Arsip Tag: bioindicator

Pengembangan Bioindikator untuk Kesehatan Manusia dan Kepentingan Ekologis

Penilai risiko dan manajer risiko umumnya memeriksa kesehatan ekologis (menggunakan bioindikator) atau kesehatan manusia (menggunakan biomarker paparan atau efek). Diperkirakan jika ini diimplementasikan maka mungkin akan menguntungkan untuk mengembangkan bioindikator yang dapat digunakan untuk menilai paparan dan efek bagi reseptor manusia dan non-manusia.

Kami menggambarkan karakteristik bioindikator yang cocok untuk kesehatan manusia dan ekologi menggunakan merpati berkabung (Zenaida macroura), rakun (Procyon lotor), dan ikan biru (Pomatomus saltatrix) sebagai contoh, dan daftar karakteristik umum spesies lain yang akan menjadikannya indikator yang berguna untuk menilai kesehatan manusia dan ekologi.

Bioindikator dapat digunakan secara cross-sectional untuk menilai status ekosistem dan risiko serta secara longitudinal untuk memantau perubahan atau mengevaluasi remediasi.

Untuk penilaian risiko manusia dan ekologi, ada tiga rangkaian karakteristik yang perlu dipertimbangkan ketika memilih bioindikator: relevansi biologis, relevansi metodologis, dan relevansi sosial.

Sebuah indikator yang gagal memenuhi ini kemungkinan besar tidak akan dianggap efektif dari segi biaya dan kemungkinan besar akan ditinggalkan. Indikator harus mudah diukur dan harus mengukur berbagai dampak penting.

Untuk dukungan bioindikator jangka panjang, indikatornya harus mudah dipahami, dan hemat biaya. Kami menyarankan bahwa bioindikator yang juga dapat digunakan untuk penilaian risiko ekologi dan kesehatan manusia adalah optimal.

Sumber
https://www.researchgate.net/publication/226337408_On_Developing_Bioindicators_for_Human_and_Ecological_Health