Kesehatan Lingkungan – Subtema : Kesehatan Manusia

Bila diperhatikan, definisi sehat adalah adalah komponen kunci dari kesehatan tubuh manusia secara keseluruhan, meskipun bukan gambaran keseluruhan namun kriteria ini menggambarkan sehat merupakan kondisi yang menunjukkan kondisi yang lebih dari sekadar penampilan, berat badan ideal, atau aktivitas rutin olahraga.

Bagaimana definisi kesehatan itu? Kesehatan adalah hal-hal yang bisa dirasakan ketika : 1) bangun di pagi hari, 2) ketika tidur, 3) menangani stres, 4) mengatasi waktu sibuk, 5) menangani hubungan dalam hidup. Setidaknya ada ada enam komponen kunci terkait kesehatan manusia yakni : 1) Fisik, 2) Intelektual, 3) Spiritual, 4) Emosional, 5) Lingkungan dan 6) Sosial.

1) Kesehatan Fisik
Kesehatan fisik meliputi daya tahan, kekuatan, fleksibilitas, kardiovaskular, kesehatan pencernaan, dan banyak lagi. Semua ini adalah komponen kunci kesehatan dan menjadi bagian dari rutinitas perawatan diri , dan jika berhenti maka manusia akan banyak kehilangan komponen kesehatan yang dimilikinya. Dasar-dasar kesehatan fisik adalah menggerakkan tubuh Anda selama 30 menit sehari, minum air dengan dosis setengah dari berat badan Anda, tidur delapan jam setiap malam, makan makanan yang seimbang.

2) Kesehatan Intelektual
Pikiran manusia dirancang untuk terus belajar, untuk terus berkembang, sehingga pembelajaran diperlukan untuk menjaga kesehatan intelektual dan dilakukan dalam berbagai bentuk, penggunaan buku, podcast, kelas, pelatihan, gabung komunitas, percakapan, dan banyak lagi. Jaga kesehatan intelektual dengan cara membakar pikiran Anda dengan hal-hal positif, kemudian Jadwalkan waktu untuk belajar dan mengembangkan pikiran Anda dengan tepat.

3) Kesehatan rohani/spiritual
Kesehatan spiritual merupakan upaya yang dilakukan untuk menjaga kesehatan fisik secara keseluruhan dengan cara meluangkan waktu setiap hari untuk berhenti sejenak dan menjernihkan pikiran. Beberapa cara paling umum untuk menjernihkan pikiran adalah melalui doa. Kesehatan spiritual juga dapat diperluas dengan cara berbagi pengalaman kepada orang lain agar dapat digunakan kembali.

4) Kesehatan Emosional
Kesehatan emosional sangat penting dan kompleks karena berhubungan dengan kesehatan pikiran, perasaan, dan pola pikir positif saat stres datang. Kesehatan emosional dapat dibina dengan cara merencanakan pekerjaan mingguan, dan membuat daftar pekerjaan harian. Keberadaan daftar ini akan membantu anda tetap dalam keadaan emosional yang positif. Selain itu, latihan fisik, diet yang tepat dan suplemen, serta interaksi sosial semuanya dapat memainkan peran dalam kesehatan emosional. Tips lainnya : jika anda mengalami emosi memuncak maka pelampiasannya melalui menulis sebuha jurnal, atau mengeluarkan pikiran (pengetahuan tacit) menjadi tulisan di atas kertas (pengetahuan eksplisit).

5) Kesehatan Lingkungan
Kesehatan Lingkungan adalah mencakup hal-hal yang mempengaruhi situasi hidup Anda, situasi kerja , keluarga, pasangan dan lingkaran teman. Lingkungan tempat tinggal adalah komponen kunci bagi kesehatan manusia secara hakiki. Jadi jangan tinggal di lingkungan yang kotor dan beracun, karena akan berpengaruh negatif terhadap semua area kesehatan. Jika sudah terlanjur kotor, mulailah dengan pekerjaan yang bisa diubah, sehingga dapat mengubah lingkungan sekitar menjadi bersih dan teratur.

6) Kesehatan Sosial
Kesehatan sosial mencakup semua hubungan dengan keluarga, teman, dan komunitas Anda. Manusia dirancang untuk menjadi makhluk sosial, sehingga setiap individu diupayakan memiliki hubungan yang sehat dengan orang-orang penting dalam hidupnya baik di tempat kerja, keluarga dan tempat ibahdauntuk minggu yang menyenangkan dan ini adalah area yang banyak orang perjuangkan. Untuk menyederhanakan konsep, bahkan orang dewasa pun membutuhkan kencan bermain. Pergi mendaki bersama teman, makan malam bersama keluarga, menonton film. Keluarlah dan bersosialisasilah, apa pun itu bagi Anda. Pastikan itu ada dalam jadwal sehingga itu terjadi.

Secara sosial, mudah untuk merasa bahwa Anda perlu mengatakan ya untuk semua yang datang kepada Anda. Saya menemukan dengan klien saya ini adalah area yang kita butuhkan untuk bekerja pada apa yang kita katakan ya dan tidak. Tidak apa-apa untuk mengatakan tidak pada hal-hal yang mengangkat Anda, yang tidak membantu Anda bergerak ke arah kesehatan dan kebugaran yang Anda coba tuju.

Kesehatan Lingkungan – Sub tema : Kesehatan Manusia

Sehat merupakan istilah yang berupaya untuk memberikan penggambaran kondisi kesehatan tubuh manusia secara keseluruhan secara lahir (fisik) maupun batin. Perlu diperhatikan bahwa parameter sehat seringkali dilihat dari penampilan, perbandingan berat badan ideal, atau kemampuan melakukan aktivitas rutin atau olahraga. Padahal ini belum tentu benar, karena terkadang manusia yang sehat secara jasmani namun ternyata sakit secara rohani, seperti : orang gila dan pemabuk. Demikian sebaliknya, jasmaninya terlihat sakit namun pada dasarnya sehat secara rohani, seperti : Nabi Ayyub `alaihissalam yang diberikan ujian sakit selama kurang lebih 18 tahun. Lalu bagaimana definisi kesehatan itu? Kesehatan diartikan sebagai hal-hal yang bisa dirasakan ketika : 1) bangun di pagi hari, 2) ketika tidur, 3) menangani stres, 4) mengatasi waktu sibuk, 5) menangani hubungan dalam hidup.

Setidaknya ada ada enam komponen kunci utama terkait kesehatan manusia yakni : 1) Kesehatan Fisik, 2) Kesehatan Intelektual, 3) Kesehatan Spiritual, 4) Kesehatan Emosional, 5) Kesehatan Lingkungan dan 6) Kesehatan Sosial.

1) Kesehatan Fisik
Kesehatan fisik meliputi daya tahan, kekuatan, fleksibilitas, kardiovaskular, kesehatan pencernaan, dan banyak lagi. Semua ini adalah komponen kunci kesehatan dan menjadi bagian dari rutinitas perawatan diri , dan jika berhenti maka manusia akan banyak kehilangan komponen kesehatan yang dimilikinya. Dasar-dasar kesehatan fisik adalah menggerakkan tubuh Anda selama 30 menit sehari, minum air dengan dosis setengah dari berat badan Anda, tidur delapan jam setiap malam, makan makanan yang seimbang.

2) Kesehatan Intelektual
Pikiran manusia dirancang untuk terus belajar, untuk terus berkembang, sehingga pembelajaran diperlukan untuk menjaga kesehatan intelektual dan dilakukan dalam berbagai bentuk, penggunaan buku, podcast, kelas, pelatihan, gabung komunitas, percakapan, dan banyak lagi. Jaga kesehatan intelektual dengan cara membakar pikiran Anda dengan hal-hal positif, kemudian Jadwalkan waktu untuk belajar dan mengembangkan pikiran Anda dengan tepat.

3) Kesehatan rohani/spiritual
Kesehatan spiritual merupakan upaya yang dilakukan untuk menjaga kesehatan fisik secara keseluruhan dengan cara meluangkan waktu setiap hari untuk berhenti sejenak dan menjernihkan pikiran. Beberapa cara paling umum untuk menjernihkan pikiran adalah melalui doa. Kesehatan spiritual juga dapat diperluas dengan cara berbagi pengalaman kepada orang lain agar dapat digunakan kembali.

4) Kesehatan Emosional
Kesehatan emosional sangat penting dan kompleks karena berhubungan dengan kesehatan pikiran, perasaan, dan pola pikir positif saat stres datang. Kesehatan emosional dapat dibina dengan cara merencanakan pekerjaan mingguan, dan membuat daftar pekerjaan harian. Keberadaan daftar ini akan membantu anda tetap dalam keadaan emosional yang positif. Selain itu, latihan fisik, diet yang tepat dan suplemen, serta interaksi sosial semuanya dapat memainkan peran dalam kesehatan emosional. Tips lainnya : jika anda mengalami emosi memuncak maka pelampiasannya melalui menulis sebuha jurnal, atau mengeluarkan pikiran (pengetahuan tacit) menjadi tulisan di atas kertas (pengetahuan eksplisit).

5) Kesehatan Lingkungan
Kesehatan Lingkungan adalah hal-hal yang mempengaruhi situasi hidup secara pribadi, situasi kerja , kehadiran keluarga, pasangan dan lingkaran teman. Lingkungan tempat tinggal adalah komponen kunci bagi kesehatan manusia secara hakiki. Jadi jangan tinggal di lingkungan yang kotor dan beracun, karena akan berpengaruh negatif terhadap semua area kesehatan. Jika sudah terlanjur kotor, mulailah dengan pekerjaan yang bisa diubah, sehingga dapat mengubah lingkungan sekitar menjadi bersih dan teratur.

6) Kesehatan Sosial
Kesehatan sosial mencakup semua hubungan dengan keluarga, teman, dan komunitas Anda. Manusia dirancang untuk menjadi makhluk sosial, sehingga setiap individu diupayakan memiliki hubungan yang sehat dengan orang-orang penting dalam hidupnya baik di tempat kerja, keluarga, sekolah dan juga tempat ibadah. Dan untuk mewujudkannya diperlukan perencanaan yang tepat agar membantu individu bisa bergerak ke arah tujuan kesehatan dan kebugaran yang dituju.

Wallahu`alam bisshowab

Sumber :

https://www.linkedin.com/pulse/six-components-health-wellness-jennifer-shaw/

Ketergantungan Kesehatan masyarakat dengan Lingkungan

Menjaga dan melindungi lingkungan adalah tindakan baik yang akan menjaga dan melindungi kesehatan secara utama, kemudian akan menghasilkan manfaat tambahan seperti kesehatan dan pendidikan anak. Dalam hal ini, ada banyak pelaku yang terlibat dalam upaya menjaga kesehatan dan lingkungan , melalui usaha yang terpadu baik melalui konservasi (penjagaan), restorasi (pemulihan), maupun proteksi (perlindungan). Dengan demikian, maka visi baru kesehatan lingkungan, seharusnya mengembangkan pengembangan dan penelitian lintas sektoral. Selanjutnya dimulai pembentukan hubungan baru diantara berbagai kelompok, diantaranya antara komunitas medis dan kesehatan masyarakat, klaangan industri, pemerintah, pendidik, petani, pembuat kebijakan, dan kelompok internasional.

Berbagai bukti menunjukkan bahwa interaksi dengan lingkungan akan menawarkan berbagai manfaat kesehatan, dengan demikian, maka diperlukan artikulasi visi kesehatan lingkungan dalam skala yang lebih luas. Kajian ini membentang dari perencanaan kota hingga arsitektur lansekap, dari desain interior hingga kehutanan, dari botani hingga kedokteran hewan. Dan visi semacam itu akan memiliki implikasi setidaknya dalam empat bidang, yakni : 1) penelitian, 2) kolaborasi, 3) perawatan klinis, dan 4) promosi kesehatan masyarakat.

Diduga ada hubungan antara paparan lingkungan dengan efek kesehatan, dan hal ini memerlukan agenda penelitian strategis yang mengarahkan tidak hanya pada kajian paparan pada lingkungan yang diduga tidak sehat, tetapi juga pada lingkungan yang diduga sehat. Sehingga hasil yang diperoleh tidak hanya mencerminkan gangguan kesehatan tetapi juga dalam upaya untuk meningkatkan kesehatan.

Pandangan ini akan menghasilkan pertanyaan penelitian baru dan tentunya tantangan untuk mendefinisikan dan mengoperasionalkan variabel baru. Arsitek lansekap, ahli hortikultura, dan psikolog lingkungan biasa bekerja dengan variabel paparan, tetapi dalam kajian kesehatan lingkungan tidak. Demikian pula, pada variabel hasil yang mencerminkan nilai kesehatan bukan penyakit ternyara kurang dianggap familiar dan ini merupakan tantangan yang harus dikembangkan dan divalidasi. Keberadaan tantangan-tantangan ini akan menawarkan peluang yang lebih luas untuk pengembangan metode dan pengujian hipotesis.

Kalangan spesialis kesehatan lingkungan, mulai dari peneliti hingga dokter, telah lama menyadari perlunya berkolaborasi dengan ahli profesional lain, misalnya, dengan insinyur mesin untuk membangun desain ruang paparan, ahli kimia untuk mengukur paparan, dan insinyur perangkat lunak untuk menerapkan sistem informasi data kesehatan. Kalangan yang berkutat dengan kesehatan lingkungan juga membutuhkan arsitek lanskap untuk membantu mengidentifikasi fitur menonjol dari paparan di luar ruangan, juga dengan desainer interior untuk melakukan hal yang sama di lingkungan mikro, juga dengan dokter hewan untuk membantu memahami lebih banyak tentang hubungan manusia dengan hewan, dan dengan perencana kota dan regional untuk membantu menghubungkan prinsip kesehatan lingkungan dengan desain lingkungan dalam skala besar.

Kesehatan lingkungan memiliki sejarah yang panjang dalam upaya menyediakan data, dan mengadvokasi berbagai tindakan untuk mencapai upaya pengendalian bahaya lingkungan, polusi udara dan air, pestisida, dan tempat kerja serta bahaya lainnya. Dan dengan cara yang sama, diperlukan berbagai tindakan/kebijakan yang dimunculkan berdasarkan bukti tentang manfaat kesehatan lingkungan.

Kesehatan lingkungan dapat menjadi faktor penting dalam upaya keputusan kebijakan dan ini menjadi faktor utama yang mempengaruhi kontak manusia dengan alam, desain perkotaan, penggunaan lahan, dan keputusan perencanaan wilayah, bahkan kebijakan pengelolaan hutan. Kesehatan lingkungan bisa memainkan peran penting membangun inisiatif kebijakan untuk melindungi ruang hijau, melestarikan pohon, membangun jalur sepeda, lingkungan zona atau wilayah, atau sekolah desain. Kesehatan lingkungan bisa dimunculkan dalam berbagai kurikulum sekolah, arsitektur dan teknik sipil. Saat ini diperlukan pembelajaran yang lebih banyak tentang manfaat kesehatan terkait interaksi dengan alam, dan menerapkan pengetahuan ini secara langsung untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Solusi untuk memecahkan berbagai masalah kesehatan lingkungan letaknya jelas ada di luar sistem perawatan kesehatan. Manusia beristirahat pada lingkungan tempat tinggalnya, kemudian bekerja, pergi ke sekolah, dan bermain. Oleh karena itu, mau tidak mau manusia membutuhkan inovasi dan ketekunan untuk memecahkan masalah kesehatan lingkungan ini. Sehingga upaya desainer, insinyur, arsitek, perencana kota, pengembang, dan komunitas sangat dinanti agar dapat mengubah status kesehatan suatu komunitas berdasarkan pertimbangan kebutuhan manusia terkait desain dan konstruksi.

Namun tantangannya adalah bagaimana cara mmembuat sektor kesehatan bisa mengenali beberapa masalah lingkungan ini kemudian berkolaborasi secara aktif dalam membangun komunitas secara fisik. Modal lingkungan dan sosial sangat penting dalam upaya mengatasi masalah lebih dari sekadar memperhatikan gejala kesehatan yang memburuk, namun penting untuk menemukan akar penyebab buruknya kesehatan masyarakat dan lingkungan dalam arti luas.

Sumber Bacaan

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK99582/

Pengertian dan Aspek Kesehatan

Pengertian Kesehatan menurut wikipedia adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Sedangkan Pengertian Kesehatan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1948  menyebutkan bahwa pengertian kesehatan adalah sebagai “suatu keadaan fisik, mental, dan sosial kesejahteraan dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan”

Aspek-Aspek Kesehatan

Pada dasarnya kesehatan itu meliputi empat aspek, antara lain :

A. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.

B. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual.

  • Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.
  • Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.
  • Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa. Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.

C. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai.

D. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial.

Bagi mereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh sebab itu, bagi kelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnya berprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, atau pelayanan kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut.

Tujuan dan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan

Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan dapat dibagi menjadi dua, secara umum dan secara khusus. Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungansecara umum, antara lain:

  • Melakukan koreksi atau perbaikan terhadap segala bahaya dan ancaman pada kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
  • Melakukan usaha pencegahan dengan cara mengatur sumber-sumber lingkungan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
  • Melakukan kerja sama dan menerapkan program terpadu di antara masyarakat dan institusi pemerintah serta lembaga nonpemerintah dalam menghadapi bencana alam atau wabah penyakit menular.

Adapun tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan secara khusus meliputi usaha-usaha perbaikan atau pengendalian terhadap lingkungan hidup manusia, yang di antaranya berupa:

  • Menyediakan air bersih yang cukup dan memenuhi persyaratan kesehatan.
  • Makanan dan minuman yang diproduksi dalam skala besar dan dikonsumsi secara luas oleh masyarakat.
  • Pencemaran udara akibat sisa pembakaran BBM, batubara, kebakaran hutan, dan gas beracun yang berbahaya bagi kesehatan dan makhluk hidup lain dan menjadi penyebab terjadinya perubahan ekosistem.
  • Limbah cair dan padat yang berasal dari rumah tangga, pertanian, peternakan, industri, rumah sakit, dan lain-lain.
  • Kontrol terhadap arthropoda dan rodent yang menjadi vektor penyakit dan cara memutuskan rantai penularan penyakitnya.
  • Perumahan dan bangunan yang layak huni dan memenuhi syarat kesehatan.
  • Kebisingan, radiasi, dan kesehatan kerja.
  • Survei sanitasi untuk perencanaan, pemantauan, dan evaluasi program kesehatan lingkungan

Tujuan Pembangunan Kesehatan

Untuk jangka panjang pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk tercapainya tujuan utama sebagai berikut:

  • Peningkatan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan.
  • Perbaikan mutu lingkungan hidup yang dapat menjamin kesehatan.
  • Peningkatan status gizi masyarakat.
  • Pengurangan kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas).
  • Pengembangan keluarga sehat sejahtera, dengan makin diterimanya norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

Referensi:

Undang-undang No.23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan & Undang-undang No.29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran”, VisiMedia

http://id.wikipedia.org/wiki/Kesehatan

http://id.shvoong.com/medicine-and-health/medicine-history/2091011-pengertian-kesehatan/

http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-health/2199030-pengertian-kesehatan-menurut-undang-undang/

Tulisan ini sepenuhnya diambil dan diringkas dari : https://ruangguruku.com/pengertian-kesehatan/