Arsip Tag: biodiversitas

Biodiversitas dan Kesehatan Manusia

Pada dasarnya semua makhluk hidup termasuk manusia dalam kehidupan sehari-harinya sangat bergantung pada keanekaragaman hayati. Meskipun ketergantungan tersebut, bisa dilihat secara kasat mata seperti petani, pekebun, atau pencari kayu di hutan dan dengan cara yang tidak selalu terlihat seperti : pegawai dan wirausaha yang menjualbelikan jasa ekosistem. Pada akhirnya produk dan jasa ekosistem (seperti ketersediaan air tawar, makanan dan sumber bahan bakar) sangat diperlukan untuk mendukung kesehatan manusia dan mendapatkan mata pencaharian yang produktif.

Hilangnya keanekaragaman hayati dapat memiliki dampak langsung yang signifikan terhadap kesehatan manusia jika jasa ekosistem tidak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan sosial. Secara tidak langsung, perubahan dalam jasa ekosistem mempengaruhi mata pencaharian, pendapatan, migrasi lokal dan, kadang-kadang, bahkan dapat menyebabkan atau memperburuk konflik politik.

Selain itu, keanekaragaman hayati mikroorganisme, flora dan fauna memberikan manfaat yang luas bagi ilmu biologi, kesehatan, dan farmakologi. Penemuan medis dan farmakologis yang signifikan dibuat melalui pemahaman yang lebih besar tentang keanekaragaman hayati bumi. Hilangnya keanekaragaman hayati dapat membatasi penemuan pengobatan potensial untuk banyak penyakit dan masalah kesehatan.

Ada kekhawatiran yang berkembang tentang konsekuensi kesehatan dari hilangnya keanekaragaman hayati. Perubahan keanekaragaman hayati mempengaruhi fungsi ekosistem dan gangguan ekosistem yang signifikan dapat mengakibatkan barang dan jasa ekosistem yang menopang kehidupan. Hilangnya keanekaragaman hayati juga berarti bahwa kita kehilangan, sebelum ditemukan, banyak bahan kimia dan gen alam, dari jenis yang telah memberikan manfaat kesehatan yang sangat besar bagi umat manusia.

Sumber tulisan

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/biodiversity-and-health#:~:text=Biodiversity%20supports%20human%20and%20societal,that%20contribute%20to%20overall%20wellbeing.

Biodiversitas dan Industri Wisata

Selama beberapa dekade, pariwisata telah menjadi salah satu industri terbesar dan paling cepat berkembang di dunia. Terhitung lebih dari 30% ekspor jasa komersial seluruh dunia berasal dari pariwisata dan lebih dari 6% keseluruhan ekspor terkait dengan barang dan jasa untuk menunjang pariwisata. Pariwisata berdampak besar dan perannya terus meningkat serta berdampak terhadap manusia maupun jasa ekosistem. Bagi banyak negara berkembang, pariwisata menjadi salah satu sumber pendapatan utama dalam menciptakan dan menghasilkan peluang kerja yang sangat dibutuhkan untuk pembangunan sosial-ekonomi.

Pertumbuhan industri pariwisata yang berkelanjutan saat ini terus berkembang seiring dengan semakin menguatnya isu lingkungan. Selain itu konsumen juga semakin menuntut tujuan pariwisata yang lebih bersih, berkelanjutan, dan lebih ramah lingkungan. Tren kualitatif dan kuantitatif ini tentunya memerlukan pengembangan dan pengelolaan produk pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis keanekaragaman hayati. Konsep ini akan menghubungkan pariwisata dengan pemanfaatan sumber daya alam dan pengelolaan konservasi yang berkelanjutan.

Berbagai macam pilihan wisata akan berkaitan erat dengan jasa dan layanan yang dihasilkan dari biodiversitas. Berbagai pilihan yang dilakukan penduduk terkait wisata diantaranya, penduduk sering memilih tempat tertentu untuk menghabiskan waktu luang mereka. Sebagiannya memilih tempat wisata berdasarkan pada karakteristik lanskap alam atau budidaya di daerah tertentu. Sebagian lagi memilih rekreasi dalam kaitannya dengan hewan atau tumbuhan, merawat hewan peliharaan, atau kebun, taman dan cagar alam. Hasil yang diperoleh dari kegiatan wisata tersebut berhubungan dengan kesehatan berupa latihan fisik, dan kebugaran. Selain itu banyak sekali kontribusi wisata terhadap kesehatan fisik dan mental, dan pengentasan gangguan psikososial.

Terkait hal tersebut di atas, maka pengembangan produk pariwisata yang berbasis keanekaragaman hayati harus mengarah pada pembangunan berkelanjutan jangka panjang. Diperlukan usaha yang instensif untuk mempromosikan integrasi sosial dan ekonomi (pendapatan sektor pariwisata) dan partispasi masyarakat lokal. Untuk mencapainya, diperlukan rencana aksi komprehensif yang berfokus pada diversifikasi produk, daya saing dan pembangunan berbasis masyarakat. Titik utama pariwisata berkelanjutan adalah perlindungan dan pengelolaan keanekaragaman hayati, warisan budaya.

Sumber tulisan :

World Health Organization, & Secretariat of the Convention on Biological Diversity. (2015). Connecting Global Priorities: Biodiversity and Human Health. In WHO Press (Issue June 2017). https://doi.org/10.13140/RG.2.1.3679.6565

World Tourism Organization. (2011). Practical Guide for the Development of Biodiversity-based Tourism Products. In Practical Guide for the Development of Biodiversity-based Tourism Products (Second). World Tourism Organization. https://doi.org/10.18111/9789284413409

Praktikum 1 Konsep dan Konservasi biodiversitas mangrove

Waktu                                    :          

Selasa, 15 Oktober 2019

Tempat                       :          

Lab Biologi Umum – FMIPA ULM

Integrasi penelitian   :

PDUPT – Aplikasi perencanaan konservasi timpakul (Periopthalmodon Sp.) dan moluska pada ekosistem mangrove terhadap pencemaran logam berat

Konsep

Konservasi berasal dari bahasa Inggris yaitu dari kata “Conservation” yang berati pelestarian atau perlindungan. Konservasi adalah upaya-upaya yang dilakukan oleh manusia untuk melestarikan lingkungan (ekosistem secara keseluruhan) dengan tetap memperhatikan manfaat yang bisa didapatkan pada saat itu dan mempertahankan keberadaan setiap komponen-konponen lingkungan untuk pemanfaatan di masa yang akan datang. Konservasi bisa juga disebut dengan usaha pelestarian ataupun perlindungan (Sora, 2015).

Biodiversitas ini dapat kita temui di sekitar kita, berbagai makhluk hidup yang kita temui menggambarkan adanya perbedaan-perbedaan antara makhluk hidup yang saling menyeimbangkan. Biodiversitas dapat terjadi pada berbagai tingkatan kehidupan, mulai dari organisme tingkat rendah sampai organisme tingkat tinggi. Secara garis besar biodiversitas ini dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman spesies, dan keanekaragaman ekosistem (Ardiansyah, 2107).

Capaian Pembelajaran         :          

  1. Mampu mengidentifikasi komponen-komponen konservasi dan pengelolaan biodiversitas pada ekosistem mangrove

Tujuan Praktikum

  1. Membuat deskripsi tentang konsep ekologi dalam praktikum KPSDH yang akan dilaksanakan di Desa Pagatan Besar
  2. Membuat daftar nama jenis kegiatan yang akan dilaksanakan dalam praktikum lapangan KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar.
  3. Menentukan metode pengambilan dan tabel pengamatan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam praktikum lapangan KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar.
  4. Membuat analisis data secara deskriptif dan perbandingan secara kualitatif menggunakan software GNU PSPP

Metode Praktikum :

  1. Mahasiswa membuat deskripsi tentang konsep ekologi dalam praktikum KPSDH yang akan dilaksanakan di Desa Pagatan Besar
    1. Kegiatan ini terbagi ke dalam 9 kelompok dengan urutan sebagai berikut :
Kelompok Judul kegiatan praktikum
Kelompok 1 Tingkat organisasi pada yang beranekaragam pada ekosistem mangrove
Kelompok 2 Adanya hewan asli (native species) pada ekosistem mangrove
Kelompok 3 Adanya keystone species (ecosystem engineer) pada ekosistem mangrove
Kelompok 4 PVA (Analisis Viabilitas Populasi) pada ekosistem mangrove
Kelompok 5 Kelentingan ekologis pada ekosistem mangrove
Kelompok 6 Gangguan pada ekosistem mangrove
Kelompok 7 Jembatan/fragmentasi pada ekosistem mangrove
Kelompok 8 Pendekatan saringan kasar dan halus pada ekosistem mangrove
Kelompok 9 Analisis risiko untuk membuat keputusan pada ekosistem mangrove
  • Mahasiswa membuat daftar nama jenis kegiatan yang akan dilaksanakan dalam praktikum lapangan KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar
  • Mahasiswa merancang metode pengambilan dan tabel pengamatan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam praktikum lapangan KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar.
  • Mahasiswa membuat data dummy dan analisis data secara deskriptif dan perbandingan secara kualitatif menggunakan software GNU PSPP.

Hasil Praktikum :

  1. Deskripsi tentang konsep ekologi dalam praktikum KPSDH yang akan dilaksanakan di Desa Pagatan Besar
  2. Daftar nama jenis kegiatan yang akan dilaksanakan dalam praktikum lapangan KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar
  3. Metode pengambilan dan tabel pengamatan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam praktikum lapangan KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar.
  4. Data dummy dan analisis data secara deskriptif dan perbandingan secara kualitatif menggunakan software GNU PSPP.

Pengertian dan konsep konservasi

Konservasi berasal dari bahasa Inggris yaitu dari kata “Conservation” yang berati pelestarian atau perlindungan. Konservasi adalah upaya-upaya yang dilakukan oleh manusia untuk melestarikan lingkungan (ekosistem secara keseluruhan) dengan tetap memperhatikan manfaat yang bisa didapatkan pada saat itu dan mempertahankan keberadaan setiap komponen-konponen lingkungan untuk pemanfaatan di masa yang akan datang. Konservasi bisa juga disebut dengan usaha pelestarian ataupun perlindungan (Sora, 2015).

Apa yang harus dikonservasi ?

Pada intinya konservasi adalah usaha untuk melestarikan dan melindungi keanekaragaman hayati (biodiversitas). Keanekaragaman hayati adalah kekayaan atau bentuk kehidupan di bumi, baik tumbuhan, hewan, mikroorganisme, genetika yang dikandungnya, maupun ekosistem, serta proses-proses ekologi yang dibangun menjadi lingkungan hidup. Frasa keanekaragaman hayati sendiri sering pula disebut sebagai biodiversitas. Biodiversitas ini dapat kita temui di sekitar kita, berbagai makhluk hidup yang kita temui menggambarkan adanya perbedaan-perbedaan antara makhluk hidup yang saling menyeimbangkan. Biodiversitas dapat terjadi pada berbagai tingkatan kehidupan, mulai dari organisme tingkat rendah sampai organisme tingkat tinggi. Secara garis besar biodiversitas ini dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman spesies, dan keanekaragaman ekosistem (Ardiansyah, 2107).

Tujuan konservasi :

Beberapa tujuan konservasi, yang diantaranya sebagai berikut ini (Sora, 2015) :

  • Yang pertama, untuk memelihara maupun melindungi tempat-tempat yang dianggap berharga supaya tidak hancur, berubah atau punah.
  • Yang kedua, untuk menekankan kembali pada pemakaian bangunan lama supaya tidak terlantar, disini maksudnya apakah dengan cara menghidupkan kembali fungsi yang sebelumnya dari bangunan tersebut atau mengganti fungsi lama dengan fungsi baru yang memang diperlukan.
  • Yang ketiga, untuk melindungi benda-benda sejarah atau benda jaman purbakala dari kehancuran atau kerusakan yang diakibatkan oleh faktor alam, mikro organisme dan kimiawi.
  • Yang keempat, untuk melindungi benda-benda cagar alam yang dilakukan secara langsung yaitu dengan cara membersihkan, memelihara dan memperbaiki baik itu secara fisik maupun secara langsung dari pengarauh berbagai macam faktor, misalnya seperti faktor lingkungan yang bisa merusak benda-benda tersebut.

Manfaat Konservasi.

Manfaat dari kawasan konservasi terhadap ekosistem, yang diantaranya sebagai berikut ini : (1) Untuk melindungi kekayaan ekosistem alam dan memelihara proses – proses ekologi maupun keseimbangan ekosistem secara berkelanjutan. (2) Untuk melindungi spesies flora dan fauna yang langka atau hampir punah. (3) Untuk melindungi ekosistem yang indah, menarik dan juga unik. (4) Untuk melindungi ekosistem dari kerusakan yang disebabkan oleh faktor alam, mikro organisme dan lain-lain. dan (5) Untuk menjaga kualitas lingkungan supaya tetap terjaga, dan lain sebagainya (Sora, 2015).

Jika dari segi ekonomi : (2) Untuk mencegah kerugian yang diakibatkan oleh sistem penyangga kehidupan misalnya kerusakan pada hutan lindung, daerah aliran sungai dan lain-lain. Kerusakan pada lingkungan akan menimbulkan bencana dan otomatis akan mengakibatkan kerugian. (2) Untuk mencegah kerugian yang diakibatkan hilangnya sumber genetika yang terkandung pada flora yang mengembangkan bahan pangan dan bahan untuk obat-obatan (Sora, 2015).

Mengapa harus dikonservasi (dilestarikan dan dilindungi)?

  1. Perintah dari Allah kepada manusia untuk beribadah hanya kepada-Nya dan bertakwa dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
  2. Sustainability (keberlanjutan) kehidupan manusia di muka bumi untuk menjalankan fungsinya sebagai khalifah (pelaksana)
  3. Life-time (kualitas dan kuantitas kehidupan) yang lebih baik serta barokah dalam semua aspek kehidupan.

Metode dan Cara Konservasi

Umumnya metode konservasi ada dua macam yaitu konservasi in-situ (mempertahankan habitat asli) dan konservasi ex-situ (melindungi di habitat luar). Adapun masing-masing metode memiliki cara konservasi yang berbeda. Konservasi in-situ dapat dilakukan dengan cara : 1). Identifikasi, 2).Inventarisasi, 3).Pemantauan, 4).Pembinaan habitat dan populasi, 5).Penyelamatan jenis, 6).Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan. Konservasi ex-situ dapat dilakukan dengan cara : 1). Pemeliharaan, 2).Pengembangbiakan, 3).Pengkajian, Penelitian & Pengembangan, 4).Rehabilitasi Satwa dan 5).Penyelamatan jenis.

Pustaka

Al Quran Al Karim. Departemen Agama RI.

Ardiansyah, T. (2107). Keanekaragaman Hayati: Pengertian, Tingkatan, dan Klasifikasi. Retrieved October 9, 2019, from https://foresteract.com/keanekaragaman-hayati/

Sora, N. (2015). Pengertian konservasi dan tujuannya serta manfaatnya terjelas. Retrieved from http://www.pengertianku.net/2015/08/pengertian-konservasi-dan-tujuannya-serta-manfaatnya.html