Membuat tujuan kuliah dengan metode ABCD!

Pembuatan rencana pembelajaran sangatlah penting dalam kegiatan belajar dan mengajar di perkuliahan baik offline maupun online. Tahapan pembuatan rencana pembelajaran dimulai dengan : 1. Analisis karakteristik peserta didik dan lingkungan. 2. Hasil akhir dari kegiatan mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal peserta didik adalah menentukan garis batas antara perilaku yang tidak perlu diajarkan dan perilaku yang harus diajarkan kepada peserta didik. 3. Selanjutnya dosen dapat melakukan pembuatan tujuan mata kuliah.

Tujuan mata kuliah yang baik harus dibuat dengan secara jelas, bersifat khusus, dapat diamati, terukur, dan menunjukkan perubahan tingkah
laku. Ada empat komponen yang harus ada dalam rumusan tujuan, yaitu Format ABCD digunakan oleh Institusi Pengembangan Pembelajaran yakni : audience behavior condition and degree.

Audience. Audience merupakan siswa atau mahasiswa yang akan belajar, dalam hal inipada TIK perlu dijelaskan siapa mahasiswa atau siswa yang akan belajar. Keterangantentang siswa yang akan belajar tersebut harus dijelaskan secara spesifik mungkin,agar seseorang yang berada di luar populasi yang ingin mengikuti pelajaran tersebutdapat menempatkan diri seperti siswa atau mahasiswa yang menjadi sasaran dalam sistim instruksional tersebut.

Behavior. Behavior merupakan prilaku yang spesifik yang akan dimunculkan oleh mahasiswa atau siswa tersebut setelah selesai mengikuti proses belajar tersebut .Perilaku ini terdiri dari dua bahgian penting yaitu kata kerja dan objek.Kata kerja inimenunjukkan bagaimana siswa mendemonstrasikan sesuatu seperti menyebutkan,menjelaskan, menganalisis dan lainnya. Sedangkan objek menunjukkan apa yang didemonstrasikan.

Condition. Condition berarti batasan yang dikenakan kepada mahasiswa atau alat yangdigunakan mahasiswa ketika ia tes.Kondisi ini dapat memberikan gambaran kepadapengembang tes tentang kondisi atau keadaan bagaimana siswa atau mahasiswadiharapkan dapat mendemonstrasikan perilaku saat ini di tes,misalnya denganmenggunakan rumus tertentu atau kriteria tertentu.

Degree. Degree merupakan tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai perilakutersebut, adakalanya mahasiswa diharapkan dapat melakukan sesuatu dengansempurna tampa salah dalam waktu dua jam dan lainnya.

Sejumlah rumusan ABCD dalam penerapannya terkadang tidak disusun secara ber urutan namun dapat dibalik-balikkan .

Sumber tulisan di sini!

Cara membuat metode penelitian di masa pandemik Covid-19 (contoh identifikasi kegiatan konservasi pada ekosistem mangrove)

  1. Membuat formulir untuk survey

Formulir dapat dibuat secara manual atau bisa juga menggunakan aplikasi digital. Di era millenial ini, kita karena banyak mendapatkan kemudahan dari Allah subhanahuwata`ala maka kita memanfaatkannya sebagai bentuk syukur kepada-Nya dengan membuat formulir survey digital. Dan salah satunya dibuat dengan menggunakan aplikasi google form.

Isi formulir survey untuk kasus ini (identifikasi kegiatan konservasi) terdiri dari : data responden, data ekosistem mangrove, pengetahuan tentang timpakul dan moluska serta pengetahuan konservasi keduanya.

2. Konsultasi dan revisi formulir

Konsultasi dengan pembimbing hendaknya dilakukan secara intensif atau berdasarkan kesepakatan dengan pembimbing.

Gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar. serta tata bahasa dan sopan santun. Sebelum berkomunikasi hendaknya mengucapkan salam, kemudian menyampaikan bahan konsultasi dan setelah selesai diakhiri ucapan salam

3.  Menggali data dari responden

Responden adalah objek yang sangat penting dan membantu kita mendapatkan data yang diperlukan untuk menggali informasi. Penggalian data dari responden bisa menggunakan metode wawancara secara langsung (tatap muka) atau via telepon. Atau bisa juga menggunakan layanan teks seperti : email, formulir online, tautan, sms, sosial media (telegram, wa, instagram, facebook) dan lain-lain.

Penggalian data untuk menggali informasi mengenai berbagai kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, baik yang bermanfaat maupun merugikan kegiatan konservasi pada ekosistem mangrove.

Kegiatan bermanfaat untuk konservasi pada contohnya adalah memperbaiki pohon yang rubuh, membuat jembatan penyeberangan, mengumpulkan sampah dll.

Adapun kegiatan yang merugikan konservasi antara lain : menebang pohon secara sembarangan, membuang sampah, membiarkan sampah menumpuk dan menghalangi  tumbuhan di ekosistem mangrove dan lain-lain.

4. Pembuatan pengumpulan data dari responden

Mengklasifikasikan kegiatan yang berhubungan dengan konservasi timpakul dan moluska pada ekosistem mangrove. Data yang diperoleh dari hasil survey dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. 

Data kualitatif (baik, sedang, buruk) meliputi : 1) penilaian kondisi ekosistem mangrove, 2) penilaian kualitas timpakul dan moluska, penilaian kualitas konservasi timpakul dan moluska pada ekosistem mangrove.

Sedangkan data kuantitatif antara lain : 1) perbandingan antara luas ekosistem mangrove yang terbuka dan tertutup, 2) perbandingan kepadatan timpakul dan moluska pada ekosistem mangrove, 3) perbandingan jumlah penduduk yang memanfaatkan ekosistem mangrove (gender, profesi, dan tingkat pendidikan), dan 4) perbandingan kegiatan yang berhubungan serta tidak berhubungan dengan konservasi ekosistem mangrove.

5. Analisis data

Analisis data diperlukan untuk mengolah data yang diperoleh dari responden, baik data yang bersifat kualitatif maupun data kuantitatif.

Data kualitatif dapat digunakan untuk menilai kualitas yang ada pada suatu individu, populasi, komunitas atau wilayah ekosistem tertentu. Biasanya dinyatakan dengan nilai baik, sedang ataupun buruk.

Demikian pula untuk medapatkan gambaran yang baik mengenai suatu kasus maka anda dapat membandingkan antara suatu wilayah dengan wilayah lain, atau individu yang satu dengen individu yang lainnya. Sebagai contoh adalah analisis perbandingan kualitatif antara ekosistem mangrove yang mengalami gangguan (terbuka) dan yang relatif sudah pulih (tertutup).

Analisis deskriptif (nilai maksimum, minimum, mean dan dan frekuensi) digunakan untuk pengolahan data kuantitatif. Penyajian data dilakukan dalam bentuk tabel dan grafik.

Pustaka

Perbandingan data kualitatif dengan data kuantitatif dapat dilihat disini!