Arsip Kategori: Tak Berkategori

Sosialisasi RUU Tentang Ketenaganukliran (Pemanfaatan dan Pengawasan Ketenaganukliran)

Terkait penyusunan RUU Penggantian Undang-undang No. 10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir : https://www.bapeten.go.id/?p=40231) kembali menggelar Konsultasi Publik bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas  Lambung Mangkurat , di Golden Tulip Hotel Jl. A Yani km. 2,5 Banjarmasin. Acara yang diselenggarakan pada hari Kamis tanggal 7 Juli 2018 ini dimulai dengan pembukaan pada pukul 09.30 WITA.  Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 41 orang antara lain berasal dari Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat, Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat, dan instansi lainnya yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Gambar 1.)

WhatsApp Image 2018-07-05 at 11.01.47

Gambar 1. Slide pemaparan rancangan undang-undang ketenaganukliran disampaikan oleh direktorat pengaturan pengawasan instalasi dan bahan nuklir

Rancangan undang-undang yang tebalnya sekitar 90 halaman ini  terdiri dari 165 pasal dan 20 bab. Bab-bab tersebut memuat hal-hal mengenai ketentuan umum, rencana induk ketenaganukliran, kebijakan dan strategi nasional ketenaganukliran, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir, penelitian dan pengembangan tenaga nuklir, pemanfaatan tenaga nuklir, pengawasan ketenaganukliran, garda aman, pengelolaan limbah radioaktif dan bahan bakar nukir bekas, pertanggungjawaban kerugian nuklir, dan ketentuan penutup.

Berikut ini disampaikan dua contoh slide pemaparan materi, khususnya mengenai pemanfaatan nuklir  dalam bidang pertanian (Gambar 2) dan pemanfaatan nuklir dalam kegiatan pengawetan makanan.

WhatsApp Image 2018-07-05 at 11.01.43

Gambar 2. Contoh aplikasi aplikasi teknologi nuklir dalam kegiatan bidang pertanian

dan bidang pengawetan makanan seperti terlihat pada Gambar 3 di bawah ini.

WhatsApp Image 2018-07-05 at 11.01.44

Gambar 3. Contoh aplikasi aplikasi teknologi nuklir dalam kegiatan pengawetan bahan makanan

Ekologi Komunitas

Ekologi komunitas atau sinekologi adalah kajian tentang interaksi yang terjadi antara spesies yang dijumpai di dalam komunitas pada berbagai skala tempat (spasial) dan waktu (temporal).  Kajian ekologi komunitas antara lain membahas mengenai distribusi, struktur, kelimpahan, demografi, dan interaksi antara populasi yang hidupnya berdampingan.

Fokus kajian utama ekologi komunitas terletak pada interaksi yang terjadi antara populasi yang ditentukan oleh karakteristik genotipik dan fenotipik tertentu. Dalam kajian modern ekologi komunitas berusaha untuk mengaji pola-pola tertentu dalam lingkup komunitas seperti variasi dalam kekayaan spesies, pemerataan, produktivitas dan struktur jaring makanan.  Selain itu, kajian ekologi komunitas juga memeriksa proses-proses yang terjadi dalam komunitas seperti dinamika populasi predator-pemangsa, suksesi, dan penyusunan komponennya di dalam sebuah  komunitas. (https://en.wikipedia.org/wiki/Community_(ecology)).

Pandangan sintesis dalam kajian ekologi komunitas dapat dicapai dengan cara mengorganisasikan proses-proses yang terjadi ke dalam empat kategori yaitu : seleksi, drift, spesiasi, dan aliran penyebaran yang secara langsung keluar dari urutan perkembangan konseptual yang biasa terjadi (Vellend, 2010).

Konsep Seleksi

Seleksi terjadi ketika individu-individu yang berada dalam suatu populasi jenis dan ukurannya bervariasi dalam beberapa hal, dan seleksi juga terjadi ketika ada varian yang berbeda dalam mereproduksi atau mereplikasi diri mereka sendiri pada tingkat yang berbeda (Bell, 2008). Dalam konteks komunitas, ada tiga bentuk seleksi yang saing berhubungan : (1) seleksi konstan, (2) seleksi tergantung frekuensi atau tergantung kepadatan, dan (3) seleksi spasial (terkait tempat). Seleksi konstan berlangsung secara sederhana : jika kebugaran spesies bersifat relatif konstan dalam skala ruang dan waktu, maka seleksi akan mengabaikan kepadatan spesies akan tetapi memerhatikan variasi antar spesies. Spesies dengan tingkat kebugaran tertinggi akan dikecualikan dari semua spesies lainnya, dan bentuk seleksinya akan lebih rumit (Vellend, 2010).

Konsep Drift

Karena kelahiran, kematian, dan produksi keturunan pada dasarnya adalah proses yang sifatnya tetap, maka perubahan yang terjadi dalam komunitas dengan jumlah individu yang terbatas pun juga akan memiliki komponen tetap (stokastik).  Jika parameter demografi tingkat individu identik dengan semua individu dalam komunitas yang tertutup, maka satu-satunya pendorong dinamika komunitas yaitu, tidak ada perubahan yang menurun (deterministik) dalam kelimpahan. Kesimulannya semua spesies akan ikut hanyut secara cepat menuju kepunahan, dan satu spesies akan mengalami kelambatan (Vellend, 2010).

 

Atasi 9 masalah pada mobil memakai cuka makanan

Cuka atau venegar lebih sering digunakan untuk mengolah makanan atau penambah rasa asam pada makanan. Bahan yang satu ini harganya terjangkau dan mudah ditemukan.

Selain itu, cuka juga bisa bermanfaat untuk mobil anda. Dikutip dari Bengkel Rotary Bintaro, Jakarta Selatan, cuka bisa membantu mengatasi 9 masalah yang terjadi pada mobil.

1. Menghilangkan bau tak sedap di area kabin

Bau tak sedap akibat makanan yang tumpah atau aroma makanan yang menyebar ke seluruh permukaan kabin terkadang sulit dihilangkan. meski sudah menggunakan pengharum ruangan pun, bau tersebut tetap ada.

Untuk menghilangkannya, otolovers cukup meletakkan satu gelas air cuka di dalam kabin. Biarkan air cuka menginap di dalam kabin selama satu hari. Jika bau kabin sudah netral, maka buang air cuka tadi.

2. Menghilangkan bekas tempelan sticker

Melepas sticker di bodi mobil, biasanya akan meninggalkan lem stiker. Supaya hal itu tak terjadi, sebelum melepas stiker, teteskan air cuka pada stiker. Setelah itu, cabut stiker secara perlahan. Dengan demkian, kaca atau bodi mobil tidak akan meninggalkan noda sedikit pun.

3. Membersihkan kotoran burung

Kotoran burung dapat mempercepat pengelupasan cat mobil. Jika suatu saat burung menjatuhkan kotorannya pada bodi mobilmu, ambil cuka dan oleskan pada bagian yang kotor tadi. Dengan demikian, kotoran dapat terangkat sedikit demi sedikit tanpa merusak cat mobil.

4. Membersihkan Karpet Mobil

Karpet mobil kotor dan sulit dibersihkan? Otolovers bisa menggunakan asam cuka untuk mengangkat seluruh kotoran yang menempel di karpet. sehingga karpet mobil kembali bersih seperti baru dibeli.

5. Mengangkat noda yang menempel di dashboard

Dashboard adalah bagian yang sering kotor akibat kaca mobil yang terlalu sering dibuka saat berkendara. sebelum kotoran tersebut menjadi kering dan menumpuk, Otolovers bisa pakai air cuka untuk mengangkat seluruh debu yang menempel di dashboard. Caranya dengan mencelupkan kain bersih ke dalam larutan cuka.

6. Membersihkan kain wiper

Pemberian cuka ke karet wiper dipercaya dapat mengangkat kotoran yang menempel di karet wiper. Selain itu, cuka juga dapat mengembalikan elastisitas karet wiper. Tapi, Otolovers harus mencampurkan cuka dengan air secukupnya agar tidak menimbulkan kerusakan pada karet wiper.

7. Membersihkan komponen krom

Komponen krom yang sudah dicuci sekalipun sebenarnya masih meninggalkan sebagain kotoran. Untuk menghilangkannya, basahi kain lembut dengan cuka, lalu gunakan kain tersebut untuk mengelap komponen krom supaya terlihat bersih dan mengilap.

8. Membersihkan kotoran jok mobil

Kotoran yang menempel pada jok sangat engganggu pemandangan saat mengemudi.Agar jok kembali bersih, gosok cuka ke bagian jok yang kotor. Larutkan dua sendok cuka dengan satu sendok cairan pencuci, lalu ambil kain dan gosok-gosok jok mobil sampai seluruh kotoran terangkatbersih.

9. Mencegah Pembekuan Embun

Embun yang menempel di jendela mobil otomatis akan mengganggu pemandangan pengemudi saat menuyetir mobil. Tapi, embun ini dapat diatasi dengan melapisi jendela mobil dengan larutan cuka terlebih dahulu.

https://m.otosia.com/berita/cuka-makanan-bisa-membantu-atasi-9-masalah-mobilmu.html

Meniru Rasulullah Shallallahu`alaihi wasallam Dalam Mengelola Keuangan

Hadits diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah, bahwa seorang laki-laki dari kalangan Anshar mendatangi Rasulullah untuk meminta sesuatu kepadanya. Nabi bertanya kepadanya: “Apakah di rumahmu ada sesuatu?” Ia menjawab: “Ya, ada beberapa helai pakaian. Sebagian kami pakai (dan) sebagian lagi kami bentangkan sebagai alas, dan gelas tempat menuang air minum.” Nabi berkata: “Bawalah kemari kedua barang itu,” maka ia pun membawa keduanya. Rasulullah mengambil kedua barang itu seraya berseru: “Siapakah yang sudi membeli kedua barang ini?” Seorang lelaki berkata: “Aku berani membelinya satu dirham!” Nabi menawarkan lagi: “Siapa yang berani lebih dari itu!” Beliau ucapkan dua atau tiga kali. Seorang lelaki lain berseru: “Aku berani membelinya seharga dua dirham.” Beliau pun menjual barang itu kepadanya dan memberikan dua dirham tadi kepada lelaki Anshar itu. Rasulullah berkata kepadanya: “Belilah makanan seharga satu dirham dengan wang itu, dan berikanlah kepada keluargamu. Dan sisanya belilah sebuah kapak dengan satu dirham, dan bawa kapak itu kepadaku!”. Ia pun melakukan perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Rasulullah membelah kayu dengan kapak itu, kemudian berkata kepadanya: “Pergilah dan carilah kayu bakar, lalu juallah. Jangan kembali ke hadapanku kecuali setelah lima belas hari.” Lelaki Anshar itu pun berangkat mencari kayu bakar lalu menjualnya. Kemudian ia datang lagi kepada Rasulullah dengan membawa sepuluh dirham. Sebagian hasilnya ia belikan baju dan sebagian lagi ia belikan makanan. Rasulullah bersabda kepadanya: “Usaha itu lebih baik bagimu daripada engkau datang dengan noda hitam di wajahmu pada hari Kiamat disebabkan meminta-minta. Meminta-minta hanya boleh bagi tiga macam orang. (Iaitu): orang yang sangat fakir, orang yang terkena denda yang sangat berat, atau orang yang dibebani diyat (tebusan) yang menyulitkan.” [Lihat Misykatul Mashabih, I/581].

Salman Al Farisi radiyallahu `anhu punya rumus belanja 1-1-1. Bermodalkan uang 1 dirham, ia membuat anyaman dan dijualnya 3 dirham. 1 dirham ia gunakan untuk keperluan keluarganya, 1 dirham ia sedekahkan, dan 1 dirham ia gunakan kembali sebagai modal. Sepertinya sederhana, namun dengan cara itu sahabat ini bisa memenuhi kebutuhan keluarganya dan bisa sedekah setiap hari. Penting dicatat, sedekah setiap hari.  Nasehat Rasulullah shallallahu`alaihi wasallam yang dijalankan oleh laki-laki di atas dan juga amalan Salman Al Farisi radiyallahu `anhu memberikan petunjuk kepada kita cara dasar mengelola keuangan. Yakni, bagilah penghasilan kita menjadi tiga bagian; satu untuk keperluan konsumtif, satu untuk modal dan satu untuk sedekah. Pembagian ini tidak harus sama persis seperti yang dilakukan Salman Al Farisi  radiyallahu `anhu.
1. KEPERLUAN KONSUMTIF
Banyak orang yang menghabiskan hampir seluruh penghasilannya untuk keperluan konsumtif. Tidak sedikit yang malah terjebak pada masalah keuangan karena terlalu menuruti keinginan konsumtif hingga penghasilannya tak tersisa, bahkan akhirnya minus (mengutang).  Yang perlu menjadi catatan, bagi seorang suami, membelanjakan penghasilan untuk keperluan konsumtif adalah memberikan nafkah wajib kepada keluarganya. Namun jangan sampai seperti sebagian laki-laki yang menghabiskan banyak uang untuk konsumsi barang-barang haram seperti : rokok dan hal-hal mubah seperti aksesories kendaraan, sementara makanan untuk anak dan istrinya terabaikan.
2. MODAL
Sisihkanlah penghasilan atau uang Anda untuk modal. Bahkan, kalaupun Anda adalah seorang karyawan atau pegawai. Sisihkanlah setiap bulan gaji Anda untuk menjadi modal atau membeli aset. Konsep inilah yang membedakan perilaku orang-orang kaya dengan orang-orang kelas menengah dan orang miskin. Orang kaya membeli aset, orang kelas menengah dan orang miskin menghabiskan uangnya untuk keperluan konsumtif.

Seringkali kita salah menyangka merasa telah membeli aset, padahal membeli barang konsumtif ini disebut sebagai liabilitas. Apa perbedaannya? Aset adalah modal atau barang yang menghasilkan pemasukan, sedangkan liabilitas adalah barang yang justru mendatangkan pengeluaran. Barangnya bisa jadi sama, tetapi yang satu aset, yang satu liabilitas. Misalnya orang yang membeli mobil dan direntalkan. Hasil rental lebih besar dari cicilan. Ini aset. Tetapi kalau seseorang membeli mobil untuk gengsi-gengsian, ia terbebani dengan cicilan, biaya perawatan dan lain-lain, ini justru menjadi liabilitas. Mengapa orang-orang kelas menengah sulit menjadi orang kaya, karena berapapun gaji atau penghasilan mereka, mereka menghabiskan gaji itu dengan memperbesar cicilan. Berbeda dengan orang yang membeli aset atau modal yang semakin lama semakin banyak menambah kekayaan mereka.

Jangan dianggap bahwa aset atau modal itu hanya yang terlihat atau tangible. Ada pula yang tak terlihat, intangible. Contohnya ilmu dan skill (keahlian). Jika Anda adalah tipe profesional, meningkatkan kompetensi dan skill adalah bagian dari modal, bagian dari aset. Dengan kompetensi yang makin handal, nilai Anda meningkat. Penghasilan juga meningkat.
3. SEDEKAH
Jangan lupa sisihkan penghasilan Anda untuk sedekah. Mengapa? Sebab ia adalah bekal untuk kehidupan yang hakiki di akhirat nanti. Baik sedekah wajib berupa zakat maupun sedekah sunnah. Apa yang dilakukan Salman Al Farisi radiyallahu `anhu adalah amal yang luar biasa. Ia bersedekah senilai apa yang menjadi keperluan konsumtif keluarganya. Jadi kita kita punya gaji atau penghasilan tiga juta, lalu kebutuhan konsumtif keluarga kita satu juta, kita baru bisa menandingi Salman Al Farisi radiyallahu `anhu jika bersedekah satu juta pula. Namun karena ada hadits Rasulullah yang menyebutkan bahwa sedekah satu bukit tidak dapat menyamai sedekah satu mud para sahabat, kita tak pernah mampu menandingi sedekah Salman Al Farisi  radiyallahu `anhu.
Harta sejati kita yang bermanfaat di akhirat nanti adalah apa yang kita sedekahkan. Lalu mengapa kita membagi penghasilan kita menjadi tiga bagian; konsumsi, modal dan sedekah? Mengapa tidak semuanya disedekahkan? Sebab konsumsi dan modal sesungguhnya juga pendukung sedekah kita. Jika keperluan konsumsi kita terpenuhi, maka fisik kita relatif lebih sehat. Dengan fisik yang sehat, kita bisa beribadah dan bekerja yang sebagian hasilnya untuk sedekah. Mengapa perlu mengalokasikan untuk modal/aset? Karena ia akan semakin memperbesar pemasukan kita dan dengannya kita menjadi lebih mudah untuk bersedekah dalam jumlah lebih besar dan juga lebih banyak beramal.
Wallahu`alam bishowab

Mengatasi Problem Internet Kartu Halo/Simpati

Setelah kurang lebih 9 tahun menggunakan nomor Simpati 0813211**** saya merasakan adanya kepentingan untuk mengubah layanan prabayar yang selama ini saya jalani menjadi layanan kartu Halo dengan nomor sama dari Telkomsel.  Dua bulan sudah Halo Hybrid dijalani, alhamdulillah tidak  ada kendala berarti karena semua sudah tercover : internet, telepon dan sms. Saya memilih paket basic karena paling murah dan imbalannya mendapat 2,5 Gb internet, 50 menit telepon dan 200 sms. Jumlah yang sangat cukup menurut saya untuk menunaikan segala kegiatan pendidikan, penelitian, penabdian dan penunjang di perguruan tinggi. Terlebih di kampus FMIPA ULM sudah disediakan layanan internet gratis via wifi dengan kecepatan cukup kencang (lk. 1 MBPS atau kecepatan 4G).
Yang menjadi kelebihan lain dari Kartu Halo Hybrid adalah kita dapat menikmati 2 layanan sekaligus dalam 1 kartu pascabayar. Misalnya ketika paket dalam layanan pascabayar Halo sudah habis, maka secara otomatis Kartu Halo Hybrid ini akan berpindah ke mode prabayar yang dapat diisi dengan pulsa prabayar telkomsel. Atau masih ada paket Kartu Halo berjalan begitu diisi pulsa maka akan menjadi layanan telkomsel prabayar biasa (Simpati dan Kartu As).
Ini sebenarnya yang menjadi masalahnya, beberapa waktu yang lalu saya mengisikan pulsa ke no. simpati yang telah diubah menjadi kartu Halo Hybrid sebanyak Rp. 20.000. Setelah beberapa lama, saya kebingungan karena tiba-tiba paket Kartu Halo Hybrid-nya tidak bisa koneksi internet. Sudah bolak balik restart hape, juga pindahkan ke hape lain tetap ngga bisa. Browsing sana-sini juga tetap ngga ngeh cara/ panduan mengatasinya.
Akhirnya setelah menemui petugas grapari telkomsel Banjarbaru alhamdulillah ketemu solusinya .Kurang lebih begini caranya :

Pindah dari mode Prabayar (Simpati/As) ke Pascabayar (Halo Hybrid) :
Ketik *888*767# lalu tekan Call/ Dial

Pindah dari mode Pascabayar (Halo Hybrid) ke Prabayar (Simpati/As) :
Ketik *888*773# lalu tekan Call/ Dial

Namun perlu diperhatikan, saat mengaktifkan dari mode Prabayar (Simpati/As) ke Pascabayar (Halo Hybrid) terkadang internet tetap ngga bisa digunakan. Lalu bagaimana caranya? Caranya aktifkan mode pesawat selama 3 detik, lalu aktifkan kembali. Maka, Insyaa Allah internet halo Hybrid anda segera aktif.

Selamat mencoba, berikan komentar yang baik!

 

Pemanfaatan Telegram Messeger dalam Perkuliahan Online

Tentang telegram

Telegram messenger adalah program instan messaging lintas piranti yang dapat dipasang di bermacam piranti yang berbeda. Telegram dapat dipasang pada telepon genggam / tablet jenis android, iOS (ipad/iphone), dan windows-phone. Telegram juga dapat dipasang di komputer (desktop/laptop)  yang berbasis Windows, OSX, maupun Linux.

Telegram di telepon genggam / tablet

Jika dipasang di hp/tab, telegram memiliki fungsi yang sangat mirip dengan WA (whatsapp), yaitu bisa digunakan untuk chat, membuat grup dan berkirim gambar/video. Namun dibandingkan dengan WA, telegram memiliki beberapa kelebihan yaitu:

  1. Bisa digunakan mengirim berkas (file) dalam format apa saja. Menggunakan WA, kita hanya bisa berkirim foto, gambar atau video. Namun dengan menggunakan telegram, kita bisa berkirim berkas dengan format apapun. Dengan demikian aplikasi ini sangat cocok digunakan untuk komunikasi dalam suatu perusahaan, perkumpulan dan sebagainya yang memiliki kebutuhan untuk saling berbagi dokumen. Selain itu aplikasi ini juga cocok digunakan oleh para pengajar untuk keperluan pemberian tugas dan pengumpulan tugas dari peserta didik yang berupa berkas elektronik.

  2. Bisa membuat channel untuk broadcast. Channel adalah suatu bentuk komunikasi sepihak (satu arah). Di satu pihak ada pemilik channel, di pihak lain ada member. Member yang dapat kita pahami seperti pelanggan, hanya bisa menerima kiriman dari pemilik channel berupa teks, maupun dokumen lainnya (gambar, video atau lainnya). Fasilitas ini sangat praktis digunakan untuk setiap keperluan komunikasi searah. Pemanfaatnya misalnya pimpinan perusahaan yang harus menyampaikan pengumuman rutin kepada seluruh karyawannya, seorang ustadz yang harus menyampaikan pelajaran kepada para santrinya, seorang dosen yang harus menyampaikan bahan kuliah dan pengumuman kepada para mahasiswanya. Saat ini fasilitas channel telegram telah banyak digunakan oleh kelompok-kelompok pengajian untuk menyampaikan kajian rutin.

  3. Bisa membuat grup dengan anggota sampai dengan 200 (lebih banyak dari WA yang hanya sampai 100), serta jika jumlah tersebut terlampaui, masih bisa dijadikan supergrup yang bisa beranggota sampai 1000.

  4. Bisa untuk secret chat. Secret chat adalah bentuk percakapan yang tidak diarsip di server telegram (chat lainnya diarsipkan), sehingga begitu dikirimkan, salinan isi chat hanya ada di piranti pengirim dan penerima. Selain itu isi chat tidak bisa di-forward.Secret chat digunakan jika seseorang ingin menghilangkan track atau rekaman terhadap isi pesan yang disampaikan.

  5. Lebih kecil ukuran installernya dibanding WA. Installer WA jauh lebih besar dari itu. Apalagi Line, lebih besar lagi. Terlebih lagi yang paling besar barangkali adalah facebook messenger. Dengan demikian memasang telegram di gadget relatif cepat. Dengan koneksi 100 kbps diperlukan waktu kurang dari 5 menit.

  6. Lebih cepat loading dibanding WA, Line, Messenger.
  7. Bisa digunakan secara paralel (dibuka dan digunakan bersama) pada beberapa piranti sekaligus. Kita bisa membuka telegram di telepon genggam, sambil membukanya di laptop. Jika kita login di suatu piranti, selama belum log-out, kita masih bisa mengakses akun telegram kita melalui piranti tersebut. Masing-masing piranti tersebut bisa digunakan sendirian maupun bersamaan.

Telegram di komputer (desktop/laptop)

Penggunaan aplikasi komunikasi (chatting) di komputer sangat membantu bagi orang-orang yang banyak bekerja di depan komputer. Keluhan terhadap WA selama ini adalah cukup repot jika digunakan di komputer. Memang ada aplikasi WA melalui web, namun fasilitas tersebut tidak bisa digunakan jika misalnya telepon genggam kita sedang tidak online. Fasilitas aplikasi telegram di komputer terbebas dari ketergantungan terhadap status online telepon genggam kita. Aplikasi telegram di komputer dapat digunakan sebagai aplikasi mandiri yang tidak berkaitan dengan status online atau offline-nya perangkat lain kita.

Pada saat telegram dipasang di telepon genggam, aplikasi tersebut barangkali hanya bernilai setingkat WA, namun ketika dipasang di komputer, barangkali baru terasa kedigdayaan aplikasi ini. Dengan kemampuannya mengirim dan berbagi berkas dalam segala macam format, aplikasi ini menjadi sangat memudahkan bagi para profesional yang pekerjaannya banyak berhubungan dengan berkirim berkas melalui internet. Berkirim berkas dengan chat adalah cara yang sangat praktis, jauh lebih mudah dibanding pemanfaatan email. Dengan model chat, kita tidak perlu mengingat alamat imil yang mewajibkan kita untuk tidak boleh salah ketik walau satu huruf atau karakter. Dalam percakapan hanya diperlukan klik gambar klip (melampirkan berkas), dan kirim ke lawan bicara kita. Selesai. Begitu juga penerima kiriman, tinggal klik pada kiriman kita dan dokumen pun terbuka. Jika kita terbiasa dengan penggunaan aplikasi ini untuk berbagi dan berkirim dokumen, rasanya penggunaan imil menjadi teknologi yang usang ketinggalan jaman.

Telegram juga memiliki versi web. Versi ini digunakan untuk menjalankan telegram tanpa perlu memasang program tersebut di komputer, cukup dengan mengakses laman yang beralamat web di: (web.telegram.org). Dengan cara ini seseorang bisa mengakses akun telegram miliknya meskipun di warnet, komputer kantor maupun komputer pinjaman. Hanya saja jika menggunakan versi web untuk membuka akun telegram di komputer umum, supaya tidak lupa untuk LOG-OUT ketika selesai. Karena jika tidak melakukan proses log-out maka akun kita masih terbuka di komputer tersebut sehingga bisa diakses oleh orang lain.

Cara pasang telegram

Di HP/tablet

Buka google playstore (android) / appstore (iOS) / microsoft store (windows phone), cari aplikasi yang namanya telegram messenger (gambar pesawat kertas warna putih) lalu instal/pasang. Kita akan diminta memasukkan nomor HP (tulis tanpa 0 di depannya, misal nomor saya 08214xxxxxxx, tulis sebagai 8214xxxxxxx <–tanpa 0). Setelah itu akan dikirim angka kode verifikasi. Tunggu sebentar, dan biasanya otomatis diproses oleh android kita. Masukkan nama kita, dan proses pendaftaran selesai. Aplikasi kini siap untuk digunakan. Pada bagian “contact” akan muncul semua nama teman di yang tersimpan di telepon genggam kita yang telah memiliki akun telegram.

Di laptop:

Buka halaman installer telegram yang alamatnya adalah: https://desktop.telegram.org/

Setelah itu klik di tulisan “get telegram for ….”, yang terletak di tengah-tengah halaman tersebut. Setelah selesai klik di file yang diperoleh. Setelah selesai pasang, kemudian prosedurnya sama dengan ketika sign-in di android. Pada saat diminta nomor HP, berikan nomor HP yang sama dengan nomor HP kita yang memiliki aplikasi telegram. Nomor yang sama ini penting, supaya kita bisa mengakses akun yang sama sehingga antara komputer dan telepon genggam bisa terjadi sinkronisasi.

Siapa yang cocok menjadi pengguna?

Sangat cocok digunakan oleh dosen, ustadz, guru, kiai, pengasuh pondok pesantren, pimpinan perusahaan, dan para profesional lainnya untuk mengelola komunikasi efektif dengan mahasiswa, murid, santri, para staf dan karyawan. Demikian juga cocok digunakan oleh pengusaha desain untuk mengirim hasil karyanya. Dan masih banyak bidang lain yang cocok menggunakan aplikasi smart ini. Contohnya untuk saya sendiri, saya sudah mencoba menggunakan aplikasi ini untuk mengelola kuliah. Bahan kuliah dan pengumuman kita pasang di channel. Mahasiswa bisa bertanya dan submit tugas lewat chat. (bisa kirim berkas dengan format apapun). Dan kesan saya: Sangat efektif.

Penggunaan sms-gate untuk broadcast pengumuman di banyak perusahaan, juga kelihatannya akan lebih praktis jika digantikan dengan channel telegram. Mari kita manfaatkan gadget kita untuk membuat pekerjaan kita lebih mudah dan smart.

Tulisan ini seutuhnya diambil dari sini!

Potensi Kawasan Hutan Lindung Talok Dalam

Berdasarkan statistik kabupaten Tanah Laut (Kabupaten Tanah Laut dalam angka, 2004), luas kawasan hutan lindung mencapai 9.375 ha yang tersebar tidak kompak. Sesuai  dengan ketentuan yang berlaku dalam kawasan hutan lindung ini tidak boleh ada
kegiatan apapun, termasuk kegiatan penambangan bawah permukaan (undergrond mining). Ancaman terhadap kawasan hutan lindung akhir– akhir ini semakin meningkat, terutama setelah potensi tegakan dalam kawasan hutan produksi semakin habis.
Salah satu kawasan hutan yang mengalami ancaman degradasi adalah Hutan Lindung Sapuangin (Talok Dalam) di Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut.  Hutan ini telah ditetapkan sebagai kawasan Hutan Lindung dengan areal penguasaan seluas 726,50 (Tujuh Ratus Dua Puluh Enam dan Lima Puluh Perseratus) hektar. 

2017-06-06

Gambar 1. Peta rupa bumi kawasan hutan lindung Sapuangin (Talok Dalam)

Cara Membuat Piramida Penduduk dengan Menggunakan WPS Spreadsheet

Memahami komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin merupakan salah satu aspek yang penting khususnya dalam analisis kependudukan dan umumnya dalam perencanaan pembangunan. Misalnya, potensi pertumbuhan penduduk ke depan dapat diperkirakan melalui pengamatan dari komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin ini. Perencanaan untuk penyediaan pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan dan kebutuhan-kebutuhan dasar penduduk lainnya juga membutuhkan informasi mengenai komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin.

Dalam kerangka mendapatkan gambaran tersebut, salah satu alat analisis yang digunakan adalah piramida penduduk. Piramida penduduk adalah dua buah diagram batang, pada satu sisi menunjukkan penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan penduduk perempuan dalam kelompok interval usia penduduk biasanya lima tahunan. Penduduk laki-laki biasanya digambarkan di sebelah kiri dan penduduk wanita di sebelah kanan. Meskipun piramida penduduk dapat menunjukkan jumlah penduduk atau persentase jumlah penduduk terhadap jumlah penduduk total, tetapi umumnya adalah menggunakan persentase.

Tulisan kali ini akan membahas cara membuat piramida penduduk dengan menggunakan Program Excel. Untuk latihan, kita coba membuat piramida penduduk dengan data Penduduk Propinsi Jambi Tahun 2005 menurut kelompok umur dan jenis kelamin. Aplikasi dalam tulisan ini menggunakan Microsoft Office Excel 2007. Meskipun prosedurnya agak sedikit berbeda dengan versi-versi Excel sebelumnya, tetapi secara umum bagi yang sudah terbiasa menggunakan Excel, akan tetap bisa mengaplikasikannya pada versi-versi sebelum versi 2007 ini.

Tahapan-Tahapan yang harus dilakukan adalah:

Tahap 1. Ketik data penduduk menurut umur dan jenis kelamin. Sebagai contoh ketik kelompok umur di kolom A baris 5 – 20 (range A5:20), penduduk laki-laki di range B5:B20 dan penduduk perempuan di range C5:C20. Untuk mempermudah membuat grafik. Copy kembali kelompok umur yang sudah diketik tadi ke range D5:D20.

Selanjutnya, hitung persentase penduduk masing-masing kelompok umur pada masing-masing jenis kelamin (laki-laki dan perempuan). Persentase untuk laki-laki ditempatkan pada range E5:E20. Tetapi nilai persentase untuk laki-laki dijadikan angka negatif. Di sel E5, ketik rumus =-(B5/B$21)*100. Kemudian copy sampai sel E20. Persentase untuk perempuan ditempatkan pada range F5:F20. Tetapi nilai persentase untuk perempuan tidap perlu dinegatifkan. Di sel F5, ketik rumus =(C5/C$21)*100. Kemudian copy sampai sel F20.

Hasil pengerjaan pada tahap pertama ini dapat dilihat di bawah ini:

Jumlah penduduk kota Banjarmasin pada tahun 2015 Persentase
Umur Laki-Laki Perempuan Total Rasio JK % Umur Laki-Laki Perempuan
0-4 35,158 33,017 68,175 106.48 10.23 0-4 -10.55 9.92
5-9 30,726 29,131 59,857 105.48 8.98 5-9 -9.22 8.75
10-14 27,846 26,658 54,504 104.46 8.18 10-14 -8.36 8.01
15-19 28,031 29,089 57,120 96.36 8.57 15-19 -8.41 8.74
20-24 31,320 32,360 63,680 96.79 9.56 20-24 -9.40 9.72
25-29 30,076 29,423 59,499 102.22 8.93 25-29 -9.03 8.84
30-34 29,063 29,353 58,416 99.01 8.77 30-34 -8.72 8.82
35-39 27,593 27,886 55,479 98.95 8.33 35-39 -8.28 8.37
40-44 25,344 25,255 50,599 100.35 7.59 40-44 -7.61 7.58
45-49 20,804 21,174 41,978 98.25 6.30 45-49 -6.24 6.36
50-54 17,019 16,693 33,712 101.95 5.06 50-54 -5.11 5.01
55-59 13,438 12,515 25,953 107.38 3.90 55-59 -4.03 3.76
60-64 7,420 7,372 14,792 100.65 2.22 60-64 -2.23 2.21
65-69 4,812 5,472 10,284 87.94 1.54 65-69 -1.44 1.64
70-75 2,568 3,609 6,177 71.16 0.93 70-75 -0.77 1.08
75+ 2,018 3,980 5,998 50.70 0.90 75+ -0.61 1.20
JUMLAH 333,236 332,987 666,223 100.07 100 -100 100

Tahap 2. Blok range D4:F20. Kemudian klik Insert > Chart > Bart > Clustered Bart. Setelah itu klik OK. Akan muncul tampilan output sebagai berikut: (Catatan: Inti dari prosedur di atas adalah kita memilih grafik jenis Bar (batang) dengan sub-jenis Clustered Bar)

piramid2

Seperti yang kita lihat, grafik tersebut belum terlalu mirip dengan piramida penduduk yang umum kita dapatkan. Antara satu batang-dengan batang belum saling merapat. Angka persentase untuk laki-laki ditampilkan dalam angka negatif (yang seharusnya positif). Belum seluruh kelompok umur yang ditampilkan. Selain itu, kelompok umur juga ditampilkan di tengah dan mengganggu tampilan. Oleh karenanya, tahapan berikut adalah memperbaiki grafik tersebut.

Untuk memperbaiki itu ada beberapa tahap pengerjaan lagi yang harus kita lakukan yaitu:

Tahap 3. Memperbaiki Grafik

a. Merapatkan batang-batang dari grafik dengan cara: Klik kanan salah satu batang grafik, kemudian klik Format Data Series. Akan muncul tampilan berikut:

piramid3

Pada Series Overlap jadikan 100% dan pada Gap Width jadikan 0 %, seperti terlihat pada tampilan diatas. Selanjutnya klik Close.

b. Menambahkan tampilan kelompok umur dan memindahkan angka kelompok umur ke sisi kiri grafik.

Klik kanan pada angka kelompok umur, kemudian klik Format Axis. Akan muncul tampilan berikut:

piramid41

Sesuaikan isian dalam kotak-kotak pilihan seperti tampilan diatas. Selanjutnya klik Close.

c. Merubah persentase negatif pada penduduk laki-laki.

Klik kanan pada angka persentase, klik Format Axis, klik Number, klik Custom. Akan muncul tampilan berikut:

piramid5

Di kotak format Code, ketik 0.0;0.0, kemudian klik Close. Maka selesailah piramida penduduk kita seperti yang terlihat di bawah ini. Kita bisa menambahkan judul grafik, nama sumbu vertikal, nama sumbu horizontal dan asesoris grafik lainnya yang tidak kita bahas disini.

piramid6

Tulisan ini bersumber dari dari : https://junaidichaniago.wordpress.com/2009/04/05/membuat-piramida-penduduk-dengan-excel/. Belum dikoreksi dan masih tulisan asli.

Teknik Memanjat Pohon Aren

Sebagaimana diketahui bahwa pohon aren memiliki rerata tinggi diatas 5 meter. Oleh karena itu, untuk memanjat pohon yang dikenal dengan nama enau atau hanau ini memerlukan alat bantu untuk memanjat.  Bambu adalah alat bantu utama yang digunakan penduduk lokal untuk memanjat dan mendapatkan air nira.  

Perhatikan,  bahwa untuk memanjat pohon aren menggunakan bambu, maka ibu jari kaki anda harus cukup kuat dan terlatih.  Jika tidak terbiasa maka kemungkinan anda akan mengalami luka dan lecet. 

Teknik utama yang diperlukan memanjat pohon aren selain persiapan alat, adalah persiapan mental yang kuat. Kalau anda termasuk orang yang takut ketinggian maka disarankan sebaiknya tidak melakukan hal seperti di Gambar. 

20160717 SEMINAR DAN LOKAKARYA NASIONAL PENULISAN BUKU, PENGELOLAAN, JURNAL DAN PRESENTASI BUKU

Perkembangan ilmu pengetahuan sangat cepat, salah satunya ditandai dengan jumlah publikasi yang meningkat tajam. Sangat penting untuk meningkatkan produktivitas publikasi bagi dosen dan mahasiswa dengan meningkatkan kemampuan menulis buku yang digemari pembaca dan naskah seminar atau jurnal. Hal ini dapat dilakukan melalui latihan menulis naskah ilmiah populer, naskah seminar dan naskah jurnal.

Tingginya perkembangan ilmu pengetahuan haruslah diiringi dengan adanya penerbit yang mewadahi hasil dari penelitian dan tulisan. Hal ini penting bagi para ilmuan, akademisi, mahasiswa, maupun sumber daya manusia yang memiliki potensi. Penerbit perguruan tinggi dapat menjadi gambaran awal yang menunjukkan tingkat produktivitas sebuah perguruan tinggi. Ini menjadi penting dan harus menjadi perhatian untuk peningkatan kualitas perguruan tinggi ditengah tingginya kebutuhan akan ilmu pengetahuan.

Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI) merupakan lembaga yang bertujuan membangun jaringan penerbit kampus di tanah air. APPTI menjadi penting ditengah menjamurnya penerbit diluar kampus yang berorientasi pasar dan keuntungan atau laba. Berdasarkan hal tersebut asosiasi ini dapat menjadi kekuatan untuk melindungi kepentingan anggotanya. Asosiasi ini dapat menjadi tempat untuk penyelesaian isu terkini terkait pembajakan hak cipta, pengenaan pajak, pembuatan pedoman penerbitan, dan evaluasi. Kemudian melalui asosiasi ini juga perguruan tinggi dapat lebih siap dalam menciptakan iklim akademisi terkait penulisan buku dari artikel ilmiah, hasil penelitian, hasil observasi dan lain sebagainya.

Pada akhirnya kemampuan.citra suatu bangsa, dan kontribusi bagi pengembangan keilmuan dapat terlihat dengan jelas dari hasil tulisan yang dibuatnya. Penyebaran virus untuk rajin menulis (budaya menulis) dapat ditularkan salah satunya melalui APPTI dan melalui teknologi informasi. Hal tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan dan melalui perangkat sistem informasi seperti e-book, e-library, e-bookstore, dan e-modul.

Untuk mewujudkan hal tersebut maka Pusat Pengelolaan Jurnal dan Penerbitan (PPJP) Universitas Lambung Mangkurat mengadakan acara “Seminar dan Lokakarya Nasional Penulisan Buku, Pengelolaan Jurnal dan Presentasi Konferensi” tanggal 17 – 18 Juli 2016 bertempat di Hotel Montana Syari’ah Banjarbaru.

Sumber tulisan disini!

The Asia-Pacific Rainforest Photo Competition

Rainforests are the natural treasures of the Asia-Pacific region. They account for 26 percent of the region’s land area, and support the livelihoods of around 450 million people. They contain a wealth of natural heritage and biodiversity, provide vital ecosystem services and play an important role for economic growth.

Our future depends on the values we place on our forests and the people who sustainably manage and conserve them.

When you walk through the rainforests of the Asia-Pacific region, what values do you see? Become part of the powerful momentum that is bringing attention to this region and its unique natural landscape.

Enter the 2016 Asia-Pacific Rainforest Summit photo competition now! And hurry — the earlier you enter, the more time you’ll have to attract votes!

The Power of the Biomimicry Design Spiral

Photo: axz700, Shutterstock

By Denise DeLuca

They’re everywhere, hiding deep in your ears, emerging from flower buds, mounding on heads of cauliflower, swirling in river eddies, dominating weather maps, and defining the shape of entire galaxies. The spiral geometry can be found at all scales of nature, and apparently across the universe. Though we call them cycles, nature’s processes are also spirals, because with the passage of time, the endpoint of any cycle is never the same as the starting point.

Spirals are everywhere in nature because they perform so many functions. It is no wonder, then, that when Carl Hastrich set out to create a design process for biomimicry, he turned to the spiral. That is very fortunate for all of us, because the spiral design process not only allows us to tap into the power of nature, it allows us to tap into the power of our own creativity and imagination — exactly what we need to tackle the tremendous challenges that we face today.

The Biomimicry Design Spiral

The Biomimicry Design Spiral is a step-by-step process for turning nature’s strategies into innovative and sustainable design solutions. The Biomimicry Design Spiral was developed in 2005 by Carl Hastrich, an industrial designer who was one of a cluster of devoted individuals that we can thank for building the foundations for biomimicry as we know it today. Hastrich took a standard design process, added the unique steps needed for biomimicry, and then, emulating one of nature’s pervasive patterns, he turned the process into a spiral.

Adapted from Carl Hastrich (2005) via The Biomimicry Institute

The Biomimicry Design Spiral shown here is used when you know what problem you are trying to solve. To use this method, you start with the:

Identify step, where the objective is to identify the functions that your design needs to perform — what you want your design to be able to do. Once you have created a list of functions, you then …

Translate those functions into words or terms that makes sense in the biological world.

Next, you Discover strategies that Nature uses to accomplish these functions. (This is the step most unique to biomimicry.)

In the Abstract step, you “reverse engineer” the strategies you have discovered, and describe how they work in terms that make sense to your design profession.

The Emulate step is where you use your professional skills to create a design solution based on emulating one or more of the strategies that you have discovered and abstracted.

In the Evaluate step, you do three things. One is to evaluate your design solution against your original design brief. Another is to evaluate your design against Nature’s Unifying Patterns (or “Life’s Principles”), nature’s rules for sustainability. The third is to reflect on the many ideas and lessons that emerged in the previous steps, and strategize how you want to use the next lap or laps around the spiral — and you will likely take many laps!

So in one ‘lap’ around the Biomimicry Design Spiral you:

  • Identify one or more functions that you want your design to perform,
  • Translate those functions into biological terms,
  • Discover strategies that nature uses to perform those functions,
  • Abstract those strategies back into technical terms,
  • Emulate those strategies in your design solution,
  • Evaluate your design against your design brief and Life’s Principles, and then decide how you want to use your next lap.

The Power of the Spiral Process

One of the most powerful aspects of the biomimicry design spiral is the spiral process itself. You will notice that the biomimicry design spiral drives outward, just as spirals in nature grow outward. When following this spiral process, you start at the center, where each ‘lap’ around the spiral is small and quick. Taking numerous quick laps at the beginning of a design process allows you to rapidly explore many potential options and opportunities, reveal hidden assumptions, generate and sift through many wildly creative ideas very quickly, and see what begins to emerge before committing to a particular solution pathway. This approach minimizes time needed to achieve radical sustainable innovation.

The sequence of steps in the spiral includes divergent and convergent thinking followed by reflection and redirection. This sequencing, repeated with each lap, allows you to continually drive towards more innovative and effective design outcomes without getting stuck in “analysis paralysis.”

The spiral is a fluid process. You can dive in at any point, focusing on what’s most important to you and your project at any given time. If you’re using biomimicry for design, you start with the Identify step. If you are seeking to invent something entirely novel, you might start with the Discover step. If you are interested in expanding your pool of innovative, sustainable design strategies and solutions, you could start at the Abstract step. If your goal is to get out of a rut and spark creativity, you could jump right into the Emulate step. If you want to assess and enhance the sustainability of an existing design, you could start with the Evaluate step.

The spiral process also allows you to dynamically optimize team performance. Depending on how you and your team work, you could go through the spiral together, collaborating and co-creating with each step. Another option is for each of you to step through the spiral independently, convening to co-create after each of you generates his or her own bio-inspired design ideas and solutions. You may find that different people are uniquely good at specific steps. Whichever way you approach it, you’ll find that using the spiral can catalyze curiosity, creativity, co-creativity, and even trust in your design team.

To tackle the tremendous challenges that we face today, we need levels of curiosity and collaboration, creativity and co-creativity, imagination and ingenuity that are often suppressed in our working environments. It might seem like we need magic powers to achieve our goals at the speed, scope, and scale needed! It may not be magic, but you can use the power of the Biomimicry Design Spiral to generate wildly innovative and sustainable design solutions, whenever and wherever needed.

Want to learn more?

Denise DeLuca, in partnership with TBI, is offering a 4-hour self-paced online course called Biomimicry Basics. Denise is also author of Re-Aligning with Nature: Ecological Thinking for Radical Transformation, out soon.

From : https://medium.com/@BiomimicryInst/the-power-of-the-biomimicry-design-spiral-9448d90ba546#.6f5f75d4f