Arsip Tag: membuat

Cara Membuat Perumusan Masalah Bioindikator!

Hari ini saya mendapatkan pertanyaan dari mahasiswa, yang intinya menanyakan cara membuat perumusan masalah : berikut ini bunyinya : “Assalamualaikum bapak mohon maaf mengganggu waktunya & bertanya diluar jam kuliah pak, izin bertanya pak untuk tugas 4 bagian perumusan masalah itu gimana ya pak? Karena saya & beberapa teman masih bingung dengan perumusan masalah seperti yang bapak maksud itu pak, dan rata-rata stuk & tidak bisa menyelesaikan perumusan masalah pak”. ….. Tentunya ucapan pertama adalah Alhamdulillah, terima kasih sudah menyempatkan diri untuk menyampaikan pertanyaan. Berikut ini adalah penjelasan mengenai cara membuat perumusan masalah.

Sebagaimana diketahui bahwa dalam setiap pengerjaan berbagai karya ilmiah (seperti makalah, skripsi, proposal, atau laporan) kita pasti memulainya dengan latar belakang dan rumusan masalah. Rumusan masalah mempertanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan suatu topik yang akan diamati/diteliti. Dan nantinya jawaban yang diperoleh dari pertanyaan (rumusan masalah) inilah yang akan menjadi hasil penelitian itu. Jadi, bisa dipahami bahwa Rumusan masalah adalah bagian terpenting dalam inti penelitian yang harus dipikirkan secara matang.

Sebelum melangkah lebih lanjut, kita perlu mengenal jenis-jenis rumusan masalah yang bisa kamu pakai. Ingat ya, rumusan masalah ini yang kamu pilih akan menyesuaikan dengan jenis penelitian yang dipilih pula. :

  1. Rumusan Masalah Deskriptif. Adalah rumusan masalah yang mempertanyakan deskripsi atau penjelasan sebuah variabel atau beberapa variabel dan tidak membandingkan variabel satu dengan yang lainnya. Biasanya, rumusan masalah deskriptif dimulai dengan kata “Apa”, “Bagaimana”, dan “Mengapa” yang perlu dijawab secara rinci dan jelas pada hasil penelitian. Contoh rumusan masalah deskriptif misalnya : Apa pengertian bioindikator?, Bagaimana cara menghitung indeks keanekaragaman moluska sebagai bioindikator gangguan antropogenik?
  2. Rumusan Masalah Komparatif. Rumusan masalah komparatif bertujuan untuk membandingkan suatu variabel atau beberapa variabel yang ada di dalam sebuah penelitian maupun karya ilmiah lainnya. Misalnya : Adakah perbedaan antara bioindikator di sawah dengan bioindikator di tambak udang? , Perbedaan seperti apa yang terjadi pada struktur morfologi burung sebagai bioindikator pencemaran udara di wilayah permukiman?
  3. Rumusan Masalah Asosiatif adalah rumusan masalah yang mempertanyakan hubungan satu variabel dengan variabel lainnya. Contohnya : Bagaimana pengaruh kelimpahan bioindikator dengan aktivitas nyamuk Anopheles pada ekosistem mangrove?

Setelah diberikan tiga rumusan masalah yang mendasar, mungkin kamu masih memerlukan panduan cara membuat rumusan masalah. Begini tipsnya:

  1. Ketahui apa yang menjadi masalah dalam penelitianmu.
  2. Pikirkan mengenai hal-hal yang menjadi pertanyaan pada sebuah penelitian secara kritis.
  3. Jabarkan semua pertanyaan yang muncul di pikiran dengan menggunakan pertanyaan 5W+1H (when, why, where, who, what, and how). Kemudian, kerucutkan pertanyaan yang paling kritis dan penting.
  4. Pastikan bahwa rumusan masalah yang kamu pilih memiliki nilai penelitian (bermanfaat), jelas, padat, dan tidak bertele-tele.
  5. Rumusan masalah bisa dijadikan petunjuk sebagai pusat penelitian yang memungkinkan untuk dijawab dengan data dan fakta yang ada di lapangan.
  6. Hubungkan rumusan masalah yang didapat dengan teori-teori yang ada. Sebab bisa jadi penelitianmu melahirkan berbagai dalil yang dapat membentuk teori baru.
  7. Rumusan masalah harus bisa diterapkan ke judul penelitian

Berikut ini adalah contoh Rumusan Masalah Bioindikator

  1. Apa pengertian bioindikator lingkungan lahan basah?
  2. Apa syarat agar moluska bisa dijadikan sebagai bioindikator perairan yang tercemar?
  3. Bagaimana cara memelihara serangga sebagai bioindikator keanekaragaman hayati pada ekosistem mangrove?
  4. Apa manfaat penggunaan timpakul sebagai bioindikator pada lingkungan pesisir pantai?

Ditulis ulang dari : https://www.cekaja.com/info/contoh-rumusan-masalah-makalah-skripsi-dan-penelitian

Cara membuat metode penelitian di masa pandemik Covid-19 (contoh identifikasi kegiatan konservasi pada ekosistem mangrove)

  1. Membuat formulir untuk survey

Formulir dapat dibuat secara manual atau bisa juga menggunakan aplikasi digital. Di era millenial ini, kita karena banyak mendapatkan kemudahan dari Allah subhanahuwata`ala maka kita memanfaatkannya sebagai bentuk syukur kepada-Nya dengan membuat formulir survey digital. Dan salah satunya dibuat dengan menggunakan aplikasi google form.

Isi formulir survey untuk kasus ini (identifikasi kegiatan konservasi) terdiri dari : data responden, data ekosistem mangrove, pengetahuan tentang timpakul dan moluska serta pengetahuan konservasi keduanya.

2. Konsultasi dan revisi formulir

Konsultasi dengan pembimbing hendaknya dilakukan secara intensif atau berdasarkan kesepakatan dengan pembimbing.

Gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar. serta tata bahasa dan sopan santun. Sebelum berkomunikasi hendaknya mengucapkan salam, kemudian menyampaikan bahan konsultasi dan setelah selesai diakhiri ucapan salam

3.  Menggali data dari responden

Responden adalah objek yang sangat penting dan membantu kita mendapatkan data yang diperlukan untuk menggali informasi. Penggalian data dari responden bisa menggunakan metode wawancara secara langsung (tatap muka) atau via telepon. Atau bisa juga menggunakan layanan teks seperti : email, formulir online, tautan, sms, sosial media (telegram, wa, instagram, facebook) dan lain-lain.

Penggalian data untuk menggali informasi mengenai berbagai kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, baik yang bermanfaat maupun merugikan kegiatan konservasi pada ekosistem mangrove.

Kegiatan bermanfaat untuk konservasi pada contohnya adalah memperbaiki pohon yang rubuh, membuat jembatan penyeberangan, mengumpulkan sampah dll.

Adapun kegiatan yang merugikan konservasi antara lain : menebang pohon secara sembarangan, membuang sampah, membiarkan sampah menumpuk dan menghalangi  tumbuhan di ekosistem mangrove dan lain-lain.

4. Pembuatan pengumpulan data dari responden

Mengklasifikasikan kegiatan yang berhubungan dengan konservasi timpakul dan moluska pada ekosistem mangrove. Data yang diperoleh dari hasil survey dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. 

Data kualitatif (baik, sedang, buruk) meliputi : 1) penilaian kondisi ekosistem mangrove, 2) penilaian kualitas timpakul dan moluska, penilaian kualitas konservasi timpakul dan moluska pada ekosistem mangrove.

Sedangkan data kuantitatif antara lain : 1) perbandingan antara luas ekosistem mangrove yang terbuka dan tertutup, 2) perbandingan kepadatan timpakul dan moluska pada ekosistem mangrove, 3) perbandingan jumlah penduduk yang memanfaatkan ekosistem mangrove (gender, profesi, dan tingkat pendidikan), dan 4) perbandingan kegiatan yang berhubungan serta tidak berhubungan dengan konservasi ekosistem mangrove.

5. Analisis data

Analisis data diperlukan untuk mengolah data yang diperoleh dari responden, baik data yang bersifat kualitatif maupun data kuantitatif.

Data kualitatif dapat digunakan untuk menilai kualitas yang ada pada suatu individu, populasi, komunitas atau wilayah ekosistem tertentu. Biasanya dinyatakan dengan nilai baik, sedang ataupun buruk.

Demikian pula untuk medapatkan gambaran yang baik mengenai suatu kasus maka anda dapat membandingkan antara suatu wilayah dengan wilayah lain, atau individu yang satu dengen individu yang lainnya. Sebagai contoh adalah analisis perbandingan kualitatif antara ekosistem mangrove yang mengalami gangguan (terbuka) dan yang relatif sudah pulih (tertutup).

Analisis deskriptif (nilai maksimum, minimum, mean dan dan frekuensi) digunakan untuk pengolahan data kuantitatif. Penyajian data dilakukan dalam bentuk tabel dan grafik.

Pustaka

Perbandingan data kualitatif dengan data kuantitatif dapat dilihat disini!