Arsip Tag: strategi

Strategi Pengelolaan Potensi Tumbuhan Api-api (Avicennia Sp.) dalam Restorasi Ekosistem Mangrove

Tidak disangsikan lagi bahwa pengelolaan sumber daya hayati memerlukan koordinasi dan strategi yang terpadu agar program restorasi ekosistem mangrove dapat dilakukan secara berkelanjutan (Rudianto, 2018). Terkait konflik kepentingan, maka partisipasi penduduk lokal yang baik adalah faktor terpenting untuk mengatasinya (Januarsa dan Luthfi, 2017). Penduduk lokal selain pengguna secara langsung, juga berkewajiban mengelola sumber daya dan fungsi ekologisnya pada wilayah restorasi dan konservasi (Rusdianti dan Sunito, 2012). Hal ini disebabkan mereka kaya pengalaman termasuk memiliki nilai kearifan lokal (Nugroho dkk., 2019) yang telah teruji bisa menjaga keberlanjutan kawasan tersebut (Eddy dkk., 2019).

Meskipun demikian strategi pengelolaan sumber daya hayati di suatu wilayah, tidaklah bijaksana jika hanya membahas aspek positif (kelebihan dan potensi) saja tanpa membahas potensi negatifnya (ancaman dan tantangan).
Seperti halnya yang terjadi pada ekosistem hutan mangrove di Desa Pagatan Besar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, yang menimbulkan dua pandangan yang sangat kontradiktif. Satu sisi menurut hasil penelitian Sarmila (2012) ekosistem hutan mangrove di Desa Pangatan Besar tadi sejak tahun 2000 mengalami penambahan luas daratan (akresi) kemudian membentuk kawasan baru dan dianggap memiliki potensi sumber daya hayati tinggi dengan hadirnya tumbuhan api-api (Avicennia sp.). Namun di sisi lain, kehadiran hutan mangrove tersebut dianggap menimbulkan rasa tidak aman oleh sebagian penduduk karena menjadi tempat persembunyian pelaku kejahatan. Ketidaksepahaman pendapat juga terjadi antara penduduk dengan pembakal (lurah) mengenai pandangan ke laut yang terhalang oleh hutan mangrove, serta ketidakjelasan status lahan oloran (Soendjoto dan Arifin, 1999).

Lalu bagaimana cara menggali informasi mengenai kearifan lokal dan merancang strategi pengelolaan potensi tumbuhan Api-api (Avicennia Sp.) dalam restorasi ekosistem mangrove? Selengkapnya silakan baca pada tautan berikut ini!

Pemahaman dan Strategi Pembelajaran Ekologi di Era Pandemi Covid-19

(Catatan Kuliah Pertemuan Pertama Ekologi Lanjut)

Era kuliah baru sudah dimulai sejak tanggal 29 September 2020, dan dan semua perkuliahan dilakukan secara daring(online) termasuk dengan kuliah Ekologi Lanjut di Program Studi Biologi FMIPA Univesitas Lambung Mangkurat. Lalu apa yang dimaksud dengan ekologi lanjut? 

Ekologi lanjut atau advanced ecology secara istilah adalah kajian ekologi yang bersifat lanjut yakni lebih dari sekedar kajian dasar ekologi. Secara umum, ekologi lanjut mencoba memahami berbagai masalah yang terjadi dalam berbagai skala individu, populasi, komunitas dan ekosistem. 

Masalah yang ditimbulkan oleh aktivitas makhluk hidup (antropogenik atau manusia secara umum) tersebut akan menimbulkan reaksi yang disebut dengan respon ekologis. Respon ekologis ini bentuknya bermacam-macam dan selalu berubah sepanjang waktu dan tempat sesuai dengan skala yang dipelajari. 

Apa yang perlu dilakukan manusia untuk menghadapi perubahan ekologis? Tentunya pendekatan ekologis dipakai untuk memecahkan masalah ekologis agar respon yang dihasilkan dapat menghasilkan strategi yang diterapkan secara cepat dan tepat dan meminimalkan dampak negatif karena perubahan ekologi tersebut.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya agar manusia bisa beradaptasi bencana ekologis seperti : kekeringan, banjir, erosi, hilangnya habitat, kemusnahan spesies eksotik, perubahan iklim, dan termasuk juga bencana kemanusiaan. Tentunya semua ini memerlukan strategi yang tepat berdasarkan kaidah dan prinsip ekologis yang mendasarkan pada hubungan timbal baik antara komponen biotik dengan abiotik yang berkesinambungan dan simultan pada berbagai skala ruang dan waktu. 

Strategi ekologis tidak hanya memerhatikan hubungan di atas, namun juga memberikan perhatian dari aspek spiritual sebagai salahsatu fungsi ekosistem yakni menyadarkan esensi mahkluk hidup sebagai hamba yang wajib beribadah dan mengesakan Allah Subhanahuwata`ala sehingga aturan, proses dan fungsi yang dijalankannya selalu bersandar kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dalam hal ini doa menjadi senjata yang ampuh secara ekologis meskuipun tidak bisa terlihat secara virtual kehadirannya.  Terkait dengan kebijakan penyelenggaraan kuliah secara daring dalam rangka menghindari penularan wabah covid19, maka otomatis mahasiswa harus memiliki kemauan (niat) dan kemampuan (belajar dan mengikuti petunjuk) yang benar agar kesempatan kuliah daring dapat digunakan sebaik-baiknya untuk menimba ilmu yang penting untuk menunjang pembelajaran daring.

Diantaranya adalah ilmu penguasaan keterampilan menulis , seperti aplikasi Microsoft word, kemudian aplikasi penulisan Pustaka otomatis (seperti Mendeley), aplikasi pengolah data (Microsoft Excel) dan aplikasi penampil data seperti Microsoft Power Point. Aplikasi lain yang tidak kalah penting untuk dikuasai adalah analisis data (semisal SPSS, versi gratisnya adalah GNU PSPP) dan aplikasi pemetaan digital semisal : Google Maps, Arc GIS dan QGIS. 

Mari bersemangat untuk terus belajar meski ada keterbatasan di era digital ini terutama dengan tiadanya tatap muka secara langsung antara dosen dengan mahasiswa.

Kata kunci : strategi, ekologi, lanjut, aplikasi, covid-19

Diizinkan untuk copy paste dengan mencantumkan link tulisan ini, dan jangan jadi plagiat