Material yang lazim digunakan untuk membuat label grapehen bernama lignin. Bahan-bahan seperti gabus, batok kelapa, serta kulit kentang memiliki kandungan lignin yang tinggi sehingga lebih mudah untuk dikonversi menjadi graphene.

Mengapa repot-repot mencetak graphene pada barang dan bahkan makanan? Jika eksperimen ini berjalan sesuari rencana, maka bukan tidak mungkin makanan akan memiliki label RFID mini yang menyediakan informasi mengenai asal muasal makanan itu berasal sebelum bisa mencapai piring kita.

Bahkan, label grapehen ini bisa berperan sebagai sensor yang mampu mendeteksi E.coli atau mikroorganisme lainnya yang bisa mencemari makanan kita. Dengan kata lain, label tersebut bisa memperingati kita apabila makanan yang akan kita konsumsi sudah terkontaminasi. Yang lebih unik lagi yaitu bahwa label itu bukan berbentuk kertas atau material tambahan, melainkan di produk itu sendiri.

Memerangi Limbah Makanan Dimulai dari Diri Sendiri

Dengan atau tanpa teknologi di atas, limbah makanan merupakan sesuatu yang harus kita hapus dari rutinitas dan gaya hidup kita.

Bahkan sebenarnya banyak hal yang bisa kita lakukan di rumah untuk mencegah timbulnya limbah makanan, mulai dari melakukan food prep, menanam dan menumbuhkan kembali bahan makanan, serta mengompos. (Baca juga tentang Hierarki Pemulihan Makanan).

Mencegah dan menghindari dihasilkannya limbah makanan dimulai dari sekarang, dari gaya hidup kita, dan dari diri sendiri.

Sumber :  https://waste4change.com/blog/5-inovasi-keren-untuk-bantu-cegah-food-waste/

Interaksi Manusia dan Lingkungan

Sebagai makhluk yang diberikan amanah oleh Allah Subhana wa ta’ala untuk beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, manusia diberikan kesempatan memanfaatkan fasilitas berupa bumi dan segala isinya. Kehadiran bermacam-macam jenis makhluk hidup di muka bumi ini akan menciptakan interaksi kompleks secara simultan (terus-menerus) dan dinamis di berbagai tingkat organisasi ekologi pada berbagai skala ruang dan waktu.

Kompleksitas interaksi antar komponen makhluk hidup tidak terlepas dari manajemen biodiversitas yang sangat rapi berupa struktur (komposisi dan susunan) dan peran (fungsi) masing-maisng komponen ekosistem. Keberagaman struktur dan fungsi ekosistem selanjutnya menciptakan kekayaan jasa dan layanan ekosistem yang dapat digunakan oleh manusia untuk selalu bersyukur dengan karunia-Nya dan bersabar atas ujian yang diberikan kepada-Nya.

Bersyukur dan bersabar adalah dua konsep hidup yang seharusnya dijadikan patokan hidup manusia dalam rangka pemanfaatan jasa dan layanan ekosistem agar manusia bisa menjalin interaksi yang positif dengan lingkungan sekitar. Konservasi biodiversitas dan restorasi ekosistem terdegradasi di daerah aliran sungai merupakan dua contoh interaksi positif manusia dengan lingkungan, terutama menjamin keberlangsungan jasa ekosistem seperti ; 1) jasa penyediaan air bersih, 2) jasa pengaturan pencegahan erosi, 3) jasa pendukung siklus nitrogen, dan 4) jasa budaya pendidikan dan kearifan lokal pengelolaan potensi biodiversitas daerah aliran sungai.

Sedangkan pembalakan hutan, pembuangan limbah ke badan air, dan kejahatan atas lingkungan lainnya merupakan contoh interaksi negatif antara manusia dengan lingkungan. Interaksi ini secara nyata akan menghilangkan keseluruhan jasa dan layanan ekosistem dan menimbulkan gangguan pada rangkaian struktur dan fungsi ekosistem. Bencana alam seperti banjir, kekeringan, kebakaran hutan, keracunan, limbah organik dan anorganik merupakan berbagai dampak perubahan struktur dan fungsi ekosistem dan dirasakan langsung oleh manusia karena berubahnya jasa dan layanan ekosistem secara keseluruhan.

Semoga tulisan ini bisa menyadarkan manusia agar kembali kepada jalan yang benar dan diridhoi oleh Allah yang Maha Kuasa.