Arsip Tag: identifikasi

PRAKTIKUM 3 KONSERVASI SUMBER DAYA HAYATI

Waktu                                    :          

Ahad, 27 Oktober 2019

Tempat                       :          

Desa Pagatan Besar, Kabupaten Tanah Laut

Capaian Pembelajaran         :

  1. Kelompok 1. Mampu melakukan pengambilan sampel dan menyusun data pengamatan untuk kegiatan praktikum berjudul : Tingkat organisasi pada yang beranekaragam pada ekosistem mangrove
  2. Kelompok 2. Mampu melakukan pengambilan sampel dan menyusun data pengamatan untuk kegiatan praktikum berjudul : Adanya hewan asli (native species) pada ekosistem mangrove
  3. Kelompok 3. Mampu melakukan pengambilan sampel dan menyusun data pengamatan untuk kegiatan praktikum berjudul : Penghitungan keberadaan keystone species (ecosystem engineer) pada ekosistem mangrove
  4. Kelompok 4. Mampu melakukan pengambilan sampel dan menyusun data pengamatan untuk kegiatan praktikum berjudul : PVA (Analisis Viabilitas Populasi) pada ekosistem mangrove
  5. Kelompok 5. Mampu melakukan pengambilan sampel dan menyusun data pengamatan untuk kegiatan praktikum berjudul : Kelentingan ekologis pada ekosistem mangrove
  6. Kelompok 6. Mampu melakukan pengambilan sampel dan menyusun data pengamatan untuk kegiatan praktikum berjudul : Gangguan pada ekosistem mangrove
  7. Kelompok 7. Mampu melakukan pengambilan sampel dan menyusun data pengamatan untuk kegiatan praktikum berjudul : Jembatan/fragmentasi pada ekosistem mangrove
  8. Kelompok 8. Mampu melakukan pengambilan sampel dan menyusun data pengamatan untuk kegiatan praktikum berjudul : Pendekatan saringan kasar dan halus pada ekosistem mangrove.
  9. Kelompok 9. Mampu melakukan pengambilan sampel dan menyusun data pengamatan untuk kegiatan praktikum berjudul : Analisis risiko untuk membuat keputusan pada ekosistem mangrove

Integrasi penelitian   :

Penelitian PDUPT berjudul : Aplikasi konservasi timpakul dan moluska pada ekosistem mangrove terhadap pencemaran logam berat

Metode Praktikum :

  1. Dosen koordinator mengkoordinasikan seluruh kegiatan serta menyiapkan materi dan bahan praktikum lapangan
  2. Asisten menyiapkan daftar hadir, sewa kendaraan, poster, spanduk, daftar hadir dan izin ke Kepala Desa tujuan
  3. Praktikan menyiapkan Konsep Konservasi Biodiversitas seperti yang dijelaskan pada praktikum ke-1 yakni :
    1. Deskripsi tentang konsep ekologi dalam praktikum KPSDH
    1. Daftar nama jenis kegiatan dalam praktikum lapangan KPSDH
    1. Tabel pengamatan kegiatan dalam praktikum lapangan KPSDH.
    1. Data dummy, analisis data deskriptif dan perbandingan kualitatif menggunakan software GNU PSPP.
  4. Praktikan menyiapkan Teknik Sampling, Identifikasi dan Koleksi Sampel KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut seperti yang dijelaskan pada praktikum ke-2 yakni :
    1. Data alat-alat dan bahan yang diperlukan
    1. Data deskripsi langkah kerja pengambilan sampel
    1. Data titik-titik pengambilan sampel menggunakan peta digital
    1. Data cara identifikasi sampel yang akan diambil
    1. Data cara koleksi dan pengawetan sampel
  5. Praktikan menyiapkan Data dan Laporan Sampling, Identifikasi dan Koleksi Sampel KPSDH pada ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut seperti yang dijelaskan pada praktikum ke-1 dan ke-2 yakni :
    1. Foto hasil identifikasi
    1. Koleksi sampel
    1. Mengolah data hasil pengamatan melalui analisis deskriptif dan analisis kualitatif menggunakan software PSPP.
    1. Membuat pembahasan data hasil pengamatan
    1. Membuat kesimpulan dan saran atas kegiatan yang dilakukan (per kelompok)
    1. Menyusun laporan praktikum (secara berkelompok) menggunakan gaya penulisan pustaka APA 6th
    1. Selanjutnya, setiap individu membuat tulisan yang menceritakan kesan, saran atau hal-hal unik lain yang ditemukan dalam bentuk ringkasan sebanyak minimal 300 kata dengan format sebagai berikut :
Nama Nama institusi Alamat institusi   Isi Ringkasan

Keterangan :

  1. Asisten membuat laporan mengenai
    1. Penggunaan keuangan praktikum lapangan
    1. Melengkapi berkas-berkas keuangan yang diperlukan seperti : kwitansi, STNK, SIM supir, dll
    1. Membuat laporan penilaian mengenai kinerja mahasiswa
  2. Pembagian kelompok praktikum KPSDH dapat dilihat Tabel 1. di bawah ini.

Tabel 1. Pembagian kelompok Praktikum KPSDH

Kelompok Judul kegiatan praktikum
Kelompok 1 Keranekaragaman tingkat organisasi pada ekosistem mangrove
Kelompok 2 Adanya hewan asli (native species) pada ekosistem mangrove
Kelompok 3 Adanya keystone species pada ekosistem mangrove
Kelompok 4 PVA (Analisis Viabilitas Populasi) pada ekosistem mangrove
Kelompok 5 Kelentingan ekologis pada ekosistem mangrove
Kelompok 6 Gangguan pada ekosistem mangrove
Kelompok 7 Jembatan/fragmentasi pada ekosistem mangrove
Kelompok 8 Pendekatan saringan kasar dan halus pada ekosistem mangrove
Kelompok 9 Analisis risiko untuk membuat keputusan pada ekosistem mangrove

Cara Identifikasi dan Peranan Lalat (Revisi)

Lalat merupakan salah satu jenis hewan dari kerajaan Insekta dan dari ordo Diptera yang memiliki genus dan spesies yang terbesar yaitu mencakup 60-70 % dari seluruh spesies Anthropoda. Sehingga tidaklah mengherankan jika jenis-jenis lalat yang ada di muka bumi ini, jumlahnya tidak sekedar ribuan namun diperkirakan bisa mencapai sekitar ± 60.000 – 100.000 jenis lalat. Lalu bagaimanakah cara cepat dan mudah digunakan mengenali jenis-jenis lalat tersebut.  Alhamdulillah, di zaman serba canggih ini, internet menjadi alat ampuh untuk membantu semua pekerjaan anda.  Dari sekian situs dan jejak web identifkasi lalat, anda bisa memilih situs ini, yakni

 Silakan klik tautannya di sini!

Berbicara peranannya, lalat memang terkenal sebagai vektor mekanis dari berbagai macam penyakit, terutama penyakit-penyakit pada saluran pencernaan makanan melalui semua bagian dari tubuh lalat seperti : bulu badan, bulu pada anggota gerak, muntahan serta faecesnya. Hewan ini dapat menyerang dan melukai hospesnya (manusia atau hewan) serta menularkan penyakit. Mulutnya digunakan sebagai alat untuk menghisap atau menjilat. Penyakit yang ditularkan oleh lalat beranekaragam tergantung dari jenisnya, antara lain :

  • Lalat rumah (musca domestica) dapat membawa telur ascaris, spora anthrax dan clostridium tetani.
  • Lalat dewasa dapat membawa telur cacing usus (Ascaris Sp., Trichuris trichiura, Oxyiuris vermicularis, Taenia solium, dan Taenia saginata), Protozoa (Entamoeba histolytica), bakteri usus (Salmonella, Shigella dan Escherichia coli), virus polio, Treponema pertenue (penyebab frambusia) dan Mycobacterium tuberculosis.
  • Lalat kecil (Fannia) dapat menularkan berbagai jenis Myasis (Gastric, Intestinal dan Genitourinary).
  • Lalat kandang (Stomoxys calcitrans) merupakan vektor penyakit anthrax, tetanus, yellow fever dan traumatic myasis dan entric pseudomiasis (walaupun jarang).
  • Lalat hijau (Phaenicia) dapat menularkan Myasis mata, tulang dan organ melalui luka.
  • Lalat daging (Sarcophaga) dapat menularkan Myasis kulit, hidung, jaringan,vagina dan usus.

Namun ungkapan yang menyatakan peranan negatif dari lalat, ternyata tidak semuanya benar.  Dikutip dari situs sciencing.com disebutkan bahwa lalat memiliki tiga peranan penting yakni sebagai agen penyerbukan (polinator), pengendalian hama, dan penyedia bahan makanan dalam rantai makanan. Lho kok begitu, lalu bagaimana penjelasannya?Silakan lihat tautan berikut ini!

Note : Terima kasih diucapkan kepada Bapak Dr. Ramadhani Eka Putra (SITH ITB) yang telah memberikan komentar di facebook terkait artikel ini.  Beberapa bagian tulisan ini diperbaiki terutama yang membahas mengenai peranan lalat. Semoga ke depannya dapat dihasilkan tulisan yang lebih bermutu untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanahuwata`ala.